
...🌹Bukan karena kita bertemu lalu kita menjadi berjodoh, akan tetapi karena kita berjodoh maka kita dipertemukan🌹...
Empat Tahun Kemudian............
Langit sore itu nampak menghitam karena tertutup oleh kabut gelap. Angin sepoi-sepoi menerbangkan surai rambut gadis cantik yang saat ini berdiri mematung di ujung rooftop. Kedua tangannya bertumpu pada pembatas rooftop. Pandangannya jauh menerawang menembus ke awang-awang. Empat tahun lamanya ia menunggu Elmer dalam kesunyian tanpa kabar berita. Sudah cukup rasanya, kini saatnya ia mengubur semua kenangan yang pernah mereka lalui berdua.
Lama Radha berdiri disana tanpa terucap kata sepatah pun. Bahkan air mata pun seolah enggan untuk meratap. Sudah cukup! Ia benar-benar lelah, ia sudah meneguhkan hati dengan tekad yang kuat bahwa dia akan melangkah untuk menggapai masa depan yang selama empat tahun ini ia abaikan hanya untuk menunggu sesuatu yang tak pasti.
Kelap-kelip lampu jalanan mulai menyala menghiasi kota Surabaya yang hampir gelap. Rupanya petang sudah menyapa. Seulas senyum terbit di bibir Radha melihat keindahan malam kota Surabaya. Radha masih betah dengan posisinya saat itu. Ia sama sekali tidak menyadari ada seseorang yang perlahan berjalan mendekat ke arahnya.
Grep!
Orang itu langsung merengkuh tubuh Radha yang dirindukan selama ini dari belakang.
"Iiihh, kebiasaan suka meluk kakak sembarangan." Ucap Radha tanpa menoleh, karena ia yakin hanya Wisnu yang berani melakukan itu kepadanya. Radha malah memejamkan kedua matanya seolah menikmati pelukan itu. Orang tersebut malah semakin mengeratkan pelukannya seraya menciumi puncak kepala Radha dari belakang.
"Kamu ganti parfum ya? Kok wanginya beda?" Tanya Radha masih sambil memejamkan matanya.
"Aku merindukan mu baby!" Bisik laki-laki itu tepat di telinga Radha.
Deg!
Jantung Radha langsung bergemuruh dengan hebat saat mengenali siapa pemilik suara itu. Orang yang selama empat tahun ini di tunggunya sekarang ada di sini, bahkan memeluknya dengan erat.
Perlahan Radha membuka matanya untuk memastikan bahwa saat ini ia tidak sedang bermimpi. Sepasang tangan kekar melingkar erat di perutnya. Radha belum berani membalikkan tubuhnya, namun tangannya perlahan menyentuh tangan yang melingkar di perutnya.
Deg!
Ini nyata! Ia tidak sedang bermimpi. Tapi ini sulit untuk di percaya. Hingga sebuah suara menyapa Indra pendengarannya lagi.
"Kau tidak merindukan ku baby?"
Deg!
Deg!
Kedua mata mereka langsung terkunci saat pandangan keduanya bertemu. Perlahan sepasang bola mata Radha di penuhi dengan kristal bening yang mulai berjatuhan membasahi kedua pipinya.
Grep!
Elmer langsung merengkuh tubuh kekasihnya itu ke dalam pelukannya. "Aku merindukan mu baby, sangat!" Ucap Elmer sekali lagi seraya menghujani kepala Radha dengan banyak kecupan. Sedangkan Radha diam mematung tanpa membalas pelukan Elmer. Mungkin Radha masih terkejut, atau masih menganggap semua ini hanyalah mimpi belaka.
Tanpa disadari oleh keduanya, sejak tadi ada sepasang mata yang memperhatikan interaksi keduanya dari balik pintu yang menuju ke rooftop. Kedua tangannya terkepal erat, dadanya bergemuruh hebat, nafasnya naik turun tak beraturan. Namun meski begitu ia tetap berusaha tenang. Beruntung ia bisa mengontrol dirinya dengan baik.
Ya, tadi sepulang kuliah Wisnu tidak mendapati Radha di rumah. Kata Bunanya Radha belum pulang. Wisnu pun tanpa melepas tas punggungnya langsung kembali menstater motornya dan melesat menuju ke hotel.
Saat tiba di hotel, ia langsung bertanya kepada resepsionis tentang kakaknya. Dan informasi yang ia dapatkan adalah bahwa kakaknya itu belum meninggalkan hotel. Wisnu pun langsung menaiki lift menuju ke kamar kakaknya yang ada di atas. Namun setelah mengetuk pintu kamar beberapa kali, pintu kamar tersebut tak kunjung dibuka. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari kakaknya itu ke atas rooftop. Dan benar saja, saat ia tiba di pintu rooftop, dapat ia lihat dengan jelas ada seorang laki-laki yang berjalan perlahan ke arah kakaknya yang berdiri di ujung rooftop. Dan ia yakin itu adalah orang yang selama empat tahun ini ditunggu oleh kakaknya, meskipun ia hanya melihat dari punggungnya saja.
Wisnu pun memilih bersembunyi di balik pintu agar bisa tetap mengawasi keduanya dari jarak aman. Ia akan memastikan bahwa kakaknya itu baik-baik saja bersama laki-laki itu.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare 😘😘🤪🤪
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕☕🌹🌹