I Love You My Baby

I Love You My Baby
ILYMB 48



Nara dan beberapa orang perawat nampak berlarian menyusuri koridor Rumah Sakit seraya mendorong brankar yang di atasnya terdapat Anja sang istri yang terlihat meringis kesakitan.


"DOKTER! TOLONG! ISTRI SAYA MAU MELAHIRKAN!" Teriak Nara dari kejauhan saat melihat seorang dokter yang sedang berdiri sambil menempelkan ponsel di telinganya di depan sebuah ruangan yang ia yakini sebagai ruang bersalin. Mendengar seseorang berteriak, dokter itu pun segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya kemudian menoleh dan mendapati sebuah brankar yang didorong ke arahnya. Ia pun segera membuka pintu ruang bersalin yang ada di dekatnya. Para perawat langsung mendorong brankar tersebut masuk ke dalam ruang persalinan, dan Nara pun juga ikut masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Eeeiits, dokter mau apa?" Nara menarik bagian belakang jas dokter tersebut yang tak lain adalah dokter Andrew suami dari Shasa, sahabat istrinya itu saat dokter tersebut mendekat ke arah istrinya.


"Ck!" Dokter Andrew berdecak. "Ya mau memeriksa istri anda lah bapak Narayan Hadi Wijaya!" Tegas dokter Andrew. Ya, meskipun mereka tidak terlalu akrab, namun mereka saling mengenal dengan baik. Dokter Andrew juga tahu kalau Nara adalah suami dari sahabat istrinya itu. Dokter Andrew kembali melangkah mendekati brankar. Namun baru saja kakinya bergerak, Nara sudah kembali menarik jasnya dari belakang.


"Eeeiits!" Nara menarik jas yang digunakan dokter Andrew dengan kuat.


"Ck! Apa lagi?" Lama-lama dokter Andrew menjadi kesal sendiri dengan ulah suami pasiennya ini. "Itu anak mu keburu brojol!" Geram dokter Andrew. Sedangkan beberapa perawat yang ada di sana hanya geleng-geleng kepala menyaksikan kedua laki-laki yang sedang berdebat di dalam ruang persalinan tersebut.


"Aaaaaahh! Sssstttt!" Teriak Anja diakhiri dengan desisan yang membuat Nara dan dokter Andrew serta beberapa perawat serempak menoleh ke arahnya.


"Tidak ada waktu lagi!" Dokter Andrew menepis tangan Nara yang masih menggenggam jasnya, kemudian berjalan mendekati brankar. Namun lagi-lagi jasnya ditarik oleh Nara dari belakang.


"Dokter Lusi mana? Gue nggak mau ya istri gue di 9r3p3-9r3p3 sama loe!" Nara mendelik ke arah dokter Andrew. Dokter Andrew pun hanya bisa menghela nafas kasar.


"Sus, panggil dokter Lusi sudah datang apa belum." Akhirnya dokter Andrew mengalah dan membiarkan pasiennya itu nampak kesakitan, karena ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Salah seorang perawat langsung berlari keluar dari ruang persalinan untuk mencari dokter Lusi, dokter yang menangani Anda sejak mulai awal kehamilan.


"Sayang, sabar ya, nunggu dokter Lusi sebentar." Bujuk Nara mengelus kepala sang istri yang wajahnya terlihat merah padam karena kesakitan. Sedangkan dokter Andrew hanya diam di tempatnya berdiri seraya geleng-geleng kepala.


Tak berselang lama seorang perawat masuk ke dalam ruang persalinan bersama dokter Lusi yang baru saja tiba di rumah sakit.


"Dok, kepala bayi sudah kelihatan!" Teriak salah seorang perawat yang sejak tadi berada di sebelah Anja. Dokter Lusi dan dokter Andrew pun segera mendekat ke arah brankar.


"Loe mau apa!" Nara lagi-lagi mendelik ke arah dokter Andrew. Dokter Andrew pun langsung menghentikan langkahnya. "Keluar sana! Sudah ada dokter Lusi!" Usir Nara dengan tegas. Dengan lesu dan lunglai akhirnya dokter Andrew mengalah dan keluar dari ruang persalinan tersebut. Membuat dokter Lusi dan juga beberapa perawat yang membantunya ingin menyemburkan tawanya namun dengan sekuat tenaga mereka menahannya agar tidak meledak.


Dokter Lusi segera memposisikan dirinya di bawah kaki Anja, lebih tepatnya di sela kedua kaki Anja yang terbuka lebar. Dan benar saja kepala bayi sudah terlihat menyembul dari balik jalan lahir.


*****


*****


*****


*****


*****


Astaghfirullah mas Nara, istri udah kesakitan kayak begitu masih sempat-sempatnya berdebat πŸ˜‚πŸ˜‚


Lope-lope sekebun Pare 😘😘πŸ€ͺπŸ€ͺ


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh β˜•β˜•πŸŒΉπŸŒΉ