
Braakk!
Radha turun dari mobil dengan sedikit lesu. Sebenarnya ia malas pergi ke hotel, tapi di rumah saja juga merasa jenuh karena tidak ada suaminya. Entah mengapa akhir-akhir ini ia bawaannya pengen nempel terus dengan suaminya itu.
Radha perlahan melangkahkan kakinya meninggalkan parkiran hotel. Biasanya pak Selamet menurunkannya di depan lobby hotel, tapi pagi ini ia dibawa sampai ke parkiran. Mungkin Pak Selamet lupa atau sedang banyak pikiran, entahlah.
Namun saat baru beberapa langkah, langkah kakinya terhenti saat telinganya mendengar suara yang amat sangat dikenalnya.
"Baby!"
Radha menguatkan hatinya untuk tidak berbalik. Jujur saja ia tidak ingin melihat lagi wajah seseorang yang menorehkan luka di hatinya.
"Baby!" Panggil Elmer sekali lagi seraya mendekat ke arah Radha. Ya, sejak pagi Elmer sudah tiba di hotel menunggu kedatangan Radha. Dulu saat dirinya diusir dari hotel di hari pernikahannya, Elmer memang langsung pergi membawa anaknya dan juga mantan istrinya. Dan ia baru tiba kembali di Surabaya kemarin. Namun ia tidak menginap di hotel milik Wijaya group tersebut, karena sudah pasti dirinya akan langsung diusir saat menginjakkan kakinya di lobby hotel.
Radha masih diam membisu karena menahan gemuruh di dadanya yang terasa ingin meledak.
"Baby!" Elmer menghentikan langkahnya saat tiba tepat di belakang Radha. "Plis kasih aku kesempatan. Aku sudah bercerai dengan Clara karena ingin kembali kepada mu." Mohon Elmer, namun Radha masih tidak berkutik. "Baby, please!"
Akhirnya pertahanan Radha runtuh juga. Air mata mulai jatuh membasahi kedua pipinya. Dengan berat hati ia pun membalikkan badannya. "Pergi dan jangan pernah lagi datang ke sini!" Lirih Radha namun ia menekan setiap perkataannya. Radha tidak mau mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.
"Plis, kasih aku kesempatan sekali lagi. Aku masih mencintai mu Ra. Aku melakukannya karena aku hilang ingatan. Dan setelah ingatan ku kembali aku langsung mencari mu. Karena hanya kamu yang aku inginkan selama ini."
"Kesempatan apalagi yang kamu inginkan? Kesempatan untuk melukai ku lagi? Hah!" Radha yang terbawa emosi mulai meninggikan suaranya.
"Maaf Ra, maaf! Aku janji tidak akan melukai mu lagi."
"Bulshit! Jangan pernah berjanji jika kamu tidak bisa menepatinya." Air mata jatuh bercucuran di kedua matanya, namun Radha sekuat tenaga menahan agar tidak terisak. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan laki-laki yang sudah membuatnya terluka.
"Ra!" Elmer mencoba meraih tangan Radha namun segera ditepis oleh sang empunya.
"Ra! Apa kamu baik-baik saja?" Elmer nampak khawatir saat melihat Radha yang meringis seraya memegangi kepalanya seperti orang kesakitan.
"Aaaahh!" Radha tiba-tiba terkulai saat merasakan kepalanya yang semakin berdenyut. Beruntung Elmer sigap menangkap tubuhnya hingga Radha tak sampai terjatuh.
"Baby, bangun Baby!" Elmer menepuk pelan pipi Radha. "Ra, kamu kenapa sayang?"
Pak Selamet yang mendengar teriakan segera keluar dari mobil dan mendapati majikannya itu sudah pingsan di pelukan seorang laki-laki yang tak lain adalah mantan calon suami majikannya.
"Non, ya ampun kok bisa pingsan? Bagaimana ceritanya ini tadi?" Pak Selamet tergopoh-gopoh menghampiri sang majikan.
"Ayo kita bawa ke rumah sakit saja Pak." Elmer langsung membopong tubuh Radha.
"Ayo, masukkan mobil saja. Biar bapak saja yang membawanya ke rumah sakit." Pak Selamet segera membuka pintu mobil bagian belakang. Elmer pun segera masuk ke dalam mobil. Posisi Radha berada di atas pangkuan Elmer. Awalnya Pak Selamet ingin protes saat Elmer ikut masuk ke dalam mobil. Namun ia urungkan karena tidak ada waktu lagi. Yang ada di pikiran Pak Selamet saat ini adalah cepat pergi ke rumah sakit. Pak Selamet pun langsung melesatkan mobilnya meninggalkan parkiran hotel untuk mencari rumah sakit terdekat.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ