Detective Wasabi

Detective Wasabi
Bukti Baru



Saat menatap bintang, Wasabi terbayang dirinya, Mama dan Papa tirinya sedang berlari-larian di pantai. Kemudian mereka membuat istana dan menggambar sebuah rumah.


"Astaga Kenapa aku melupakan hal itu, itu sebuah pesan. Pesan yang mama berikan padaku,"


Wasabi lalu mengeluarkan kertas yang ditulis Almarhumah Mamanya.




"Tak salah lagi. Warna merah ini adalah darah yang sengaja di buat. Lukisan itu berbentuk bulat bukan? Aku harus cepat membongkarnya sebelum Martis datang,"


Whuuss


Wasabi masuk kedalam kantor tanpa melewati pintu. Bukan sulap bukan sihir, akibat perkembangan jaman, manusia menjadi pintar menciptakan hal-hal yang fantastis


"Untunglah Aku terlahir, baik jika tidak. Aku mungkin sudah membobol brangkas bank haha," Wasabi terkekeh sendiri


Ia menyentuh lukisan itu seraya memeriksa jika ada tombol yang bisa ditekan. Tapi rupanya itu hanya lukisan biasa


Wasabi mengambil peralatan pertukangan. Ia mencoba mencongkel. Tapi Lukisan itu tetap tak mau lekang. Wasabi pun tak ingin merusak lukisan indah itu.


Dia lalu memeriksa sekitar dinding di dekat area itu.


"Apa ini? Apakah ini sensor, berbentuk bulat seperti," pikir Wasabi langsung mengeluarkan cincin milik Mamanya


"Cincin Mama. Ah untung aku membawanya," Wasabi lalu menempelkan cincin pada sensor dekat lukisan itu. Ukuran lingkarnya pun pas.


"Hah menyala," Wasabi tertegun





"Amazing, kantor yang di bikin seperti rumah biasa bisa memiliki tempat penyimpanan secanggih ini," gumam Wasabi


Wasabi lalu memutar kode sesuai yang ditulis di kertas itu. Tetapi pintu tidak terbuka.


"Apakah ini kode palsu?" pikir Wasabi lalu berpikir ulang


"Not call police. Mungkin saja maksudnya adalah sebaliknya. Jika tertulis dalam bahasa Inggris berarti tidak mungkin nomer polisi di Indonesia. Itu berarti nomer polisi Amerika. Ada dua kemungkinan nomer yang tertera disini lalu digabung dengan nomer polisi ataukah nomer polisi saja," Wasabi berpikir lagi dan mencoba merangkai teka-teki


"Biasanya brangkas berisi 3 atau 4 digit, tidak mungkin jika digabung. Juga nomer 290389 ini dimaksudkan untuk mengalihkan, tak salah kalau kodenya adalah 911,"


Wasabi lalu memutar-mutar brangkas sesuai dengan nomer yang dia tebak.


Tak berapa lama bunyi pintu brangkas terbuka


"Hah Amazing," pekiknya


Wasabi tercengang saat brangkas tersebut terbuka. Ia pun masuk ke dalamnya dan mendapati banyak sekali bukti-bukti laporan dari hasil penelitian. Semua informasi para pekerjanya dan juga target orang-orang yang menjadi bahan penelitian mereka.


"Jadi dia sumber penyakitnya," ucap Wasabi seraya membaca satu persatu bukti yang baru saja ia temukan


"Lalu, apakah yang meneror keluargaku selama ini dan orang yang membunuh orangtuaku juga dia? Ataukah orang yang berbeda?" pikir Wasabi


"Aku harus mengambil bukti-bukti ini walaupun bukti-bukti ini tidak dapat mengungkapkan siapa pembunuh orang tuaku. Setidaknya aku tahu bos dari penelitian ilegal itu," gumam Wasabi


Wasabi menutup kembali lukisan itu, sebelum Martis datang. Memasukkan berkas-berkas tersebut kedalam ranselnya. Juga mengembalikan kembali peralatan pertukangan yang tidak jadi dipakai, setelah semuanya kembali bersih Wasabi pun pergi ke rumahnya.


Wasabi kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki karena sedari tadi ia menghabiskan energinya. Pria itu takut jika kekuatannya menghilang lagi. Walau keadaan rumahnya tidak begitu aman, namun dimana lagi dia akan tinggal. Atap rumahnya sendiri, begitu pikirnya.