I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 126



Hening, suasana di dalam ballroom hotel tersebut kembali hening setelah terucapnya kata sah. Sepertinya Radha masih belum menyadari kalau saat ini dirinya sudah sah menjadi istri seorang Wisnu Setyawan yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri. Radha masih tertunduk dalam tangisnya, ia sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya karena merasa malu. Ia merasa ada yang melempar kotoran tepat mengenai wajahnya.


Melihat anaknya yang hanya diam saja menunduk, mama Anja segera menghampiri sang anak.


"Sayang," Mama Anja menepuk pelan bahu sang putri hingga membuat Radha sedikit tersentak kemudian menoleh ke arah mamanya. "Sekarang cium tangan suami mu." Perintah mama Anja, namun Radha masih belum ngeh dengan ucapan sang mama. "Ayo sayang sekarang cium tangan suami mu." Ulang mama Anja.


"Suami?" Beo Radha keheranan.


"Iya suami, itu yang ada di sebelah kamu." Mama Anja menunjuk Wisnu yang duduk di sebelah sang Putri dengan dagunya. Radha perlahan menolehkan kepalanya ke arah samping dan mendapati Wisnu yang duduk tepat di sampingnya.


Degh!


"Ngap-ngapain kamu duduk disini Wis?" Suara Radha sedikit meninggi akibat keterkejutannya. Sedangkan Wisnu hanya mengulas senyumnya tanpa menjawab keterkejutan kakaknya. Eh, sekarang sudah menjadi istrinya. Wisnu sampai melupakan hal itu, padahal baru saja kata SAH terucap.


"Sayang, nggak boleh ngomong begitu. Yang sopan dengan suami mu." Mama Anja mengingatkan sekali lagi.


"Su-suami? Mak-maksudnya apa ma? Dimana El, pasti tadi kakak cuma mimpi kan ma? Iya, pasti tadi kakak cuma mimpi!" Radha berdiri dari tempatnya duduk kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ballroom hotel hingga membuat perhatian para tamu undangan tertuju kepadanya.


Namun setelah ia memutari seluruh sudut ruangan dengan ekor matanya, Radha tak kunjung menemukan keberadaan Elmer calon suaminya. Dan setelah itu Radha baru tersadar bahwa apa yang dialaminya hari ini bukanlah sebuah mimpi belaka, tapi sebuah kenyataan yang memilukan sekaligus memalukan.


Radha kembali mendudukkan tubuhnya ke kursi. Air mata yang baru saja diusapnya kembali menetes ke atas pangkuannya. Mama Anja segera meraih putrinya ke dalam pelukannya.


"Sudah ya, jangan menangis lagi. Cukup sudah selama ini waktu kakak terbuang sia-sia hanya untuk menunggunya. Sekarang gunakan waktu kakak untuk berbakti kepada suami." Nasihat mama Anja untuk putrinya. "Sekarang ayo cium tangan suami mu."


Radha mendongakkan kepalanya untuk menatap sang mama. "Bukannya kakak batal menikah ma? Lalu tangan siapa yang harus kakak cium?"


Rupanya Radha masih belum tersadar, hingga membuat orang-orang yang ada di sana merasa gemas kepadanya. Beruntung hari ini Pak penghulu tidak ada tugas di tempat lain, jadi ia tidak perlu terburu-buru.


"Sayang, dengerin mama ya. Kakak memang tadi batal menikah dengan El, tapi Wisnu yang menggantikan mempelai prianya. Jadi mulai sekarang Wisnu adalah suami kakak."


"Hah!" Radha langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan mamanya kemudian berbalik menatap ke arah Wisnu yang duduk di sebelahnya.


"Kakak!" Wisnu yg terkejut saat melihat Radha tiba-tiba pingsan langsung menahan tubuh istrinya itu.


"Sayang!" Mama Anja panik bukan kepalang.


"Baby!" Dad Nara langsung berdiri dari kursinya lalu menghampiri sang anak. "Bawa ke atas saja!" Titah dad Nara dengar suara keras seperti sebuah bentakan. Namun sejatinya itu hanya karena panik dan rasa khawatir yg berlebihan.


Wisnu segera menggendong tubuh istrinya itu kemudian berlari masuk ke dalam lift diikuti oleh Mama Anja, dad Nara dan yang lainnya. Sedangkan ayah Seno dan Daddy Andrew memilih tinggal di ballroom untuk menjamu para tamu undangan.


"Perhatian semuanya!" Suara ayah Seno melalui sebuah pengeras suara mengalihkan perhatian para tamu undangan yang sejak tadi gaduh. "Berhubung pengantin wanitanya saat ini sedang shok, maka kita lanjutkan acara selanjutnya saja. Nanti bila keadaan sudah membaik dan memungkinkan, maka akan dilangsungkan resepsi pernikahan. Sekarang selamat menikmati jamuan yang disediakan." Ayah Seno mengakhiri pidato singkatnya kemudian menghampiri Daddy Andrew, besannya. Sedangkan para tamu undangan langsung menghambur untuk mengambil makanan dan minuman.


"Gue gak nyangka kalau jodoh anak-anak kita sesempit ini." Ujar ayah Seno yang ditanggapi anggukan oleh Daddy Andrew. "Gue dah besanan sama loe, sekarang besanan sama Nara. Besok lagi gantian loe yang besanan sama dia."


"Ternyata dunia memang sesempit ini." Sahut Daddy Andrew menimpali. Akhirnya keduanya tertawa bersama, menertawakan lingkaran bersahabatan di antara mereka yang berubah menjadi lingkaran perjodohan.


*****


*****


*****


*****


*****


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ