Detective Wasabi

Detective Wasabi
Interogasi



Di kantor polisi


Rex dan Vio menceritakan kejadian sebelum dan sesudah mereka mencuri. Wasabi berdiri di belakang mereka dan bersandar tembok sambil berpangku tangan.


"Saat kami masuk, rumah itu tidak terkunci dan sedikit terbuka," jelas Rex


"Aroma rumah itu saat masuk, wangi parfum pria kelas mahal. Saya lupa nama parfum itu, tapi saya ingat baunya. Dan sepertinya wangi aroma itu bukan milik orang yang kami curi. Lalu semakin masuk ke dalam rumah baunya tercampur asap rokok," ungkap Vio menjelaskan


"Apakah kamu juga mencium bau asap terbakar dari halaman belakangnya?"


"Tidak ada bau asap. Kami tidak sampai ke belakang rumah," ucap Rex


"Kami hanya mencuri barang di saku, meja, bufet dan barang yang ada kamar depan," jelas ya lagi


"Dan saat kami masuk rumah itu sudah berantakan. Saya pikir, pemilik rumah itu seorang yang pemalas," lanjut Vio


"Ya saya juga tidak tau kalau dia sudah mati, karena dia memeluk botol minuman keras maka saya pikir dia teler karena mabuk,"


"Apakah kalian sempat melihat seseorang keluar dari rumah itu atau seseorang disekitar," tanya Letnan Arga


"Tidak ada orang di jalanan itu, bahkan sepi sekali," jelas Vio


"Oh tunggu ada seseorang di sepanjang jalanan itu, tetapi tidak dekat dengan rumah lokasi, ya dia berjalan sudah sangat jauh," jelas Rex


"Seperti apa wajahnya atau pawakanya?" tanya Arga


"Saya tidak tahu dia tinggi atau tidak, tetapi dia memiliki rambut yang di cat ungu ya sepertinya ungu kalau tidak salah karena Saya melihatnya dari jarak jauh. Dia juga berdandan seperti rocker,"


"Apakah ada kendaraan yang melintas?" tanya Wasabi


"Kalau kendaraan banyak yang lewat. Tetapi ada dua mobil yang berhenti, yang satu mobil VW kodok. Dan yang satunya lagi Merci," ucap Vio


"Apa kalian melihat plat nomer mobilnya?" tanya Arga


"Tidak,"


"Warna mobilnya?"


"Mobil VW kodok itu berwarna hijau. Sedangkan Merci itu berwarna hitam,"


"Merci?" ulang Wasabi, tetapi pikirannya tidak fokus. Tidak mengarah ke permasalahan sekarang. Dia malah teringat sesuatu tentang mobil lain. Mobil Jeep


Wasabi teringat akan masa lalunya. Ini soal kecil tapi bisa menjadi jawaban.


"Permisi, Aku harus keluar. Ada yang harus ku luruskan," ucap Wasabi


Wasabi keluar ruangan interogasi. Kemudian dia menelepon Ayahnya, Setya.


"Hallo, Ayah aku ingin bertanya sesuatu. Ini soal masa lalu,"


"Astaga, baru telepon seharusnya kamu tanya keadaanku. Silahkan, mau tanya apa?"


"Aku tiba di Jakarta sehari sebelum hari kematian Mama mu. Aku menginap dirumah temanku, Arga. Aku tidak kemana-mana saat itu," jelas Setya, berpikir sejenak, ingatannya sudah tidak bisa detail.


"Lalu keesokannya, Aku ingin pagi-pagi ke rumah Mama mu, melihat mu pergi ke sekolah. Tetapi Arga tiba-tiba mendapat telephone dan meminjam mobil ku. Jadi aku mengurungkannya pagi itu,"


"Pukul berapa dia kembali kerumahnya?"


"Aku tidak lihat jam tapi sepertinya sekitar pukul 11 dia sudah kembali kerumah. Setelah itu aku langsung ke rumah Mamamu tetapi yang terjadi aku malah melihatnya tewas tergantung," Setya berhenti dia jadi ingat masa lalu.


"Pertanyaan terakhir, dimana Ayah parkir mobil saat dirumah Mama?"


"Tepat didepan rumah," ucap Setya


"Tidak-tidak, maksud ku di halaman rumah yang masih bertanah atau di jalanan beraspal?" tanya Wasabi


"Di jalanan beraspal,"


"Terimakasih Ayah," ucap Wasabi


"Ada masalah apa? Pulanglah Ayah sudah dirumah,"


"Aku berada di Bali mengurus sesuatu,"


"Kenapa tidak mengabarinya sebelumnya. Yasudah. Berhati-hati lah," ucap Setya


"Maaf Ayah, buru-buru. Ya, jaga dirimu juga,"


Wasabi menutup teleponnya. Dia kembali kedalam ruangan.


Tetapi, Rex dan Vio telah selesai di interogasi. Wasabi kemudian mengobrol dengan Letnan Arga


"Dari keterangan mereka, apa yang kamu dapat?" tanya Arga


"Aku sudah tahu pembunuh Chaky. Tetapi aku ingin bukti akurat,"


"Hemmh kamu tak ingin memberi tahu ku?" dengus Arga


"Haha...Maaf... karena masih dalam pengawasanku,"


"Oh ya, sejak kapan Letnan Arga pindah ke Bali,"


"Kamu tahu dari mana. Oh pasti, Ayahmu yang cerita kan?" sahut Arga


Ayah tidak bercerita tentang kepindahan mu, hanya terkaanku saja, batin Wasabi


"Aku baru saja pindah kemari, sekitar dua tahun yang lalu," sahut Arga dan setelah itu mereka berbincang-bincang sedikit lama.


Hari semakin malam, Wasabi pamit pulang. Ia kemudian menghubungi inspektur Aris dan memintanya untuk tidak mengatakan apapun ke orang lain tentang penyelidikan yang mereka temukan.