Detective Wasabi

Detective Wasabi
Jalan Rahasia



"Sayang, kamu cantik sekali," puji Mr. Vin sembari mengambil ujung rambut Joy yang panjang dan menciumnya.


"Oh ya Aku kan wanita, jelas cantik," ucap Joy


"Hemm aku ingin menciummu," Mr. Vin mendekatkan tubuhnya ke Joy. Ketika dia ingin mencium bibir Joy. Anak buahnya datang tiba-tiba.


"Bos...Gawat!!" ucap seorang wanita salah satu anak buah Mr. Vin



"Oh maaf aku tidak tahu kalau bos.."


"Hish sial. Kau mengganggu ku saja. Aku bahkan belum menyentuhnya," gerutu mr.Vin


"Kamu sudah siap?" timpalnya lagi


"Sudah Bos. Mereka telah sampai di pesta Bos Mafia Kakap,"


"Lalu apa yang gawat," tanya Mr.Vin


Joy mendekat dan berbisik, "Siapa dia sayang,"


"Hah sayang? Dia pacar baru mu?" tanya anak buahnya


"Memangnya ada berapa pacarmu Vin? Kenapa dia bilang aku pacar barumu," tanya Joy


"Diamlah.." seru Vin pada anak buahnya.


" Angel.. Jangan hiraukan dia," jawab Mr Vin


"Imha dia sedang dibawah pengaruh hipnotis ku," bisik Mr. Vin pada Imha


"Oh. Selalu saja ketika melihat yang cantik," batin Imha


"Haha naluri pria. Hey kamu belum mengatakan apa yang gawat?"


"Ada dua orang polisi. Aku tak yakin dia polisi atau detective bodoh. Dia memasang kamera di sekitar pertokoan ini,"


"Kamu sudah mengubahnya?"


"Sudah. Semua beres! Ayo kita segera berangkat ke pesta itu," ucap Imha


Imha adalah anak buah Mr.Vin yang ahli komputer sekaligus wanita yang menemaninya bercinta, bukan kekasih ataupun Istri. Imha juga sebagai asisten kepercayaannya.


"Sebentar aku harus menutup perangkap ini," ucap Mr.Vin. Lalu menekan sebuah tuas yang berada di tembok persis di tempat dia berdiri.


Dalam sekejap belokan yang tadi berubah, tertutup dengan dinding dan terlihat kokoh. Kemudian mereka berjalan menyusuri gang rahasia yang ternyata ada tangga menuju ke bawah



Visual gang rahasia



Visual tangga ke bawah


Mereka berjalan kembali melewati terowongan kecil, tak jauh berjalan kemudian mereka menaiki tangga keatas. Tangga itu menuju sebuah ruangan yang tak lain adalah sebuah toko kosong.



Terowongan Kecil



Visual tangga ke atas yang terhubung ke sebuah ruko


"Angel kita sudah sampai, selamat datang di rumah kita," sahut Mr. Vin


"Rumah?" tanya Joy


"Ya. Kamu dan aku akan menempati rumah ini. Angel ini Imha, asisten ku," ucap Mr Vin pada Joy


"Imha. Mulai sekarang, dia bernama Angel. Tolong pakaikan dia baju yang terseksi," bisik Vin


"Ok Bos," sahut Imha kemudian mengajak Angel yang tak lain adalah Joy untuk ikut bersamanya


"Angel ikuti aku. aku akan menyulapmu menjadi wanita tercantik di dunia.


"Oh baiklah. Trima kasih,"



Joy melihat ruangan itu, sangat tak asing baginya. Dia seperti pernah mengenal tempat itu. Sangat besar dan luas


"Aku tidak tahu. Dan kenapa aku membawa koper. Aku juga bingung sedang dimana aku," jawab Joy


"Aiihh Mr. Vin sungguh merepotkan ku. Aku lupa dia sedang dalam pengaruh hipnotis


"Koper itu letakkan saja di pojok kamar. Mulai sekarang ini kamarmu," seru Imha



"Kamar yang nyaman. Ahh rasanya aku ingin merebahkan tubuh ku sebentar," Joy merebahkan dirinya di ranjang itu


"Ayolah kita tidak punya waktu. Setelah kamu mandi, aku akan mendandanimu. Kamar mandinya ada di kamar ini. Aku akan mencari pakaian untukmu.," Imha bergegas dengan cepat


"Baiklah aku akan mandi. Terimakasih Imha,"


Sementara itu. Wasabi dan Sill masih mencari jejak. Mereka ke rumah pelapor pertama untuk menanyakan kapan kejadian anaknya hilang. Kemudian disusul ke rumah pelapor kedua dan ketiga.


Bagaimana Wasabi. Hari sudah hampir malam dan kita belum menemukan apapun


"Coba cek rekaman kamera yang kita pasang tadi,"


"Baiklah," jawab Sill sembari membuka laptopnya. "Ini kita saat aku menempelkan kamera


"Putarlah,"


Wasabi dan Sill melihat rekaman kamera dari layar laptopnya. Tanpa sengaja Sill dan Wasabi wajahnya berdekatan. Sill yang menyadarinya langsung menjauh.


"Hey aku belum selesai melihatnya," seru Wasabi karena Sill juga ikut menarik laptopnya menjauhi Wasabi


"Ini lihatlah sendiri," Sill memberikan Laptopnya pada Wasabi


"Dasar Wasabi tidak peka sama sekali kenapa aku menjauh. Huh... Kalau dilihat-lihat dia tampan juga hehe," pikir Sill berbicara dalam hati


Wasabi mengajak Sill berbicara tetapi wanita itu tidak membalasnya, dia juga tidak menanggapi apa yang di bicarakan Wasabi hingga Wasabi memanggil dengan menepuk lengannya


"Hey Sill," panggil Wasab


"Eh hmm maaf,"


"Kamu ngelamunin apa?


"Bukan...bukan apa-apa. Ada apa?" ucap Sill kemudian bertanya


"Bukankah tadi ada seseorang yang menabrak mu?"


"Ahh iya benar. Itu terjadi setelah aku memasang kamera itu,"


"Lihat ini. Kamu terlihat di kamera setelah meletakkan kamera diatas dinding itu. Lalu hal aneh terjadi. Kau terlihat berbicara dengan seseorang. Namun orang yang kamu ajak bicara tidak terlihat,"


"Astaga aku tidak menyadarinya, kenapa bisa begini " sahut Sill


"Mereka tahu kita sedang mengawasinya. Dan bisa jadi kamera ini juga telah diretas. Apakah kamu bisa mencari lokasi peretas itu?" jelas Wasabi


"Sebentar, aku akan coba.


Wasabi mulai menjalankan mobilnya, dia menuju ke pertokoan tadi.


"Hey hentikan mobilnya. Aku tidak bisa mengetik jika kamu sambil mengemudikannya," protes Sill


"Kita tak punya banyak waktu. Bisa jadi orang yang kamu tabrak tadi adalah korban selanjutnya," duga Wasabi


"Ya kamu benar. Tapi aku tak bisa bekerja, jika mobil ini melaju,"


Wasabi menghentikan mobilnya hingga terdengar bunyi decitan tajam.


Ciiiit


"Apa kamu tidak bisa mengeremnya pelan-pelan. Aku hampir terjungkal ke depan," gerutu Sill lagi


"Kenyataannya kamu baik-baik saja," ucap Wasabi


"Cepatlah. Kerjakan! cari lokasi peretas itu dan juga temukan wajah orang yang menabrakmu," seru Wasabi


"Aku sedang mengerjakannya,"


"Aku juga akan lihat jejaknya ditempat lain dari kamera yang kita pasang," ucap Wasabi seraya menyalakan tab milik Si


"Oh ya.. Matikan juga signal jejak kita," imbuh Wasabi


"Oh Wasabi. Kemampuanku terbatas. Aku tak bisa menghilangkan signal lokasi kita, kalaupun aku menghilangkannya kamera pengintai yang kita pasang juga tidak akan mati, rekaman itu tidak akan tersimpan dan semuanya jadi percuma," sahut Sill


Disaat seperti ini aku memerlukan bantuan Andi. batin Wasabi