Detective Wasabi

Detective Wasabi
Miracle



"Be-reng-sek Kau! Apa kau mencoba membodohiku?" Teriak seorang pria dari seberang telepon hingga Jesslyn menjauhkan sedikit gagang teleponnya


"Ti-ti-dak! Tuan. Bukankah Kau juga sudah melihatnya kemari. Dia sudah tak bernyawa," ucap Jesslyn ketakutan


Kemudian Samy datang ke dapur menghampiri Jesslyn tiba-tiba. Pembantu yang baru. Sementara menggantikan pembantu Joy yang sedang dirawat di rumah sakit karena tertembak hingga keadaannya membaik.


"Jesslyn, ini bukan waktunya untuk urusan pribadimu. Tolong siapkan minuman dan makanan ringan lagi untuk para tamu ku, " pinta Samy.


"Baik Pak," Jesslyn pun mematikan telepon


"Syukurlah Tuan Samy datang jika tidak...," ucap Jesslyn berbisik lalu terhenti ketika Wasabi datang


"Jika tidak apa?" tanya Wasabi


*Astaga kenapa semua orang disini mengagetkan*ku, batin Jesslyn


"Tidak ada apa-apa. Maaf Saya permisi, ucap Jesslyn yang masih takut karena Wasabi sempat mencekik pembantu barunya itu saat Ilmu hitamnya keluar


"Dia mencurigakan, apakah dia yang mencelakai Joy?" ucap Wasabi berkata dalam hati


Dokter Lee segera menuju rumah Tuan Samy, setelah di minta datang oleh Setya. Untung saja dia sedang berasa di Jakarta. Namun dalam perjalanannya, mobilnya dihadang oleh dua pria bertubuh besar dengan motor besar


Dokter Lee menghentikan mobilnya. Kedua pria bertubuh besar itu mengetuk kaca jendela dan menyuruh Dokter Lee untuk segera keluar.


"Sial, mereka pasti orang jahat mungkin juga ada hubungannya dengan kematian Joy secara mendadak. Rupanya kedatanganku ke rumah. Tuan Samy sudah mereka dengar," gumam Lee


"Bagaimana ini. Apa yang harus ku lakukan! Kalau Aku keluar. Sudah pasti mereka akan menyiksaku. Ah ku tabrak saja motor mereka," ucap Dokter Lee.


Dokter Lee menginjak pedal gas dengan kencang dan menabrakkan mobilnya ke motor yang menghadang di depannya.


Setelah itu dia memundurkan mobilnya sejauh mungkin, lalu membanting setir nya ke kanan dan kemudian terus berjalan lurus. Dua orang bertubuh besar itu mengejar Dokter Lee yang berhasil kabur.Kemana Dokter Lee?


"Kenapa lama sekali," gumam Samy berkata sendirian sambil berjalan mondar-mandir di depan rumahnya


Tak berapa lama Dokter Lee datang dengan gas kencang lalu rem secara tiba-tiba hingga terdengar bunyi decitan tajam.


"Astaga telingaku," sambil menutup telinganya


"Itu Dokter Lee," seru Wasabi


"Kenapa dia seperti terburu-buru," tanya Samy


Dokter Lee keluar dari mobilnya dan menghampiri Samy. Dokter Lee


"Apakah ini Pak Samy, benarkah?"


"Ah iya benar itu Saya, ayo masuk," ajak Samy


"Maaf menunggu lama. Perjalanan Saya kemari terhambat karena ada yang menghadang Saya di pertengahan jalan," sahut Lee


"Menghadang? Ini artinya ada orang yang memberi tahu soal kedatangan Mu kemari," sahut Setya


"Baiklah," sahut Lee


Kemudian semuanya kembali masuk ke dalam. Sesampainya di kamar Joy. Dokter Lee menyiapkan beberapa peralatan medis dan mulai memeriksa.


Tak terdengar denyut Jantungnya. Dokter Lee terus memeriksa bagian lain.


"Hah!" ucao Lee dengan sedikit nada berteriak saking terkejutnya


"Ada apa Dokter?" tanya Samy penasaran


"Aku menemukan denyut nadi di telapak kaki meskipun samar. Ini kematian palsu," ucap Dokter Lee


"Hah benarkah? Bagaimana bisa!?" tanya Samy


"Sulit dijelaskan dalam bahasa kedokteran. Saya akan menerangkan secara umum saja. Henti jantung biasanya di diagnosis secara klinis dengan tidak terabanya nadi. Pada beberapa kasus perabaan arteri karotis untuk mendeteksi pulsasi nadi merupakan standar emas untuk mendiagnosis henti jantung," jelas Dokter Lee


"Tapi kita sudah mengeceknya tak ada detak jantung. Juga Dia tak bernafas," sahut Samy


"Ya normalnya kalian hanya memeriksa bagian tangan dan leher saja kan? Sebenarnya denyut nadi dapat diperiksa di tempat pembuluh nadi berdekatan dengan tulang, seperti leher, di bawah siku, di dekat pergelangan tangan, paha, dan kaki. Yang Aku periksa tadi, terasa sangat samar di area kaki. Sebaiknya Kita segera bawa Joy ke Laboratorium ku. Aku akan mengobatinya disana," ucap Lee


"Ini salahku, seharusnya ku bawa dia ke rumah sakit saat itu. Aku malah langsung mendiagnosa jika dirinya telah meninggal," ujar Samy


"Sepertinya akan berbahaya jika kita ke Laboratorium mu dengan menggunakan mobil. Mengingat Kau kemari terburu-buru dan dihadang seseorang, "


"Pak Setya benar," ucap Samy


"Akan ku buatkan portal. Wasabi angkatlah Joy," sahut Setya


"Aku akan mengurus tamu ku, setelah itu akan Ku susul kalian," sahut Samy


Mereka semua ke laboratorium Dokter Lee yang berada di rumahnya. Dokter Lee bersama asistennya memulai aksinya. Setya dan Wasabi menunggu diluar.


Tak berapa lama Samy datang dan menanyakan kabar Joy.


"Belum selesai pemeriksaan. Mereka masih didalam," jawab Wasabi


Tak berapa lama Dokter Lee keluar.


"Bagaimana? Dokter Lee," ujar Samy


Kita tunggu dalam 15 menit lagi. Sambil menunggu obat itu bekerja. Dan juga Aku melakukan sedikit metode akupuntur pada bagian kaki dan dada. Semoga ada perkembangan.


Belum ada 15 menit alat deteksi Dokter Lee berbunyi pertanda Detak jantung mulai kembali. Dokter Lee dan semuanya yang mendengar suara tersebut langsung ikut masuk kedalam.


"Puji Tuhan, Joy mulai bernafas," ucap Dokter Lee


"Alhamdulillah," seru Wasabi, Samy dan Setya


"Ini keajaiban," sahut Setya