Detective Wasabi

Detective Wasabi
Gap poin 2



Wasabi pulang sejenak untuk mandi dan sarapan. Tak berapa lama Bai menjemputnya, rencana hari ini mencari informasi dari seorang pentatto.


TATTOO CUSTOM STORE



"Kita sudah sampai. Ayo langsung masuk saja. Dekorasinya bagus. Ini belum seberapa, Kau pasti akan terkejut jika melihat bagian dalamnya," ucap Bai


"Benarkah? Kita buktikan saja" ucap Wasabi


Setelah masuk mereka menuju karyawan front office dan bilang sudah ada janji bertemu. Ternyata teman Bai sedang ada pasien tatto.


"Sepertinya kita harus menunggunya lama. Temanku sedang ada pelanggan. Kita tunggu dia didalam saja,"


"Ok, "




Mereka pun masuk kedalam. Wasabi terkejut dengan desain ruangannya. Selain banyak foto model tatto juga banyak gambar 3D yang menakjubkan.


"Ini yang ku bilang tadi bagus kan?" sahut Bai


"Sungguh menakjubkan," ucap Wasabi menuju ruang tunggu di bagian belakang


"Di dalam ruangan itu, temanku. Dia salah satu artist tatto nya? Kemarilah duduk," ucap Bai



Beberapa menit kemudian.


Teman Bai, si artist tatto datang menemui mereka. Namanya Evan. Dia sudah membaca pesan Bai sebelumnya yang mengatakan jika Bai akan menemuinya bersama seorang detektif


"Maaf menunggu lama. Aku Evan, kau pasti detective Wasabi bukan? Bai banyak cerita tentangmu," ucap Evan


"lya, Terimakasih atas pujiannya. Tapi itu semua karena bantuan teman-teman juga," ucap Wasabi


"Kita langsung saja. Tujuan kami kesini untuk menanyakan seputar kepemilikan tatto ini," ucap Wasabi seraya menyodorkan sebuah foto tatto milik Gio


"Aku kenal Tatto ini, temanku yang membuat. Aku akan mengirimkan alamatnya pada Bai," sahut Evan


"Bisakah kau mengirimnya ke ponselku juga?" pinta Wasabi langsung mengambil ponselnya tapi saat ia merogoh kantongnya, ponselnya tak ada


"Ya tentu bisa, aku akan mengirimkan alamat serta nomernha padamu. Berapa nomer teleponmu?" tanya Evan


"Ah sepertinya ponselku tertinggal dirumah Valent," gumam Wasabi


"Jika hanya menanyai ini kenapa kalian tidak bertanya langsung lewat telephone," ucap Evan


"Kami meminimalisir terjadinya peretas. Karena sepertinya ini bukan kasus yang biasa," ucap Bai.


"Kami sudah mencari tahu tentangnya, tetapi ternyata Dia adalah anak tunggal sekaligus pewaris tunggal. Sedangkan kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dan ada saudara dekat tapi mereka tidak datang. Sementara ini kami menunggu saudara jauhnya yang tinggal di luar negri untuk datang, namun mereka tak bisa datang secepatnya. Jadi jalan satu-satunya adalah menanyainya lewat komunitasnya," ujar Wasabi


"Begini saja agar tidak canggung, biar Aku coba menghubungi temanku itu. Kalian tingg datang ke tempatnya saja," sahut Evan


"Terimakasih," ucap Bai dan Wasabi bersamaan


Beberapa menit kemudian ada balasan pesan yang menyatakan jika temannya itu menerima kedatangan Wasabi dan Bai.


"Dia juga bilang Gio dan teman-temannya sering ke studionya. Kalian bisa kesana setelah ini," sahut Evan


"Terimakasih, kalau begitu kami pamit undur diri," pamit Bai dan Wasabi


Singkat cerita Wasabi susah berada Di Studio Tatto milik teman Evan, yang bernama Baron. Mereka disambut hangat oleh Baron dan langsung menyuruhnya untuk masuk di ruangan pribadinya


"Duduklah, dan silahkan minum," ucap Baron seraya memberikan nampan berisi kopi hangat dan beberapa cemilan. Rupanya Baron telah menyiapkan sebelumnya


"Silahkan tanya apapun, Aku siap untuk memberikan informasi selama aku tahu. Aku begitu bersemangat saat tau ada detectif kemari. Aku suka menonton film agen-agen polisi atau detective membuatku jadi bersemangat dalam hal ini. Sampai-sampai aku langsung mencetak foto-foto yang Aku punya," ucap Baron yang tidak memberikan ruang untuk Wasabi bertanya


"Wah Anda sangat antusias dalam memberikan keterangan," puji Wasabi


"Haha itu harus sebagai warga yang baik,"


"Ini Gio dan teman-temannya Aku mengambil foto mereka saat mereka kumpul disini. Mereka genk motor," ucap Baron


"Apakah Tuan Gio memiliki Istri atau kekasih? dan Apakah Anda tahu orang-orang disekelilingnya seperti apa? Maksudku apakah dia tipe orang yang memiliki banyak musuh?" tanya Wasabi


"Gio ramah dan baik saking baiknya Dia terlalu loyal. Yang aku tahu dia setia dan punya satu kekasih. Dia baru putus dengan kekasihnya sebulan yang lalu, kekasihnya bertatto dibagian paha, Aku lupa namanya kalau tidak salah namanya Vina. Tetapi Vina sakit dan meninggal baru beberapa minggu yang lalu. Aku terkejut saat mendengar Gio mati terbunuh. Karena jujur saja. Setahuku dan teman-temannya Dia tidak punya musuh," sahut Baron


"Hemm ini semakin menarik. Loyal, tidak punya musuh, tidak memiliki keluarga dekat. Dan pribadinya di sukai dengan teman-temannya.. Kekasihnya meninggal. Atau jangan-jangan dia memiliki teman musuh dalam selimut," gumam Wasabi pelan


"Apakah anda tahu siapa pacarnya sekarang?Fotonya mungkin?" tanya Wasabi


"Sayang sekali, saat itu Aku memotretnya tapi entah kenapa foto itu hilang," ucap Baron


"Kekasihnya yang dulu si Vina itu sakit apa?" tanya Bai


"Aku tidak tahu sakit apa. Karena Gio mengatakannya dengan sangat sedih. Jadi Aku tidak berani menanyakan lebih," ucap Baron


Setelah bertanya-tanya poin penting, Wasabi dan Bai pamit undur diri. Bai berniat akan meneruskan kerja di kantornya dan Wasabi kembali ke rumah Valent


Sementara itu, dirumah Valent.


Ponsel Wasabi berdering terus membuat Valent terbangun dari tidurnya. Valent mencari-cari asal suara yang ternyata ponsel itu ada di bawah tempat tidurnya


"Ini ponsel Wasabi, pasti tertinggal," gumam Valent, begitu ia melihat tulisan pacar di ponsel Wasabi, maka Valent pun berniat mengangkatnya


"Yang menelepon Pacar. Jadi Dia sudah punya pacar?" gumam Valent, "Ku kerjain saja pacarnya hahaa..."


Valent mengangkat ponselnya.


"Halo, Sayang. Aku mau mengingatkanmu jangan lupa siang ini.....," sahut Joy yang terputus karena Valent langsung berbicara


"Halo, ini siapa?" tanya Valent


"Hey siapa Kau? Kenapa kau menggunakan ponsel Wasabi?"


"Aku pacarnya, dia sedang mandi. Kalau kau tidak percaya akan ku panggilkan dia," ujar Valent lalu bergegas ke kamar mandi, kemudian menyalakan air yang keluar dari shower dan berpura-pura memanggil.


"Wasabi sayangku, apa Kau sudah selesai mandi? ada telepon untukmu," ucap Valent


"Dia berkata kalau dia pacarmu.....Apa?Kau tidak mengenalnya?" sahut Valent


"Hey, Apa kau sudah dengar, dia tidak mengenalmu itu artinya dia tidak mengakuimu," ucap Valent


"Aku tidak mendengar suaranya, yang ku dengar hanya bunyi keran air. Jangan coba-coba menipuku ya!" sahut Joy


"Terserah Kau mau percaya atau tidak, yang jelas jam 4 pagi tadi dia kerumahku dan kami bermesraan. Sudah dulu ya," Valent menutup ponselnya


Tut Tut Tut Tut


Sambungan telephone dimatikan.


Valent tertawa kecil, kemudian ia menghapus riwayat panggilan agar tidak ketahuan. Tak berapa lama Wasabi muncul di belakang Valent membuat gadis itu terkejut


Cling


"Valent, Aku mencari ponselku," ucap Wasabi


"Ah Kau membuatku terkejut. Sejak kapan Kau berdiri di belakangku," tanya Valent langsung berbalik


"Baru saja,"


"Ini ponselmu? Aku menemukannya dibawah tempat tidur," sahut Valent seeaya memberikan ponsel Wasabi


"Terimakasih. Valent pukul 10 nanti datanglah ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian," ujar Wasabi


"Ok Aku akan kesana,"


Wasabi lalu pamit pergi dan meninggalkan kamar Valent. Valent terlupa sesuatu. Cepat-cepat Dia menambahkan lipstik di bibirnya. Kemudian dia menyusul Wasabi dengan berlari kencang bermaksud menabrakan dirinya ke punggung Wasabi.


"Wasabi tunggu," panggil Valent


Bruk


Valent tertabrak punggung Wasabi. Rencananya untuk meninggalkan bekas lipstik pada jaket Wasabi berhasil.


"Kau tak apa?" tanya Wasabi


"Kami belum mendapatkan kabar soal ponakan mu. Ayahmu sudah membalas, dia bilang akan sampai di sini sekitar pukul sembilan pagi ini," ucap Wasabi


"Oh ok,"


"Jika ada apa-apa kau bisa menghubungiku. Sementara ini ada polisi yang berjaga didepan jadi kau tak perlu takut," ujar Wasabi


Setelah berpamitan pada Valent, Wasabi pergi kerumah Joy. Hari ini Dia berjanji untuk membantunya membawa lukisannya ke sebuah gallery.


Sesampainya dirumah Joy.


"Aku kira Kau lupa akan janjimu," sahut Joy


"Mana mungkin Aku melupakan gadis pemarah sepertimu,"


"Apa kau bilang?" ucap Joy yang ingin mencubit Wasabi, tetapi Wasabi dengan sigap mengelak dari serangan Joy.


"Eits tak kena," sahut Wasabi sambil menjulurkan lidahnya tanda mengejek


"Huh menyebalkan,"


Wasabi kemudian membantu Joy mengangkut 10 lukisannya ke dalam Mobil. Saat Wasabi membelakangi Joy, wanita itu melihat tanda lipstik yang menempel di jaket Wasabi lebih tepatnya di punggung dekat bahu


Jadi yang dikatakan wanita itu benar? batin Joy


Joy menghadang Wasabi dan berkata, "Tadi pagi Kau kemana?"


"Aku? Pukul tujuh tadi ke studio tatto ada yang harus diselidiki," sahut Wasabi kemudian karena merasa berat memegang lukisan besar tersebut ia pun meletakkannya dengan menyandarkan nya di kursi


"Sebelum itu," tanya Joy


"Sebelum itu? Pukul dua pagi ada kejadian pembunuhan dirumah sakit. Aku dan inspektur Hendra kesana menanganinya,"


"Setelah itu?"


"Setelah itu Aku pulang. Lalu aku pergi lagi kerumah keluarga korban penculikan dan sekaligus pembunuhan karena keluarga pasien tidak dapat dihubungi. Jadi Aku kerumahnya. Kau kenapa menanyai ku seperti itu," tanya Wasabi


"Kau yakin tidak bermesraan dengan wanita lain?"


"Tadi malam aku hanya bermesraan denganmu kan? Memangnya dengan siapa lagi,"


"Pagi tadi Aku menelepon mu dan yang mengangkat ponselmu seorang wanita. Dia bilang kalian sedang bermesraan pagi itu," ungkap Joy


"Buka jaketmu, lihat sendiri dan jelaskan," ucap Joy


Wasabi membuka jaket dan melihat ada tanda lipstik di jaket nya, ia langsung memutar otaknya otaknya dan teringat saat Wasabi mengambil ponselnya Valent terjatuh dan menabrak dirinya


"Astaga, ini pasti terjadi saat Valent berlari dan tertabarak di belakangku. Sungguh aku tidak bermain dengan wanita lain Joy," ucap Wasabi


"Aku sudah sering mendengar alasan seperti itu dari pria lain. Nyatanya mereka selalu bermain di belakangku. Kita putus! " ucap Joy kesal


"Hah? Apa maksudmu? Semudah itu kau memutuskan ku? Joy aku sudah lelah, seharian kemarin dan sekarang banyak hal yang harus ku pikirkan untuk mengungkapkan kejahatan. Jadi tolong percaya padaku! Aku Wasabi bukan seperti pria lain yang kau kenal," ucap Wasabi


"Aku kira kau berbeda dengan pria lain. Tapi ternyata sama saja. Aku sudah memutuskannya. Kita putus saja oke....Sekarang keluar dari rumahku," usir Joy


"Aku lelah dan Aku tak ingin berdebat denganmu. Aku tidak ingin putus! Jaga dirimu," ucap Wasabi


Wasabi pergi begitu saja. Setelah itu Joy langsung menangis karena sedari tadi ia menahan air matanya


Emi datang karena mendengar keributan di depan, melihat Joy yang menangis, ia langsung merangkul dan menenangkan Joy. Joy lalu menceritakan semuanya pada Emi.


"Kau salah Joy, harusnya Kau lebih percaya pada Wasabi. Dia tidak mungkin bermain Wanita. Mendapatkan perhatian Wasabi itu tidak mudah. Kau beruntung mendapatkannya," ujar Emi


"Aku terlalu banyak menerima penghianatan dari mantan pacarku sebelumnya. Dan itu membuatku susah untuk percaya," ucap Joy


"Aku terlalu cepat bilang putus," timpalnya lagi


"Ya itulah kau selalu menghadapi masalah dengan emosi,"


"Lalu aku harus apa?" tanya Joy sedih


"Nanti Aku akan menyuruh Wasabi ke rumahmu. Tapi tidak sekarang. Sepertinya dia sedang banyak pikiran. Sekarang hapus air matamu. Kita antar lukisan ini ke gallery. Kita panggil jasa pengantar saja," ucap Emi memberi solusi


Di sisi lain Wasabi geram dengan Valent yang seenaknya mengatakan pada Joy jika dia sedang bermesraan


"Berani sekali Vallent mencampuri urusan pribadiku. Sabar Wasabi," gumam Wasabi


.


.


.


Dirumah Tuan Kiyoshi.


Wasabi duduk di ruang tamu, sebenarnya Wasabi datang karena sudah menemukan hasil lab rambut yang sempat ia temukan. Juga ingin bertanya tentang kejadian lebih rinci kapan terakhir ia melihat nyonya Cen atau siapa saja yang ditemui Nyonya Cen saat itu.


"Salah satu pengurus pihak rumah sakit jiwa dan beberapa yayasan peduli sosial, baru saja berdatangan kemari. Ternyata Mama tiriku banyak sekali berdonasi dan memberikan santunan bantuan ke panti dan rumah sakit jiwa. Tak hanya itu, Aku juga menerima uang dari asuransi kematian Mama tiriku," ucap Naomi


"Mama tiriku begitu baik dan peduli kepada orang lain. Tidak mungkin Dia terbunuh karena ada yang membencinya. Aku yakin pembunuhnya itu ingin mengincar sesuatu dari mama ku itu.


"Apa yang disembunyikan Mama mu dirumah?"


"Mana aku tahu. Aku tidak tahu, tapi silahkan saja jika itu bisa membantu," ucap Naomi


Wasabi dan Naomi membongkar semua isi lemari pakaian dan lemari buku dan isi brangkas. Tapi tidak ada apapun didalamnya.


"Apakah brangkas Nyonya Cen sebelumnya terisi?" tanya Wasabi


"Aku tidak pernah tahu isinya, apakah ada sesuatu yang berharga didalamnya atau tidak," sahut Naomi


"Ayahmu juga memberikan keterangan bahwa sebelum dia dipenjara brangkas itu kosong. Tapi tidak ada yang tahu apakah Nyonya Cen menyimpan sesuatu saat Suaminya dipenjara. Dari catatan Tim inafis juga tidak ada tanda sidik jari lain dirumah ini selain Nyonya Cen, kau dan para pekerja yang ada disini. Jadi kemungkinannya hanyalah dendam semata. Bisa jadi salah satu orang yang tinggal disini," terka Wasabi


Sementara itu Naomi terdiam pandangannya kosong tapi dia masih bisa mendengarkan Wasabi


"Kenapa rumah ini sepi kemana pekerja lainnya?" tanya Wasabi


"Aku memberhentikan mereka, Aku takut tidak dapat membayar mereka. Kau tahu kan Setelah Ayahku dipenjara, Mama Cen lah yang bekerja. Dia menjualkan barang antik milik temannya," ujar Naomi


"Ya aku juga sudah menemui temannya untuk mencari informasi. Tidak ada yang mencurigakan karena temannya saat itu keluar kota selama tiga hari," sahut Wasabi


"Jadi siapakah yang membantumu membersihkan bekas darah Nyonya Cen?"


"Pembantuku yang membersihkannya. Dia ku berhentikan dan keluar dari rumah ini dua hari setelah kematian Mama,"


"Dia membersihkannya sangat tidak bersih. Kau lihat masih ada darah di sekat ubin dekat dinding itu," ucap Wasabi langsung mendekati bercak darah yang tersisa.


Dia mengambil kaca pembesar dan mengambil sesuatu disana.


Rambut pendek lagi? ucap Wasabi dalam hati


"Naomi apakah aku boleh melihat jenis sapu yang kau gunakan?" tanya Wasabi


"Oh ya sebentar Aku ambilkan? Kau mau menyapu?"


"Haha tidak," ucap Wasabi tersenyum kecil


Tak berapa lama Naomi datang dengan dua jenis sapu yang berbeda. Yang satu sapunya dari plastik dan berwarna warni. Dan yang satu sapunya berwarna coklat muda


Jelas berbeda berarti rambut ini bukan berasal dari sapu, batin Wasabi kemudian tersenyum simpul.


"Naomi sepertinya aku sedikit mendapatkan celah. Aku akan menyimpulkannya nanti saat aku mendapatkan semua bukti," ucap Wasabi


"Bisakah kau ceritakan apa itu?" tanya Naomi


Belum sempat Naomi mendapatkan jawaban, Wasabi sudah menghilang dengan teleportasinya.


Whuuss


.


.


.


Enak ya whasap whus whas whuus 😂