Detective Wasabi

Detective Wasabi
Drama



Di Kediaman Joy


Tuan Barchie dan Istrinya datang. Ketika bel pintu di bunyikan. Jesslyn berjalan ke depan ruang tamu untuk membuka pintu.


Cling


Tiba-tiba Wasabi muncul di hadapannya dan membuka pintu dengan senyum yang penuh sambutan.


"Silahkan masuk Tuan Barcie dan Nyonya Barchie," sapa Wasabi


"Hallo Barchie. Ayo ayo masuk dan duduklah," ucap Samy


Ia memanggil Jesslyn untuk membuatkan


Tuan Barchie duduk seraya berkata, " Terimakasih Samy. Kamu masih mau mengubdangbkamj kemari setelah apa yang dilakukan Ray. Hmm rumah ini menjadi sepi sekali semenjak meninggalnya Joy,"


"Oh maaf Tuan Barchie, Joy masih hidup," sahut Samy


"Maaf, masih hidup? Bukankah pagi tadi Dia dikabarkan meninggal? Bagaimana bisa?" tanya Princess dengan reaksi terkejut. Ia penggemar film azab yang mana salah satu ceritanya ada yang meninggal kemudian bangkit lagi.


"Ya Kami pun awalnya tak menyangka, tapi takdir berkata lain," ucap Samy


"Wah, ini sungguh suatu keajaiban karena Joy masih hidup. Bisakah kau ceritakan? Lalu apakah dia tiba-tiba terbangun saat mau dimakamkan atau bagaimana?" tanya Barchie


Reaksi Tuan Barchie benar-benar tidak ada yang ditutupi. Dia tidak tahu jika Joy masih hidup. Lalu siapa yang telepon saat itu? Tapi melihat Jesslyn yang seperti ketakutan. Ahh Jesslyn sendiripun belum pernah bertemu orang yang ada di telepon itu. Ataukah Jesslyn berbohong, batin Wasabi


Akhirnya Samy sedikit bercerita, Barchie dan istrinya mendengarkan dengan seksama. Tak berapa lama Jesslyn datang dengan tangan yang gemetaran.


"Kenapa dengan pembantu baru mu ini? Dia gemetaran sekali," tanya Barchie


"Oh maaf Dia masih baru, mungkin sedikit gugup," ucap Samy


"Bisakah Aku melihat Joy?" pinta Princess


"Oh bisa, Jesslyn antarkan Nyonya Barchie ke kamar Joy," sahut Samy


"Biar saya saja yang antarkan," Wasabi mengantarkan Nyonya Barchie ke kamar Joy di lantai dua.


"Tuan Barchie, Kita disini sebentar. Ada berkas kerjasama yang harus Kau tanda tangani.


"Oh baiklah," ucap Barchie.


Nyonya Princess berbicara dengan Wasabi saat menaiki tangga


"Kau tahu Wasabi, Aku sebenarnya membencimu. Kau melukai anakku secara fisik," ucap Princess secara Terang-terangan


"Maaf Nyonya, tapi saya melakukan hal itu karena terbawa emosi,"


"Ya Aku tahu, Kau melakukannya karena Anakku telah berlaku jahat. Setidaknya Aku bersyukur Kau tidak membunuhnya," ucap Princess


"Haha saya bukan pembunuh Nyonya," sahut Wasabi, "Kita sudah sampai didepan kamar Joy," timpalnya lagi


Nyonya Princess melihat Joy terbaring dengan muka pucatnya.


"Astaga, Kenapa Dia terlihat pucat sekali? Kalian tidak membawanya ke rumah sakit?" Princess terlihat sedih dan kasihan


"Dokter sudah memeriksa keadaanya dan baik-baik saja hanya butuh istirahat dan minum obat sesuai resep. Disini jauh lebih aman daripada di rumah sakit," ucap Wasabi


"Tapi kan ada suster dan dokter yang mengontrol nya jika terjadi apa-apa," sahut Princess


Belum saja Wasabi menjawabnya. Tiba-tiba terdengar suara teriakan.


"Tolong, seseorang siapa saja tolong!" pekik Samy


Nyonya Princess dan Wasabi berlari menuju asal suara lebih tepatnya di ruang tamu.


Sesampainya disana Princeas terkejut


"Astaga, apa yang terjadi!" pekik Princess sambil menutup mulutnya


Tuan Barchie jatuh ke lantai dengan mulut yang penuh darah.


Nyonya Barchie berlari kecil mendekati Suaminya. Tuan Samy sambil membantu Tuan Barchie duduk kembali ke tempatnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Wasabi


"Tadi Tuan Barchie sedang menerima telephone dan dia berdiri di depan pintu. Ketika kembali Dia batuk mengeluarkan darah dan mengeluh pusing. Lalu terjatuh,"


Barchie masih sadar namun kondisinya lemah


"Ayo cepat bawa Suami ku ke Rumah Sakit sekarang!" ucap Nyonya Barchie dengan panik


"Biar saya yang antarkan. Nyonya Barchie pegang tangan saya dengan erat. Kita akan berteleportasi," Wasabi kemudian menggendong Tuan Barchie di punggungnya dan meminta Samy untuk membantunya


"Apa! Jangan bercanda!"


"Percaya padanya Nyonya, agar kalian cepat sampai," sahut Noura


"Baiklah. Tolong bawa Kami segera," pinta Princess tak mau ambil pusing


Whuss


Sementara Samy marah besar, dia memarahi Jesslyn dan menuduhnya


"Apa yang Kau berikan pada minuman Tuan Barchie. Beberapa menit setelah Dia minum. Dia batuk berdarah dan kemudian pingsan," sahut Samy menatap tajam Jesslyn


"Ah! Apa?" Jesslyn terkejut karena dia sama sekali tidak melakukannya


"Jangan berlagak tidak tahu!" pekik Samy


"Tapi Saya memang tidak tahu. Saya juga tidak menaruh apapun ke dalam minuman itu," sangkal Jesslyn


"Oh, begitu ya? Sekarang untuk membuktikannya, Kau minum-minuman bekas Tuan Barchie. Aku ingin tahu apakah minuman itu beracun," ucap Samy dengan melotot sementara Noura ketakutan melihat Samy marah-marah. Joy kemudian keluar dari kamar karena mendengar keributan


"Maaf Tuan Samy, Saya tidak mau. Selain itu menjijikkan Saya pun takut jika benar ada racun didalamnya. Bisa saja kan Tuan Barchie menaruh sendiri kedalam minuman itu," ucap Jesslyn


"Tidak mungkin jika Tuan Barchie yang menaruh racun didalamnya. Tidak ada orang yang mau menyakiti dirinya sendiri. Itu sama dengan bunuh diri," ucap Samy


"Kalau begitu biar Aku yang minum," Joy datang dan ingin membuktikan


"Joy Jangan!" cegah Noura


"Jesslyn minumlah! Jika Kau benar tidak bersalah tak usah takut," ujar Samy dengan nada tinggi


Jesslyn pun minum dengan ragu. Dia sungguh takut jika benar Tuan Barchie yang menaruh racun sendiri.


"Baiklah. Ini untuk membuktikan, bahwa Saya tidak menaruh racun," Kali ini Jesslyn mantap dengan pilihannya. Dia meneguk habis gelas yang telah diminum Tuan Barchie.


Sedikit menjijikkan karena minum dari bekas orang lain. Tapi semua demi harga diri. Jesslyn tidak ingin dituduh sebagai penjahatnya.Tak berapa lama Jesslyn merasakan panas di perut dan ditenggorokan.


Kemudian tenggorokannya menjadi gatal hingga Jesslyn terbatuk-batuk. Dia pun mengeluarkan darah dari mulut, kemudian hidung lalu merasakan pusing.


"Astaga Daddy bawa dia kerumah sakit!" pekik Joy


"Minuman itu beracun!" gumam Samy


"Aku akan menggendongnya. Joy Kau siapkan mobil,"


Tak berapa lama Wasabi kembali.


Cling.


"Oh Wasabi. Untung Kau datang. Jesslyn mengalami gejala yang sama ketika minum minuman dari gelas Tuan Barchie. Tapi sepertinya Dia minum lebih banyak dari Tuan Barchie," seru Samy


"Gawat kalau begitu. Akan ku bawa Dia," Wasabi kembali berteleportasi.


(Biar cepet ya gaes ehehe)


"Aku susul dengan mobilku. Joy, jangan cuci gelas itu biar kan jadi bukti. Kau dirumah Saja!" ucap Samy


Tuan Samy pergi dengan terburu-buru. Sesampainya disana, dialah orang yang paling panik. Untung saja semuanya tertolong.


"Apa Tuan Samy masih menaruh curiga pada Jesslyn?" tanya Wasabi


"Aku tipe orang yang tidak mudah percaya lagi, jika orang itu melakukan kesalahan," ucap Samy


"Aku rasa bukan Jesslyn pelakunya," ujar Wasabi


"Entahlah. Kita bisa lihat rekaman CCTV sewaktu kejadian tadi. Sebentar Aku akan cek lewat ponselku," ucap Samy mengambil ponselnya lalu ia mengambil salu tangan untuk mengelap kacamatanya yang sedikit berembun


Tuan Samy dan Wasabi sama-sama mengecek CCTV dari layar ponsel.


"Aneh. Jesslyn memang tidak melakukan apapun. Lalu kenapa minuman itu beracun. Tetapi di minumanku aman-aman saja," ucak Samy


Wasabi melihat keganjalan disini. Dia pun meminta Tuan Samy untuk mengirimkan file rekaman tersebut ke ponsel.


Setelah terkirim di ponselnya Wasabi, pria itu terus mengulang dan memutar kembali. Ketika mata jelinya menemukan sesuatu Dia pun terkejut bukan main.


"Ada apa Wasabi? Kau terus memutar ulang. Kau menemukan sesuatu?" tanya Samy


Wasabi menatap Tuan Samy dengan reaksi wajah yang masih terkejut. Dia menatap sambil berfikir sejenak lalu selintas saja dia sudah menemukan jawabannya. Dia pun tersenyum kecil dan mengatakan.


"Oh My Ghost,"


"Huh Wasabi Kau salah penyebutannya. Oh My God,"


"Haha Tuan Samy anak muda jaman sekarang menyebutnya 'Oh My Ghost'. Itu semacam lelucon disana. Dan itu sangat receh dilakukan oleh seseorang yang kurang professional,"


"Apa Maksudnya? Apakah Jesslyn yang melakukannya? Atau Tuan Barchie?" tanya Samy


"Aku tak bisa mengatakannya sekarang. Aku masih perlu bukti," jawab Wasabi tenang


"Maaf Tuan Samy. Aku pulang dulu," ucap Wasabi


"Oh Baiklah. Berhati-hatilah," seru Samy


.


.


Wasabi tidak benar-benar pulang, ia kembali ke rumah Tuan Barchie. Untuk melakukan penyelidikan ulang lewat CCTVnya. Begitu Wasabi mendapatkan apa yang Dia inginkan Dia pun tersenyum puas.