
Wasabi mencari tahu tempat penjualan kucing langka, lewat informasi di situs online. Setelah mendapatkan informasi, ia langsung mengunjungi lokasi penjual tersebut.
Seorang pria langsung menghampiri Wasabi dengan wajah dan senyum ramahnya. Tetapi Wasabi tidak menatap pria itu, pandangannya tertuju pada kucing-kucing yang berada di dalam kandang sebagai display.
Wasabi melilitkan rantai panjang di lengannya dan terkait di leher kucing. Sementara kucing tersebut berada dalam gendongan Wasabi.
"Wow jenis kucing Anda itu Khao Manee. Dan matanya Odd Eye sangat langka. Saya pernah menjual kucing jenis ini,"
Wasabi langsung berbalik ke arah mendekati penjualnya.
"Aku ingin bertanya tentang kuc... hah kau...!" ujar Wasabi dan terkejut ketika ia mengenali penjual tersebut
"Destroyer!" ucap Wasabi
"Haha benarkah ini? Kamu Wasabi?" tanya pria yang mendapat julukan Destroyer. Wasabi mengangguk tanda benar
"Astaga dunia ini sempit sekali. Lingkungan kita hanya berputar-putar, Aku dulu yang suka membullymu. Maafkan aku ya, dulu kamu tahukan kita masih anak-anak. Aku belum sempat meminta maaf padamu saat itu," ucap Destroyer yang memiliki nama asli Desta
"Sudah ku maafkan," sahut Wasabi
"Terimakasih Wasabi, oh ya Kamu pemilik kucing ini?"
"Bukan milikku, Aku sedang ingin mencari tahu pemiliknya. Aku menemukannya dilokasi pertokoan," ungkap Wasabi
"Hmm ini kucing mahal, jika yang peranakan asli ini dijual seharga $ 7.000 sampai $ 11.000 atau senilai Rp 146 juta.. Aku menjual kucing ini baru tiga bulan yang lalu,"
"Apakah aku boleh tau siapa pembelinya?"
"Maaf Wasabi itu rahasia, apa keperluanmu menanyakan siapa pembelinya. Aku takut kamu seorang penjahat haha," canda Destroyer
"Aku seorang detektif yang dipercayakan kepolisian untuk menangani kasus penculikan diduga ada oknum perdagangan manusia yang melibatkan orang penting. Ini surat tugasku, kamu bisa melihatnya atau mengeceknya langsung. Aku sangat mengharapkan kerjasamanya," ucap Wasabi
"Apa hubungannya kucing ini dengan kasus yang sedang kamu selidiki?"
"Kucing ini berada di ruang kerja penculik itu. Beberapa sudah tertangkap namun pemilik tempat itu rupanya tidak terdaftar dengan nama yang sama dalam arti lain pemilik sebenarnya sedang disembunyikan. Dan dugaan itu yang masih harus diselidiki,"
"Aku tidak menyangka kamu kini menjadi detektif. Oke baiklah. Kucing yang aku jual itu dibeli oleh ketua Mafia, dia mempunyai sebutan Iblis. Aku sendiri tidak tahu nama aslinya. Aku juga tidak yakin kalau kucing yang kamu bawa itu adalah miliknya," jelas Destroyer
"Apakah aku bisa mendapatkan alamatnya?"
"Aku tidak tahu alamatnya tapi aku akan memberikan alamat tujuan pengiriman,"
"Kenapa? Ada apa memangnya,"
Destroyer duduk di kursinya dengan posisi satu kakinya berada diatas kursi duduknya.
"Dia iblisnya mafia terkuat di Malaysia. Dia pandai menipu bahkan menyamar sekalipun,"
"Kamu mengenalnya?" tanya Wasabi
"Ya dia bos ku, sebelum aku membuka sendiri bisnis jual beli hewan langka," ucap Destroyer
Pria itu juga mengingatkan Wasabi untuk jangan menantangnya. Atau dia akan kena batunya. Meskipun Destroyer sendiri tidak yakin apakah benar pemilik kucing itu adalah pemilik yang sama
"Semoga dia orang yang aku cari," gumam Wasabi
Tak berapa lama ponsel Wasabi berdering. Nomer baru, rupanya itu adalah nomer Inspektur Hendra. Dia berbicara dengan napas tersengal-sengal. Wasabi pun memintanya untuk berbicara perlahan
"Haha ya...huft Aku lelah sekali. Ok....jadi... Aku mengejar orang yang keluar dari kafe dengan tingkah mencurigakan. Tapi aku kehilangan jejak. Lalu aku berhenti disebuah toko ponsel. Aku baru ingat kalau ponselku rusak. Tapi aku menelepon mu bukan untuk cerita yang tidak jelas haha,"
"Hmmmh Inspektur Hendra fokus," dengus Wasabi
"Santai Wasabi. Aku baru saja berada di rumah pemilik ruko tersebut. Aku bertemu dengan anaknya. Hal mengejutkan terjadi. Pemilik ruko itu telah lama meninggal dan tidak ada yang tahu kalau dia memiliki sebuah ruko dan juga rumah yang menjadi tempat panti asuhan tersebut,"
"Meninggal? Pemilik itu meninggal karena apa? Dari mana Inspektur tahu tentang pemilik asli itu?"
"Sakit jantung, Aku tahu dari anak buahku yang lain,"
Mendadak pikiran Wasabi pusing.
"Ada banyak kemungkinan yang terjadi. Aku sudah mengantongi satu nama tapi aku belum memastikannya. Aku butuh bukti yang valid. Untuk sekarang Aku butuh bantuan Revi,"
"Revi? Komplotan Vin? Aku tidak bisa mengeluarkannya,"
"Keluarkan dia sementara, ajak dia untuk bekerja sama dengan kita,"
"Apakah tidak bisa Sill atau Andi,"
"Andi menolak dengan keras, kalau Sill..."
"Hemm kamu pasti meragukan kehebatan anakku. Oke aku akan mengeluarkan Revi dengan jaminan kamu harus bertanggung jawab. Tetapi bukan berarti dia bebas,"
"Terimakasih Inspektur Hendra,"