Detective Wasabi

Detective Wasabi
Experiment



Wasabi tersadar dari pingsannya, namun pria itu berada di dalam suatu tabung kapsul yang berisi air. Tentu saja itu bukan sembarang air, ada zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya.


Wasabi mulai membuka matanya, matanya terbelalak ketika tahun jika dirinya berada di dalam aquarium yang besar dengan berbagai macam alat yang menempel pada tubuhnya. Sepertinya alat itu untuk mendeteksi sesuatu. Wasabi sendiri tidak tahu.


Kedua tangan serta kakinya di ikat dan juga terpasang oksigen di hidungnya. Jika saja tangannya tidak terikat rantai, mungkin saat itu juga Wasabi sudah pergi dengan kekuatannya.



Sial Aku dimana? Mau di apakan aku. Apakah aku mau dijadikan eksperimen. Apakah ini menyangkut kekuatan ku? Ah seharusnya aku tidak menunjukkan kekuatan ku didepan umum.... Andi ku harap kamu cepat datang kemari, batin Wasabi seraya meronta


Kemudian datang seorang laki-laki, berpawakan gagah dan rapi.



"Bagaimana keadaannya apakah sudah stabil?" tanya Pria berjas itu, ia menghampiri seseorang yang duduk agak jauh dari tempat Wasabi.


"Belum. Persentasenya masih belum stabil," ucap pria yang duduk sembari mengamati layar monitor didepannya


Pria yang duduk itu mengenakan jas laboratorium berwarna putih. Tertera nama Dr. Frost dari label di seragamnya


"Luka nya masih belum tertutup. Untunglah peluru itu mengenai kalung yang dia pakai. Walaupun sempat tertembus tapi peluru itu tidak sampai masuk ke dalam organ tubuhnya," jelas Dr Frost


"Ya, untung saja kalungnya menyelamatkan dirinya. Kalau tidak tubuhnya bisa hancur. Ada satu senjata mematikan yang dipegang oleh salah satu snipernya. Tidak hanya melukai tapi juga bisa menghancurkan," jelas pria berjas tersebut. Masih misterius siapa pria itu.


Wasabi bisa melihat dari posisinya, namun tidak jelas.


"Dokter Lee lihatlah. Wasabi telah sadar," tunjuk Dr Frost memanggil Dr. Lee seniornya.


"Sudah ku bilang, dia itu berbeda, Kamu saja yang tidak percaya. Ini pekerjaanmu dan kesempatanmu!" ucap pria berjas coklat tua


"Aku ingin mendapatkan hasilnya segera," timpal pria itu lagi


"Haha aku semakin penasaran, dengan kekuatan yang dia miliki," ucap Dr Lee


"Apa yang mereka bicarakan? Kenapa tubuhku sangat lemah. Aku bahkan tak dapat berteleportasi sekarang. Apakah kekuatanku ini akan hilang," pikir Wasabi


"Aku telah lama mencarinya," Pria berjas coklat tua tersebut menatap nanar ke arah Wasabi yang juga menatapnya.


Ada kesedihan yang terlihat dimatanya namun dia langsung mengerjabkan matanya untuk menetralkan penglihatannya yang saat itu mulai berkaca-kaca.


"Aku bahkan bersekongkol oleh Ratu Mafia. Demi cecunguk satu ini. Kalau bukan karena kekuatannya aku tak mungkin mengejarnya hingga ke ubun-ubun ku," ucap pria itu lagi


"Haha Wow menakjubkan lalu dari mana kamu tahu tentang dia?" tanya Dr. Lee


"Aku sedang tak ingin bercerita. Intinya dia adalah anak dari seniorku," jawab pria itu


"Baiklah, Aku akan berusaha dengan seluruh tenagaku untuk mencari tahu kekuatan apa dan sejauh mana persentase kemampuannya. Tapi setelah kondisi tubuhnya membaik. Aku sudah mengeluarkan racun yang sedikit terpapar di tubuhnya," ucap Dr Lee


"Good, terimakasih Dokter Lee,"


"Sama-sama Setya," jawab Dr Lee