
Faded Strength (Kekuatan Memudar)
Tuan Paldo geram dan meninju dinding bertembok beton.
Duugh
"Tenang Tuan Paldo," ucap Wasabi
"Bagaimana bisa tenang. Kita sudah terkurung disini," sanggah Chaky
"Kalian pegang tanganku yang erat. Kita pergi dari sini dengan teleportasi," ucap Wasabi
"Hah?!" pekik Tuan Paldo yang menurutnya aneh
"Yang benar aja," ucap Chaky
Mereka berdua bingung. Kemudian Wasabi menggandeng tangan mereka dan Whuuuusss.
Dalam sekejap Wasabi, Tuan Paldo dan Chaky telah berada di rumah sewaan milik Lyn
"Andi....Emi," teriak Wasabi sembari berjalan mencari keberadaan temannya.
"Hah kita dimana?" tanya Tuan Paldo kebingungan
"Kita beneran berteleportasi?" Chaky hampir tak percaya. Tetapi itu nyata. Dia masih merasakan pusing dan terlalu banyak guncangan
"Kita berada di seberang rumah Anda. Lebih tepatnya bagian belakang rumah Anda," jelas Wasabi
"Rumah yang disewakan itu?" tanya Tuan Paldo sambil mengintip rumahnya sendiri
"Kemana semua orang?" Wasabi tak menjawab pertanyaan Tuan Paldo. Dia malah sibuk mencari Andi dan Emi
"Kamu mencari siapa?" tanya Tuan Paldo
"Dua rekanku, Andi dan Emi," jawab Wasabi kemudian dia berjalan ke ruang tengah untuk mencari tau dengan melihat rekaman cctv sebelumnya. Paldo dan Chaky mengikuti Wasabi
Wasabi memutar rekaman sebelumnya yang tertangkap di layar monitor mereka.
"Lihat Tuan Paldo! Bukankah ini Desi?" ucap Wasabi
"Ahh iya betul! Mereka membawa Desi kemana lagi? Astaga anakku. Dia terlihat lemah," sahut Paldo
"Dua orang ini rekanku, mereka berusaha mengejar orang yang membawa Desi. Tapi rupanya orang itu bersenjata. Andi dan Emi mengikuti mereka," ucap Wasabi
Mobil siapa ini.... Ana! Tapi kenapa mereka belum mengabariku, batin Wasabi yang masih melihat rekaman tersebut. Setelah itu Mobil melesat pergi
Wasabi lalu mengecek handphonenya yang sempat di matikan karena takut mengganggu dirinya di tengah penyelidikannya.
"20 kali panggilan tak terjawab dari Emi. Astaga..." gumam Wasabi
"Kenapa Wasabi? Ada masalah? Aku bisa mengerahkan anak buahku,"
"Kita kehilangan jejak. Saya tidak bisa mengoperasikan kamera cctv atau alat-alat pengintai ini," ucap Wasabi
"Tuan Paldo, Anda harus segera menghubungi pengacara Anda sekarang karena sidik jari Anda sudah pakai Nyonya Mayang," ucap Wasabi mengingatkan sementara dia mencari jalan mencari kawannya
"Oh, Kamu benar. Saya harus melindungi perusahaan dan aset-aset milik saya. Chaky hubungi Aprilya untuk menutup segala akses atas nama Mayang Sari," perintah Paldo
"Laksanakan Tuan Paldo," jawab Chaky
Kemudian Tuan Paldo segera menghubungi pengacaranya.
Sementara itu Wasabi masih berada di layar monitor CCTV. Ia mengutak-atik alat tersebut meskipun tidak tahu caranya.
"Ini aneh, kenapa Ana tiba-tiba datang, atau dia masih bekerja sama dengan Ratu Mafia itu? Mungkinkah Andi dan Emi dibawa ke basecamp mafia itu? Atau ke laboratorium Ahh Aku harus memastikannya kesana," pikir Wasabi
"Tuan Paldo. Saya harus menyelamatkan Desi dan rekan saya. Apakah Anda ingin saya antar ke kantor atau ke rumah pengacara Anda? Karena akan lebih aman jika lewat teleportasi," ujar Wasabi
(Aku juga mau dong biar ga kena macet 😪 kalo mudik) Author menyela
"Apakah kamu bisa mengantar saya ke rumah pengacara saya yang bernama Rianti?"
"Maaf Tuan Paldo, Saya harus tahu dimana letaknya atau mungkin Anda punya fotonya saat dirumahnya?" jawab Wasabi
"Oh sepertinya kami pernah berfoto saat makan malam. Sebentar saya cari," ucap Tuan Paldo kemudian ia menyodorkan foto yang berada di handphone.
Setelah itu Wasabi mengantar keduanya ke rumah pengacara Rianti. Untuk kesekian kalinya mereka berteleportasi. Wasabi merasa kelelahan. Nafasnya tersengal-sengal. Energinya sedikit habis.
"Sebaiknya kamu makan dan minum dahulu agar kekuatanmu stabil. Jangan sampai kamu kelelahan saat berteleportasi dan terdampar di kota antah berantah haha," canda Chaky dengan tawanya yang garing
"Chaky ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda," Chaky pun kena marah Bosnya
"Tapi ucapan Chaky ada benarnya kamu harus makan. Kamu makanlah dahulu Wasabi," ucap Paldo sambil memberikan uang cash kepada Chaky
"Chaky temani dia makan. Saya sudah ditunggu pengacara Rianti. Kembalilah jika sudah selesai. Ok," Tuan Paldo pun mulai mengetik pintu rumah pengacaranya
Wasabi dan Chaky kemudian mencari makan. Mereka pergi ke salah satu restoran cepat saji dengan menggunakan taksi. Tetapi hal yang tidak disangka terjadi.
Wasabi bertemu dengan salah satu anak buah Ratu Mafia.
"Gawat itu orang yang menembakku kemarin," Wasabi berbisik kepada Chaky dan menutupi wajahnya dengan brosur saat di meja makan
"Oh itu Ranti. Dia sering kerumah menemui Nyonya Mayang," jawab Chaky yang mengenal wanita itu
"Ranti? Bukannya pengacara Tuan Paldo?"
"Kalau pengacaranya namanya Rianti,"
Nama yang hampir sama, sedikit membuat Wasabi kebingungan. Setelah Ranti menerima pesanannya, dia lalu pergi. Wasabi harus mengikutinya.
Dengan cepat dia melahap habis makanannya kemudian meneguk minumannya dalam satu tegukan besar
"Aku sudah selesai. Kamu kembalilah ke Tuan Paldo," ucap Wasabi
Wasabi ingin berteleportasi tapi tidak mungkin ditempat keramaian. Dia pun segera ke toilet dan mengeluarkan jurus teleportasi.
Whusss
Wasabi kini telah berada di mobil yang di kendarai Ranti. Hanya dia seorang diri. Ini kali ke limanya Wasabi menggunakan kekuatan teleportasinya dalam sehari
"Hah gempa," gumam Ranti karena mobilnya berguncang saat Wasabi masuk di dalam mobilnya
"Parfum ini, sepertinya aku mengenalnya," imbuhnya
Brrt Brrrrztt
Suara getar handphone Ranti. Dia membuka handphone dan menyalakan headset yang sedari tadi dipasang di telinganya.
"Aku sudah memesan 5. Tak ada penambahan lagi. Aku sudah jauh," ucap Ranti dengan ketus
"Ok baiklah," jawabnya dengan nada malas sambil mengunyah permen karetnya.
"Enak saja menyuruhku membeli lagi. Kalau bukan Ratu, aku tak akan Sudi. Cih..." ucap Ranti kemudian menaruh permen karetnya di dashboard mobil sebelum pergi kembali ke restoran tadi.
Wasabi masih merasakan lapar. Dia lalu melahap makanan yang ada di depannya. Makanan yang terbungkus dengan rapinya. Dia memakan burger serta kentang goreng secara gratis. Belum sempat habis. Terlihat dari spion Ranti kembali. Wasabi segera menaruh burger yang belum sempat habis ke bungkusnya lagi.
Ranti masuk kedalam dan melanjutkan perjalanannya kembali.
Ini bukan arah gedung yang terbakar, batin Wasabi
Perjalanannya sedikit lama. Beberapa menit kemudian mereka sampai. Terlihat bangunan tinggi bertingkat dan bangunan yang belum selesai jadi. Sepertinya proyek lama yang gagal bangun dan sudah lama tak terjamah
Wasabi masih menggunakan kekuatan penghilang wujud. Meskipun begitu dia harus berhati-hati
Ranti berjalan ke ruangan yang terkunci dan memberikan sebungkus makanan pada orang yang ada didalamnya.
Wasabi mengikutinya dibelakang
"Hey, putri tidur... Bangun! Makanlah makananmu," ucap Ranti
"Ahh Aku sangat pusing," ucap seorang gadis yang tak lain adalah Desiani
"Astaga, itu benar Desi. Kasihan dia," gumam Wasabi pelan sambil bersembunyi di balik tong.
"Penyusup! Jangan bergerak atau ku tembak mati!"
"Hah.. Dia bisa melihatku..!" pikir Wasabi
Kekuatanku... Memudar...batin Wasabi