Detective Wasabi

Detective Wasabi
Tipu Daya



Andi dan Emi yang berada di lantai atas dengan kondisi tangan mereka diikat ke belakang dan mulut di lakban. Mereka melihat Wasabi tak berdaya di tangan Ratu Ratih. Kalau kekuatannya tidak memudar, Wasabi bisa langsung membawa kedua sahabatnya serta Desiani untuk keluar dari sana.


Setelah Ratu Ratih berhasil mengancam Wasabi. Ia memasukkannya ke dalam Sel khusus para tawanan mafia.


Sementara Okta dan Hasanah menuntun Andi dan Emi memasuki sel yang berbeda dengan Wasabi.



Ilustrasi Selnya


Kekuatan teleportasi dan menyamarkan tubuhnya tak dapat dia gunakan. Tapi ada kekuatan lain setelah dia tak sengaja menelan butiran obat yang dia ambil di Peti tadi.


Obat apa ini. Kenapa aku bisa menembak dengan baik. Dan aku mendengar banyak suara didalam otakku, gumam Wasabi dalam hati.


"Astaga aku tak kuat.. kepala ku sakiit... Aaaarrgghh," desisnya


Saat itu juga kepalanya merasakan kesakitan yang luar biasa. Obat itu mulai bekerja.


Tubuh Wasabi mulai bereaksi panas hingga dia merasakan dingin yang menggigil. Keringat bercucuran. Pupil matanya membesar, dan iris-nya berubah warna menjadi biru.


Wasabi yang duduk di kursi panjang, kursi yang sekaligus dapat menjadi tempat tidurnya, akhirnya menumbangkan dirinya karena kesakitan.


Kedua tangan Wasabi di borgol dengan rantai panjang yang menancap di dinding. Sementara kini tubuhnya lemas terbaring miring.


Sepertinya ini bukan sembarang obat, saking sakitnya Wasabi memejamkan matanya dan pingsan beberapa menit


Masih dalam posisi tergeletak. Tak berapa lama suhu tubuhnya kembali normal. Dia tidak lagi merasa kedinginan. Wasabi membuka matanya, kemudian beranjak bangun dan duduk di tepi kursi panjang. Kursi yang terbuat dari batu dan semen.


Apa yang terjadi. Kenapa tiba-tiba sakit kepala dan panas ku hilang? batin Wasabi


Wasabi merasa aneh kenapa dia bisa membaca pikiran seorang penjaga yang menjaganya di depan sel.


Wasabi sendiri terkejut.


Apakah ini kekuatan baru ku? atau hanya efek dari obat itu. Lalu akankah Aku mendapatkan kembali kekuatan lamaku? batin Wasabi


Tak berapa lama Ratu Ratih datang.


"Wasabi...," sapa Ratu Ratih dengan senyum mengembang


Ratu Ratih masuk sendirian ke dalam sel Wasabi. Lalu mendekat ke arahnya.


"Puas kamu menangkap ku. Untuk apa? Mau melakukan percobaan padaku seperti tempo hari yang lalu?" tanya Wasabi


"Hah?Percobaan apa?" tanya Ratu Ratih kebingungan


Apakah Ratu Ratih pura-pura lupa?


Sambil berdiri dan menghisap rokoknya, Ratu Ratih pun menjelaskan perkara kemarin.


"Setya..., dia menipuku. Dia menjanjikan ku uang yang banyak jika Aku berhasil menangkapmu," ungkap Ratu Ratih, ia kembali menghisap rokoknya dan menghembus


kannya ke arah Wasabi


"Dan sekarang aku ingin bermain-main bersama barang kesayangannya," Desis Ratu Ratih


"Barang kesayangan? Maksudmu Aku! Aku bukan barang," ucap Wasabi


"Tentu, siapa lagi? Hemm barangmu itu," jelas Ratu Ratih sambil menunjuk dengan dagunya.


Wasabi yang tadinya duduk terkangkang langsung merapatkan pahanya. menyembunyikan barang yang di maksud Ratu Ratih.


Wanita itu mengamati Wasabi sambil tersenyum, dia yakin Wasabi belum pernah tersentuh.


"Wasabi parfum apa yang kamu gunakan. Aroma mu sungguh memikatku,"


Ratu Ratih membuang rokoknya. Lalu menginjaknya hingga api padam. Kemudian Dia duduk di pangkuan Wasabi. Di belainya rambut dan pipi mulus Wasabi, mulus tanpa jerawat.


Di sisi lain, Wasabi mencoba membaca fikiran Ratu Ratih.


Astaga, wanita ini benar-benar terpikat olehku. Aku gunakan saja sebagai kelemahannya, batin Wasabi


Di keluarkannya rayuan maut dari bibir pedas Wasabi


"Ratu Ratih, kamu begitu cantik. Kamu membuatku tergoda. Aku sebenarnya menyukaimu. Tapi apa benar kamu terpikat padaku?" ucap Wasabi


Astaga senyumnya tampan sekali, pikir Ratu Ratih tetapi dia masih memasang tampang angkuh. Wasabi pun tahu apa yang Ratu Ratih pikirkan


"Aku Ingin sekali aku membelaimu. Tapi tanganku terikat," ujar Wasabi lembut


"Benarkah? Apa kamu benar-benar menyukaiku?" tanya Ratu Ratih


Ratu Ratih lalu membuka rantai yang memborgol di kedua tangan Wasabi. Setelah itu ia mengalungkan tangannya di leher Wasabi lalu mencium bibirnya.


Wasabi terpaksa menciumnya, demi merebut pistol Ratu Ratih yang tersampir di pahanya.


Astaga kenapa aku terbayang Joy yang merebut ciuman pertamaku. Batin Wasabi


Wasabi membaca fikiran Ratu Ratih lagi


Ingin rasa aku mengajakmu jalan, dan hanya kita berdua. Sudah lama aku tidak merasakan cinta. pikir Ratu Ratih.


Dalam beberapa detik dia berhasil meraih pistol yang ada di paha Ratu Ratih. Wasabi melepaskan ciumannya.


"Kalau kamu mau, Aku bisa membawamu jalan keliling dunia dengan kekuatan teleportasi ku," ucap Wasabi bohong


"Aku mau Wasabi, ayo kita jalan bersama, berkeliling dunia," pinta Ratu Ratih kesenangan


"Tapi aku tak bisa. Kaki ku juga terikat rantai," ujar Wasabi


"Oh maaf. Aku lupa, aku akan segera membukanya," Ratu Ratih membuka rantai tersebut. Dia belum menyadari bahwa Wasabi telah merebut pistolnya dari sabuk yang dia pasang di lingkar pahanya


Rantai yang memborgol tangan dan kakinya telah lepas. Pistol telah diambilnya. Kini Wasabi mencoba menipunya kembali.


"Wasabi aku sangat menyukai mu. Kamu begitu tampan jika penurut seperti ini," ucap Ratu Ratih


Wasabi terus mengalihkan perhatian dengan rayuan, disamping itu Wasabi melancarkan aksinya. Ia mengambil kamera mini Andi dan menempelkannya di dinding. Lalu diam-diam dia mengambil rantai dengan borgol di ujungnya.


Saat Ratu Ratih ingin menciumnya lagi. Wasabi melengoskan wajahnya, kemudian mencoba berdiri dan berusaha menyingkirkan Ratu Ratih yang duduk di pangkuannya.


Kenapa kamu menyingkir


Ceklik


Wasabi berhasil memindahkan rantai borgol ke tangan Ratu Ratih.


"Haha, mana mungkin aku menyukai wanita nakal sepertimu. Maaf Ratu Ratih. Aku tidak tergoda sedikitpun. Bye," ujar Wasabi


"Wasabi! Dasar kamu...kamu memanfaatkan rasa suka ku padamu," pekik Ratu Ratih


"Cukup diam di tempat. Dan suruh anak buahmu melepaskan dua temanku dan juga Desiani," perintah Wasabi


"Hah Tidak akan.!"


"Kalau begitu aku akan menyalakan boom yang sudah ku pasang di dinding ini dan di peti senjata tadi.," ucap Wasabi berbohong dan menakuti.


Ratu Ratih sambil mencari-cari bom di dinding, "Inikah bom yang di maksud? Ke apa seperti kamera?"


"Itu bukan kamera. Itu adalah alat yang bisa meledak. Hasil buatan Andi," ujar Wasabi bohong


"Jika hitungan ke tiga tidak juga melepaskan temanku dan Desi, Aku akan meledakkan BOM nya,"


"Satu...." lanjut Wasabi


"Ok ok aku akan melepaskan mereka," ucap Ratu


"Ranti...Ana..." Teriak Ratu Ratih dengan nyaring


Tak berapa lama anak buahnya datang


"Lepaskan tawanan kita. Dua temannya dan Desi," ucap Ratu Ratih


"Hah.. gak salah Ratu," tanya Ranti


"Sudah lakukan saja perintahku,"


Andi dan Emi pun telah dilepaskan dan berada di lantai bawah bersama Wasabi.


"Mana Desiani?" tanya Wasabi


"Tak ingin melepaskannya? Ok, aku akan menekan BOM diluar basecamp ini," Ancam Wasabi yang sebenarnya hanya gertakan saja.


DUUUAAAARRRR



Ada bunyi ledakan BOM dari arah belakang. Seakan omongan Wasabi benar.


"Sial dia tidak saja menggertak tapi juga benar, dia ingin meledakkan tempat ini," ucap Ratu Ratih


Hah Siapa yang menyalakan BOM sungguhan. Mungkin Tuan Paldo, Aku harus beraksi cepat. batin Wasabi