
"Awalnya saya mengira dua hal penculik ini murni dilakukan Mr.Vin yang direncanakan dan tidak direncanakan. Oke saya mengambil kesimpulan tanpa direncakan. Tetapi menurut keterangan Joy, dia dituntun seseorang ke jalan pintas, yang menuju rumah sewaan. Penunjuk jalan itu adalah Joko, yang tak lain adalah Asisten sekaligus sopir tuan Baut. Berarti dengan kata lain hal ini direncanakan," jelas Wasabi
"Joko memang bilang, disuruh ke Toko oleh Tuan Riyan. Karena salah satu pegawainya tidak masuk,"
"Ya betul, Saya yang menyuruhnya tuk awasi toko karena hari itu banyak pekerja yang cuti," sela Riyan
"Oke Saya lanjutkan. Disisi lain sebenarnya Joy telah di amati dan ingin dicelakai oleh seseorang. Dan ini kesempatan untuk Alice, dia menyuruh Raisya untuk mengantarkan Joy melewati pertokoan,"
"Bisa saja Joy tetap pergi dengan mobilnya tanpa menjual mobilnya," sela Inspektur
"Ya benar inspektur, tapi bukankah para penjahat itu memiliki banyak rencana, jika rencana yang satu tidak berhasil maka akan mencari cara lainnya," ujar Wasabi
"Wasabi, aku temanmu kamu tega nuduh aku?" ucap Alice
"Ya jangan sembarang nuduh kamu, Wasabi. Memangnya kamu lihat saya disana?" ucap Raisya
"Masih ingat seseorang yang pernah Anda bilang saat di hotel. Alice, Anda mengatakan bahwa Anda pergi ke hotel ingin mengunjungi teman yang bernama Jue. Lantas Saya segera mencari tahu di bagian informasi. Dan tidak ada yang bernama Jue, melainkan Raisya," jelas Wasabi
"Saya lalu mengunjungi Raisya, entah kenapa dia terlihat gelagapan saat saya bertanya mengenai Alice. Dia bilang kalau Alice teman satu kampus, tetapi ketika menyebutkan nama kampusnya saja dia sudah salah," ucap Wasabi dengan tersenyum kecil
"Saya tidak mungkin menuduh tanpa bukti," ucap Wasabi sembari meminta data pada Inspektur Hendra, " Inspektur apakah data yang Saya minta sudah Anda bawa?" tanya Wasabi
"Ya ini," ucap Inspektur Hendra sambil menyerahkan laporan mutasi rekening.
"Lihat ini, pada tanggal dimana Joy diculik. Ada transaksi besar yang Raisya terima dari rekening Alice," sahut Wasabi
"Itu transaksi karena aku membeli mobil bekas milik Raisya," jawab Alice
"Hey Alice, Raisya tak punya car, macam mana dia bisa jual car? Dia juga tak bisa driver hahaha konyol," ucap Riyan dengan logat Malaysianya
"Saya mengira Riyan yang telah menculik Joy, karena pertunangannya yang batal tetapi Joy bilang Tuan Baut sendiri yang membatalkan, tetapi mana mungkin Riyan dendam jika pembatalan itu sendiri dari pihaknya sendiri,"
"Joy juga mengatakan kalau Alice, sahabatnya memutuskan persahabatan dengan alasan keduanya menyukai orang yang sama. Jadi Saya menyimpulkan jika Alice lah yang menyuruh Mr.Vin untuk menculik Joy. Alice, ingin menyingkirkan Joy dengan cara yang licik. Saya kenal Alice, dia orang yang ambisius sekalinya ada yang dia inginkan. Dia harus mendapatkannya,"
"Itu tidak benar. Dan sekali lagi ya Wasabi jangan mengada-ada deh, masak karena masalah menyukai orang yang sama hah?" ucap Alice
"Jadi kamu ya Alice. Kamu ingin mencelakai Joy!"
"Astaga Samy, jangan percaya pada Wasabi dia hanya menebak saja kan. Tidak ada bukti kongkrit yang mengacu pada Alice," ucap Naw
"Tenang-tenang, bisakah kita mendengarkannya hingga selesai?" sahut Inspektur Hendra
"Saya punya rekaman dari mobil orang lain. yang terparkir disana. Di situ terlihat Raisya turun dari taksi tepat di depan Toko Makmur Mobil di hari dan jam yang sama. Saya pun menduga bahwa Alice lah yang menyuruh Raisya membuntuti Joy. Dan juga pengakuan dari Pak Joko, silahkan bicara Pak Joko," ucap Wasabi
"Ya, Saat itu saya disuruh Nona Raisya, dia bilang dia akan menyewakan rumahnya. Dan jika ada orang yang tanya saya juga disuruh menyebutkan lokasinya dengan melewati jalan pintas yang dia sebutkan. Lalu dia memberikan amplop yang berisi beberapa uang jika saya melakukan apa yang disuruh. Kemudian dia pergi begitu saja," ucap Joko
"Terimakasih atas pengakuannya pak Joko. Lalu dari mana Alice tahu jika Joy kabur dari rumah? Tentu saja dari pembantu Pak Samy. Saat itu Saya tidak sengaja mendengar dia sedang menerima telepon dari Alice, dia berkata 'Kabar Saya baik, aman dan terkendali ' kenapa dia harus menambah kata aman dan terkendali. Memangnya kenapa? Apakah dia sedang menjadi mata-mata Nona Alice?"
"Aku menelepon hanya menanyakan kabarnya Joy, kenapa kamu bersikap seolah-olah aku penjahat," ucap Alice
Samy lalu memanggil pembantunya, si pembantu pun datang dengan wajah pucat. Begitu sang pembantu sudah sampai di ruang tamu, Samy langsung bertanya
"Katakan apakah kamu bekerja pada Nona Alice untuk melaporkan kepadanya setiap gerak-gerik Joy?" sahut Samy
"Ah tidak Pak, Saya tidak melaporkan apapun,"
"Kemasi barangmu! Aku tidak suka bekerja pada orang pembohong," sahut Samy
"Jangan sentuh kaki ku, aku bukan Tuhan mu Aku yakin kamu tadi mendengar pembicaraan kami di belakang. Katakan apakah dugaan Detektif Wasabi itu benar?
"Hmm itu benar tuan. Tapi jujur saya hanya melaporkan saja, saya juga tidak tahu kalau ternyata Nona Joy diculik setelah itu,"
"Joy sudah kembali dari kemarin, lalu kenapa tadi kau masih bersikap baik pada Nona Alice? Jika tahu akan terjadi penculikan? Apakah ada rencana lain yang tidak kami ketahui?" Samy melirik tajam ke pembantu itu
"Saya tidak terpikir kalau penculikan itu direncanakan Nona Alice. Saya hanya berfikir untuk mendapatkan duit yang banyak hanya dengan memberikan informasi tentang Nona Joy kepada Nona Alice,"
"Pembantu ini sudah mengakui kalau dia yang melaporkan soal Joy yang kabur dari rumah. Anda masih mau mengelak Nona Alice?" ucap Wasabi
Alice terlihat panik dan kebingungan.
"Setelah menerima laporan itu, Alice lalu menyuruh Raisya untuk membuntutinya. Anda pasti tahu betul bahwa Joy pasti akan menyewa rumah atau hotel setelah kabur, tapi karena dia tidak memakai perhiasan, tidak membawa dompet apalagi ponsel jadi Anda berpikir bahwa Joy pasti akan menjual Mobilnya," ungkap Wasabi
"Sangat mudah bagi Alice menyuruh Vin untuk menculik Joy, karena itu keahlian dia. Menculik lalu menjual para manusia itu. Terlebih lagi yang sangat mengejutkan adalah Ayahnya sendiri lah Bos Mafia itu. Sungguh cerita yang menyedihkan saat Vin mengatakan, dia di buang oleh keluarganya sendiri. Lalu sejak kapan kalian menjadi akur bahkan menjadi satu komplotan," ungkap Wasabi
"Omong kosong apa ini. Kau mencemarkan nama baikku. Atas dasar bukti apa kau menuduhku?"
"Cicin keluarga Mafia. Setiap Mafia yang mempunyai jabatan khusus memakai cincin ini. Cincin Tuan Naw, Mr. Vin, dan Blue memiliki cincin yang sama," ucap Wasabi sambil melemparkan foto yang diambil salah satu fotografer saat kejadian.
Wasabi juga melemparkan foto-foto saat Naw membantu pelarian Blue.
"Ya benar itu adalah cincin miliknya. Dia memesannya khusus di toko perhiasan milikku. Ada empat yang di pesannya saat itu. Aku ingat betul desainnya,"
"Cukup! Kau tak usah ikut campur Samy.
"Saya juga mempunyai bukti bahwa Anda melakukan penyelundupan minyak tanah. Saya baru saja memotretnya. Tempo hari penyelundupan itu tertangkap oleh Inspektur Hendra, anehnya sesaat setelah penangkapan itu kantor polisi meledak," ungkap Wasabi
"Dan pagi ini Saya juga melihat Anda ke kantor polisi. Ada apa? Apa Anda akan menyuap Inspektur Hendra?" ucap Wasabi kemudian Naw menodongkan pistol ke arah Wasabi.
Wasabi dengan sigap menodongkan pula pistol ke arah Naw. Tapi Inspektur Hendra yang berdiri di belakang Wasabi langsung menodongkan juga di bagian belakang kepala Wasabi.
"Inspektur. Saya tidak percaya, kalau Anda bersekongkol dengannya juga.
"Haha dasar Detektif bodoh, tentu saja banyak polisi yang bergabung dengan ku. Ya Aku Bos Mafia itu. Aku lah Bos pasar gelap selama ini. Bisnis ku tidak akan gagal kalau kamu tidak mengacaukannya," ujar Naw
"Astaga Kamu seorang mafia! Kamu membantu anakmu untuk menculik Joy! Mau kau apakan anakku saat itu hah? Dan juga aku tak menyangka kalau kekayaanmu selama ini karena hasil memperdagangan anak-anak. Dan penyelundupan minyak tanah. Apalagi Naw!" ucap Samy
"Cukup Samy aku bilang, kau tak usah ikut campur. Kalian sudah cukup banyak tau tentangku. Kalian tahu apa yang harus dilakukan jika seseorang mengetahui banyak hal tentangku.... Dia harus dilenyapkan," Naw mengarahkan pistol ke arah pembantu Samy, kemudian menembaknya telat di dada.
Hingga darah pembantu itu terciprat di samping kiri Inspektur Hendra. Kemudian Inspektur Hendra segera memutarkan arah pistolnya dan menodongkannya ke Tuan Naw lalu menembakkan lengan tangannya. Pistolnya pun terjatuh karena dia merintih kesakitan. Tangannya memanas dan mengucur darah segar.
Alice dan semua orang yang ada disana menjadi ketakutan. Untung saja pistol mereka memakai peredam suara jika tidak, suaranya pasti sudah menggelegar hingga tetangga sekitar.
"Cukup Tuan Naw. Kesabaran Saya sudah hilang. Kini Saya mempunyai bukti untuk menangkap Anda. Dan asal Anda tahu, Saya bukanlah polisi yang bisa disuap," ucap Inspektur Hendra
^^^"Saya telah merekam kejadian hari ini lewat kamera mini yang di selipkan di kancing," ungkap Wasabi^^^
"Sialan kalian menjebak ku," sahut Naw
Tak berapa lama anak buah Inspektur Hendra datang menyergap Naw, Alice, Raisya dan Joko lalu membawanya ke kantor polisi. Di sisi lain Inspektur Hendra menelepon Ambulance untuk segera membawa pembantu Joy yang terluka beruntung dia masih bernafas.