
"Ra!" Panggil mama Rosi saat melihat anaknya menuruni tangga. Nara yang berada di pertengahan tangga langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara mamanya. "Sini kamu!" Mama Rosi melotot ke arah anaknya. Nara pun perlahan menghampiri mamanya.
"Auw.. auw.. auw..!" Tangan Mama Rosi langsung mendarat cantik di telinga Nara, kemudian menariknya menuju ke ruang tengah. "Ma! Sakit tau, ini sebenarnya ada apa? Main tarik aja!" Protes Nara.
"Duduk kamu!" Mama Rosi kemudian melepas tangannya dari telinga anaknya. Nara pun hanya bisa patuh, ia segera duduk sebelum mamanya kembali melayangkan capitannya. "Sekarang jelaskan!" Ucap mama Rosi tegas setelah duduk di sofa depan anaknya.
"Jelasin apa ma?" Nara tidak mengerti dengan maksud mamanya, atau mungkin dia hanya pura-pura tidak mengerti? Entahlah....
"Owh, sekarang mau pura-pura bego rupanya kamu!" Mama Rosi beranjak dari duduknya.
"Eh, Mama mau apa? Iya, iya aku jelasin." Mama Rosi pun kembali duduk ke tempatnya semula.
"Sebenarnya aku minta sama dokter Andrew buat nukar pil KB dengan vitamin agar Anja hamil lagi. Karena aku takut Anja akan meninggalkan ku."
Pyaaaaaarr!!
Ponsel yang ada di genggaman tangan Anja meluncur menghantam kerasnya lantai tangga hingga hancur berkeping-keping. Tadi saat Anja ingin meraih ponselnya yang ada di atas nakas, Anja malah menemukan ponsel suaminya dan bukan ponselnya. Akhirnya Anja memutuskan untuk memberikan ponsel suaminya kepada sang suami agar ia nanti bisa menghubungi suaminya saat ia membutuhkan sesuatu. Namun saat tiba di pertengahan tangga, samar-samar ia mendengar suara suaminya sedang berbicara dengan mama Rosi. Anja pun menghentikan langkahnya dan menguping pembicaraan suami dan mertuanya. Dan lagi-lagi ia mendapat kejutan dari suaminya itu.
Mendengar suara benda pecah, Nara dan mama Rosi segera beranjak dari tempatnya kemudian mencari sumber suara dan mendapati Anja yang berdiri di anak tangga dengan air mata yang sudah berlinang.
"Sa-sayang," Nara segera menghampiri sang istri. Namun Anja segera berbalik, berlari menaiki tangga menuju kamarnya. "Sayang jangan lari-lari!" Teriak Nara namun tak di gubris oleh istrinya.
Braakk!!
Anja langsung mengunci pintu kamarnya dan menangis sesenggukan. Dilangkahkannya kakinya perlahan menuju ke arah tempat tidur. Anja merebahkan tubuhnya membelakangi pintu kamarnya.
Tok.. tok.. tok..
"Sayang! Buka pintunya, aku bisa jelasin. Maafkan aku!" Teriak Nara dari depan pintu.
"Ambil kunci serep Ra!" Ucap Mama Rosi saat tiba di atas. Nara pun segera berlari menuruni tangga.
"Sayang," Panggil Nara seraya mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang. "Sayang, maafin aku." Nara mengelus kepala sang istri. "Dengerin dulu penjelasan ku, plis?" Mohon Nara. "Aku ngelakuin itu semua karena aku takut kehilangan kamu. Aku ingin punya anak yang banyak dari kamu, agar kamu berpikir seribu kali jika ingin meninggalkan ku." Nara mencoba menjelaskan kepada istrinya pelan-pelan.
"Tapi bukan begini caranya!" Teriak Anja menepis tangan suaminya yang ada di kepalanya.
"Iya maaf, aku salah." Nara tertunduk. Perlahan Mama Rosi keluar dari kamar anaknya. Ia ingin memberikan waktu kepada anak dan menantunya untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri.
"Kamu egois!" Teriak Anja sekali lagi kemudian menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Sayang, jangan seperti ini nanti kamu nggak bisa bernafas." Nara seketika panik dan langsung menarik selimut yang membungkus tubuh istrinya kemudian melemparnya ke lantai. Nara langsung naik ke atas ranjang dan langsung merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya. "Maafin aku ya, plis!" Mohon Nara seraya menciumi puncak kepala sang istri.
"Kamu jahat! Hiks.. hiks.." Anja memukuli dada suaminya melampiaskan kekesalannya pada sang suami.
"Iya maaf, aku salah. Sudah ya, kasihan dedeknya di dalam perut nanti ikutan sedih." Perlahan Anja menghentikan pukulannya pada sang suami kemudian membenamkan kepalanya di dada suaminya seraya menangis sesenggukan. Nara pun semakin mengeratkan pelukannya.
*****
*****
*****
*****
*****
Lope-lope sekebun Pare πππ€ͺπ€ͺ
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ββπΉπΉ