
Braakk!!
Wisnu membanting pintu mobilnya dengan keras. Wisnu dan ayah Seno segera berlari memasuki lobby apartemen. Namun langkah mereka terhenti saat Wisnu melihat istrinya sedang duduk berdampingan dengan mantan kekasihnya di kursi tunggu yang ada di lobby apartemen tersebut.
Wisnu hanya bisa berdiri mematung, suaranya terasa tercekat di tenggorokan saat menyaksikan pemandangan yang ada di depan matanya. Nampak Radha, sang istri sedang tertawa bersama mantan kekasihnya. Entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat istrinya itu tertawa lepas. Padahal sejak tadi dirinya panik setengah mati, tapi ternyata istrinya itu dalam keadaan baik-baik saja dan malah sedang tertawa-tawa bersama mantan calon suaminya.
Mungkinkah istrinya itu sudah termakan bujuk rayuan mantan kekasihnya? Apakah istrinya itu akan kembali kepada mantan kekasihnya dan akan meninggalkannya? Berbagai pikiran buruk langsung menari-nari di kepala Wisnu, hingga membuat kepalanya terasa berdenyut karena memikirkan segala sesuatu yang belum tentu terjadi.
Radha yang menyadari kedatangan suaminya langsung beranjak dari duduknya kemudian berlari kecil menghampiri sang suami.
"Mas!" Radha langsung menghambur ke pelukan suaminya. Wisnu yang masih tertegun sampe tidak menyadari kalau istrinya yang sedang hamil itu berlari menghampirinya. Wisnu baru tersadar saat merasakan pelukan dari istrinya. Wisnu langsung membalas pelukan sang istri dengan erat seraya menghujaninya dengan banyak kecupan di puncak kepala istrinya.
"Kamu baik-baik saja sayang?" Wisnu mengurai pelukannya kemudian memeriksa tubuh istrinya dari atas hingga ke bawah, memastikan tidak ada luka di tubuh sang istri.
"Aku baik-baik saja mas." Radha meraih tangan suaminya kemudian menggenggamnya erat. Namun Radha dibuat terkejut saat suaminya itu melepas genggaman tangannya dengan sedikit kasar.
Wisnu langsung merangsek mendekati Elmer dan hampir saja melayangkan pukulannya kalau saja tidak mendengar jeritan dari sang istri.
"MAS JANGAN!" Teriak Radha menghentikan suaminya. Ayah Seno pun dengan cepat meraih tangan anaknya. Sontak saja mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di lobby.
"Maaf pak, jangan membuat keributan di sini!" Tegur seorang security menghampiri mereka. Akhirnya Wisnu pun menurunkan tangannya.
Radha langsung memeluk kembali suaminya. "Sudah stop! Aku tidak papa, tadi kami hanya ngobrol sebentar untuk menyelesaikan apa yang terjadi di antara kami. Dan sekarang semua sudah berakhir." Ucap Radha berusaha meredam emosi suaminya.
Perlahan tangan Wisnu melingkar di punggung sang istri membalas pelukan sang istri dengan erat.
"Aku tidak melukai istri mu sedikitpun. Ya, sekarang dia istri mu. Dan aku sudah tidak berhak lagi atas dirinya. Aku kalah, dan aku mengalah. Aku serahkan Radha kepadamu. Tapi ingat! Jika kamu menyakitinya maka aku akan mengambilnya kembali!" Ujar Elmer.
Wisnu hanya terkekeh mendengar ucapan Elmer. "Bukankah selama ini kamu yang melukai istri ku? Memangnya kamu pikir istri ku barang yang bisa dipindahkan seenaknya? Sampai mati pun Aku tidak akan pernah membiarkan istri ku jatuh di tangan b@jin9@n seperti mu!"
Skakmat!!
"Baiklah, aku pergi. Jaga dirimu baik-baik Ra. Aku akan tetap mencintai mu!" Dengan tidak tahu malunya Elmer mengucapkan kata-kata itu hingga membuat Wisnu kembali tersulut emosi.
Wisnu kembali mengangkat tangannya dan hampir saja melayangkan pukulannya kepada Elmer. Namun sayangnya Elmer sudah berlalu dari hadapannya.
Elmer masuk ke dalam lift yang akan mengantarkannya ke apartemen yang ditempatinya.
"Sudah, lebih baik sekarang kita pulang. Buna pasti cemas menunggu kita." Ujar ayah Seno.
Wisnu dan Radha langsung mengurai pelukannya. Tanpa aba-aba Wisnu langsung mengangkat istrinya ke dalam gendongannya hingga membuat sang istri menjerit karena terkejut.
"Aaaaaa! Mas!" Radha memukuli dada suaminya. Sedangkan ayah Seno hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya.
Akhirnya mereka bertiga meninggalkan apartemen tersebut dan membawa pulang Radha dalam keadaan baik-baik saja tanpa kurang suatu apapun.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ