Detective Wasabi

Detective Wasabi
Shocked



Di Kediaman Wasabi.


Dia merebahkan tubuhnya di Sofa depan. Sore itu Wasabi langsung menelepon Inspektur Hendra, untuk memastikan data yang Dia butuhkan.


"Hallo Inspektur, bagaimana informasi data yang ku minta tadi?" tanya Wasabi


"Tidak ada riwayat telepon antara Jesslyn dan Willie. Barchie Willie, " ucap Inspektur Hendra


"Apakah Dia memakai nomer dengan nama yang berbeda,"


"Tidak ada nomer lain yang menghubunginya selain nomer Teddy Thompson," ucao Inspektur Hendra


Wajar jika Teddy Thompson meneleponnya karena Ibunya bekerja padanya. Dia saudara Tuan Samy dan Nyonya Noura tapi Nyonya Noura bilang mereka berhubungan baik, batin Wasabi


"Ya dan lagi tidak ada penelpon yang meneleponnya dimalam hari," ucap Inspektur Hendra


"Apakah Jesslyn memiliki dua nomer ponsel genggam?" pikir Wasabi


"Terimakasih Inspektur Hendra. Aku akan mencari tahu dengan cara lain,"


"Ok, jangan sungkan-sungkan jika Kau membutuhkan bantuan Ku,"


"Haha baiklah, terimakasih," Wasabi menutup telephonenya dan bergegas mandi.


Beberapa menit kemudian Wasabi selesai mandi. Begitu keluar dari kamar mandi, Dia mencium aroma yang sangat enak dan menggugah nafsu makannya hingga perutnya berteriak meminta makan.


Dia pun turun kebawah dengan telanjang dada dan handuk yang masih menutupi bagian bawahnya.


Hmmm Aroma ini, Ayah pasti yang sedang memasakan. Seperti aroma nasi goreng, batin Wasabi


Begitu sampai di dapur, Wasabi senangnya bukan kepalang. Di meja itu telah tersedia nasi goreng seafood.


Saat Wasabi mencicipinya nasi goreng itu. Joy keluar dari dapur belakang dan berteriak. Saat Wasabi mencicipinya nasi goreng itu.


"Joy!" pekik Wasabi yang juga berteriak karena terkejut.


"Astaga Wasabi. Tak bisakah Kau mengenakan pakaian terlebih dahulu," ucap Joy


Joy lalu membelakangi Wasabi sambil membawa nampan yang berisi satu teko teh hangat.


"Uhuk uhuk," Wasabi tersedak saat tahu dirinya hanya mengenakan handuk kecil memperlihatkan paha dan bagian atas tubuhnya. Lalu ia minum air putih di atas meja


"Joy, aku merindukanmu," Wasabi malah memeluk Joy dari belakang


"Kamu bukannya sedang di rawat di rumah Dokter Lee. Bagaimana keadaanmu? Kenapa kesini tidak mengabariku terlebih dahulu?" ucap Wasabi lalu membenamkan wajahnya di ceruk leher Joy


"Haha, nanti Aku ceritakan. Pakai dulu bajumu,"


"Hehe ok ok," Wasabi segera keatas menuju kamarnya dan memakai pakaiannya.


Di meja makan.


Wasabi sudah duduk manis dengan makanan yang sudah disediakan Joy. Suasana sedikit canggung.


"Makan yang banyak ya. Kau terlihat kurus," ucap Joy


"Ini bikinan mu?" tanya Wasabi


"lya, kalau tidak enak tak usah dimakan. Jujur saja ini kali pertama Aku memasak," ucap Joy


"Aku sudah mencicipinya tadi, dan itu enak sekali. Aku suka!" sahut Wasabi seraya mengunyah lahap


"Bagaimana keadaan Mu? Lalu lewat mana kau masuk?" tanya Wasabi lagi sementara Joy hanya menopang dagu dan memperhatikan kekasihnya itu


"Pfft hehe pelan-pelan saja makannya,"


"Ini sangat lezat. Terimakasih Joy. Aku mau tambah lagi," sahut Wasabi


Joy mengambilkan lagi nasi goreng ke piring Wasabi.


"Aku merasa lebih baik dan ingin menemui mu. Ayah Setya yang mengantarku kemari. Tapi dia langsung pergi tak tahu kemana, Dia tak bilang," ucap Joy setelah mengambil nasi untuk Wasabi, dia mulai memakan makannya sendiri


"Aku mendengar ada suara orang yang sedang mandi, Aku ingin membuatmu kejutan. Tapi malah aku yang terkejut melihatmu haha," timpal Joy


"Haha, aku juga terkejut dengan kehadiran mu. Maaf Aku kira yang masak itu Ayah. Oh ya Joy, apa Kau mengenal Teddy Thompson?" ucap Wasabi dan mulai bertanya hal serius


"Ya Aku mengenalnya. Dia Paman Ku. Dia sering mengajak kami bertamasya. Tapi dua tahun ini Kami jarang berkomunikasi, karena kesibukan masing-masing. Saat kami menelepon menanyakan kabarnya dan ingin berkunjung kerumahnya. Dia selalu bilang sibuk. Hingga akhirnya Kami segan untuk meneleponnya kembali," ucap Joy


"Jadi kalian sudah lama tak berkomunikasi lalu tiba-tiba Dia datang merekomendasikan seorang pembantu yang tak lain adalah anak dari pembantunya sendiri. Pertanyaannya dari mana dia tahu kalau pembantu lama mu masuk rumah sakit? Dan kalian butuh pembantu baru?" tanya Wasabi


"Tentu saja dari surat kabar. Tuan Naw memiliki peranan penting di kota ini. Saat nama Daddy masuk ke dalamnya, Paman Teddy langsung menghubungi Mommy," ucap Joy


"Oh begitu rupanya, Aku sudah selesai makan," ucap Wasabi


"Aku juga sudah. Akan ku bereskan," sahut Joy


"Jangan sayang, wajahmu masih pucat. Duduklah, Biar Aku yang bereskan."


"Haha Kau panggil Aku apa? Haha itu membuatku geli," ledek Joy karena Wasabi jarang memanggilnya dengan sebutan sayang


"Hah kalau tak suka ya sudah, jangan harap Aku memanggilmu itu,"


"Aku suka, tapi Aku hanya tak terbiasa, apalagi sikapmu yang cuek dan dingin itu membuatku geli, saat mengatakan sayang," sahut Joy


"No no no," sahut Wasabi dan tersenyum licik seraya membawa piringnya ke tempat cuci piring


"Panggil sayang atau ku gelitiki hingga pingsan," ancam Joy kemudian mulai menggelitik Kekasihnya itu


"Haha geli Joy. Joy Aku sedang mencuci piring. Nanti semuanya pecah ahaha hentikan hahaha," pinta Wasabi tetapi Joy tidak menghentikannya


"Oke oke Sayang, hentikan," pinta Wasabi


Joy lalu menghentikan perbuatannya. Dia pun bersandar pada dinding sambil berkacak pinggang tanda kemenangan.


"Nah gitu dong Sayang...hehe. Aku menunggu di depan ya," ucap Joy


"Siap bos,"


.


.


Setelah selesai membereskan piring kotor, Wasabi mengantar Joy pulang dengan mobil pemberian Tuan Paldo.


"Mobil ini sangat nyaman. Tuan Paldo sebenarnya orang yang baik," ucap Joy


"Ya, lebih tepatnya Dia sangat mencintai anaknya. Makannya Dia juga rela memberikan hadiah besar untuk orang yang menemukan Putrinya itu,"


"lya, karena keluarga adalah harta sebenarnya," sahut Joy


"Betul. Oh ya besok siang Aku mengundang orang tua Ray ke rumah untuk makan siang,"


"Ada acara apa?"


"Tidak ada, tapi hanya untuk memastikan apakah Tuan Barchie yang berniat membunuhmu atau bukan. Aku ingin besok Kau sedikit bersandiwara untuk berpura-pura lemah tak berdaya," ucao Wasabi


"Ok tak masalah, ? "


Sesampainya di rumah Joy. Jesslyn membukakan pintu.


"Selamat malam Nona Joy dan Tuan Wasabi," ucap Jesslyn


"Malam," Dengan tatapan sinis. Joy paling tidak suka ada orang yang memandangi Wasabi


"Sayang ayo sini duduk," Joy masuk dan duduk di ruang tengah, Wasabi masuk sambil tertawa geli.


Dia seperti Joy tidak terbiasa dengan sebutan sayang, maklum yah pasangan baru


"Jesslyn tolong buatkan dua gelas kopi," seru Joy


"Baik Nona, ada lagi?" tanya Jesslyn saat mendekat


"Oh ya ada satu lagi, jangan campurkan racun kedalam minuman kami. Mengerti!?" ucap Joy dengan tegas. Ia baru tahu cerita tentang Jesslyn dari Wasabi


"Ya saya mengerti. Saya minta maaf soal hal itu Nona Joy. Kalau begitu Saya permisi,"


Kemudian Jesslyn pergi ke dalam membuatkan minuman


"Sayang, Dia sudah mengakui kejahatannya. Tapi dia ada baiknya. Dia menukarkan racun yang mematikan itu dengan racun yang hanya menghentikan fungsi sementara,"


"Apa bedanya, tetap saja keduanya adalah racun," sahut Joy dengan juteknya. Sifat Juteknya susah untuk dihilangkan


Tak berapa lama Jesslyn datang dengan dua gelas kopi seraya berucap, "Silahkan diminum Nona, Tuan. Ini aman kok,"


"Terimakasih," sahut Wasabi dan Joy


"Oh ya Jesslyn ada yang ingin Aku tanyakan lagi. Duduklah," ucap Wasabi


"Ya. Ada apa Tuan,"


"Apakah Kau masih ingat wajah orang yang saat itu mengancammu?"


"Saya tidak begitu jelas karena Dia memakai masker wajah, dan juga saat itu Saya ketakutan sehingga wajah saya terus menunduk tak berani menatapnya," ucap Jesslyn


"Lalu bagaimana dengan suaranya?" tanya Wasabi lagi


"Suaranya seperti pria pada umumnya. Tidak berat dan juga tidak serak, tidak juga cempreng. Ya standar, seperti suara Tuan Samy atau Tuan Setya," aku Jesslyn


Tok Tok Tok


Terdengar suara orang mengetuk pintu di depan.


"Kalian lanjutkan, biar Aku saja yang menemui tamu itu,"


Joy yang duduk diruang tengah pergi ke depan menuju ruang tamu dan melihat siapa yang datang.


Terlihat seorang wanita cantik berambut pendek dan sedang menangis


"Ya, maaf Anda siapa? ingin mencari siapa?" tanya Joy yang sedikit lupa pernah bertemu wanita itu dimana


"Apakah Wasabi disini?" tanya Naomi


Siapa Dia? Kenapa Dia mencari Wasabi kemari? Apa hubungannya Dia dan Wasabi? batin Joy cemburu