
Wasabi kembali masuk ke kelas untuk meminta ijin keluar pada dosennya dengan alasan urusan keluarga. Alasan klasik padahal malas menjelaskan alasan lainnya.
Tak berapa lama Emi datang. Dia mengeluh dengan Andi karena pria itu tidak mengangkat telepon ataupun membalas pesannya.
"Andi, Aku mencarimu di kelas ternyata kamu disini," seru Emi
"Maaf sayang, ada informasi yang ingin langsung ku beritahu pada Wasabi," jawab Andi
Andi pun menunjukan rekaman video yang baru dia retas.
"Kamera ini sangat jelek kualitasnya. Jika diperbesar dia akan membentuk pikxel yang tidak jelas. Kalau dari tinggi, jika dilihat dari pintu, orang yang membawa kucing ini tingginya sekitar 185 cm dan orang yang ada di sampingnya setinggi 180cm," gumam Emi
"Apa yang ku lewatkan? Sebaiknya Kita membahasnya ditempat lain saja yang lebih tertutup," sahut Wasabi yang sudah datang kembali dengan tas ranselnya.
"Hmm ok, kita bahas di dalam mobilku saja," ucap Emi. Mobil yang ia dapatkan hadiah dari tuan konglomerat, Paldo.
"Oke, kalian tidak ada kelas?" ucap Wasabi
"Misi ini lebih penting dari kelas," sahut Andi
"Haha... dasar Andi.... tidak Wasabi, dosen kami tidak masuk dan tidak ada pengajar yang menggantikannya. Kami hanya diberi informasi tugas kelompok, lalu pulang," jelas Emi
Mereka bergegas menuju parkiran mobil lalu mereka bertiga masuk ke dalam mobil Emi.
"Emi...Kamu tidak memakai kamera cctv didalam mobil? Aku takut jika ada orang yang sepintar Andi, lalu meretas apapun didalam mobil. Aku hanya ingin memastikan disini aman," tanya Wasabi
"Tenang saja, disini aman," ucap Emi
Andi menyalakan mesin mobilnya dia mengambil alih dengan duduk di kursi kemudi sedangkan Emi duduk
disampingnya dan fokus dengan rekaman kamera.
Andi tidak membawa kendaraan karena mobilnya sedang di pinjam. Sementara Wasabi menitipkan motornya di parkiran kampus.
"Jadi menurutmu. Orang yang membawa kucing itu lebih tinggi?" tanya Wasabi
"Ya.. Lihat posisi nya. Si pemegang kucing memang berdiri sejajar dengan sampingnya, tetapi jika dari tangkapan kamera ini. Orang yang membawa kucing ini lebih dekat dari kamera. Jika bingung lihat saja bayangannya,"
"Emi kamu sangat jeli,"
"Oh ya Andi, bisakah kamu meretas rekaman CCTV dari kamera lalu lintas? Kemarin malam dekat dengan kantor polisi, beberapa meter dari sana ada kecelakaan mobil polisi yang menabrak tiang listrik," jelas Wasabi
"Aku akan mengeceknya," ucap Andi berjalan perlahan kemudian mengambil iPadnya dari tangan Emi.
"Menepilah, jangan sambil pegang iPad," protes Emi
"Sebentar sayang," Andi keras kepala dia tetap menjalankan mobil dengan pelan sambil memeriksa.
Beberapa saat mengecek ternyata tidak ada kamera di rambu lalu lintas itu. Ia pun akan mencoba mengecek kamera CCTV dari toko atau rumah yang terdekat dengan lokasi.
"Ketemu, nah ini. Selanjutnya Emi saja yang melanjutkan," sahut Andi
Ada rekaman kecelakaan saat itu, Andi mendapatkannya dari toko pakaian di seberangnya. Tetapi ada sedikit kejanggalan.
"Ada kejanggalan. Ada yang menghapus rekaman itu. Lihat ini tidak ada mobil yang melintas di detik ini. Lalu beberapa detik terlihat sisi belakang mobil. Lihat bayangan lampu yang berwarna merah ini. Ini lampu mobil ketika mobil akan berhenti atau sedang menginjak rem bukan?" ucap Emi
"Iya kamu benar Emi," ucap Wasabi
"Aku akan mengembalikan rekaman yang terhapus itu, tetapi aku hanya bisa memakai komputer ku dirumah. Program di Ipad ini tidak lengkap," ujar Andi
"Ok, aku butuh bantuanmu untuk itu. Lihat juga jika disana ada seorang photographer saat kejadian itu, lacak siapa dia. Sementara itu aku akan menghampiri rumah seseorang," ucap Wasabi
"Oh ya Wasabi, bawa serta alat ini. Aku menciptakan alat sensor sidik jari, cukup letakkan jarinya disini. Maka kamu akan mendapatkan datanya lengkap. Tak perlu mengeceknya lewat lab," sahut Andi
"Wow. Amazing. Ku akui kecerdasan mu luar biasa Andi,"
"Tentu, jangan lupa membayarnya. Itu tidak gratis, harganya 1 milyar rupiah," sahut Andi
"Hemm jual saja dengan pemerintah. Aku tidak akan memakainya," ucap Wasabi
"Hishh kamu pake buat uji coba kalau alat ini bekerja dengan baik," sahut Andi
Wasabi ke rumah Kevin. Kevin adalah identitas dari orang yang diambil sampel sidik jarinya saat transaksi penjualan gadis-gadis itu dilakukan. Tetapi kabar buruk terjadi. Kevin meninggal.
"Dia kecelakaan kemarin malam, dan sore ini dia akan dikuburkan," ucap Merry, tantenya Kevin
"Saya turut berdukacita. Bolehkah Saya melihat jasadnya?" pinta Wasabi pada Merry
"Silahkan,"
Wasabi melihat jasad Kevin yang sudah berada di peti mati.
"Bukankah itu polisi kemarin? Polisi yang memegang setir?" gumam Wasabi tetapi gumamannya terdengar oleh Merry
"Apa maksudmu? Kevin bukanlah polisi. Dia hanya mahasiswa semester akhir, tetapi akhir-akhir ini dia bekerja paruh waktu. Katanya sebagai sopir," ucap Merry
"Sopir?" Wasabi semakin di permainkan
"Kalau boleh tahu dia sopir apa?" tanyanya lagi
"Saya tidak tahu, tetapi Bosnya kemari memberikan kami tunjangan yang besar. Saya pun lupa menanyakan dia bekerja dimana karena saya sedang bersedih jadi tidak teringat. Kevin tinggal dengan saya. Orang tuanya sudah meninggal,"
"Maaf sebelumnya, apakah Kevin meninggal ditempat saat terjadinya kecelakaan? Oh ya dan seperti apa ciri-ciri bosnya itu?"
"Tidak, dia pingsan dan sempat dirawat dirumah sakit. Tak berapa lama Kevin dikabarkan meninggal oleh pihak rumah sakit. Setelah diperiksa ternyata ada kerusakan jaringan dan tulang di sekitar paru sehingga menyebabkan gagal pernapasan. Bosnya baik dia ramah, dia berbahasa inggris. Kevin juga fasih berbahasa Inggris dia juga mempunyai pekerjaan sampingan sebagai guru les bahasa Inggris,"ucap Merry
"Maaf Saya harus menemui keluarga yang lain," ucap Merry
"Silahkan,"
Wasabi lalu mengambil kesempatan, dia berpura-pura memegang tangan kevin lalu mengambil sidik jari Kevin dengan alat yang diberikan Andi. Suatu kebetulan, atau memang keberuntungan sedang berpihak kepadanya. Kemudian Wasabi cepat-cepat pergi dari rumah itu tanpa berpamitan.
Wasabi melihat data yang keluar setelah sidik jari ditempel.
"Benar dia Kevin. Lalu DNA itu pasti milik seseorang. Aku mencurigai Qisty. Aku yakin dia tidak dapat bertindak semalam setelah aku mengatakan ada CCTV dikamar. Ray, aku akan menemuinya setelah ini. Apakah benar dia terlibat," pikir Wasabi
Wasabi ke salon milik Ray yang dikatakan Adel dan Qisty. Saat ditemui, Ray sedang tidak ada ditempat.
Sebelum meninggalkan salon itu Wasabi memperhatikan foto-foto yang terpajang di salon. Ada foto seorang laki-laki yang membawa piala dengan beberapa model disamping kanan kirinya
"Apakah lelaki di foto itu adalah pemilik salon ini, Ray? yang sedang membawa piala?" tanya Wasabi pada salah satu kapster
"Oh ya benar. Itu Mas Ray, pemilik salon ini," ucap salah satu kapster
"Apakah saya boleh mengambil potretnya?"
"Maaf untuk apa ya," ucap si Kapster
"Begini, sebenarnya saya kemari karena disuruh teman saya, dia akan bertunangan dan ingin memakai jasa Ray, tapi saya bingung apakah salon ini miliknya atau bukan. Hanya untuk memastikan saja," ucap Wasabi dengan berbohong
"Oh begitu, silahkan. Mas Ray juga akan bertunangan malam ini. Makannya dia sibuk dan tidak kemari sedari pagi," jelas Kapster
"Oh ya, dengan siapa dia bertunangan?"
"Sebentar saya lupa, karena saya tidak pernah bertemu dengannya. Mengenalnya saja tidak," ucap si Kapster sambil membuka kartu undangan
Kartu undangan yang sama dengan Joy. batin Wasabi
"Nama tunangannya Joy," sahut si Kapster
Jantung Wasabi berdetak hebat ketika nama Joy disebut.
Sialan, kenapa jantungku berdebar mendengar nama Joy. batin Wasabi
"Baiklah besok saya akan kemari lagi, terimakasih," Wasabi pun pamit
Wasabi masih belum bisa menarik benang merah. Dari informasi yang ia miliki, Ray adalah orang yang sama yang mengenal Qisty, namun Qisty tidak menyukainya. Dan Ray sebentar lagi akan bertunangan dengan Joy. Apakah Ray, ada kaitannya dengan penculikan.
Diketahui orang yang membawa kucing itu bertubuh tinggi, dan sidik jari juga DNA itu milik Kevin yang ternyata menyamar sebagai polisi. Apa hubungannya apakah identitas Kevin hanya sebagai kambing hitam saja agar Wasabi terkecoh.
Jangan bingung dulu ya. Baca terus chapter selanjutnya, namanya juga cerita detective. Banyak yang harus diselidiki, dipantau, dicari informasinya. Kumpulkan puzzelnyaš¤