Detective Wasabi

Detective Wasabi
Kebakaran di Kantor Polisi



Wasabi ke rumah Inspektur Hendra, tetapi dia tidak menemukan mobil Inspektur Hendra. di depan rumahnya


Sepertinya Inspektur Hendra belum pulang. Mungkin dia masih di kantor. Jam segini masih saja bertugas. Workaholic, batin Wasabi


Wasabi meneleponnya lalu terdengar suara mailbox. Akhirnya Wasabi memutuskan menghampirinya di kantor polisi. Perjalanan ke kantor polisi melewati perumahan yang pernah di tunjukkan temannya Desta yang memiliki julukan Destroyer.


"Ini bukankah alamat pemilik kucing langka tersebut? Aku harus menemuinya. Sudah larut malam sih, tapi tidak apalah," ucap Wasabi yang malas bolak balik, mumpung saat itu ia melewati rumahnya


Begitu sampai di depan rumah yang dimaksud, Wasabi segera bersembunyi. Dia melihat beberapa mobil tanpa plat nomer berjalan keluar rumah itu. Hanya ada satu mobil Range Rover yang terparkir disana.



Wasabi segera masuk menemui pemilik rumah itu. Ketika bel pintu di bunyikan, muncul video dan suara dari balik bel pintu itu.


Ketika bel pintu di bunyikan, muncul video dan suara dari balik bel pintu itu.


"Hello... Who are you? Is there anything can help?"


(Hallo...Siapa kamu? Ada yang bisa saya bantu?)



"Hallo, Saya Wasabi. Saya menemukan kucing langka, menurut informasi seseorang, anda adalah pemilik kucing tersebut. Apakah benar ini kucing anda?" tanya Wasabi yang membalas percakapannya dengan bahasa Inggris, sambil menunjukkan foto kucing yang ada di ponselnya.


"Saya Darren, Maaf.. Saya tidak pelihara kucing. Saya baru pindah kemari malam ini. Mungkin kucing itu milik pemilik Mansion ini sebelumnya," ucap pria bule itu dengan bahasa Inggrisnya


"Sangat disayangkan, saya terlambat datang. Bisakah saya meminta nomor telepon pemilik mansion ini sebelumnya?" pinta Wasabi


"Oh, OK, just a second. Pemilik Mansion ini bernama Jani, dia seorang wanita. Ini nomer teleponnya 082140xxxxxx," sahut Darren


"Thank you, Mr. Darren,"


"You're welcome,'


Video dari bel pintu tersebut ditutup kembali. Wasabi melanjutkan perjalanannya ke kantor polisi.


Berarti mobil yang keluar tadi bisa jadi adalah mobil-mobil pemilik mansion ini sebelumnya. Tadi aku melihat beberapa mobil tidak memiliki plat nomer tapi ada satu yang menarik perhatianku. Mobil Audi dengan plat mobil GG 1. Sang Iblis, meninggalkan jejaknya, batin Wasabi



Beberapa meter dari kantor polisi, terlihat kepulan-kepulan asap hitam bersamaan dengan kobaran api. Kantor polisi itu terbakar, jalanan semakin padat dengan banyaknya orang yang melihat kebakaran. Beberapa diantaranya sembarangan memarkirkan kendaraan untuk menolong korban yang terluka.


Ambulance berdatangan dan pergi, tiga mobil pemadam kebakaran sudah berada di posisinya berharap api segera padam. Wasabi terkejut melihat kejadian itu. Dia segera lari dan masuk kedalam.


"Wasabi tolong ayah ku... dia terjebak di dalam," pekik Sill yang tidak mampu masuk kedalam karena dilarang oleh petugas lain.


Wasabi semakin panik dia segera lari dan menyelamatkan Inspektur Hendra. Bangunan depan masih kokoh. Tetapi bangunan belakang sudah penuh dengan api. Ketika pria itu sudah berada didalam, ia berteriak memanggil-manggil nama Inspektur Hendra. Tak berapa lama Wasabi mendengar suara samar-samar yang memanggilnya. Ia segera menghampiri asal suara itu.


Inspektur Hendra ditemukan di ruang belakang. Dekat sel tahanan, dia tertindih almari yang berisi arsip-arsip penting.


"Wasabi, tolong aku," sahut Inspektur yang berkata saja sudah tidak kuat.


"Astaga, bertahanlah," ucap Wasabi


Wasabi mengerahkan semua tenaganya mengangkat almari besi itu. Kemudian dia membawa Inspektur Hendra keluar dengan kekuatan teleportasinya. Tetapi belum sempat dia keluar, ada seseorang dari balik sel jeruji yang memanggil nama Wasabi, ia menoleh ke arah asal suara yang jauh dari tempat Wasabi dan Inspektur berdiri


"Tolong.. Aku terjebak"


Didalam sel itu tak hanya Gibran, ada tiga orang lainnya. Mereka semua meminta tolong kepada Wasabi.


"Tunggu sebentar," ucap Wasabi seraya memapah Inspektur Hendra yang terlihat lemah.


Wasabi keluar bersama Inspektur Hendra dengan kekuatannya di depan bangunan yang sedikit jauh dari kobaran api. Sill menghampirinya


"Astaga kakiku sakit sekali, aku lemas aku butuh oksigen," pekik Inspektur Hendra


"Ayah, sebentar aku panggilkan Dokter," ucap Sill sebelum ia memanggil petugas medis, wanita itu berterima kasih kepada Wasabi. "Terimakasih Wasabi. Tapi bisakah kamu membawa Ayah ke mobilnya. Ambulance itu sudah penuh dengan orang-orang. Sebentar ya aku panggil petugas medis,".


"Ok baiklah," ucap Wasabi. "Kunci mobilmu dimana Inspektur?" tanya Wasabi sambil memapah ke arah mobil


Inspektur Hendra merogoh saku kemejanya mengambil kunci mobil, "Ini Wasabi" ucapnya dengan nafas terengah-engah


Sesampainya di mobil, Wasabi segera membuka pintu mobil lalu merebahkan Inspektur Hendra ke mobilnya


"Sebentar lagi Sill dan dokter datang. Tunggulah,"


"Wasabi tolong ambilkan minumku depan. Ku taruh di samping pintu driver," pinta Inspektur Hendra yang terlihat pucat


Wasabi mencari botol minum yang dimaksud Inspektur Hendra. Kemudian pria itu membantu membukakan Tumbler minumnya dan hendak meminumkannya ke Inspektur Hendra. Tetapi Wasabi menariknya kembali. Ia teringat racun yang terminum Adel.


"Tidak, Inspektur jangan meminumnya. Adel keracunan setelah minum ini. Aku akan memanggil Sill untuk membeli minuman. Minimum ini, aku bawa. Maaf aku permisi, Aku harus menyelamatkan yang lain," ucap Wasabi teringat dengan Gibran dan tahanan lain


"Hah? Oke baiklah,"


Wasabi menemui Sill yang sedang menunggu antrian oksigen yang terbatas.


"Sill Ayahmu butuh minuman. Aku akan kedalam lagi menyelamatkan yang lain,"


"Oh Oke terimakasih Wasabi,"


Wasabi sambil berjalan masuk ke dalam, ia membuka kembali Tumbler minum itu. Ada bekas lipstik merah yang tertempel sedikit disana. Kemudian dia mencium aroma minuman itu.


Tidak ada bau racun, yang tercium hanya bau kopi hangat, batin Wasabi


Tapi seingatku, lipstik Adel sudah pudar dan bahkan sudah terhapus, jadi lipstik siapa ini. Hmmm batin Wasabi


"Tolong...,"


Hampir saja Wasabi lupa dengan tahanan yang terjebak di dalam. Wasabi lalu membawa dua borgol dan memborgol tiga tahanan itu dengan bergandengan. Kemudian dia membawanya keluar bersamaan dengan kekuatan teleportasinya.


Tahanan yang lain keheranan dengan kekuatan yang dimiliki Wasabi. Ada juga yang pingsan karena shock dan kehabisan oksigen.


Wasabi menyerahkan tahanan itu kepada Sill karena dia tidak begitu kenal dengan polisi lainnya. Apalagi suasana saat itu sangat ramai mencekam


"Astaga aku bukan polisi Wasabi,"


"Tapi kamu anak polisi," ucap Wasabi tidak mau tahu


Adel mungkin saat ini dalam bahaya jika tebakanku benar batin Wasabi yang mencurigai Qisty