Detective Wasabi

Detective Wasabi
Racun Yang Sama



Di kediaman Andi, tepat jam 10 malam. Wasabi tiba-tiba muncul di ruang tengah tanpa mengetuk pintu. Namun tidak mengejutkan Andi dan Emi yang ada disana.


Emi berencana menginap dirumah Andi karena Wasabi menitipkan dua gadis yang sempat menjadi korban penculikan. Kepulangan dua gadis itu, ternyata belum sepenuhnya aman. Mereka masih dalam perlindungan, salah satu polisi berjaga didepan rumah Andi.


"Wasabi untunglah kamu datang," sahut Emi saat melihat kemunculan Wasabi yang tiba-tiba


"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Wasabi


"Adel mengigau dan kini tubuhnya menggigil karena demam," sahut Emi


"Aku sudah memberikannya penurun panas, tetapi demamnya naik turun," ucap Andi


"Biar ku lihat keadaan nya,"


Wasabi masuk ke kamar yang ditempati Adel, disusul Emi dan Andi. Sedangkan Qisty berada disamping Adel sedang mengkompres keningnya. Lalu Wasabi mengambil kain hangat kompresan itu dan menempelkan telapak tangannya di kening Adel.


Wasabi mencoba meresap panas yang ada diri Adel, seperti yang pernah dia lakukan pada Joy. Dengan kekuatan dalamnya yang pernah dilatih oleh kakek Hugo. Bedanya saat Wasabi menyerap demam pada tubuh Adel, Wasabi seperti menghisap sesuatu yang pahit dan terasa sakit pada dada Wasabi.


Tak berapa lama Wasabi terbatuk dan mengeluarkan darah. Semuanya panik termasuk Andi yang ingin segera membawa Wasabi ke rumah sakit


"Wasabi... kamu berdarah! Ada apa denganmu? Kita harus kerumah sakit sekarang," ucap Andi


Sementara Emi langsung segera memberikan handuk kecil untuk membersihkan darah yang dikeluarkan dari mulutnya.


"Aku tidak apa Andi. Terimakasih Emi," ucap Wasabi yang masih melanjutkan menyerap energi negatif yang ada ditubuh Adel, meskipun pria itu juga merasakan sakit


"Hentikan Wasabi kamu bisa terluka!" pekik Andi.


Untung saja, saat itu kedua orang tua Andi sedang pergi ke desa. Jika tidak mungkin Ibunya akan sepanik Andi dan keadaan semakin riuh


"Ada racun dalam tubuh Adel. Aku harus mengeluarkannya,"


"Kamu keras kepala. Bisa-bisa racun itu berpindah ketubuhmu!" sewot Andi


Wasabi tidak memperdulikan ucapan Andi, ia terus menyerap semua rasa sakit yang ada di tubuh Adel. Setelah dirasa semuanya terlah di serap, Wasabi merasa lelah dan pingsan.


Andi langsung membawa Wasabi ke kamarnya dengan setengah mengomel. Sementara Adel terbangun. Ia mendengar keributan yang berasal dari suara Andi.


"Qisty...," panggil Adel sambil beranjak duduk


"Adel... Bagaimana keadaanmu?" tanya Qisty sedikit panik karena melihat Wasabi terluka


"Ah aku merasa jauh lebih baik. Bahkan anehnya aku merasakan segar kembali. Mungkinkah karena sedari tadi aku tidur? Dan ada apa diluar sana kenapa terdengar ribut?" ucap Adel


"Baru saja Wasabi yang menyembuhkan mu, dia memiliki kekuatan dalam yang bisa menyerap racun. Dia bilang ada racun dalam tubuhmu yang membuat badanmu terasa lelah, berat, demam dan kesakitan," jelas Qisty


"Wasabi?" lirih Adel tak menyangka pria detektif itu mempunyai kekuatan yang variatif


"Iya..Dia ada dikamar sebelah. Tetapi dia pingsan Setelah beberapa menit menyerap racun hingga memuntahkan darah," ucap Qisty


"Aku ingin melihat keadaannya," sahut Adel kemudian beranjak keluar


"Haruskah kita membawanya kedokter?" tanya Emi pada Andi


"Ya aku juga takut jika keadaannya semakin memburuk," jawab Andi


Wasabi yang masih terpejam masih bisa mendengar percakapan sahabatnya itu


"Tidak usah Emi, Andi, Aku merasa lebih enak setelah muntah. Inilah racun yang ada dalam tubuh Adel," ucap Wasabi, kemudian ia membuka matanya dan beranjak duduk.


'Lalu kalau tidak sakit, kenapa sampai mengeluarkan darah seperti itu,"


"Aku juga tidak tahu, mungkin Aku terlalu dalam menyerapnya. Tapi sungguh setelah aku memuntahkan darah itu. Aku tidak merasakan sakit. Aku rasa ini racun yang bisa mematikan secara perlahan," ucap Wasabi


"Aku rasa Racun ini berproses membuat seseorang menjadi demam lalu akan mengalami dehidrasi berat yang berpengaruh pada sirkulasi darah pada tubuh. Lalu racun aktif itu akan menyerang organ-organ penting pada tubuh hingga menjadi gagal bekerja dan fungsinya akan terganggu, alhasil akan memperburuk keadaan sakitnya. Bahayanya ini juga bisa berdampak pada jantung serta otaknya yang mana sangat berpengaruh dan menyebabkan kematian," timpal Wasabi


"Kamu tahu dari mana jika racun itu berbahaya. Ini hanya dugaan saja kan?" tanya Andi


"Ada sesuatu yang melukai tubuhnya. Aku merasakan sedikit nyeri saat menyerap energinya. Racun itu keluar dari celah pori. Dan entah bagaimana intinya aku bisa menyerapnya," Wasabi sedikit bingung menjelaskannya pada Andi.


"Agak tidak masuk akal sih, tapi teleportasi yang kamu miliki pun nyata adanya Jadi aku hanya bisa bilang. Amazing dan wow. Aku juga baru tahu kalau kamu bisa menyembuhkan seseorang. Jadi kalau aku demam, gak usah ke dokter cukup panggil Wasabi, haha hemat biaya dokter," ucap Andi dengan selingan candanya, Emi pun terkekeh kecil


"Aku juga baru tahu, haha aku mengira aku hanya bisa menyerap panas karena demam. Ya panggil saja aku, selama aku bisa membantu kenapa tidak,"


Adel membuka pintu kamar yang terbuka sedikit


"Hmm permisi, apa aku boleh masuk?" tanya Adel


"Masuklah Adel, bagaimana keadaan mu?" tanya EMI


Tetapi Adel tidak menjawab pertanyaan Emi, gadis itu langsung masuk dengan berlari kecil dan langsung memeluk Wasabi


"Terimakasih kamu telah menyembuhkanku," ucap Adel yang membuat Wasabi terkejut


"Ehemm..," Andi dan Emi berdehem


"Maaf..," ucap Adel sambil melepaskan pelukannya


"Adel kamu terlihat lebih segar," ucap Wasabi


"Ya Aku bahkan merasa sehat lebih segar dari sebelumnya," ucap Adel


"Hmm tadi aku tanya di kacangin," gumam Emi


"Kacang ada diruang tamu, ambil aja yank," sahut Andi cengengesan


"Oh aku hampir lupa. Aku membutuhkan informasi dari kalian berdua," ucap Wasabi sambil melirik ke arah Adel lalu melemparkan pandangannya lagi ke arah Qisty yang berdiri di dekat pintu.


"Apa itu, Aku akan mengatakan apa yang aku tahu," ucap Adel


"Silahkan tanyakan saja," sahut Qisty sembari mendekati


"Apakah kalian mempunyai musuh? Atau mungkin seseorang yang tidak menyukai kalian, mungkin dendam?"


"Aku rasa tidak ada," jawab Qisty dan Adel berbarengan


"Yakin? Apakah ada seseorang yang mendekati kalian lalu kalian tolak atau ada seseorang yang suka memaksa atau bahkan meneror?" tanya Wasabi lagi


"Oh aku baru ingat. Ada orang yang selalu merayu Qisty. Dia selalu menggoda Qisty," ucap adel


"Apakah dia juga mengejar Adel?"


"Tidak. Tetapi dia selalu meminta padaku untuk menyampaikan pesan untuk Qisty, seperti salam sayang. Terkadang aku menyampaikannya, tapi jika lupa maka salam itu tidak ada tersampaikan," jawab Adel


Wasabi ingin menyatukan alasan penculikan itu, apakah alasan penculikan itu murni penculikan atau kasus Adel adalah kasus lain karena dendam, karena untuk apa Adel di racun jika ingin di culik.


"Siapa dia? Teman satu sekolah atau orang luar,"


"Orang luar. Dia pemilik salon dan aku suka ke salon miliknya dengan mengajak Adel, namanya Ray


Ray? Siapa Ray? Apakah Joy juga mengenal Ray? Jika penculikan ini adalah penculikan berencana yang dilakukan karena keduanya mengenal Ray. Dan Ray, ingin mencelakai keduanya. Jadi kasus yang terjadi pada Joy berbeda dengan Qisty dan Adel. batin Wasabi


Wasabi pun menanyakan letak salon yang dimiliki Ray. Lokasinya berbeda dengan salon milik Riyan. Salon Ray dekat dengan rumah Qisty. Setelah itu Wasabi juga bertanya soal ciri-ciri Ray ini.


"Ray memiliki tatto di leher," ucap Adel


"Aku tidak memperhatikan nya," ucap Qisty


"Kapan terakhir kali kalian bertemu dengannya,"


"Sebulan yang lalu, aku menolak cintanya di depan salon miliknya. Setelah itu aku tak pernah kembali ke salonnya. Aku merasa risih dan tidak enak," jawab Qisty


"Aku bertemu dengannya sehari sebelum kita diculik," jawab Adel


"Bertemu? Hanya lewat atau sambil mengobrol?"


"Ya sedikit obrolan, dia bertanya apakah nanti malam ada rencana pergi karena dia ingin bertemu Qisty, dia bilang rindu dengan Qisty. Lalu aku mengatakan kalau Aku dan Qisty ada latihan drama dari siang hingga malam, untuk pentas drama sekolah,"


"Lalu dimana kalian diculik?"


"Saat pulang latihan itu kami naik taxi tetapi yang ada, kami dibawa ke suatu tempat. Sopir itu pun menyalakan rokoknya dan setelah itu kami tak ingat apapun," ucap Qisty


"Hemm asap yang membuat orang pingsan setelah menghirupnya," gumam Wasabi


Emi dan Andi sedari tadi hanya menyimak sambil makan kacang.


"Adel maaf sebelumnya, bagaimanakah ciri-ciri orang yang melakukan pemerkosaan padamu?"


"Wajahnya mirip denganmu, hanya saja rambutnya lebih panjang dan sedikit kaku. Dia bertato di lengan kanan dan berbahasa Indonesia," jelas Adel sedikit mengingat


"Wasabi maaf aku menyela, aku sama sekali buntu dengan kasus kali ini. Sepertinya ada banyak orang yang terlibat," sahut Emi


"Aku juga sepemikiran dengan Emi," sela Andi


"Ya sepertinya begitu. Kalau menurut analisa ku. Mr. Vin hanya terobsesi dengan penculikan anak dibawah umur. Dan hanya tiga remaja yang diculik. Aku berfikir, penculikan gadis itu atas dasar perintah orang lain, bisa jadi penculikan ini karena motif dendam atau sakit hati. Bisa jadi Ray menaruh dendam pada Qisty dan Adel, lalu selebihnya penjahat itu yang bertindak. Atau bisa jadi Ray adalah penjahat itu sendiri. Kemungkinannya juga, pelaku pemerkosa itu bukanlah Ray, tetapi dia yang mempunyai ide penculikan ini. Atau sebaliknya. Semua bisa saja terjadi. Entah dia bekerja sendiri atau dengan bantuan komplotan penjahat. Besok aku akan ke tempat kerja Ray dan kerumah pemilik kucing itu. Karena Inspektur mengatakan jika pemiliknya sudah lama meninggal. Tapi aku masih tidak yakin,"


"Oh ya aku melewatkan sesuatu. Soal racun itu, kapan terakhir kali kamu meminum atau makan sesuatu Adel?" tanya Wasabi


"Saat Inspektur Hendra membawa kami ke rumah Andi. Di perjalanan aku merasa haus dan dia memberikanku minuman dari botol minum miliknya. Dia bilang itu baru dan dia belum meminumnya," ucap Adel


Kriing...


"Sebentar aku, angkat telepon," ucap Wasabi lalu mengangkat ponselnya


"Ya halo, siapa ini?" tanya Wasabi


"Apakah ini nomer telepon detektif Wasabi? Saya Dokter Mia yang menangani pemeriksaan pada Andri,"


"Oh ya bagaimana keadaannya Dokter? dan juga bagaimana hasil lab itu?"


"Andri saat ini sudah membaik. Ditemukan sejumlah racun didalam tubuhnya. Dan racun itu diketahui sama dengan minuman yang ada di gelas yang kamu bawa. Namun makanan itu sendiri, aman dan tidak ditemukan racun," jelas Dokter Mia


"Tadi sore Andri sempat demam tinggi, saya pun melakukan tindakan lagi. Ternyata masih terdapat racun yang sudah menempel. Namun jangan khawatir, kami sudah mengeluarkan racun tersebut. Jika tidak segera ditangani pasien dapat meninggal," ucap Dokter Mia


"Apakah racun itu bekerja dengan cepat atau membutuhkan beberapa jam?"


"Itu tergantung dari kondisi tubuh kita sendiri. Dan juga tergantung racun itu sendiri. Jika dicampur dengan air putih dia akan lebih mudah menyatu dan beraksi, tetapi jika dicampur dengan teh atau kopi dia akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk bereaksi pada tubuh,"


"Oh seperti itu, Saya minta maaf jika banyak bertanya. Terimakasih informasinya. Besok saya akan. menemui Andri,"


"Saya juga minta maaf karena baru sempat memberi kabar sekarang, semoga detektif bisa menangkap pelaku itu secepatnya,"


Ponsel di tutup setelah Wasabi mengakhiri percakapannya


"Gejala yang sama, mungkin dari racun yang sama. Tidak mungkin jika Inspektur Hendra. Inspektur Hendra selalu bersamaku saat di Kafe itu, siapa yang meracuni Andri," pikir Wasabi dalam hatinya.


Wasabi menatap semua orang yang ada dikamar itu, rupanya semua mengamati Wasabi. Lalu dia terpikir sejenak kemudian dia tersadar.


Astaga aku tak pernah terpikirkan jika dia pelakunya. Tapi untuk membenarkannya aku harus mengambil bukti pada tumbler Inspektur Hendra, batin Wasabi yang sudah menduga satu orang


"Paa yang kamu pikirkan Wasabi? Oh ya bisakah kamu ikut ke ruangan ku?" ucap Andi


"Hmm tidak ada hanya menerka saja, ok baiklah. Qisty, Adel Emi sebaiknya kalian beristirahat," sahut Wasabi


Wasabi dan Andi beranjak pergi menuju ruang kerja Andi.


"Aku memperbarui program Revi. Tapi aku malah mengacaukannya. Sensor DNA itu berada di rumahku. Sedangkan sensor sidik jari ini terus berjalan. Aku tidak mengerti kenapa hasil laboratorium yang aku terima, menunjukkan dia orang yang sama. Apakah datanya tertukar?" ucap Andi


"Andi kau tidak mengacau. Kerjamu bagus, tapi jangan katakan ini pada siapapun selain aku," bisik Wasabi


"Aku akan menemui Inspektur Hendra. Jika terjadi sesuatu bersembunyilah, sebaiknya kamu bersiap sekarang," timpalnya lagi


"Apa maksudmu Wasabi, bersiap? Oh ya, bisakah kamu sekalian mengajak Emi pulang? Dia ingin menginap disini tetapi aku pikir sebaiknya dia pulang saja,"


"Aku mendengar ada orang yang ingin mengusirku," tembak Emi


"Haha ini sudah malam, kamu sebaiknya pulang,"


"Kenapa tidak kamu saja yang mengantarku," sahut Emi


"Wasabi ingin pergi, aku fikir itu akan.."


"Andi, kamu saja yang mengantar Emi. Aku tak ingin ada perang dunia karena cemburu,"


"Lalu dua tamu itu?"


"Biarkan mereka istirahat," ucap Wasabi yang langsung pergi dengan motor nya dan disusul Andi yang mengantarkan Emi pulang.