Detective Wasabi

Detective Wasabi
Petunjuk



Sekilas, hanya sekilas. Setya sedikit menangkap ada guratan senyum tersungging pada sudut bibir Tuan Paldo. Sayangnya hanya sekilas, dia pun tak yakin hingga menyipitkan mata dan terus menatap wajah Paldo


Wasabi juga sebenarnya sama, ia menaruh curiga terhadap ucapan Paldo. Untuk membuktikan kecurigaannya Wasabi memiliki cara lain yaitu memancingnya dengan pertanyaan-pertanyaan.


"Kasus apa yang terakhir kali di tangani Mama dan Papa Ken?" tanya Wasabi karena Paldo lah yang katanya pernah bertemu dengan Mamanya tiga bulan sebelum kematiannya


"Saat itu dia bilang sedang menangani kasus lama. Sebuah penelitian ilegal yang mengorbankan banyak orang untuk dijadikan bahan percobaan," ucap Paldo


Setya terkejut mendengarnya.


Pantas saja keberadaan Alma diketahui karena dia membuka kasus lama batin Setya


"Apakah itu tentang formula ExO," terka Setya


"Bukankah kasus itu telah ditutup. Pelaku telah ditangkap," tanya Wasabi


"Ya, tetapi otak utama, belum terungkap," kata Paldo


"Aku benar-benar tidak berguna. Kalau sampai aku bertemu pelakunya. Aku akan mencekiknya hingga tanganku menembus tenggorokannya," Serta mengatakannya dengan mengangkat tangannya dan mempraktekan seperti apa ia mencekik


"Aku rasa kamu tak kan sanggup Setya haha...," cibir Paldo


Wasabi tiba-tiba merasa pening, mungkin akibat daya tahan tubuhnya yang sedang terluka.


"Kita bicarakan lagi misi ini besok. Aku butuh istirahat hari ini. Besok aku dan partner ku akan ke kantor Mama untuk mencari tahu siapa saja orang yang berhubungan dengan Shi," ucap Wasabi


"Aku akan mengumpulkan data apa saja yang Alma tahu saat penyelidikan," sahut Setya


"Aku sudah mengumpulkannya dan mencari tahu kesana kemari. Tapi tak juga ku temukan," jelas Paldo


"Kita belum mencarinya duakali. Aku tak yakin padamu,"


"Hey kau...!"


Dan mereka pun bertengkar


Wasabi semakin pusing, ia pun menyuruh keduanya diam dan pergi meninggalkan rumahnya. Paldo pamit seraya menyerahkan kotak ukiran kuno yang berisi cincin. Ia berpesan jangan sampai menghilangkan kotak dan cincin itu.


Sementara, Setya masih duduk disana. Ia ingin menginap di rumah Wasabi


"Aku tak mengijinkanmu,"


"Ayolah. Aku pun butuh istirahat,"


"Oke. Bayarlah sewa, seharinya tiga ratus ribu rupiah," ucap Wasabi yang mencari keuntungan


"Anakku mata duitan sekali," gumam Setya


"Rent or not,"


"Ok-ok I'll rent it,"


"Ok. Terimakasih," Wasabi tersenyum licik


Wasabi mengijinkannya untuk tidur di kamar bekas Mamanya, namun ia tak mengijinkan jika Serta mengubah tata letak atau mencari sesuatu didalamnya. Setelah itu ia pergi ke kamarnya untuk istirahat siang.


Beberapa menit duduk berdiam sendiri di ruangan itu, Setya beranjak dan mulai memasuki kamarnya. Kamar yang dahulu pernah dipakai oleh Alma dan dirinya. Perabotan yang sama dan bahkan Wasabi tidak mengubah sedikitpun tata letaknya.


"Alma pasti masih menyimpan kumpulan puisi dan surat yang aku tulis untuknya. Apakah dia masih menyimpannya di laci yang sama?" tanya Setya pada dirinya sendiri


Setya mengambil bukunya di laci. Dia kemudian merebahkan tubuhnya dan membaca beberapa surat yang dia rangkum dan kumpulkan sejak lama.


"Alma... Apa yang harus ku perbuat. Aku tak dapat menemukan pelaku yang meneror keluarga kita dahulu dan pelaku yang membunuhmu dengan keji. Terlebih Wasabi...penyemangat ku bahkan tak ingin mengakui ku," curhatnya sembari merebahkan tubuhnya setelah mendapatkan buku milik Alma



Setya membaca buku kumpulan puisi itu hingga habis, tetapi masih ada banyak kertas kosong sisanya.


Setya membalikkan kertas hingga akhir. Tapi aneh sepintas ada sebuah halaman dengan tulisan kecil dan tetesan darah diantara kertas kosong itu. Dia pun mengulang kembali, dia membalikkan lagi halaman demi halaman. Setelah beberapa lembar kertas kosong barulah terlihat tulisan itu.



"Apa ini Wasabi 290329," serunya sambil berpikir


"Save maksudnya adalah aman tempat yang aman. Wasabi yang dimaksud bukanlah wasabi, tetapi mungkin kasus yang ditangani Alma dan kode ini. Brangkas Alma, kalau tidak boleh menghubungi berarti orang dibalik ini memiliki backingan seorang polisi,"


"Pantas saja semua bukti hilang dalam sekejap, karena dibalik ini semua ada polisi yang tak bisa dipercaya," gumam Setya.