
Pagi ini setelah sarapan bersama, mommy Shasa dan juga Daddy Andrew serta Queena langsung pamit. Namun sebelum mereka kembali ke Jakarta, mereka terlebih dahulu berkunjung ke apartemen anak dan menantunya. Ayah Seno dan Buna Laras pun langsung kembali ke rumah. Tertinggal dad Nara, mama Anja, Rendra dan Oka serta sepasang pengantin baru yang masih duduk di dalam restoran yang ada di hotel tersebut.
"Apa kalian berdua tidak ingin ikut bersama kami?" Mama Anja sepertinya masih berat jika harus berpisah lagi dengan putrinya.
"Daddy rasa sebaiknya kalian tinggal bersama kami." Dad Nara ikut-ikutan memberi saran.
"Dad, Wisnu harus kuliah." Sanggah Radha cepat.
"Sayang, kenapa memanggil suami mu dengan namanya saja? Itu tidak sopan!" Nah, benar kan? Pasti mama Anja akan protes dengan panggilan anaknya kepada suaminya.
"Eem, maaf ma, kakak sudah terbiasa." Kilah Radha.
"Mulai sekarang jangan dibiasakan. Hargailah suami mu, meskipun usianya jauh lebih muda darimu."
"Iya ma, maaf! Terus kakak harus memanggilnya apa?"
"Bisa pakai panggilan kesayangan, atau pakai Mas juga nggak papa. Seperti mama memanggil Daddy." Kali ini Radha nampak meringis. Yang benar saja, masa ia disuruh memanggil Wisnu dengan sebutan Mas. Membayangkannya saja sudah geli duluan.
"Jadi bagaimana?" Tanya dad Nara lagi.
"Maaf dad, sepertinya untuk saat ini belum bisa. Tapi nanti Wisnu usahain untuk ambil cuti biar bisa berkunjung ke Jakarta." Jawab Wisnu cepat.
"Baiklah, kami tidak akan memaksa." Mama Anja segera menyahut sebelum suaminya itu memaksakan kehendaknya.
"Ya sudah, nanti sore kami akan kembali ke Jakarta. Dan kalian cepatlah menyusul." Ujar dad Nara.
"Baik dad, Wisnu akan usahain secepatnya." Wisnu melirik sekilas jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi. Dia ada kelas jam sepuluh, dan dia harus pulang terlebih dahulu untuk mengambil buku-bukunya. "Eem, dad, ma, Wisnu pamit dulu ya, ada kelas sebentar lagi."
"Loh, kamu gak ambil cuti Wis?" Mama Anja sedikit terkejut, pasalnya mereka baru saja menikah kemarin dan hari ini Wisnu sudah kembali masuk kuliah.
"Cuma ambil cuti sehari kemarin ma." Wisnu nampak meringis.
"Astaga! Harusnya kamu mengambil cuti sekitar seminggu. Apa kalian tidak ingin honeymoon dulu?" Pertanyaan mama Anja semakin membuat Wisnu meringis seraya garuk-garuk kepala.
"Ma sudah, lagian kemarin juga dadakan. Mana bisa Wisnu meminta cuti selama itu." Dad Nara menengahi.
"Eem ya sudah, aku berangkat dulu dad, ma, bang Rendra, bang Oka." Wisnu menyalami mereka satu persatu kemudian beralih menatap istrinya. "Aku berangkat dulu!" Radha mengangguk. "Cup!" Wisnu mengecup kening istrinya sekilas, membuat Radha seketika terbelalak. Bukan hanya Radha, tetapi juga mereka berempat yang menyaksikan itu. Setelah itu Wisnu segera melangkah pergi.
Radha mengulurkan tangannya ke arah suaminya. Wisnu yang tak paham hanya menatap tangan dan juga pemilik tangan itu bergantian. Radha yang paham dengan kebingungan suaminya langsung saja mengatakan maksudnya.
"Salim mas!"
"Owh!" Seketika hati Wisnu menghangat karena merasa dihormati oleh istrinya. Ia pun segera meraih uluran tangan sang istri. Radha langsung mencium punggung tangan suaminya, dan di balas Wisnu dengan ciuman di kening lagi.
"Hati-hati, jangan ngebut naik motornya." Pesan Radha dan Wisnu hanya mengangguk.
"Aku pergi dulu."
"Ya!"
Wisnu langsung melesat menuju ke tempat ia memarkirkan motornya. Sedangkan Radha memilih kembali lagi ke meja tempat mereka sarapan bersama.
"Eh, kenapa kalian memandangi ku seperti itu?" Radha nampak bingung karena Daddy dan mamanya serta kedua adiknya menatap ke arahnya.
"Tidak sayang, mama hanya senang saja melihat kalian. Semoga saja rumah tangga kalian langgeng sampai maut memisahkan."
"Aamiin!" Ucap mereka serempak mengaminkan doa Mama Anja.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Radha, mama Anja dan dad Nara memilih kembali lagi ke kamar mereka masing-masing. Sedangkan Rendra dan Oka entahlah, mereka tak ambil pusing dengan kedua anak muda tersebut. Yang penting saat waktunya tiba untuk kembali ke Jakarta, mereka harus sudah ada di hotel lagi.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ