
Sesampainya Wasabi di Sky One, pria itu langsung menyamarkan wujudnya agar tidak terlihat dengan mata telanjang.
Anehnya Lounge itu sangat sepi. Tertulis di depan pintu 'Hanya Tamu Undangan' . Tempat sedang di sewa untuk sebuah acara. Berarti ada data di buku tamu yang datang. Aku bisa mengeceknya, batin Wasabi
Wasabi segera memantau siapa saja tamu yang datang melewati pintu depan lobby, satpam berjaga dengan keamanan yang ketat. Senjata tajam tidak diperkenankan masuk.
Setelah tamu datang, mereka harus mengisi absen kehadiran Terlihat ada sebuah buku di meja resepsionis dengan posisi buku telah terbuka.
Baru tiga orang yang datang. Apakah acaranya belum dimulai? ucap Wasabi berbicara dalam hati.
Sebentar, tulisan ini ditulis dengan huruf latin menggunakan bolpoin special yang pucuknya berbentuk ah ini jenis bolpoin tinta, seperti fountain pen. Aku yakin, tulisan ini juga adalah orang yang sama, tapi apakah mungkin dia? batin Wasabi
(Please jangan nanya aku, aku gak tahu 🤧mumet)
"Permisi Tuan, bisakah Tuan menunjukkan kartu undangan," ucap satpam yang menghentikan langkah seorang tamu berjas mahal
"Ck Apa Kau tak tahu siapa Aku?" desis tamu pria itu dengan sombong
"Maaf Tuan, Saya tidak tahu siapa Tuan. Saya baru sebulan bekerja disini," Aku Satpam
"Pecat dia Lex," pekik pria setengah baya itu
"Segera Tuan," Pria yang dipanggil Lex tadi membungkuk hormat
Satpam itu pun tersentak, terkejut dan langsung tahu bahwa pria dihadapannya tadi adalah bos besar di tempat dia bekerja. Langsung saja si satpam memohon ampun dan bahkan berlutut tetapi tidak di hiraukan pria itu.
Chris, pemilik perusahaan itu pun langsung masuk meninggalkan si satpam dan berjalan dengan langkah besarnya. Lex memberikan pesangon dalam bentuk cek, si satpam langsung di pecat.
Tak berapa lama Chris telah sampai di meja bersama rekannya yang telah datang sebelumnya.
Kenapa hanya ada dua tamu, bukannya tadi tertulis sudah tiga orang yang datang. Kemana yang satunya, batin Wasabi
"Maaf saya terlambat. Kemana si kucrut itu?" tanya Chris
"Dia pergi, katanya ada janji yang lebih penting," sahut rekan prianya
"Aku ingin menemuinya, dimana dia?" tanya si rekan wanita
"Di hotel sebelah bangunan ini. Ini kuncinya," Chris menaruh kunci dengan gantungan kunci yang memiliki nomer kamarnya di atas meja
Wasabi yakin yang ada di hotel itu adalah gadis yang di belinya, Qisty dan Adel. Wasabi segera menelusuri kamar hotel itu dengan kekuatan teleportasinya, Qisty terkejut dengan kehadiran Wasabi yang mendadak di dalam kamar hotelnya. Gadis itu pun berteriak sembari mengancam.
"Aah sudah ku bilang pergi kau! Aku tak ingin melayanimu!" ia beranjak dari ranjang, mengambil gelas di meja nakas dan bersiap melempar gelas
"Tenanglah, Aku tidak jahat,"
"Bohong, mau ku lempar gelas lagi hah?!" ancam gadis itu
Wasabi merentangkan kedua tangannya ke depan menyuruhnya gadis itu untuk tenang, dia juga melihat apakah ada repihan kaca di sana, karena gadis itu mengatakan akan melemparkan 'lagi' itu berarti sebelumnya ia pernah melemparkan gelas. Tapi tidak ada repihan kaca disana.
"Tenanglah. Kamu Qisty kan?" tebak Wasabi karena dia sempat tahu wajahnya lewat foto. "Aku Wasabi. Aku detektif yang akan mengeluarkan mu dari sini," jelas Wasabi
"Aku belum tua! Kamu sudah mengatakannya tadi. Kenapa Kamu memperkenalkan dirimu lagi?"
"Lagi? Aku baru saja kemari?" ucap Wasabi dengan bingung
"Jangan drama dengan mengatakan ingin mengeluarkanku dari sini!" pekik Qisty
"Tak ingatkah Kamu, sejam yang lalu, Kamu ingin meniduriku! Dasar hidung belang.
"Aku tak ingin nasibku mengenaskan seperti Adel temanku. Hiks..hiks.." Qisty berteriak lantang lalu menangis
"Dimana temanmu itu?!"
"Cih Kamu lupa ya? Kamu yang memperkosanya hingga dia mati mengenaskan,"
"Aku!?" Wasabi mengernyitkan dahinya
"Hei cepat juga kamu sampai kesini?" ucap seorang wanita yang tadi bertemu dengan Chris
"Siapa kamu! Aku tak ada urusannya denganmu," sahut Wasabi
"Aku Chanhun, Aku pewaris ilmu pedang naga sakti. Jangan harap kamu bisa lolos dari sini,"
Wasabi langsung teringat film pendekar sakti jaman dulu, seperti itulah jika ingin menghajar musuh, mereka memperkenalkan diri terlebih dahulu
"Sombong sekali kamu! Chanhun. Kalian yang akan kalah dariku," ucap Wasabi
"Oh tidak bisa Wasabi. Kamu telah memperkosa gadisku. Tak kan ku ampuni kamu!" ucap Seorang pria yang tadi juga menemui Chris
"Apalagi ini, aku tidak memperkosa siapapun. Dan dia bukan gadis mu! Yang benar saja, Kamu membelinya kan?" ujar Wasabi
"Tidak mau mengaku, cari mati! Hiiaaaaat....," Chanhun menyerang Wasabi dengan senjata panjang.
Selain Chanhun, Wasabi di juga diserang seorang pria dari arah berlainan. Dua orang bersenjata kan pedang panjang, terus mengibaskan senjatanya ke arah Wasabi
Wasabi terus mengelak. Dia pun menggunakan pistolnya dan terus menembakkan. Tetapi lawan pun mampu mengelak dari tembakan Wasabi.
"Ran kau cegah disana," perintah Chanhun
Ran pria yang menyerangnya dengan membabi buta itu pun mengikuti perintah Chanhun
"Ah Sial, mereka gesit sekali," gumam Wasabi
"Kalian beraninya memakai senjata, sini kalau berani lawan dengan tangan kosong,"
"Ayo tunjukkan kemampuanmu!" tantang Ran
Ran sangat meremehkan Wasabi. Di kamar yang berukuran sedang itu, menjadi porak poranda. Kasur manjadi rusak, barang interior banyak yang berjatuhan dan pecah. Qisty bersembunyi di bawah meja sambil ketakutan.
Wasabi memukul Ran dengan tinjuannya disisi lain dalam waktu yang bersamaan dia menendang Chanhun hingga terjatuh. Sesekali Wasabi mengelak ke kiri dari pedang Ran kemudian menunduk mengelak dari serangan pedang Chanhun.
Wasabi menaiki meja dan melompat ke arah Ran melakukan teknik smack down. Ran terjatuh kesakitan
Lalu dia beralih ke arah Chanhun. Wasabi menendang kaki wanita itu hingga terjatuh. Segera Wasabi melakukan jurus totok sarafnya di beberapa titik. Ran dan Chanhun tak dapat bergerak.
Wasabi beranjak berdiri dan menghampiri Qisty.
"Hiks.. hiks...," Qisty menangis dan dengan ragu dia menerima uluran tangan Wasabi.
"Kita pulang sama Adel. Dia masih hidup, tapi terbaring lemah. Dia bersembunyi kamar mandi," seru Qisty
"Oke kita akan pulang bersama," ucap Wasabi
"Bagaimana caranya. Dia punya banyak bodyguard,"
Wasabi menuju kamar mandi. Seperti yang dikatakan Qisty, Adel terbaring lemah di bathtub, dia berselimut tebal dan dengan luka yang telah diperban Qisty.
Adel yang terbaring lemah, masih sadar dan bisa melihat kedatangan Wasabi. Tapi gadis itu langsung ketakutan.
"Kamu! tak puaskah kamu memperkosaku!" seru Adel marah tetapi suaranya sangat lemah.
"Adel, dia Wasabi yang baik. Mungkin wajahnya saja yang mirip. Kita harus keluar dari sini. Percayalah," ucap Qisty
Wasabi lalu menggendong Adel. Wasabi meminta Qisty untuk menggandeng tangannya.
"Jangan lepaskan gandengannya. Aku tak bertanggung jawab jika kamu melepaskannya. Aku akan berteleportasi. Tutup mata saja dan cengkeram lenganku dengan erat," perintah Wasabi
"Hah apa maksud mu?"
"Sudah lakukan saja apa yang ku katakan,"
Wasabi berteleportasi dengan dua gadis korban penculikan. Beberapa detik kemudian Wasabi sudah mendarat di rumah Qisty.
"Hah kamu benar orang baik. Segera bawa Adel ke rumah sakit," seru Qisty yang langsung memikirkan keadaan Adel
"Mungkin untuk sekarang rumah sakit bukanlah tempat yang aman untuk kalian. Kalian sudah tahu wajah penjahat itu. Dan kemungkinan kalian akan terus dalam pengawasan mereka. Berdiamlah dirumah. Aku akan memanggil dokter,"
Merasa ucapan Wasabi masuk akal ia pun. diam lalu mengetuk pintu rumahnya. Ketika pintu rumah diketuk, kedua orang tua Qisty menyambutnya dengan pelukan. Mereka cepat-cepat masuk kerumah.
Wasabi membaringkan Adel di kamar Qisty. Orang tua Qisty penuh pertanyaan dan Qisty bingung menjawabnya. Orang tua Qisty pun berterima kasih pada Wasabi.
Saat Wasabi meminum teh yang disediakan untuknya. Terdengar kabar berita dari televisi, bahwa Wasabi adalah buronan penjahat yang memperkosa seseorang hingga meninggal.
"Uhuk-uhuk," Wasabi terbatuk
"Astaga Wasabi, kamu sekarang buronan," seru Qisty
Pihak televisi juga menayangkan wajah Wasabi yang terekam di CCTV saat masuk ke kamar hotel. Dan terekam pula di situ Adel yang meninggal dan penuh luka lebam.
"Qisty bagaimana bisa mereka merekam Adel meninggal sedangkan Adel ada disini?" Wasabi keheranan
"Aku akan menceritakan semuanya. Hiks... aku takut jika harus mengingatnya lagi,"
Orang tua Qisty memeluk anaknya dan menyemangatinya. Untung saja Qisty belum tersentuh oleh tangan kotor mereka. Tetapi yang dialami sahabatnya membuatnya juga ikut merasakan trauma.
Qisty mulai bercerita, Wasabi dan kedua orang tua Qisty mendengarkan.
"Terimakasih atas keteranganmu Qisty. Meskipun hanya ada sedikit petunjuk. Aku permisi pulang. Statusku buronan, aku tak ingin membuat rumah kalian menjadi gempar," sahut Wasabi
"Hati-hati Wasabi, aku siap menjadi saksi atas tuduhan yang tak kau lakukan. Aku percaya padamu,"
"Terimakasih"
Whuuus
Qisty dan kedua orang tuanya terkejut dengan kekuatan Wasabi yang tiba-tiba pergi menghilang.
Wasabi harap pesan sandi yang diberikan untuk Revi bisa diterjemahkan oleh Revi dan sudah menghubungi Andi, temannya. Wasabi kembali ke rumahnya. Tetapi dia terkejut karena Blue sudah tak ada dirumahnya.
"Tua bangka itu pasti dia!" gumam Wasabi sembari menerka
Disisi lain. Di Kediaman Tuan Samy.
Tuan Samy dan Joy sedang makan, namun tiba-tiba suara televisi yang sedang di tonton pembantunya terdengar samar-samar menyebutkan nama Wasabi.
"Bukankah penyiar berita itu baru saja menyebut nama Wasabi?" tanya Setya
"Oh iya Pak Setya benar," Samy lalu menambahkan volume televisi yang ada disudut ruang makan
Semua orang yang ada di meja makan tersebut terkejut mendengar kabar menghebohkan yang menyatakan Wasabi memperkosa seorang gadis hingga meninggal.
"Berita sampah apa itu! Joy tidak percaya jika Wasabi melakukan hal keji seperti itu," protes Joy marah sambil menggebrak meja makan
"Daddy juga berfikir seperti itu. Tidak mungkin Wasabi seperti itu. Mungkin jebakan dari musuhnya," terka Samy
"Tapi siapa sangka, berita macam itu tak mungkinlah menipu, coba tengok, Wasabi pun jelas terekam di CCTV itu, itu bisa saja bukti benar kan?" ucap Baut
"Apa maksudmu berkata sepeti itu! Kamu menuduh anakku yang melakukannya?" pekik Setya, emosinya meluap
"Tenang lah. Garang sekali kau ini," sahut Baut
"Maaf, mungkin maksud Tuan Baut bukan seperti itu," Samy berusaha menengahi.
"Maaf Pak Samy, Saya kehilangan nafsu makan. Terimakasih atas undangannya. Saya permisi pulang,"
Setya pulang tetapi Joy langsung beranjak dari meja makannya dan mengejar Ayahnya Wasabi.
"Paman Setya," panggil Joy
"Joy jangan panggil Aku Paman. Panggil saja Ayah,"
"Ha? hehe A-Ayah?" panggil Joy dengan malu-malu
"Maaf jika Tuan Baut menyinggung Ayah. Tapi Joy percaya pada Wasabi. Jika butuh bantuan, Ayah bisa menghubungi Joy atau Daddy, jangan sungkan," ucap Joy.
"Terimakasih Joy. Hmm kamu baik pantas saja Wasabi terpikat,"
"Maksud Ayah?"
"Dia terus memanggil namamu dalam tidurnya, alias ngigau hehe. Sudah ya, Ayah permisi," ucap Setya
Joy merona dan hatinya terus berdebar-debar.
Setelah Setya pamit, ia menaiki mobil Jeep kesayangannya dan berlalu dari pandangan Joy.