I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 138



Tak terasa waktu cepat berlalu. Usia pernikahan Radha dan Wisnu saat ini sudah menginjak satu bulan. Rencananya hari ini Wisnu akan mengajukan cuti selama seminggu. Esok mereka akan terbang ke Jakarta untuk mengunjungi dad Nara dan mama Anja.


Setiap hari mereka akan berangkat bersama, namun dengan kendaraan yang berbeda. Karena mereka memang berbeda tujuan. Jika Wisnu ada kelas pagi, maka Radha akan ikut berangkat ke hotel pagi. Namun jika Wisnu ada kelas siang, maka ia akan ikut istrinya ke hotel terlebih dahulu.


"Aku nanti akan ambil cuti seminggu, kita ke Jakarta untuk mengunjungi Daddy dan mama." Radha mengangguk. Saat ini mereka berdua sedang bermalas-malasan di atas tempat tidur. Setelah sarapan tadi mereka kembali lagi masuk ke dalam kamar. Masih ada waktu sekitar satu jam setengah sebelum mereka berangkat kuliah dan ke hotel.


Sudah beberapa hari ini Radha tidak membantu di rumah makan saat pagi hari, karena akhir-akhir ini hidungnya sangat sensitif dengan bau masakan beraneka ragam yang ada di warung. Dan itu hanya terjadi di pagi hari. Buna Laras pun tidak mempermasalahkan itu. Toh sepulang dari hotel, Radha selalu membantunya di warung.


Radha nampak nyaman berada di bawah ketiak suaminya. Setelah masuk ke dalam kamar tadi, Radha langsung menyuruh suaminya itu untuk melepas bajunya kembali. Wisnu pun menurut, Radha lalu mengajak suaminya itu untuk rebahan di atas kasur. Radha langsung menyamankan posisinya di bawah ketiak sang suami. Wisnu pun semakin mengeratkan pelukannya. Akhir-akhir ini entah kenapa Radha suka sekali ndusel-ndusel di bawah ketiak sang suami. Jika malam tiba, Radha tidak akan bisa tidur kalau belum mencium ketiak suaminya. Untung saja ketiak suaminya itu bersih tanpa ada bulu sehelai pun. Bisa bersin-bersin ia seandainya ketiak suaminya itu berbulu.


"Harusnya tadi kamu nggak usah mandi, biar bau kamu nggak hilang." Radha memanyunkan bibirnya.


"Hah! Terus bagaimana nanti kalau aku bau, pasti temen-temen ku bakalan nggak betah deket-deket dengan ku." Aneh-aneh saja ucapan istrinya itu. Apa gak pingsan nanti orang-orang saat berpapasan dengannya. Bisa-bisa ia nanti malah dijauhi oleh teman-temannya.


"Tapi kan kalau udah mandi bau kamu hilang." Radha kembali mengendus-endus aroma tubuh sang suami.


"Sepertinya akhir-akhir ini ada yang aneh sama kamu sayang." Wisnu memang merasakan perubahan pada istrinya itu. Namun ia tidak tahu apa penyebabnya.


"Aneh? Memangnya aku kenapa? Aku merasa baik-baik saja." Radha tidak terima dengan ucapan suaminya.


"Sudahlah gak usah di pikirkan, cup!" Wisnu mengecup sekilas bibir istrinya. "Satu ronde ya biar bisa berkeringat." Tangan Wisnu langsung merayap ke kancing baju istrinya bagian atas.


"Eh, tadi pagi kan sudah." Radha menepis tangan suaminya seraya melotot tajam ke arah sang suami. Enak saja mau minta lagi. Semalam sudah, tadi pagi juga dirinya mendapat serangan fajar dari suaminya itu. Dan sekarang masih mau minta lagi? Yasalaaaaaamm..... Apa lama-lama gak bengek itu anu 🀭


"Ish, itu maunya kamu mas."


"Tapi kan kita sama-sama untung dan sama-sama enak."


Bukannya enak, waktu mereka malah habis hanya untuk berdebat. Hingga waktu menunjukkan pukul setengah sepuluh. Wisnu bergegas memakai bajunya kembali kemudian meraih ranselnya, begitupun dengan Radha yang langsung ikut meraih tasnya. Mereka sama-sama keluar dari kamar menuju ke warung untuk berpamitan kepada ayah Seno dan Buna Laras.


Wisnu segera memacu motornya dengan kecepatan tinggi menuju ke kampus. Sedangkan Radha bersama Pak Selamet menuju ke hotel. Pak Selamet mengemudikan mobilnya dengan kecepatan normal karena mereka tidak diburu oleh waktu.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ