I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 67



"Cancel semua jadwal ku hari ini!" Perintah Nara melalui sambungan telepon.


"Tidak bisa boss! Pagi ini ada meeting penting! Dan saya sudah tiba di depan rumah!" Tut! Bima langsung mematikan sambungan teleponnya membuat Nara mengumpat.


Dan benar saja, terdengar bunyi klakson yang dinyalakan dua kali pertanda Bima sudah tiba di depan rumah untuk menjemputnya.


Tin.. Tin..


"Sialan tu orang!" Nara segera keluar dari kamarnya menuruni anak tangga satu persatu masih dengan menggunakan piyama tidurnya.


"Eh mas, kok belum bersiap?" Langkah Nara terhenti saat mendengar suara istrinya. Nara pun menoleh dan mendapati sang istri yang berjalan ke arahnya. "Emang gak kerja?"


"Lagi males, cup!" Nara mendaratkan kecupan di dahi sang istri bersamaan dengan Bima yang masuk ke dalam rumah karena sejak tadi menunggu bosnya tak kunjung keluar dari rumah.


"Pagi!" Sapa Bima mengalihkan atensi keduanya. Anja hanya menanggapi dengan senyuman kikuknya.


"Apa nggak bisa loe aja yang gantiin meeting pagi ini?"


"No! Bu Selena hanya ingin bertemu dengan bosnya bukan bawahannya." Jawab Bima tegas.


"Siapa Selena?" Anja menyahut karena merasa penasaran.


"Hanya relasi bisnis sayang, cup! Aku mandi dulu." Nara langsung berlari menaiki tangga sebelum dicecar oleh istrinya. Bima memilih keluar dari rumah dan langsung masuk ke dalam mobilnya kembali. Anja pun segera menaiki tangga untuk melihat anak-anaknya yang masih belum keluar dari kamar.


Tiga puluh menit kemudian, semua orang sudah berkumpul di meja makan. Nara yang baru saja turun langsung berpamitan kepada istri dan anak-anaknya.


"Sayang, aku langsung berangkat. Cup, cup, cup, cup!" Nara mengecup kepala istrinya dan juga ketiga anaknya. "Aku berangkat dulu ma, pa." Tak lupa Nara menyambar sandwich yang sudah dipersiapkan di atas piring oleh istrinya.


"Hati-hati mas!"


"Nanti aku usahain pulang cepet!" Teriak Nara seraya berlari keluar dari rumah.


*****


Sesuai dengan janjinya, menjelang makan siang Nara sudah tiba di rumah kembali. Tak berselang lama, mobil taksi yang membawa Laras, Bu Mayang dan Seno serta Camelia tiba di kediaman Wijaya.


Anja yang sedang membantu Mbok Parni menata makanan di atas meja pun menghentikan kegiatannya sejenak saat mendengar suara bel pintu yang berbunyi beberapa kali. Saat itu hanya ada dirinya dan mbok Parni serta suaminya dan juga anak perempuannya yang menemani baby Oka yang sedang tidur di kamar. Sedangkan mama Rosi pergi bersama baby Rendra dan Mbak Tini.


Anja melangkah menuju ke ruang tamu untuk membukakan pintu. Saat pintu terbuka, Anja langsung menubruk tubuh sahabatnya yang ada di depan pintu.


"Aaaa gue kangen sama loe." Jerit Anja dan Laras bersamaan seraya berpelukan. Puas berpelukan dengan sahabatnya, Anja segera mengurai pelukannya lalu berpindah meraih tangan Bu Mayang yang sudah dianggapnya seperti ibunya sendiri kemudian memeluknya.


"Ibu sehat?"


"Alhamdulillah, ibu sehat Nja."


Anja berpindah menjabat tangan Seno. "Apa kabar Mas Seno?"


"Baik Nja!"


"Hallo cantik, masih ingat sama Buna? Eh, jangan Buna deh, kan Buna panggilan buat Laras. Gimana kalau panggil mama saja kayak kakak?" Anja mencubit gemas pipi Camelia yang ternyata sudah sebesar anaknya. Memang usia Radha dan Camelia hanya terpaut satu tahun.


"Iya juga ya?" Sahut Laras. "Oke deh, mulai sekarang panggil mama saja. Panggilan Buna khusus buat Buna Laras, oke!"


"Oke Buna, oke mama!" Jawab Camelia merasa senang karena memiliki dua ibu sekaligus.


"Ayo kita masuk, kita makan siang dulu. Setelah itu baru istirahat." Mereka semua langsung masuk ke dalam rumah. Anja langsung membimbing mereka ke kamar tamu untuk meletakkan barang-barang bawaan mereka sekaligus membersihkan diri.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ