Detective Wasabi

Detective Wasabi
Curiga



Joy telah bernafas kembali, detak jantungnya pun sudah mulai stabil. Tapi dia belum sadarkan diri.


Wasabi lalu ingin menanyakan tentang Joy kepada Pak Samy di luar ruangan.


"Bagaimana ceritanya Joy bisa dinyatakan meninggal saat itu?" tanya Wasabi yang sudah mulai lega dengan kondisi Joy


"Aku masih dirawat di rumah sakit. Pagi itu Mommynya Joy sudah pulang dan mencari pembantu baru. Sebenarnya hari ini pun Aku masih harus rawat inap. Tetapi pagi tadi sekitar jam 4, Mommynya Joy telepon dan bilang Joy meninggal. Aku langsung keluar dari rumah sakit dan pulang. Karena kondisi Joy sudah tidak bernafas jadi Kami tidak membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa. Itu kesalahan ku harusnya aku bawa dia ke rumah sakit untuk benar-benar dideteksi apakah masih berdetak atau tidak," jelas Samy


"Pembantu? Apakah Nyonya Samy mencarinya di sebuah agensi? Atau pembantu itu datang menawarkan dirinya?" tanya Wasabi


"Kalau soal itu Aku tidak tahu. Kau bisa menanyakan sendiri padanya," ucap Samy


"Baiklah. Kalau begitu saya permisi. Lebih baik saya segera menyelidikinya


Whuss


Wasabi pergi meninggalkan rumah Dokter Lee ke rumah Samy


"Ah enak benar punya kekuatan seperti Wasabi, " ujar Samy


"Ehem... Aku malah mengkhawatirkannya," ucap Dokter Lee dan Setya datang dari belakang mengagetkan Pak Samy.


"Kenapa memangnya?" tanya Samy


Dokter Lee membawa satu nampan Teh dan duduk sambil meminum teh buatannya


"Aku tidak tahu pasti, tapi yang Aku khawatirkan seseorang yang memiliki kekuatan pasti memiliki efek dalam jangka waktu tertentu," ujar Lee


"Sepertinya itulah yang terjadi padaku," ucao Setya


"Oh ya, seperti apa itu?"


"Aku merasa lebih cepat tua. Banyak rambut putih yang tumbuh lebih dari biasanya," ucap Setya


"Mungkin itu karena umurmu," sahut Samy


"Umurku masih 38 tahun. Dan juga Aku merasa sedikit linu-linu setelah memakai kekuatan itu," ucap Setya


"Wow Aku terkejut mendengar umurmu. Aku kira Kau sebaya dengan Samy. Bisa jadi kau menjadi awet muda" sahut Dokter Lee yang umurnya jauh lebih tua dari Samy dan Setya


"Haha Ya, Aku sudah 45 tahun," ucap Samy


"Pantas saja wajahmu dan Wasabi terlihat seperti saudara," timpalnya lagi


"Haha jelas dia mirip aku, dia anakku. Kalau itu mirip Dokter Lee jelas dipertanyakan," ujar Setya mencoba sedikit bercanda kecil


"Haha Hey kalian minumlah teh buatan ku ini," sahut Lee


"Terimakasih Dokter Lee, " ucap Samy dan Setya bersamaan


"Ada yang ingin Ku katakan pada kalian. Mia, saudariku yang baru saja tertangkap karena bekerja sama dengan penjahat. Dia pandai membuat racun. Dia pernah bilang jika dirinya berhasil membuat racun yang tidak terdeteksi. Racun itu menyerap langsung kedalam aliran darah dan menuju jantung. Bukan racun seperti yang pernah Pak Setya rasakan. Racun ini menyebabkan seseorang mengalami proses kematian yang jika cepat tertangani maka akan cepat tertolong. Jika tidak, dia akan benar-benar mati," ungkap Dokter Lee


"Dan aku ingat racun itu telah lama dibeli oleh seseorang, jauh sebelum Mia tertangkap.Aku rasa orang ini memakai racun buatan," ucap Dokter Lee


"Jadi apakah Kau tahu siapa orang yang telah membelinya Dokter Lee?" tanya Samy


"Aku tidak tahu, Mia dan aku tidak begitu dekat. Dia lebih suka berbisnis ilegal. Mia tidak bilang padaku. Mungkin Wasabi bisa menanyakannya juga pada Mia. Tapi ini hanyalah berdasarkan dugaanku saja. Karena Aku sama sekali tidak menemukan racun didalam tubuh Joy," ucap Lee


"Sebaiknya jelaskan hal ini juga pada Wasabi agar dia menyelidikinya dengan detail. Aku akan menghubungi Wasabi setelah ini," sahut Samy


Kurang ajar, siapa yang mencelakai Joy ku. Batin Samy


"Apakah Kau memiliki musuh? atau orang menaruh denda padamu karena urusan bisnis ataupun pribadi," tanya Setya


"Didalam urusan bisnis pasti ada seseorang yang tidak suka. Tapi Dia salah jika mencelakai Joy. Dia seharusnya mencelakai Aku," ujar Samy


.


.


.


"Wasabi, bagaimana keadaan Putriku Joy?" tanya Noura harap-harap cemas


"Alhamdulillah Nyonya, Joy kembali bernafas dan sekarang Dia baik-baik saja," ucap Wasabi setengah berbisik sambil memberi isyarat pada Nyonya Naura untuk tidak bersuara keras.


"Alhamdulillah syukurlah. Ada apa? kenapa berbisik," ucap Noura ikut berbisik


"Bisakah kita bicara ditempat aman?" tanya Wasabi


"Baiklah, kita bicarakan di ruang kerjaku," ajak Noura


Mereka kemudian berbicara di ruang kerja Nyonya Noura, Istri Tuan Samy


"Maaf jika merepotkan. Ada yang ingin Ku tanyakan seputar pembantu baru itu. Aku sedikit melihat sesuatu yang mencurigakan padanya tadi pagi. Dia berkata pelan tentang Tuan Samy lalu ketika Aku datang Dia sedikit gugup," ucap Wasabi


"Benarkah? Mungkin dia sedikit takut padamu karena habis kau cekik," sahut Nyonya Noura


"Bisa saja, tapi dari manakah Nyonya menemukan pekerja baru itu," tanya Wasabi


"Sebenarnya Aku tidak ingin mengambil pembantu baru lagi, Aku bermaksud untuk menunggu pembantuku yang kemarin tertembak. Tetapi Aku mendapatkan rekomendasi dari saudaraku. Dia anak dari pembantu saudaraku itu. Jesslyn juga sedang melamar kerja di tempat lain dan sambil menunggu panggilan kerja dia ku terima disini," sahut Noura


"Apakah hubungan Nyonya dan Saudara nyonya itu terbilang akrab atau baik-baik saja?"


"Ya Kami sangat Akrab. Dia juga sering mengajak Kami liburan ke Eropa," ucap Noura


"Jika rekomendasi maka tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi jika pembantu itu memang butuh uang. Dia bisa saja bertemu seseorang yang menyuruhnya untuk mencelakai Joy," pikir Wasabi


"Panggil Aku Mommy seperti Joy memanggilku," ucap Noura


"Ah tapi....," Wasabi tertunduk malu sambil tersenyum.


"Haha Wasabi Kau sangat tampan jika tersenyum semakin mempesona, pantas saja Joy sangat amat menyukaimu. Ayolah panggil Aku Mommy," pinta Noura


"Baiklah Nyonya, Oh Maaf, Mommy," sahut Wasabi


"Haha tidak terdengar buruk," puji Noura


"Haha...Mommy, bisakah Aku meminta waktu untuk menanyai Jesslyn?" tanya Wasabi


Kenapa harus meminta ijin, tanyailah semua orang agar terkumpul semua bukti. Oh ya rumah ini juga ada CCTV nya. Kau bisa memeriksanya jika Kau mau," sahut Noura


Praaang...


Terdengar suara gelas jatuh dari luar ruangan. Nyonya Noura dan Wasabi segera mendekati asal suara. Nyonya Noura membuka pintu dan mendapati Jesslyn sedang memunguti gelas kaca.


"Jesslyn, apa yang kau lakukan disini?" ucap Noura sambil berkacak pinggang, "Apa Kau menguping pembicaraan Kami!" timpalnya lagi


"Nyo-Nyonya maafkan Saya," ucap Jesslyn kemudian berdiri dan membungkuk meminta maaf


"Saya tidak menguping. Saya hanya sedikit terburu-buru karena ingin pekerjaan cepat selesai," jelas Jesslyn kembali


"Tapi yang terjadi Kau malah menambah pekerjaan," geram Noura


Semoga calon mertuaku tidak galak batin Wasabi yang mulai menangkap kemarahan mertuanya


"Jesslyn setelah membersihkan gelas kaca ini ada yang ingin Ku bicarakan dengan Mu," ucap Wasabi karena Jesslyn masih muda, ia baru lukus SMA


"Baik, kalau begitu saya kembali memunguti kacanya kembali. Permisi," ucap Jesslyn kemudian memungut gelas kaca yang terjatuh


Mati Aku, apa yang harus ku katakan nanti, batin Jesslyn