I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 127



"Ayo Wis, baringkan istri mu disini." Ujar mama Anja setelah mereka tiba di dalam kamar yang biasanya ditempati oleh Radha. Wisnu segera membaringkan tubuh istrinya ke atas ranjang.


"Apa nggak sebaiknya baby kita bawa ke rumah sakit saja?" Dad Nara langsung duduk di samping tubuh anaknya.


"Sepertinya tidak perlu dad, kakak hanya shok saja." Mama Anja berusaha menenangkan suaminya. "Apa ada minyak kayu putih?"


"Camel punya ma!" Camelia menyahut cepat. "Sebentar, Camel ambil di kamar dulu." Baru saja Camel membalikkan tubuhnya, tangannya sudah dicekal oleh suaminya hingga langkahnya terhenti.


"Kamu disini saja sayang, biar aku yang mengambilnya." Suami Camelia langsung melesat keluar dari kamar tersebut.


Mama Anja memijat pelan kaki anaknya. Tak berselang lama, suami Camelia sudah kembali lagi ke dalam kamar.


"Ini ma!" Suami Camelia menyodorkan sebotol kecil minyak kayu putih kepada Mama Anja yang langsung di raihnya.


Mama Anja segera mengoleskan minyak kayu putih tersebut di depan hidung, pelipis dan juga telapak kaki anaknya. "Sayang, bangun Kak!" Mama Anja memberikan sentuhan lembut di pelipis sang anak. "Coba pijat kaki istri mu Wis." Perintah mama Anja.


"Eh, i-iya ma!" Wisnu segera memposisikan dirinya duduk di bawah kaki sang istri kemudian segera memijat pelan kakinya.


Tak berselang lama, mata Radha terlihat mengerjap kemudian perlahan terbuka.


"Alhamdulillah!" Serempak orang-orang yang ada di dalam kamar tersebut mengucap syukur.


"Kamu sudah sadar nak?" Mama Anja meletakkan minyak kayu putih ke atas nakas kemudian meraih segelas air putih.


"Aku dimana ma?" Radha mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan.


"Kamu di kamar, ayo minum dulu." Mama Anja segera membantu anaknya untuk minum. "Gimana, sudah baikan?" Radha mengangguk.


Ceklek!


Suara pintu terbuka disusul dengan kemunculan ayah Seno membuat semua orang menoleh ke arahnya.


"Bagaimana, apa kakak sudah sadar?" Ayah Seno melangkah mendekat ke arah ranjang.


"Baru saja!" Sahut dad Nara.


"Pak penghulu menunggu di bawah, kalian harus segera menandatangani surat-suratnya. Apa perlu aku bawa kesini?"


"Suruh naik ke atas saja!" Perintah dad Nara.


"Tidak usah dad, kakak sudah tidak papa. Ayo kita turun." Radha bangkit dari atas tempat tidur.


"Kakak baik-baik saja dad, Daddy gak usah khawatir." Radha mengulas senyum seolah mengatakan kepada daddy-nya kalau dia baik-baik saja dan tidak perlu khawatir berlebihan.


"Baiklah, kalau begitu ayo daddy gendong saja." Dad Nara bangkit dari duduknya dan bersiap untuk menggendong putrinya.


"Dad, biar Wisnu saja. Dia sekarang sudah menjadi suami kakak." Sergah mama Anja yang membuat Daddy Nara menghela nafasnya pelan.


"Tidak, kakak bisa jalan sendiri." Wisnu yang sudah bersiap pun menjadi urung.


Akhirnya mereka semua turun lagi ke ballroom hotel untuk melanjutkan menandatangani surat-surat pernikahan mereka dan mungkin sekaligus melanjutkan acara resepsinya.


Radha dan Wisnu kembali duduk di hadapan Pak penghulu dengan didampingi oleh seluruh keluarganya.


"Nanti segera urus berkas-berkas pengantin prianya ke KUA agar surat nikah kalian bisa segera di cetak." Tutur pak penghulu.


"Baik pak!" Hanya Wisnu yang menjawab karena sejak tadi Radha hanya diam saja.


Pak penghulu dan rekannya segera pamit undur diri setelah menyelesaikan tugasnya menikahkan mereka berdua.


"Sekarang bagaimana dengan pestanya?" Tanya ayah Seno setelah kepergian Pak penghulu.


"Bubarkan saja!" Perintah dad Nara yang sudah tidak selera dengan pesta resepsi pernikahan anaknya itu.


"Dad!" Sergah mama Anja. "Ayo kita lanjutkan sebentar saja. Mungkin mereka semua menunggu untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai." Semua orang mengangguk dan membenarkan ucapan mama Anja. "Ayo sayang!" Mama Anja beranjak dari duduknya diikuti oleh yang lainnya. "Gandeng lengan suami mu sayang." Perintah mama Anja barusan tak langsung di lakukan oleh Radha karena ia merasa canggung begitupun Wisnu. Hingga mama Anja berinisiatif meraih tangan anaknya kemudian melingkarkannya ke lengan Wisnu. "Ayo, sekarang jalan perlahan naik ke atas pelaminan." Mau tak mau mereka berdua perlahan melangkah menuju ke pelaminan.


Setelah melihat sepasang pengantin sudah berdiri di atas pelaminan, semua tamu undangan langsung berbaris rapi untuk bergantian memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ