
Tak berapa lama kemudian, ada seseorang yang datang ke mansion milik Lyn, padahal Emi dan Andi tidak bercerita ke siapapun soal tempat tinggalnya sekarang.
Ting Tong
Bel pintu berbunyi nyaring terdengar bergema karena tempatnya yang sangat luas dan minim perabotan. Emi pergi menuju ruang tamu dan bergegas membuka pintu.
"Astaga tampan sekali," pikir Emi dalam hati ketika membuka pintu.
"Maaf mau mencari siapa?" tanya Emi
"Oh, kamu teman Wasabi ya?" tanya Lyn yang langsung menerka
Tahu darimana dia?, batin Emi sambil mengernyitkan dahi
"Siapa Mi?" tanya Andi dari kejauhan sambil berjalan ke depan.
"Ahaha pasti kamu bingung kan, kenapa saya bisa tahu? Saya Lyn teman Wasabi dan juga pemilik Mansion ini," ucap Lyn memperkenalkan diri
"Oh Maaf, Ya benar. Kami temannya Wasabi, Saya Emi dan dia Andi," ucap Emi memperkenalkan diri saat Andi sudah berada di sampingnya
"Oh kalau ada keperluan mungkin kita bisa bicarakan di dalam. Ayo, silahkan masuk," sahut Andi
"Tidak, saya hanya mengantarkan beberapa bahan makanan dan juga ada kopi, teh dan gula. Pasti orang yang baru pindahan membutuhkan ini kan?" tanya Lyn
"Astaga kenapa repot-repot begini," ucap Emi sedikit sungkan
"Tidak apa. Wasabi pernah menolongku. Ini belum seberapa. Kalau begitu saya langsung saja pamit ya," Lyn pun pergi setelah berpamitan, Emi dan Andi membalasnya dengan mengucapkan terimakasih sebelum ia pergi.
Lyn pergi dengan motor sport miliknya.
"Wah kebetulan nih. Say, aku lapar. Bikinin sarapan dong?" ucap Andi
"Haha... Bikin sendiri ah..."
"Masak masak sendiri....Makan-makan sendiri....Cuci baju sendiri...tidurpun sendiri," sahut Andi dengan melantunkan lagu dangdut favoritnya.
"Ya iyalah sendiri, status kita kan baru pacar," ucap Emi bercanda
Andi pun cemberut, tetapi Emi langsung tertawa karena melihat mimik muka yang lucu. Setelah itu Emi langsung membuatkan sarapan.
Di rumah itu sudah komplit perabotan masak, rice cooker dan lain sebagainya. Beruntungnya juga Wasabi memiliki teman yang pengertian seperti Lyn. Jarang-jarang sahabat seperti itu. Yang ada mereka datang kalau ada maunya.
Door
Terdengar suara tembakan dari rumah Tuan Paldo
"Apa itu! Sepertinya dari rumah Nyonya Mayang," sahut Andi yang terkejut dan langsung menengok dari jendela mansion
"Ya, Aku juga mendengarnya seperti suara tembakan tapi samar," desis Emi
"Kamera mini," imbuhnya yang langsung bergegas pergi ke ruang tengah untuk melihat layar monitor dari kamera yang terpasang disana. Disusul Andi kemudian.
Emi tidak melihat apapun. Di sisi lain. Di rumah Tuan Paldo.
Wasabi berlari ke tempat asal suara tembakan. Arahnya dari halaman luar. Tepatnya rumah kaca milik Nyonya Mayang.
"Nyonya, Anda tidak apa? Maaf saya baru datang," ucap Wasabi
"Nyonya Mayang melihat jam tangannya. Kamu belum terlambat. Mana Bass?" tanya Nyonya Mayang
Wasabi tidak langsung menjawabnya, matanya tertuju dengan pistol yang ada ditangan Nyonya Mayang.
"Maaf saya tak sengaja menarik pelatuknya. Saya pun terkejut dibuatnya," jelas Nyonya Mayang yang sudah membuat keributan
Wasabi mengernyitkan dahi. Di lihatnya juga baju Nyonya Mayang sedikit kotor. Ada bunga Edelweis yang lengket di bajunya
"Oh, maaf Saya langsung kemari begitu mendengar suara tembakan, jadi Saya tidak tahu dimana Bass. Mungkin sebentar lagi dia datang," jawab Wasabi
Tubuh Nyonya Mayang terlihat gemetar. Kemudian dia pergi keluar meninggalkan Rumah Kaca tersebut. Wasabi melihat ke sekelilingnya sebelum benar-benar pergi menyusul Nyonya Mayang.
Tidak ada tanaman Edelweis disini. Kenapa di bajunya ada, batin Wasabi.
Setelah itu ia mengikuti Nyonya Mayang di belakangnya. Tak lama datanglah Wisnu. Dia berjalan sedikit pincang dan membungkuk di hadapan Nyonya Mayang.
Nyonya Mayang tidak menegurnya atau menyapanya. Wisnu pun bingung apa yang harus ia lakukan. Akhirnya ia langsung mengikuti Nyonya Mayang di belakangnya
"Ada yang mau saya kerjakan di ruang kerja. Kalian tunggulah di depan," ucap Nyonya Mayang
Wisnu dan Wasabi menunggunya di depan pintu
Dari kejauhan nampak Tn. Paldo berjalan ke ruang kerja Nyonya Mayang.
"Oh jadi kalian bodyguard nya?" tanya Tuan Paldo yang langsung dijawab oleh Wasabi dan Wisnu sambil sedikit membungkukkan badan
"Saya ingin bertemu Istri Saya. Dan juga kamu Wasabi, kita harus bicara didalam," ucap Tuan Paldo yang semakin membuat Wasabi bingung
Jadi ini Tn. Paldo yang terkenal ambisius, arogan dan pelit. Tapi dari mana Tuan Paldo tahu namaku? Apakah dari Nyonya Mayang? Dan dari mana Nyonya Mayang tahu tentang ku? batin Wasabi
"Baik Tuan Paldo," jawab Wasabi
Mereka berdua masuk. Terlihat Nyonya Mayang menyeka air mata di pipinya. Sepertinya dia sedang menangis. Tuan Paldo menyuruh Nyonya Mayang untuk duduk bergabung bersama mereka di sofa yang ada di ruang kerja.
"Langsung saja Wasabi. Saya yang mengirimmu Email, bukan Mayang. Saya sengaja memberimu sebuah misi mencari anak kandung saya Desiani. Saya telepon pun tidak benar-benar memakai suara asli, saya mengubah bentuk suara saya menjadi mode wanita. Saya ingin pencarian ini menjadi sebuah rahasia. Saya tahu tentangmu dari berita online yang mengatakan ada Detective Muda yang mengungkap dua kasus yang sulit dipecahkan. Intinya saya mendapatkan informasi tentang kamu sedikit susah," ungkap Tuan Paldo dan wajahnya masih terlihat kesal.
"Tetapi Mayang malah menjadikanmu bodyguard. Entah bagaimana caranya dia memancing mu kemari. Yang Saya inginkan. Kamu fokus terhadap pencarian, bukan bodyguard. Ingat saya hanya memberimu waktu seminggu," ucap Tuan Paldo
Tuan Paldo terlihat marah Wasabi diam,dia berfikir
Jadi begitu ceritanya, mungkin saja Nyonya Mayang membuka email milik tuan Paldo atau Nyonya Mayang sedikit mengintip apa yang sedang di cari Tuan Paldo, terka Wasabi dalam hati
Aku menjadi bodyguard karena mendengarnya dari Hasanah.Tetapi Hasanah berkata saat itu dia memancing tentang bodyguard karena untuk misi penjebakan dia untuk menyerahkan aku ke Ratu Mafia. Jadi kalau dugaanku benar, sebenarnya Nyonya Mayang telah bekerja sama. dengan Ratu Mafia. Lalu siapa orang yang memasukkan ku ke laboratorium? Untuk percobaankah? batin Wasabi
"Sayang, Aku tahu Wasabi karena aku tak sengaja mendengar mu berbicara dengan siapa aku tak tahu yang jelas kau mengaku jika dirimu adalah Mayang. Aku pun tertarik untuk menyelediki lebih lanjut apa yang kamu kerjakan. Saat Wasabi kemari aku langsung tahu itu dia dari foto yang ada di mejamu. Dia bisa menjadi bodyguard sekaligus mencari tahu tentang Desi. Aku takut jika penculik itu juga menculikku," jelas Mayang
"Diam. Kamu!" Pekik Tuan Paldo
"Kamu sama sekali tidak pernah mengerti perasaanku. Jelas saja kamu tidak sepanik aku! Dia bukan anak kandungmu! Dan jangan ganggu Wasabi. Aku ingin dia fokus pada pencarian anakku!" desis Tuan Paldo