Detective Wasabi

Detective Wasabi
Joy Kabur



Joy merencanakan hal-hal untuk membuat dirinya jelek di depan calonnya. Awalnya Joy tidak menolak perjodohan itu karena saat itu belum ada yang bisa menarik hatinya. Jadi fun fun aja, tetapi sejak Wasabi datang, menyelamatkannya dari kasus yang terus memojokkan dirinya. Semuanya berubah.


Hatinya terus berontak dan berusaha menolak perjodohan. Bagaimanapun caranya, Joy harus bisa memiliki Wasabi. Menurut Joy, Wasabi adalah manusia langka yang wajib di miliki.


"Hallo Ren.." telepon Joy pada tetangganya yang bernama Rendy, juga teman kampusnya


"Ya.. siapa ini?" tanya Rendy


"Idih tetangga sendiri lupa,"


"Sorry, Aku baru ganti handphone. Nomernya hilang semua,"


"Aku. Joy. Aku butuh bantuanmu. Pliss,"


"Bantuan apa dulu. Kalau duit, aku gak punya,"


"Bukan..kita lanjut lewat WhatsApp saja. Aku takut ada yang menguping," ucap Joy


"Ok,"


Pembicaraan pun berakhir, dan mereka melanjutkan obrolan lewat WhatsApp


***


Tok Tok Tok


Noura adalah Mommy Joy, dia berkali-kali mengetuk pintu kamar Joy. Untuk memastikan apakah Joy bisa memakai gaun yang di pilihkan Mommy nya


"Sayang... Bagaimana? Kau sudah siap?" tanya Mommy


"Masuklah Mom, tidak di kunci," sahut Joy


"Wow Kau cantik sekali," puji Mommy


"Mom ini terlalu terbuka, Joy tidak mau memakainya," protes Joy


"Lihatlah. Mommy sendiri curang, hanya memakai gaun yang sederhana dan tertutup,"


"Haha Itulah intinya sayang, Kau harus tampil memukau," jelas Noura


"Cepatlah turun. Mereka sudah datang," titahnya


"Mommy duluan saja. Ada riasan yang harus ku perbaiki," ucap Joy yang akan memulai aksinya


"Ok. Jangan lama-lama,"


Sementara itu Samy, Daddynya Joy. Menyambut tamu mereka di depan rumah.


"Halo sahabatku.. Haha.. kau tampak lebih muda," sambut Samy


"Haha bukankah kamu yang tampak jauh lebih muda," ujar Tuan Buat Ayahnya Riyan dengan logat bahasa Malaysianya


"Hallo Pak Samy," Sapa Syaf, Ibunya Riyan


"Hallo Nyonya Syaf. Kamu makin cantik," puji Samy


"Terimakasih,"


"Syaf. Lama tak bertemu," ucap Noura sambil cium pipi kiri dan kanan


"Nour, lihat kamu semakin lebih putih dan cerah, apa rahasianya," Syaf memuji balik


Entahlah pujian dari hati atau pujian agar terlihat baik


"Ah jangan memuji berlebih," ucap Noura sementara Syaf tersenyum kecil


"Dimana Riyan,"


"Dia kata mau habiskan cerutunya dahulu," jelas Syaf


"Hello Makcik Pakcik, Lama tidak berjumpa," Riyan datang menyapa Noura dan Samy. Makcik Pakcik adalah sebutan Tante dan Paman. Riyan juga memakai logat bahasa Malaysianya


"Riyan..kau makin tampan," puji Noura


Ih tatapan Riyan menyeramkan, batin Noura setelah memuji


"Ayo-ayo masuk,"


Mereka semuanya masuk. Noura menyuruh pembantunya untuk memanggil Joy. Tak berapa lama pembantunya datang tergesa-gesa dan berbisik di telinga Noura


"Maaf Nyonya, Nona Joy tidak ada dikamar,"


"Apa kemana dia!? Coba cari. Hubungi ponselnya," Noura balas berbisik


Tak berapa lama Joy datang dengan seorang pemuda. Dia menggandeng lengan Rendy seakan-akan mereka teman kencan


"Joy, Rendy. Apa-apaan ini," pekik Samy


"Astaga Joy berulah," gumam Noura


"Hai semua... Om, Tante," sapa Joy dengan menggelendot manja ke tubuh Rendy, "Maaf Saya baru datang. Tadi Saya habis Shopping dengan pacar saya," timpalnya lagj


"Apa!? Pacar?" tanya Syaf


"Samy, nampaknya anak kamu mabuk," ujar Tuan Baut


"Joy, kamu mabuk?" tanya Samy


Samy mendekati Joy. Dia mencium bau alkohol dari aroma tubuh Joy.


Sial Aku dalam masalah batin Rendy


"Maaf Om Samy, Saya pulang dulu," ucap Rendy


"Rendy. Ceritakan apa yang terjadi? Dari mana kalian!" pekik Samy dengan nada tinggi


"Daddy sudahlah jangan memarahi pacarku," ucap Joy


Hueeek


Joy memuntahkan isi perutnya di baju Daddy-nya


Tuan Samy langsung menampar Joy didepan Rendy, Tuan Baut, Nyonya Staf dan Riyan.


"Sayang, Jangan kasar terhadap Joy!"


"Didiklah anakmu dengan benar. Aku malu dibuatnya," Samy marah


"Maaf, Om, Nyonya, dan semuanya...saya pamit pulang," sahut Rendy sambil menunduk tidak enak hati.


"Samy, ternyata Joy suka mabuk? Saya tak suka sikapnya," sahut Buat dengan logat Malaysianya


"Kami akan batalkan perjodohan ini. Ayo Mommy, Riyan, kita balik sajalah," seru Buat pada istri dan anaknya kemudian. beranjak berdiri


"Baut, Tolong jangan seperti itu. Joy tidak pernah mabuk. Dan saya tidak tahu kenapa siang-siang begini dia mabuk. Tolong jangan batalkan perjodohan itu," sahut Samy


"Maaf Tuan Samy, saya tak mau punya menantu macam Joy. Kita permisi," seru Syaf, yang juga beranjak berdiri mengikuti suaminya


"Tak apalah Mom, Dadd. Umur Joy masih remaja, belum tahu mana yang baik dan buruk,"


"Anak TK juga tahu kalau mabuk-mabukan itu tak bagus. Ayo pulang!" sahut Mommynya


Baut dan Syaf sudah melangkah pergi untuk pulang disusul Riyan Joy berhasil membuat Ayahnya malu dan menggagalkan upaya perjodohan itu


"Arghh lihat Joy.. Lihat ulah mu!" pekik Samy


"Kamu membuat Daddy malu!" timpalnya lagi, "Pergi kau dari rumah ini," usir Daddy


"Apa? Daddy..." seru Joy membelalakkan matanya, namun dirinya masih limbung karena mabuk. Ia tak menyangka Ayahnya akan setega itu


"Joy hanya mabuk dan itu biasa kan. Riyan juga sering mengajak Joy ke club malam dan mabuk-mabukkan" jawab Joy dengan nada mabuk. Dia mabuk beneran demi merusak perjodohan.


"Apa kamu bilang?"


Plaaak


Joy ditampar kedua kalinya. Kali ini tamparan Daddy-nya lebih keras hingga membuat pipi Joy merah dan membekas sebuah tangan di wajahnya. Sudut bibirnya pun ikut sedikit berdarah terkena cincin yang dipakai Daddy-nya.


"Jangan mencoba menipu Daddy ya. Riyan anak baik. Dia tidak mungkin seperti itu. Daddy tahu itu hanya akal-akalan mu saja kan?" ucap Sammy


"Keluar kamu dari rumah ini," usir Samy sementara Noura diam, tidak berani berbicara


"Daddy tak sudi punya anak pemabuk sepertimu!" timpal Samy lagi kali ini Noura tak tahan akan perilaku kasar Suaminya


"Cukup!! cukup!!" Noura menangis dan memeluk Joy.


Joy menahan air matanya. Dia tak pernah menangis didepan orang tuanya.


"Kalau marah, marahlah, tapi jangan pukul anakmu seperti itu!" Ungkap Noura yang sedari tadi diam


"Joy, masuk kamar. Bersihkan lukamu dan mandilah dengan air hangat. Nanti biar Mom suruh bibi buat sup jahe," ucap Noura lembut


Joy melangkah menuju kamarnya.


"Siapa yang menyuruhmu masuk Joy! Daddy bilang KELUAR dari rumah ini!" Pekik Samy.


"Masuk ke kamar Joy!" perintah sang Mama


Kemudian Orang tua Joy bertengkar. Saling adu mulut dan saling menyalahkan satu sama lain tentang cara mendidik


Dikamar.... Joy tak kuat membendung air matanya. Dia menangis terisak-isak. Dia berhasil membatalkan perjodohannya tetapi akibatnya orang tuanya bertengkar hebat karena Joy.


"Kenapa semuanya malah saling menyalahkan.. Daddy Kenapa kau tak mengerti perasaanku.. Hiks...Daddy juga sudah lama tak pernah menunjukkan rasa sayangnya padaku lagi," gumam Joy sambil menangis terisak


"Oke. Itu yang dia inginkan...." gumam Joy kemudian ia mengambil napas dalam dan menghapus air matanya.


Joy mengambil kopernya dan menaruh beberapa baju di dalamnya. Kemudian dia pergi lewat pintu jendelanya. Ia turun lewat tangga panjang. Tangga yang tadi ditaruh Rendy disana untuk melancarkan aksinya.


Siang itu, Joy kabur dari rumahnya.


"Astaga itu suara mobil Joy," pekik Noura


"Lihat yang kau perbuat! Dia pergi dari rumah ini. Kau puas! kau senang!" sahut Noura


"Ahh. Lihat saja Noura dia pasti kembali. Dia tidak pernah benar-benar pergi dari rumah ini," seru Samy


"Oh ya..! Kalau sampai Joy tak pulang malam ini. Aku tak kan memaafkanmu!" ancam Noura


***


Joy melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia tak tahu harus kemana. Sahabat satu-satunya telah meninggal. Sedangkan Alice, baru saja dia bermusuhan dengan Alice.


Air mata Joy mengering. Dia tak bisa mengeluarkan air mata lagi. Dia lupa tidak membawa dompet dan ponselnya.


Dia pun pergi ke tempat jual beli mobil. Joy mendapatkan 200 juta dari hasil menjual mobilnya. Harga yang jauh turun dari harga mobilnya


Lumayanlah Joy bisa mencari rumah yang disewakan. Dia berjalan kaki karena mendapatkan info dari tempat jual beli mobil itu kalau lokasi rumah yang disewakan tak jauh dari sana. Tapi ternyata sangatlah jauh. Dia harus berjalan 2,5 KM jauhnya.


"Oh tidak..Apakah harus berjalan seperti ini?" gumam Joy melewati pertokoan.


Dia berjalan melamun tanpa melihat kedepan.


Bruuk...


"Ouch maaf," sahut Joy


"Lain kali berhati-hatilah kalau jalan," ujar Sill dengan nada ketus


"Iya. Maaf," Joy kemudian pergi.


"Aku tak menemukan apapun disini. Ayo pencarian selanjutnya," sahut Wasabi


"Oke,"


Wasabi mencium aroma Joy ketika angin menerpa dirinya. Dia pun mencarinya dilihatnya kiri dan kanan tetapi tak ada Joy


Joy berbelok kekanan, tetapi dia juga mencium ada aroma khas Wasabi disekitar situ. Dia kemudian berbalik ke jalan semula.


"Tidak ada siapa-siapa. Hemm mungkin aku saja yang kangen," batin Joy


Joy kembali ke jalanan semula.


"Ciluk Baa," ucap seseorang dengan cerutu di mulutnya.


Rambutnya panjang menutupi mata tidak tersisir rapi dan mengenakan jasa panjang.



"Siapa kamu..Kamu menghalangi jalanku," ucap Joy kemudian ia tak sengaja menghirup asap cerutu pria yang menghalanginya itu. Dalam hitungan detik Joy merasa pusing.


"Kamu hanya akan mendengarkan perkataan ku. Panggil Aku Mr.Vin dan Kamu adalah Angel. Mulai sekarang kamu adalah pacarku,"


Orang itu kemudian menyebulkan asap di muka Joy. Dengan seketika Joy menjadi seseorang yang di katakan Mr.Vin


Joy terhipnotis.