
"Gimana pertemuan loe sama daddy-nya Radha?" Tanya Anita kepada sepupunya. "Apa dia mengenali loe sebagai Excel, El?" Elmer hanya mengedikkan bahunya. Saat ini mereka berdua sedang berada di ruang makan. Anita sedang menemani sepupunya itu sarapan. Anita datang pagi-pagi ke rumah sepupunya itu atas permintaan Elmer yang sedang butuh teman curhat. Ya, selama ini Elmer selalu bercerita kepada sepupunya itu tentang rencananya mendekati Radha yang tak lain adalah untuk membalas rasa sakit hatinya kepada Daddy Nara. Bahkan Radha tidak tahu kalau Anita sebenarnya adalah sepupunya Elmer, kekasihnya.
Excel Elmer Handoko, anak dari Selena Handoko yang terlahir di luar pernikahan. Yang tak lain adalah cucu dari almarhum pak Handoko. Pewaris tunggal perusahaan keluarga Handoko yang saat ini di pegang oleh papanya Anita, yang tak lain adalah sepupunya mami Selena. Anak dari adiknya pak Handoko. Sedangkan mami Selena sudah menikah dan menetap di luar negeri bersama suaminya.
Dulu Elmer ikut tinggal bersama maminya. Namun ia meminta pindah ke Indonesia lagi dengan alasan ingin belajar mengelola perusahaan. Padahal alasan sebenarnya adalah ingin membalas dendam kepada Nara.
Hingga saat ini Elmer tak pernah bertemu dengan Papi kandungnya sekalipun. Papi Elmer yang tak lain bernama Elmer, tak pernah ada kabarnya seperti hilang ditelan bumi.
"Terus apa rencana loe selanjutnya? Apa loe akan melanjutkan dendam loe yang nggak jelas itu? Bisa-bisanya loe dendam kepada orang yang jelas-jelas bukan papi loe." Cibir Anita.
"Entahlah!" Lagi-lagi Elmer hanya mengedikkan bahunya.
"Awas aja kalau sampe loe nyakitin Radha." Anita menuding ke arah sepupunya itu.
"Huuuft!" Terdengar helaan nafas pelan dari mulut Elmer. "Awalnya memang gue hanya ingin menjadikan Radha sebagai mainan gue untuk membalas rasa sakit hati gue kepada daddy-nya. Namun setelah hubungan kami berjalan sejauh ini, rasanya gue mulai sayang beneran sama dia." Ucap Elmer mengungkapkan isi hatinya. "Tapi tetap saja, rasa sakit hati gue tidak akan pernah hilang sebelum memberi pelajaran kepada pak tua itu."
"Gimana kalau loe balas rasa sakit hati loe itu melalui perusahaan loe saja. Loe hanya perlu menyuruh Papa gue untuk bertindak, dan loe tinggal duduk manis di kursi Presdir saja," Usul Anita.
Pyaaaaaaaarrrr!!
Radha yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka berdua, tak sengaja menyenggol sebuah gucci yang berada di dekat pintu menuju ruang makan. Kedua orang tersebut pun reflek menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Radha yang berdiri di sana dengan air mata berlinang.
"Radha!" Pekik keduanya bersamaan. Elmer segera beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Radha yang hendak berlari.
Sett!!
"Kalian selesaikan masalah kalian, aku mau pulang!" Anita langsung melenggang keluar dari rumah. Padahal Radha berharap sahabatnya itu meminta maaf kepadanya karena sudah membohonginya selama ini. Namun apa yang ia dapatkan? Anita malah seolah tidak merasa bersalah sedikitpun.
"Lepas!" Radha mengibaskan tangannya. Namun cengkeraman tangan El di tangannya sangat kuat, hingga tangannya nampak memerah.
"Dengerin penjelasan ku dulu!"
"Apa lagi hah! Apa lagi yang ingin kamu jelaskan?" Teriak Radha tepat di depan Elmer. "Ssssttt!" Ringis Radha merasakan tangannya yang semakin sakit. Elmer pun langsung melepaskan genggaman tangannya.
"Maaf!" Ucap Elmer datar. Radha yang sudah terlepas dari cengkraman Elmer segera berlari untuk keluar dari rumah tersebut. Namun rupanya ia kalah cepat dengan El yang langsung mengunci pintu rumahnya.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ