
Lima bulan sudah usia baby Asoka saat ini. Sedangkan baby Rendra sudah berusia tujuh belas bulan dan sedang aktif-aktifnya belajar jalan. Sebenarnya baby Rendra sudah bisa berjalan, hanya saja masih belum lancar dan masih sering terjatuh. Baby Rendra juga sudah mulai bisa berbicara, sudah bisa mengucapkan kata Mama, Daddy, Kakak, Adek, Oma serta Opa dengan suara cadelnya. Ya, hanya keenam kata itu yang setiap hari terucap dari bibir mungil balita tampan itu.
"Mama!" Teriak Radha dari dalam kamarnya. Merasa tak mendapat sahutan dari mamanya, Radha memutuskan untuk menghampiri mamanya di kamar sebelah. "Mama, kaos kaki kakak yang warna pink di mana?" Terlihat Anja yang sedang memakaikan baju pada baby Asoka yang baru saja selesai dimandikan.
"Memangnya kemarin kakak taruh di mana?" Anja menghentikan sejenak kegiatannya kemudian menoleh ke arah anak perempuannya.
"Di dalam sepatu, tapi sekarang tidak ada."
"Mungkin sudah dicuci sama Mbak Tini sayang, kakak pakai kaos kaki yang lain ya? Kan kaos kaki kakak banyak."
"Baiklah....." Radha segera kembali ke kamarnya. Nampak Mbak Tini yang baru selesai memandikan baby Rendra.
"Kenapa neng cantik mukanya di tekuk begitu?" Mbak Tini menghampiri Radha yang baru saja masuk ke dalam kamar seraya menggendong baby Rendra.
"Kaos kaki kakak yang warna pink gak ada." Radha mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang seraya cemberut.
"Eh, kan kemarin udah dipake sama kakak. Ya sudah di cuci sama si mbok lah cantik. Masak iya barang yang udah kotor mau dipakai lagi. Nanti kalau kakinya gatal-gatal gimana?" Radha nampak berfikir sejenak mencerna ucapan Mbak Tini di dalam otak kecilnya.
"Ya sudah, kakak pakai kaos kaki yang lain saja kalau begitu." Putus Radha.
"Nah, gitu kan lebih baik sayang." Mbak Tini segera memakaikan baju ke tubuh baby Rendra dan membiarkan Radha mencari kaos kakinya sendiri di dalam lemari box.
Di kamar sebelah bayi besar rupanya tak mau kalah. Nara yang baru saja selesai memakai kemeja serta celananya, ikutan berteriak karena tidak menemukan dasi di antara pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya.
"Sayang! Dasi ku mana?" Anja yang baru saja keluar dari kamar segera berbalik dan masuk lagi ke dalam kamar. Niat hati ingin melihat anak-anaknya yang berada di kamar sebelah dia urungkan karena mendengar teriakan suaminya.
"Ya ampuuuuun!" Anja menepuk jidatnya sendiri karena sudah melupakan benda penting suaminya itu. Dengan menggendong baby Asoka, Anja melangkah menghampiri lemari untuk mengambilkan dasi sang suami.
Setelah berhasil memasangkan dasi di leher suaminya, Anja segera meraih baby Asoka yang berada di gendongan sang Daddy.
"Ayo sayang kita lihat kakak dan Abang udah siap apa belum." Anja melangkah keluar dari kamar menuju ke kamar anaknya diikuti oleh Nara di belakangnya.
Nampak Radha yang sudah siap dengan tas kecilnya yang sudah nangkring cantik di punggungnya. Sedangkan baby Rendra juga sudah ganteng. Nara segera meraih baby Rendra ke dalam gendongannya.
"Ayo kita turun, Opa dan Oma pasti sudah menunggu di bawah. Baby bisa jalan sendiri kan?"
"Kakak kan udah besar dad!" Protes Radha tak terima.
"Baiklah Putri Daddy yang cantik, let's go!" Nara segera menggandeng tangan Radha sebelah kiri. Mereka berjalan beriringan menuruni tangga satu persatu menuju ke ruang makan di mana saat ini Mama Rosi dan juga papa Hadi sudah menunggu di sana.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ