
Dua bulan berlalu, usia Baby Boy sekarang sudah menginjak dua bulan. Bayi montok itu selalu saja membuat gemas orang-orang seisi rumah. Bayangkan saja, diusianya yang baru saja menginjak dua bulan berat badannya sudah mencapai enam kilogram.
"Mama! Dedek mau nangis ini." Teriak Radha dari atas tangga. Radha langsung berlari keluar dari kamar saat melihat Rendra mencebik-cebikkan bibirnya. Saat ini Anja sedang membantu mbok Parni dan mbak Tini di dapur menyiapkan makan malam. Hanya membantu menata makanan di atas meja saja bukan membantu memasak.
"Daddy kemana kak?!" Anja ikut berteriak dari arah ruang makan.
"Daddy mandi!" Teriak Radha lagi kemudian berlari masuk ke dalam kamar kembali.
"Iya sebentar, mama datang!" Anja kembali berteriak seraya berjalan meninggalkan ruang makan.
"Mama datang nak!" Ucap Anja saat memasuki kamar. Dan benar saja, Rendra sudah merengek di atas tempat tidur. Anja pun segera mengangkat anak laki-lakinya itu kemudian memangkunya dan bersiap menyusuinya. Terdengar suara gemericik air dari arah kamar mandi. Pantesan saja Nara tak mendengar suara rengekan sang anak, karena tersamarkan dengan suara gemericik air dari shower.
"Mama, apa kakak dulu juga mimik kayak dedek?" Radha menunjuk adeknya yang sedang menyusu dengan rakus. Anja menggeleng.
"Enggak sayang, dulu pas kakak baru lahir mama koma, jadi nggak bisa nyusuin kakak. Terus sama Daddy diberi susu dot." Radha nampak manggut-manggut.
"Koma itu apa ma?"
"Koma itu sakit, mama cuma tidur dan gak bisa apa-apa." Radha nampak manggut-manggut lagi, entah ia mengerti atau tidak tentang apa yang dikatakan oleh mamanya.
Ceklek!
Nara keluar dari kamar mandi hanya menggunakan selembar handuk yang dililitkan di pinggang saja.
"Daddy mandinya lama!" Cebik Radha. "Dedek nangis, Daddy dipanggil-panggil nggak denger!"
"Iya kah?" Nara berjalan ke arah ranjang.
"Mas, kenapa nggak langsung pakai baju!" Anja mendelik ke arah suaminya. "Ada kakak di dalam."
"Sebentar Daddy pakai baju dulu." Nara melangkah ke arah lemari untuk mengambil pakaian ganti, kemudian kembali lagi masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai baju.
"Ayo kita turun, Oma dan opa pasti sudah menunggu di bawah." Ucap Nara setelah keluar dari kamar mandi.
Anja berjalan di depan dengan menggendong baby Rendra. Sedangkan Nara berjalan di belakang istrinya dengan menggendong Radha. Mereka bersama-sama menuruni tangga menuju ke ruang makan. Nampak Mama Rosi dan juga Papa Hadi sudah duduk di kursinya masing-masing.
"Malam Oma, malam opa!" Sapa Radha saat tiba di ruang makan. Nara langsung mendudukkan anaknya ke kursi.
"Malam sayang!" Balas mama Rosi dan papa Hadi bersamaan seraya mengulas senyum.
"Mbak Tini?" Panggil Anja kepada pembantu rumah tangganya yang sudah di anggap seperti saudara sendiri.
"Iya non!" Mbak Tini keluar dari arah dapur.
"Titip dedek dulu ya."
"Siap non! Ayo cah Bagus." Mbak Tini meraih baby Rendra dari gendongan sang mama, kemudian membawanya menuju ke ruang tengah. Anja pun segera bergabung ke ruang makan.
*****
*****
*****
*****
*****
Anggap saja Radha bicaranya sudah lancar dan tidak cadel lagi π Ini timingnya ketinggalan sama yang di sebelah. Di sebelah usia si kembar sudah 4,5 th soale loncat satu tahun π€
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ