
Andi langsung mengabari Wasabi soal apa yang baru saja ia temukan. Ia menelepon Wasabi menyuruhnya untuk datang ke rumahnya.
Dalam hitungan detik Wasabi sudah sampai di kediaman Andi, lebih tepatnya ruang kerja Andi yang berada di bawah tanah.
"Percuma saja aku membuat kode akses ruangan ini. Sepertinya aku harus mengunci ruangan ini agar kamu tidak dapat masuk seenaknya. Haha...ruangan ini dibuat special for me," ucap Andi yang kesal dengan kekuatan Wasabi
"Hanya aku yang dapat masuk tanpa kode akses. Beruntung aku baik, kalau aku jahat sudah aku bobol brangkas bank haha,"
"Hemm kamu juga punya adik yang memiliki kekuatan sepertimu," ucap Andi
"Dia bukan adikku. Ayahku saja tak mengakuinya,"
"Kasihan gak dianggap. Sungguh malang nasib anak itu haha,"
"Sepertinya ada seseorang yang mampu membuat alat teleportasi. Tunggu kenapa aku tak berfikir kearah situ ya?" gumam Wasabi "Kalau menurutmu siapa yang mampu membuatnya?" Tanya Wasabi
"Tentu saja dia orang yang cerdas, dan mempunyai mempunyai obsesi yang tinggi. Mungkin juga dia botak dan tua haha...,"
"Haha dasar, tidak semua ilmuwan itu botak,"
"Tapi rata-rata seperti itu,"
"Oh ya, Apa yang kamu temukan?"
"Sebenarnya Emi yang menemukannya. Kemarilah dan lihat ini,"
Wasabi langsung mendekat kemudian duduk Di sebelah kursi Andi.
"Kamu ingat? Aku pernah menciptakan kamera pengintai. Meskipun alatnya tidak aktif menyala, Kita tetap bisa melihatnya dari Mata kamera. Aku merancangnya kebalik dengan fitur baru," ucap Andi
"Lalu, mata kamera itu bekerja?" Tanya Wasabi
"Ya aku mengambilnya dari komputer yang saat itu terpasang kamera tambahan. Kelihatannya dia bagian administrasi di kafe terjasinya transaksi,"
"Aku baru saja ingin menyelidiki tempat itu, namun rupanya kamu jauh lebih tanggap," puji Wasabi
"Jangan-jangan Kita punya ikatan batin ahhaa,"
"Haha tidak mungkin,"
Wasabi ikut melihat rekaman yang di dapat, "Fisiknya seperti seorang wanita,"
"Emi juga mengatakan demikian, ia mengatakan jika wanita itu tinggi, berambut panjang dan ikal. Entah Emi tau dari mana, padahal orang itu memakai topi yang rambutnya dimasukkan ke topi. Lalu mengenakan jacket hingga menutupi leher. Dan satu keberuntugan bagi Kita. Untung saja ada seseorang di pantry yang meletakkan ponselnya dengan alat standing phone. Hingga ponsel itu dalam posisi berdiri diatas meja dan terlihat situasi saat itu. Kalau dari suara sekitar, sepertinya si pemilik ponsel sedang masak, kemudian wanita itu masuk memberikan sesuatu pada teko air minum. Pemilik ponsel ini sama sekali tidak menyapanya mungkin dia tidak lihat,"
"Kemungkinan itu ponsel si pemilik kafe, karena dia tidak bisa melihat dengan jarak pandang jauh. Apa motifnya menaruh dalam teko, apa dia ingin meracuni semua pekerja disana" sahut Wasabi
"Ya mungkin, lalu gadis pirang ini mengambil minuman dari teko itu. Tak berapa lama ada gadis berambut hitam yang juga ingin minum tetapi dia melihat teko itu habis dia pun segera mencuci teko itu dan mengambil minum dari galon. Tak berapa lama ada seorang laki-laki yang mengambil air juga di galon itu,"
"Hemm itu lah mengapa yang keracunan hanya Andri. Karena yang lain. Minum air dari galon, bukan dari teko,"
"Stop di menit ini, mundurkan sedikit lalu tolong perbesar gambarnya,"
"Kau mengenali sesuatu?"
"Ya anting yang dipakai, mirip seseorang," ucap Wasabi
Wasabi pun mengingat-ingat si pemilik anting yang sama seperti wanita penyusup itu.
"Dia...Astaga, hampir saja terlewatkan. Dia wanita yang dekat denganku beberapa hari ini, Dan juga...," Wasabi menghentikan ucapannya. Lebih baik Dia menyimpan nama itu dahulu
"Dan juga apa Wasabi,"
"Ah nanti aku kuceritakan. Oh ya sampai bertemu nanti malam di acara Joy," Wasabi mengingatkan sebelum menghilang pergi
"Aku harus memportal ruang kerja rahasiaku ini. Seenaknya saja Wasabi keluar masuk haha...Mungkin dengan setruman. Sensor ini harus bisa membaca DNA ku, jika DNA tidak sama, maka dia akan menyetrum orang itu. Ahhh pemikiran yang jitu. Tapi aku butuh modal untuk menciptakan alat itu," ucap Andi pada dirinya sendiri.
"Mata kamera ini sangat berguna. Tetapi bahaya jika digunakan oleh orang jahat. Sebaiknya ku rusak saja program ini setelah Kasus selesai. Sementara ini harus berhati-hati," gumam Andi
.
.
.
Wasabi mendatangi kantor polisi, ia ingin bertemu dengan Inspektur Hendra. Karena kantor sebelumnya sedang dalam perbaikan akibat kebakaran. Maka kantor tersebut pindah di ruko kosong yang berada di sebelahnya untuk sementara.
"Inspektur Hendra, apakah kantornya pindah kemari?"
"Ya hanya sementara sampai kantor yang lama itu selesai di renovasi. Masih banyak puing-puing genting yang berserakan di bawah,"
"Apa sudah ditemukan penyebab dari kebakaran itu?
"Yah ini juga kelalaian petugas. Begini kronologinya. Di gudang, ada bensin yang sudah kami sita dari penyelundup. Kami belum sempat memindahkannya. Karena baru saja pelaku itu tertangkap. Dan bensin itu meledak ketika ada yang membuang putung rokok di dekatnya," ucap Inspektur Hendra
"Semua terjadi begitu cepat, seperti sedang direncanakan. Selain Gibran siapa lagi pengikutnya?" gumam Wasabi yang curiga jika masih ada gibran lainnya
"Wasabi," sahut Inspektur Hendra sambil menatap Wasabi, seperti ada yang ingin dia bicarakan
"Ya,"
"Sebaiknya kita tak usah bertemu setiap saat. Kamu bisa membahas atau menanyakan sesuatu di ponsel bukan?" ucap Inspektur Hendra
"Apa Inspektur tahu? Kenapa aku harus bertatap muka secara langsung? Karena aku juga ingin melihat bagaimana reaksi dan tingkah laku seseorang ketika dia menyembunyikan sesuatu atau merasa bersalah,"
"Ya itu bagus,, hemm aku sedikit sibuk, langsung saja keintinya kenapa kamu kemari?"
"Apa Inspektur mendapat undangan dari Tuan Samy?"
"Ya Anaknya akan bertunangan malam ini,"
"Kalau begitu, Aku ingin Inspektur mengajak Dr. Mia ke pesta itu,"
"Kalau dia tidak mau?"
"Harus mau, jika Inspektur tidak bisa mengajaknya maka kau bukan pria sejati,"
"Ok ok aku akan mengusahakannya, pergilah. Tapi aku tidak janji. Pekerjanku banyak, jadi kau kemari hanya ingin mengatakan itu? Pergilah jika tidak hal yang penting,"
"Baru kali ini aku di usir,"
"Hemm ada seseorang yang akan datang,"
"Wow seperti nya dia orang yang special,"
"Sangat, pergilah wus wus..."
"Ok.. haha.."
Wasabi pun pergi meninggalkan ruangan inspectur Hendra. Meskipun saat ini Wasabi bisa melihat ada sesuatu yang ditutupi namun ia sangat percaya pada Inspektur Hendra. Baginya Inspektur Hendra adalah Ayah keduanya.
Ketika berjalan menuju pintu keluar, Wasabi berpapasan dengan seseorang yang dia kenal.
"Dia...., bukankah dia Ayahnya Alice?" batin Wasabi