Detective Wasabi

Detective Wasabi
Just Dream



Byurr....


"Ahh segarnya mandi setelah seharian berada di luar," Wasabi bergumam


"Hah makan tuh air," Pekik Sill seraya menuangkan satu gelas air bening ke kepala Wasabi


Byurrr


Kali ini air yang dituangkan terhirup masuk kedalam lubang hidung Wasabi. Ia pun terbangun dan mendapati dirinya basah, namun masih dalam mengenakan pakaian dan bukannya di kamar mandi melainkan di meja kerja Ayahnya Sill di rumah. Wasabi terbatuk dan hidungnya sakit, tangannya terus menggosok hidung yang sakit karena terhirup air.


"Sial, Kamu tidak sopan Sill,"


"Oh ya? Siapa yang tidak sopan disini? Kamu tidur dari sore sampai malam, bersandar di kursi, dengan kaki di atas meja?! Ini ruang kerja Ayahku, meskipun ini dirumah," celetuk Sill dengan judes


"Hah tidur?"


Wasabi mencoba mengingat kejadian sebetulnya. Bukankah dia sedang mandi dirumah Andi. Jadi semua cuma mimpi.


"Ayo lekas mandi, bersihkan dirimu! Aku sudah masak buatmu. Ini handuk dan baju milik Ayah," Sill melemparkan handuk serta pakaian milik Ayahnya ke arah Wasabi


"Masak? Kamu bisa masak bukannya tadi kamu bilang kamu tidak bisa masak?"


"Sejak kapan aku berkata seperti itu?" tanya Sill balik


"Apa kamu tidak lihat di meja itu? Aku sudah membuat Sushi dan ramen untukmu. Aku tidak tahu kesukaanmu apa, jadi ku buat menu yang berbeda,"


"Wow. Aku tiba-tiba lapar. Hemm makanan Jepang Favorit Ayahku. Terimakasih Sill," ucap Wasabi


"Jadi tadi hanyalah mimpi. Dan kekuatan itu juga hanya mimpi belaka," gumam Wasabi


"Memang kamu mimpi apa?"


"Tidak, tidak ada apa-apa. Aku mandi dulu,"


Selesai mandi. Wasabi lalu menyantap makanan yang telah disediakan di meja ruang kerja, dirumah inspektur Hendra. Wasabi terus memuji masakan Sill. Tapi Wasabi tidak bisa berbohong dalam hatinya lebih enak bikinan Ayahnya sendiri.


Ayah terbaik dalam hal ini, tapi aneh Sill dan Ayah membuat racikan mie ramen ini sama persis. Apakah mereka jodoh, hmm mana mungkin Sill jauh lebih muda dari Ayah, dia tiga tahun lebih tua dariku batin Wasabi


Tak berapa lama Inspektur Hendrapulang. Ia melihat keakraban yang terjadi antara Sill dan Wasabi. Sempat ada keinginan untuk menjodohkan mereka. Si tomboy Sill dan Si cerdik Wasabi.


"Wah.. tempat kerjaku sudah berubah menjadi tempat makan?" sahut Ayah saat membuka ruang kerjanya


"Haha Ayah. Kemarilah. Aku membuat banyak makanan. Kita makan sambil bekerja Ayah," ucap Si


"Jangan dihabiskan. Ayah mandi dulu," seru Inspektur Hendra


"Wah kalau nanti habis, jangan salahkan Wasabi ya Inspektur,"


"Tak apa, habiskanlah biar Sill membuatnya lagi.


"Ih Ayah..."


Dan mereka semua tertawa bersama.


Inspektur Hendra langsung bergegas ke kamar mandi dan mandi secepat kilat, perutnya sangat lapar. Beberapa menit kemudian. Inspektur Hendra ikut bergabung makan malam bersama Wasabi dan Sill


"Cepat sekali," celetuk Wasabi


"Ya nanti, kalau terlalu lama nanti makanannya habis karena kamu makan semua. Haha," canda Inspektur Hendra


Wasabi terkekeh dengan candaan garing itu


"Bagaimana penyelidikianmu Wasabi," tanya Inspektur Hendra


"Semua orang sudah ku datangi. Beberapa diantaranya punya hubungan saudara dan juga tetangga. Kalau ditarik benang merahnya. Dari laporan saksi atau pelapor, lokasi hilangnya anak itu melewati pertokoan A,"


"Dan juga ditemukan beberapa kejanggalan Ayah. Sill tadi menabrak seorang wanita. Seusia Wasabi, tapi saat kita memantau lewat rekaman CCTV. Wanita itu tidak terekam dia tidak terlihat dilayar," jelas Sill.


"Apakah dia manusia sungguhan?" ucap Inspektur Hendra


"Ayah, jangan bercanda deh,"


"Apa kamu sudah melacak keberadaan lokasi peretas itu?" tanya Wasabi sambil memasukkan Sushi kedalam mulutnya. Seketika ia teringat akan Andi yang sering membullynya dengan sushi. Wasabi pun tidak jadi mengambil Sushi.


"Sudah, sempat ku temukan. Tapi tiba-tiba virus merusak komputerku. dan informasi itu lenyap. Aku rasa dugaanku benar. Jaringan komputer ku telah mereka masuki. Jadi apapun yang ku lakukan, mereka bisa tahu


"Kalau begitu jangan gunakan Laptop mu itu lagi. Lalu apakah ada petunjuk lain?" ucap Inspektur Hendra


"Ya.. meskipun laporan dari mereka hilangnya saat pagi dan sore hari. Tetapi dari informasi guru dan orang yang melihat terakhir kali, mereka hilang saat siang hari," ucap Wasabi serius


"Contoh dari yang pelapor pertama. Dari keterangan orang sekitar seperti penjual dekat sekolah, mereka mengaku tidak melihat anak itu lewat saat berangkat, tetapi kesaksian gurunya, anak tersebut sempat mengikuti pelajaran." jelas Wasabi


"Aku curiga ini dilakukan tidak hanya seorang. Melainkan banyak orang atau sebuah kelompok. Fungsinya untuk membuat pemalsuan kesaksian. Sehingga dengan begitu kita tidak akan pernah menemukan jejak," duga Wasabi


"Lalu karung besar yang kamu ceritakan tadi siang?"


"Haha,"


"Kenapa tertawa," tanya Inspektur Hendra


"Sudah ku selidiki ternyata, Dia tidak melakukan penculikan. Tetapi pencurian seperti komputer, televisi,"


"Kapan kamu menyelidiki itu?" tanya Silk bingung


"Saat kamu mandi. Maaf aku tadi tidak segera mandi malah ketiduran. Seharusnya malam ini kita sudah dapat informasinya," sahut Wasabi


Tok Tok Tok


"Ada tamu, siapa yang datang. Aku belum selesai makan," gumam Inspektur Hendra


"Biar Sill yang buka,"


Seoang Pria menggedor-gedor pintu itu sangat tidak sabaran.


"Ya sebentar," teriak Si dari kejauhan


Ceklek


"Ya, ada yang bisa dibantu? Maaf dengan siapa ya?" sahut Sill


"Saya ingin bertemu inspektur Hendra. Apakah dia didalam?Saya Samy. Tolong panggilkan ini penting!" ucap Samy


"Baiklah, masuk Tuan Samy, silahkan duduk," ucap Sill


Samy masuk tapi dia tidak duduk, dia terus berjalan mondar-mandir gelidah


"Pak Samy....Ada apa?" tanya Inspektur Hendra yang berjalan ke ruang tamu. Disusul dengan Wasabi yang ikut menemuinya.


"Inspektur Hendra. Tolong saya. Tolong temukan Joy!" ujar Samy


Inspektur Hendra dan Samy sebenarnya saling kenal hanya saja Samy sering berpindah rumah dan saat kasus Joy, Samy sedang keluar negri sehingga mereka tidak bertemu. Samy baru mengetahui kasus itu saat anaknya di panggil ke pengadilan sebagai saksi


"Ada apa dengan Joy," tanya Inspektur Hendra


"Joy?Kenapa dengan dia?!" tanya Wasabi ikut panik


" Arggh Aku benci dengan diriku sendiri," umpat Samy


"Kamu mengenal Joy? Siapa kamu?" tanya Samy pada Wasabi


"Ah iya Pak Samy, dia Wasabi yang dulu membantu penyelidikan kasus terbunuhnya Fika. Dia yang mengungkap pelaku saat semua tuduhan mengarah pada Joy,"


"Oh kamu rupanya. Aku Ayah Joy. Terimakasih Wasabi. Tapi tolong bantu aku lagi. Ini memang belum 24 jam. Jadi aku tidak melapor ke kantor polisi,"


"Pak Samy bisakah kamu tenangkan dulu dirimu. Kita duduk dan ceritakanlah perlahan," sahut Inspektur Hendra menyuruhnya untuk duduk


"Sill buatkan teh panas untuk membantu menenangkan Pak Samy,"


"Ya Ayah, sebentar," sahut Sill


"Ada apa dengan Joy?" tanya Wasabi lagi, tiba-tiba saja hatinya tidak tenang


Apakah dia berbuat ulah? Batin Wasabi dalam hatinya cemas


"Kamu tahu kan, Aku menjodohkan Joy dengan anak dari temanku. Siang tadi dia berulah didepan keluarga tunangannya. Dia sengaja membuat dirinya mabuk dan bahkan bersekongkol dengan salah satu anak tetangga kami. Perjodohan pun batal. Aku geram dan aku memarahinya habis-habisan, hingga mulutku tega mengusir dia," cerita Samy


Tak berapa lama Sill datang dengan membawa minuman untuk tamunya. Tuan Samy berhenti sejenak dan meminumnya. Sesaat kemudian perasaannya mulai tenang.


"Lalu?" tanya Wasabi dan Inspektur Hendra berbarengan


"Lalu Joy kabur. Dia membawa baju-bajunya ke dalam koper dan pergi dengan mobilnya. Tetapi handphone dan dompetnya tertinggal dirumah," jelas Samu


"Setelah ku lacak GPS yang terpasang di mobilnya. Ternyata dia menjual mobilnya itu," imbuhnya lagj


"Dia mungkin saja kerumah temannya. Sahabat nya mungkin,"


"Kalau dia benar di rumah sahabatnya aku tak masalah. Tetapi Noura terus membuatku resah. Noura berkata seperti ini," Samy berdehem kemudian lalu menirukan suara Istrinya


"Kalau Joy diculik dan lain sebagainya bagaimana? Daddy tahu sendiri kan, sekarang sedang maraknya kasus penculikan anak," ucap Samy menirukan suara Istrinya


"Seperti itulah perkataan Istriku yang membuatku terus ketakutan. Masalahnya sahabat Joy hanya bisa dihitung dengan jari. Aku sudah menanyai keberadaannya lewat temannya. Tapi dia tak ada disana," ucap Samy


"Mungkinkah yang tadi kita temui di pertokon itu Joy?" gumam Wasabi


"Apa kau melihat Joy?"


"Saya tak melihatnya tapi Saya mengenal aroma parfumnya yang sangat khas,"


"Hmmhh Joy tak pernah memakai parfum," dengus Samy "Tapi ku akui dia selalu wangi tanpa parfum,"


"Saya tidak tahu itu parfum atau bukan. Tapi Saya yakin itu Joy. Maaf Tuan Samy, saya pamit undur diri. Saya akan mencarinya sekarang. Permisi,"


Whussss


Wasabi tidak sadar, dia telah menghilang didepan ketiga orang yang sama sekali belum tahu tentang kekuatan Wasabi.


"Hah..Kemana Wasabi," tanya Si


"Dia menghilang! Benarkah..." ucap Samy


"Astaga ternyata benar, Wasabi memiliki kekuatan teleportasi," gumam Inspektur Hendra