I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 141



Ceklek!


Pintu ruang UGD dibuka dan muncullah seorang dokter dari dalam ruangan tersebut, bersamaan dengan Buna Laras dan ayah Seno yang nampak berlarian di koridor Rumah Sakit menuju ke ruang UGD.


"Suami pasien?" Ucap seorang dokter yang menangani Radha.


"Suami?" Beo Elmer bingung.


"Suaminya belum datang dok." Sahut pak Selamet.


Tak.. tak.. tak..


Mereka bertiga menoleh ke arah sumber suara dan mendapati ayah Seno serta Buna Laras yang berlarian.


"Dok, bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Buna Laras saat tiba di depan ruang UGD. Buna Laras dan ayah Seno nampak berusaha mengatur nafasnya yang tersengal.


"Tenang dulu Bu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pasien saat ini sudah sadarkan diri. Mungkin pasien pingsan karena pusing akibat gejala awal kehamilan." Jelas dokter tersebut.


"Hah! Hamil? Anak saya hamil dok?" Tanya Buna Laras sedikit terkejut. Bukan hanya Buna Laras yang terkejut, tetapi juga ayah Seno. Dan terutama seorang pria yang sejak tadi masih berdiri mematung.


"Iya Bu, dan usia kehamilannya baru memasuki tiga minggu."


"Alhamdulillah......" Ucap syukur Buna Laras yang merasa bahagia.


"Apa anda suaminya?" Dokter tersebut menatap ke arah Elmer membuat ayah Seno dan juga Buna Laras ikut menoleh. Dan seketika itu membuat emosi ayah Seno memuncak saat menyadari siapa laki-laki tersebut. Mungkin dokter itu tidak mendengar ucapan Pak Selamet tadi.


"B@jin9@n! Ngapain kamu ada disini, hah?!" Ayah Seno langsung mencengkeram erat kerah kemeja Elmer dan hampir saja mendaratkan kepalan tangannya ke wajah Elmer kalau saja tidak ada dokter yang memperingatkan.


"Tenang pak, jangan membuat keributan di sini atau kalian akan diseret keluar oleh pihak keamanan rumah sakit."


Seno langsung melepas cengkraman tangannya dengan kasar. "Pergi dari sini sebelum Wisnu melihat mu!"


Dengan berat hati Elmer melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan UGD. Dia sudah kalah! Sia-sia saja perjuangannya selama ini. Sudah tidak ada lagi harapan untuk bersatu dengan wanita yang dicintainya.


"Ingat!" Suara ayah Seno menghentikan langkah Elmer. "Jangan pernah mengganggu Radha lagi karena dia sudah bersuami! Dan saat ini dia sedang mengandung!" Lanjut ayah Seno. Tanpa menoleh dan tanpa berucap sepatah kata pun, Elmer melanjutkan langkahnya untuk segera keluar dari rumah sakit.


Sakit! Sesakit inikah rasanya kehilangan cinta yang selama ini berusaha ia perjuangkan. Wanita yang selama ini dicintainya sudah menikah dengan orang lain. Pupus sudah harapannya. Apakah sesakit ini yang Radha rasakan saat mengetahui bahwa dirinya sudah pernah menikah dengan orang lain?


Buna Laras dan ayah Seno seperti Dejavu dengan keadaan yang terjadi saat ini, karena itu semua mengingatkan mereka tentang kejadian tiga puluh tahun yang lalu. Dimana saat itu mama Anja juga di larikan ke rumah sakit ini karena mengalami keguguran. Beruntungnya menantunya itu tidak sampe mengalami keguguran seperti yang dialami oleh mamanya.


*****


Wisnu tiba di rumah sakit dan langsung menyerahkan kunci motornya kepada seorang security untuk memarkirkan motornya. Ia segera berlari masuk ke dalam rumah sakit. Namun saat dirinya baru saja menginjakkan kakinya di pintu lobby rumah sakit, hampir saja ia bertabrakan dengan seseorang yang sangat dikenalinya. Siapa lagi kalau bukan Elmer yang akan keluar dari rumah sakit. Namun Wisnu memilih mengabaikannya karena saat ini pikirannya hanya terfokus kepada istrinya. Wisnu pun melanjutkan langkahnya menuju ke resepsionis untuk menanyakan keberadaan istrinya.


Setelah mengantongi ruang di mana istrinya berada yang ternyata masih berada di ruang UGD, Wisnu segera berlari untuk mencari keberadaan ruang tersebut. Dari kejauhan bisa ia lihat pak Selamet dan Ayah serta Bunanya yang sedang berbicara dengan seorang dokter di depan sebuah ruangan yang diyakininya adalah ruang UGD tempat istrinya dirawat. Wisnu pun segera berlari menghampiri mereka berempat.


"Ayah, Bun!" Teriak Wisnu mendekat. Serempak mereka berempat menoleh.


"Ini dia suaminya dok." Ucap ayah Seno.


"Apa yang terjadi?" Tanya Wisnu khawatir.


"Tenang dulu pak, istri anda baik-baik saja." Dokter tersebut berusaha menenangkan suami dari pasiennya. "Istri anda memang tadi sempat pingsan saat dibawa ke sini, namun itu semua hanya gejala awal kehamilan saja." Dokter kembali menjelaskan.


"Hah, hamil? Istri saya beneran hamil dok?"


"Iya pak, mari silakan kalau mau masuk. Pasien sudah sadarkan diri."


Tanpa pikir panjang Wisnu segera menerobos masuk ke dalam ruang UGD diikuti oleh Buna Laras dan juga Ayah Seno serta dokter. Meninggalkan Pak Selamet yang memilih kembali mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ