I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 145



Tak terasa usia kandungan Radha saat ini sudah menginjak enam bulan. Hari-hari yang di lalui Radha terasa sangat membosankan karena suaminya itu selalu melarangnya ini dan itu. Padahal jelas-jelas ia tau kalau suaminya melakukan semua itu demi kebaikannya. Tapi yang namanya mood ibu hamil kan memang begitu.


Namun ada satu cara ampuh untuk mengembalikan mood ibu hamil itu, yaitu mempertemukannya dengan bayi Camelia yang saat ini sudah berusia lima bulan. Seketika itu ibu hamil itu langsung nampak ceria lagi.


"Aku ikut ya mas, plis?" Pagi ini Radha merengek meminta ikut suaminya ke kampus.


"Tapi sayang, nanti kalau kamu capek bagaimana?"


"Aku tidak apa-apa. Aku bosan di rumah. Nanti aku akan duduk di kantin nungguin kamu sampe kelas selesai."


"Nanti kalau kamu bosan gimana?" Wisnu masih bernego dengan istrinya, berharap istrinya itu mengurungkan niatnya untuk ikut bersamanya.


"Ya udah, nanti bawa aku ke perpus saja." Namun begitu Radha tetap kekeh dengan pendiriannya.


"Tapi-"


"Ya mas ya, plis? Apa mas Wisnu malu membawa ku ke kampus?" Radha menunduk sendu.


"Hey, kenapa harus malu? Baiklah, tapi ingat! Jangan melakukan sesuatu yang membahayakan kalian, karena aku tidak bisa melindungi kalian saat kelas dimulai." Radha mengangguk-anggukkan kepalanya senang. "Ya sudah, sekarang bersiaplah."


Akhirnya mereka berdua berangkat ke kampus tanpa pak Selamet, karena Wisnu sendiri yang mengemudikan mobilnya. Radha nampak girang layaknya anak kecil yang akan diajak pergi rekreasi.


Sesampainya di kampus mereka langsung menjadi pusat perhatian warga kampus. Untuk pertama kalinya Wisnu datang ke kampus dengan membawa seorang cewek yang di yakininya bukan mahasiswi universitas tersebut. Dan yang lebih membuat mereka terkejut adalah saat melihat perut Radha yang terlihat membuncit.


Mereka memang mendengar isu kalau Wisnu sudah memiliki istri. Tapi mereka pikir itu hanya isu belaka. Karena selama ini mereka tidak pernah melihat Wisnu dekat dengan cewek manapun apalagi menikah.


Namun saat melihat betapa perhatiannya Wisnu dengan wanita itu, akhirnya mereka mulai mempercayai kebenaran isu tersebut. Wisnu memang meminta Bayu untuk tutup mulut, namun bukan berarti ia mengingkari pernikahannya. Karena Wisnu selalu membenarkan tentang pertanyaan-pertanyaan dari temannya yang menyinggung tentang pernikahan dan istri. Hanya saja mungkin teman-temannya itu yang tak mempercayai ucapannya.


Mungkin dengan begini, saat mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, mereka akan percaya dan tidak lagi menganggap ucapan Wisnu tempo hari hanyalah bualan semata.


Perlahan orang-orang yang tadinya berkerumun mulai buyar saat Wisnu dan Radha berjalan beriringan dengan Wisnu yang nampak merangkul posesif bahu istrinya.


"Bro, tumben bawa nyonya ngampus?" Bayu mensejajarkan langkahnya di samping Wisnu.


"Biasa, keinginan ibu hamil gak bisa di tolak." Jawab Wisnu sedikit menyindir. Sedangkan yang di sindir cuek aja.


"Perpus, biar dia gak bosen."


"Baiklah, gue tunggu di kelas saja! Mari kak." Radha menoleh seraya menyunggingkan senyum saat sahabat suaminya itu menyapanya. Ia pun menganggukkan kepalanya.


"Ini perpus!" Tunjuk Wisnu pada ruangan besar dihadapannya saat mereka berdua tiba di depan perpus. "Mau disini apa di kantin?"


"Aku mau di kantin aja dulu lihat-lihat makanan yang ada disana. Nanti kalau bosan disana baru kesini."


"Baiklah nyonya, apapun untuk mu dan calon anak kita." Wisnu mengusap lembut perut istrinya. Dan semua itu tak lepas dari perhatian warga kampus yang menyaksikan itu. Usia Radha yang jauh di atas Wisnu tidak nampak di mata mereka.


Wisnu kembali memapah istrinya itu menuju kantin. Di kantin sudah nampak sepi karena kelas sebentar lagi akan dimulai. Wisnu pun segera berpamitan kepada istrinya dan menitipkan istrinya kepada ibu kantin.


"Aku masuk kelas dulu, jaga diri baik-baik. Cup!" Wisnu mengecup sekilas dahi istrinya. "Bu, titip istri saya ya?"


"Beres Wis!" Ibu kantin mengacungkan jempolnya.


Setelah itu Wisnu bergegas meninggalkan kantin dan masuk ke dalam kelasnya. Sedangkan Radha langsung mendekati etalase makanan yang membuat air liurnya ingin menetes saat melihat beberapa makanan yang terpajang di dalam etalase tersebut. Radha langsung memesan beberapa makanan yang ditunjuknya. Ibu kantin pun nampak senang melayani bumil tersebut.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ