Detective Wasabi

Detective Wasabi
Track Trace



Track Trace (Melacak Jejak)


Di Kediaman Wasabi


Wasabi berteleportasi dan sampai di kamarnya. Pria itu segera mengeluarkan pakaian dari dalam lemarinya dan memasukkannya ke dalam ransel.


"Kamu mau kemana Wasabi?" tanya Emi


"Tempat Ku sudah tidak aman," desis Wasabi


"Lalu kamu mau tidur dimana?"


"Aku bisa tidur dimana saja, kolong jembatan atau trotoar jalanan tak masalah bagiku," jawab Wasabi seadaanya setelah semua pakaian masuk, Wasabi menyampirkan tas ransel di bahunya


"Ayo Emi ku antar kau pulang," tanpa menunggu jawaban gadis itu, Wasabi langsung merangkul pinggang Emi.


Dalam hitungan detik mereka sudah sampai dirumah Emi. Wasabi langsung pamit saat itu juga


"Sudah sampai. Aku pergi, Aku harus segera menemukan Ayah," sahut Wasabi


"Wasabi Aku ikut, Aku ingin membantumu,"


"Tidak sangat berbahaya bagimu,"


"Tatap mataku Wasabi? Apakah aku terlihat seperti wanita yang lemah?" Emi menangkup rahang Wasabi dan menyuruhnya untuk melihat dirinya. Keduanya saling memandang.


Emi tak kuasa menahan kharisma pria didepannya. Di tambah aroma tubuh Wasabi yang bisa memicu hormon kewanitaannya. Tanpa sadar Emi pun mencium bibir Wasabi.



Visualnya kira-kira kayak gini ya gaes.


Wasabi terkejut, tiba-tiba saja dia teringat dengan Joy, dengan segera dia melepaskan ciuman Emi. Mereka tidak berciuman, hanya mengecupnya, karena Wasabi tidak membalas ciuman Emi yang sudah menjadi kekasih sahabatnya.


Wasabi melepaskan kecupan itu dan langsung memundurkan tubuhnya.


"Maaf Emi, aku pikir ini salah,"


"Hemm seharusnya aku yang minta maaf. Aku-aku sedikit tergoda...maaf," Wajah Emi memerah dan langsung menunduk malu


"Aku juga tak bisa mengajakmu di misi kali ini, Andi sudah melarangmu kan?


"Ku mohon. Aku janji tak akan mempersulitmu, dan urusan Andi biar aku yang mengatakan padanya,"


"Anggap saja ini untuk terakhir kalinya. Aku tidak akan mempersulitmu. ljinkan aku menebus kesalahanku," pinta Emi


Wasabi berfikir sebentar.


"Baiklah kalau itu keinginanmu,"


"Aku akan mengambil pistol yang diberikan Inspektur Hendra. Tunggu aku akan bersiap,"


Emi mengganti bajunya, sementara sambil menunggu Wasabi memakai rompi anti peluru dan jaketnya. Kemudian mengatur peluru dalam pistol.


"Aku sudah selesai. Kemana kita akan pergi?" tanya Emi


"Apakah laptop mu masih bisa meretas seluruh rekaman yang terekam dari CCTV? Kalau bisa kita lihat sekitar rumah sakit," tanya Wasabi


"Aku rasa bisa, Andi sudah menyetingnya tempo hari. Ayo ikuti aku,"


Emi kemudian mengajak Wasabi ke kamarnya lalu membuka laptop yang sudah standby. Kemudian ia mengetikkan sebuah lokasi alamat rumah sakit tempat Ayah Wasabi dibawa oleh orang. Rekaman seluruh CCTV yang terpasang di setiap kota bisa dipantau dari laptop Emi. Andi si genius telah menyetingnya dan membuatnya lebih gampang di gunakan.


Sementara itu, Wasabi terdiam seperti melamunkan sesuatu. Memikirkan hal yang tak pernah terbayangkan olehnya.


Bukankah selama ini Aku mengidolakan Emi. Lalu saat dia tiba-tiba menciumku seharusnya aku senang....tapi kenapa hatiku menolaknya? Apa karena dia pacar sahabatku? Dan yang lebih parah, malah bayangan Joy yang muncul, pikir Wasabi dalam hatinya


Disisi lain, Emi juga memikirkan sesuatu sembari menunggu loading data.


Aduh kenapa aku menciumnya, suasananya jadi canggung begini, batin Emi. Penglihatannya menjadi fokus ke layar saat loading sudah selesai. Ia menggeser waktu di mana saat itu Emi datang ke rumah sakit, lalu menunggu sebentar hingga rekaman menampilkan detik-detik Pak Setya dibawa ke dalam mobil.


"Wasabi. Ini dia, saat Pak Setya di masukkan ke dalam mobil


"Bagus Emi, kita lihat dia menuju kemana,"


"Tidak. Sepertinya Aku tahu kemana dia," duga Wasabi


Emi dan Wasabi terus menunggu sembari memperhatikan tampilan layar monitor. Tiba-tiba layar monitor kehilangan jejaknya.


"Coba ambil rekaman dari minimarket di jalan ini," ucap Wasabi sambil menunjuk banyak layar rekaman di monitor.


"Benar mobil itu melewati minimarket. Ini minimarket di gang kecil. Bukan jalan raya,"


"Iya, aku tahu mobil itu mengarah kemana," ucap Wasabi seraya mengingat berapa blok lagi yang sepertinya memiliki rekaman cctv.


"Maaf Emi bisakah aku mengambil alih," Wasabi pun duduk di depan laptop setelah Emi beranjak dan mempersilahkannya.


"Aku akan coba cari beberapa rumah yang terdekat dari minimarket itu," gumamnya


Dari rekaman tersebut memperlihatkan sebuah mobil yang membawa Ayah Wasabi masuk kedalam rumah seseorang yang rumahnya sangat besar. Wasabi menduga mereka membawanya ke rumah Kiyoshi, karena Wasabi hanya tahu daerah rumah Kiyoshi tetapi tidak tahu yang mana rumahnya. Dan ketika mobil itu masuk ke rumah Naomi, Wasabi terkejut.


"Apakah Naomi itu anaknya Kiyoshi?" gumam Wasabi


"Siapa Naomi?"


"Anak baru dikelasku. Apa kau bisa melacak, siapa Ayahnya Naomi?" tanya Wasabi


"Aku tidak mempunyai keahlian hacker. Mungkin aku bisa meminta Andi untuk melacaknya,"


"Tidak perlu Emi,"


"Kenapa Wasabi? Kenapa tidak perlu? Apa Kau masih marah padaku?" tanya Andi tiba-tiba kemudian ia masuk kedalam kamar Emi.


"Seharusnya aku marah padamu, juga padamu," ucap Andi melirik kearah Wasabi dan Emi bergantian


Wasabi tahu maksud Andi, ia berdiri menghampiri Andi dan berkata, "Bukan aku yang.." ucapannya terhenti karena Andi langsung memotongnya


"Hemmh aku tahu, pacarku ini sangat nakal," dengus Andi


"Andi... Aku..."


Andi merentangkan tangan di hadapan Emi dengan membuka telapak tangannya menyuruhnya untuk diam.


"Aku akan membantumu, anggap saja ini sebagai tanda maaf," ucap Andi seraya duduk di kursi depan Laptop.


"Terimakasih," sahut Wasabi sedikit canggung


Canggung karena dia masih kesal dengan kebohongan Andi, tetapi Andi masih mau membantunya, dan canggung karena kekasihnya mencium Wasabi


"Andi lalu melacak siapa Naomi,"


Dalam waktu beberapa menit Andi sudah mendapatkan hasilnya.


"Ayah Naomi adalah Pak Kiyoshi,"


"Kiyoshi? Jadi benar, Ayah dibawa ke rumah Kiyoshi. Lalu, apakah kamu bisa melacak riwayat hidup Pak Kiyoshi?"


"Sebentar," ucapnya


Tak berapa lama Andi Sudirman mengatakan jika data riwayat hidup Kitoshi tidak bisa dibuka. Dia hanya bisa melihat siapa keluarganya dan bekerja sebagai apa. Selebihnya semua di rahasiakan.


"Bukankah dia Presdir di kampus kita? Memangnya Siapa dia sebenarnya? Aku akan mencari cara lain untuk menerobos data itu,"


"Aku hanya curiga, dia ada kaitannya dengan masa lalu Mama ku. Pak Setya adalah Ayah biologis ku, semalam dia tertusuk dan aku membawanya ke rumah sakit. Tetapi kini dia diculik dan dibawa ke rumah Kiyoshi," jelas Wasabi


"Aku harus segera pergi. Tolong kabari aku jika ada informasi yang penting," timpal Wasabi


"Tunggu! Pakai ini biar kita bisa berkomunikasi. Aku akan mengawasi mu dari sini," Andi memberikan kamera mini dan handset bluetooth.


"Andi, bolehkah Aku membantu Wasabi?" pinta Emi


"Hemm terserah kamu saja. Berhati-hatilah," ucap Andi masih kesal. Pria itu rupanya melihat Emi mencium Wasabi, bukannya menghampiri Emi, Andi langsung pergi. Tetapi dia kembali lagi kerumah Emi karena tahu Wasabi membutuhkan bantuan.


Wasabi dan Emi pergi menuju rumah Pak Kiyoshi


Aku harus mencari cara agar bisa menerobos masuk ke data itu. Aku penasaran kenapa dia memblokir akses informasinya. Lihat saja Kiyoshi. Seberapa hebat kamu menyembunyikan informasi mu, batin Andi merasa tertantang