Detective Wasabi

Detective Wasabi
Become Bodyguards



Hasanah menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Nyonya Mayang. Rumahnya tampak mewah dan besar, lebih tepat disebut sebuah Mansion.


Wasabi mencermati rumah Nyonya Mayang .


"Ini rumahnya," ucap Hasanah, "Aku gak ikut deh"


"Loh kenapa? Aku pikir kamu juga ikutan," ucap Wasabi


"Aku kan gak bisa bela diri," jawab Ana


"Yaudah, kamu tunggu sini ya," ucap Wisnu


Wasabi dan Wisnu masuk ke dalam rumah Nyonya Mayang. Halamannya dipenuhi dengan bunga Mawar merah. Mereka disambut oleh seorang wanita berpakaian seragam asisten rumah tangganya.


Ketika asisten itu bertanya maksud dan tujuannya datang kerumah itu, Ia langsung menyuruh Wasabi dan Wisnu untuk duduk di ruang kerja majikannya.


"Katanya kalian ingin menjadi bodyguard? Saya masih membuka lowongannya karena mereka yang datang semua belum lulus kualifikasi," ucap Nyonya Mayang sembari berjalan masuk ke dalam ruangannya


Wasabi dan Wisnu berdiri menghadap Nyonya Mayang. Kedua asisten prianya berada di belakang Wasabi dan Wisnu.


"Ya Nyonya, Saya ingin sekali menjadi bodyguard Nyonya," jawab Wisnu


Tiba-tiba Asisten rumah tangga nyonya Mayan melemparkan gelas ke arah Nyonya mayang.


Dengan sigap Wisnu yang berada segera mengambil gelas yang hendak mengenai Nyonya Mayang. Gelas berhasil diambil oleh Wisnu


Di sisi lain, secara bersamaan, asisten yang ke dua melemparkan pisau ke arah Nyonya Mayang. Belum sampai pisau itu mendekati nyonya Mayang. Wasabi berlari kecil lalu melompat dan mengambil Pisau tersebut dengan cepat lalu menyerang balik dan menancapkan pisau tersebut ke tubuh asistennya


Si asisten ketakutan, mematung tak berkutik. Untung ia di dorong oleh rekannya yang satu. Sehingga pisau tersebut tak jadi menancap ke dirinya


Plok Plok Plok


Nyonya Mayang bertepuk tangan seraya berkata, "Bravoo,"


Wasabi dan Wisnu saling bertatapan.


"Kalian lulus ujian pertama. Saya sangat terpukau melihat aksi kalian yang energik," puji Nyonya Mayang


"Ah terimakasih Nyonya Mayang," ucap Wisnu tersenyum, "Ada berapa ujian lagi nyonya? Saya siap diuji," timpalnya lagi


"Haha tidak sopan kamu ya. Saya tidak suka dengan orang yang banyak pertanyaan,"


"Maafkan atas ketidaksopanan saya,"


"Kalau begitu langsung saja ya, tidak usah saya uji lagi. Kita langsung bicarakan soal. Bayaran kalian hanya 2 juta satu bulan. Bagaimana?" tanya Nyonya Mayang


Dia kira nyawa kita seharga berapa, kecil sekali, batin Wisnu


"Maaf Nyonya, pekerjaan bodyguard ini mempunyai resiko yang sangat tinggi. Saya rasa, ada baiknya bayarannya lebih lagi nyonya," ucap Wisnu yang sedikit keberatan


"Haha kamu Ngotot sekali. Siapa namamu?" tanya Nyonya Mayang menunjuk Wasabi dengan dagunya


"Saya Lyn," jawab Wasabi menyamarkan namanya


"Lalu kamu?" Mata nyonya Mayang mengarah ke Wisnu


"Saya Bass," jawab Wisnu


Buset ikut-ikutan aja dia, batin Wasabi


Anak saya sudah 3 bulan ini diculik. Dan Akhir-akhir ini saya merasa di teror. Saya tidak percaya polisi. Apalagi Detective. Jadi saya ingin kalian melindungi saya.


"What!! Apa-apaan ini, Dia telah mempercayakan kasus putrinya kepada detektif. Kenapa sekarang berkata dia tidak percaya? Benar-benar janggal," Pikir Wasabi dalam hatinya, ia sedikit dengan geramnya.


"Kalian dapat bekerja mulai besok. Seminggu kemudian ada pembagian hak waris. Tugas kalian mengawal saya dirumah ataupun luar rumah selama 24 jam. Tidur hanya 4 jam sehari dan itu bergantian. Dan ingat! Pastikan lingkungan saya ini aman," jelas Nyonya Mayang


Wisnu tidak berani berkata lagi karena Nyonya Mayang tatapannya lembut namun mengerikan. Bagaikan air tenang yang menghanyutkan


"Bayaran kalian akan disesuaikan dengan kemampuan kalian. Sekarang kalian boleh pergi," Nyonya Mayang melambaikan tangannya menyuruh mereka berdua keluar dari ruangan


Wasabi dan Wisnu pergi meninggalkan ruang kerja Nyonya Mayang. Wasabi hampir lupa tentang kamera mini itu. Dia


lalu berbalik ke belakang dan meminta ijin ke Toilet.


"Maaf Nyonya. Apakah saya bisa menggunakan toilet anda?" tanya Wasabi


"Oh silahkan," ucap Nyonya Mayang lalu memberi isyarat kepada asistennya untuk mengantarnya.


Wasabi ke toilet. Dia langsung melancarkan aksinya. Sedangkan Wisnu pergi keluar dan menunggunya di dalam mobil.


Wasabi menggunakan kekuatan tak terlihatnya. Di tempelnya kamera mini di setiap sudut rumah, di dalam vas bunga, di lukisan, dapur, kamar tidur dan gudang. Dia harus bergerak cepat. Lima menit kemudian Wasabi kembali ke toilet lagi. Namun, saat dirinya keluar betapa terkejutnya dia, Nyonya Mayang berada di depannya


"Ini ambillah pistol ini. Ada peredam suaranya. Dan hati-hati, karena pistol ini sangat berbahaya," ucap Nyonya Mayang


Wasabi sebenarnya bingung kenapa Nyonya Mayang memberikannya pistol?


"Terimakasih nyonya," ucap Wasabi


"Saya yang harusnya berterimakasih Wasabi," ucap Nyonya Mayang


"Hah?" Wasabi terkejut bagaimana nyonya Mayang tahu jika dia adalah Wasabi


Setelah Nyonya Mayang memberikan pistolnya diapun pergi. Wasabi diliput berbagai pertanyaan.


Begitu pula dengan reader yang membaca, pasti bingung✌️😂