Detective Wasabi

Detective Wasabi
Sill And Revi Collaboration



Wasabi mengunjungi Revi yang sudah berada di sel tahanan. Ia menawarkan pengurangan masa tahanan jika Revi mau berkerja sama dengan Sill.


Ia pun membawa Revi dengan tangan diborgol dengan pergelangan tangan Wasabi menuju rumah Inspektur Hendra untuk menemui Sill. Sill sempat marah karena Wasabi meragukan kemampuannya. Tetapi Wasabi memiliki alasan.


"Tenanglah Sill. Ini bukan soal adu kekuatan. Kalian sama-sama hebat. Tapi Kita dikejar waktu, ingat Ayahmu diancam penurunan jabatan jika tidak bisa mengungkapkan kasus ini. Jika kehebatan kalian disatukan, itu akan mempercepat penyelidikan bukan?"


"Ya, Kamu benar, ok kita bekerja sama,"


Sill mengeluarkan peralatan komputernya ke ruang tengah. Wasabi melepaskan ikatan borgolnya tetapi ia tidak melepaskan Revi. Tangan pria itu masih di borgol dan dirantai panjang dengan kaki meja tak hanya satu kaki melainkan banyak.


Revi mengeluh karena pergelangan tangannya sedikit sakit dan tidak leluasa untuk bergerak. Namun Wasabi menganggapnya sebagai alasan klasik untuk kabur.


Setelah semua peralatan tersusun baik, Wasabi menjalankan idenya.


"Instingku mengatakan, gadis yang di culik itu tak akan selamat. Ini sudah lebih beberapa hari. Kita harus bertindak cepat,"


"Apa yang harus ku lakukan,"


"Musuh kami pandai bersembunyi. Kurasa dia telah merencanakan semuanya dari awal. Kita sudah melacaknya lewat setiap kamera yang ada. Tapi semua nihil. Ini data dan rekaman CCTV di lokasi saat transaksi itu terjadi," jelas Wasabi sembari menyerahkan berkas dan rekaman CCTV yang sudah di simpan di dalam flashdisk


"Pada keterangan saksi saat itu mengatakan dia berwajah Jepang, dan fasih berbahasa Inggris. Aku rasa dia memakai penyamaran muka, mungkin dengan topeng atau make up sekalipun. Wajah, aksen dan data paspor yang ditemukan sangatlah berbeda," ungkap Wasabi


"Kamu benar, dia seperti memakai muka palsu. Jujur saja aku tidak tahu soal perdagangan dengan orang luar itu. Aku hanya ditugaskan fokus pada penangkapan anak-anak dan merekayasa rekaman CCTV didekat pertokoan," ujar Revi


"Maksud mu dia melakukan penyamaran dengan topeng yang persis dengan wajah manusia?" tanya Sill


"Bisa Sill, sekarang teknologi sudah canggih, asal kamu punya uang segala nya mudah. Mesin cetak topeng itu sendiri bernilai milyaran," jelas Revi


"Aku akan menyempurnakan fitur kamera itu, dan menambah kan sensor DNA padanya," ujar Revi


"Sensor DNA?" tanya Wasabi memastikan


"Ya, kamera itu akan membaca DNA kita dan juga aku akan mengambil data dengan meretas data kependudukan di struktur organisasi badan pusat statistik. Tapi aku membutuhkan sampel DNA nya," ucap Revi


"Hebat," puji Sill, tapi bagaimana kita mendapatkan DNA pelaku," timpalnya


"Sebenarnya ini ide seseorang, hanya saja dia belum merealisasikannya," ucap Revi


"Jika kita tidak mendapatkan DNA pelaku maka Kita bisa mendapatkan DNA dari keluarga korban," jawab Wasabi


Mereka lalu memutar rekaman CCTV lalu Wasabi menemukan sesuatu


"Tunggu, aku lihat dia membuang puntung rokok di pot bunga, samping tempat duduknya," seru Wasabi


"Bagus, ambil juga sidik jarinya. Aku lihat dia menyentuh kaki meja di bagian ini dan juga kursi di bagian belakang. Tak ada salahnya kau ambil pula sidik jarinya,"


"Iya kalau masih ada jejaknya, kalau tidak?" ucap Sill


"Ya, kau benar. Tapi tidak ada salahnya kita selidiki. Aku akan segera kembali," ucap Wasabi


"Hey, Wasabi kamu ingin meninggalkan ku berduaan dengan penjahat seperti dia!?"


"Ayolah Sill, tak lama. Dia juga sudah di borgol kan?" ucap Wasabi dan berlalu pergi


Whusss


Wasabi pergi dengan kekuatan teleportasinya. Sementara itu Sill takut dengan tatapan seorang Revi yang sedari tadi menatapnya dingin.


"Jangan menatapku seperti itu. Aku sudah punya kekasih," ucap Revi


"Ih kau yang menatapku duluan. Dasar kepedean,"


"Haha..."


Wasabi kembali ke Kafe bersama dengan salah seorang Inafis dari kepolisian. Dia membutuhkan sidik jari di beberapa tempat. Kafe yang telah tutup sedari sore tadi membuat aksi penyelidikan Wasabi berjalan dengan sempurna. Pria itu mencari potongan rokok di pot bunga itu. Untunglah putung rokok itu masih tertinggal di sana.


Wasabi segera mengambilnya dengan berhati-hati. Setelah semua yang dibutuhkan didapatnya, ia pun ke markas polisi untuk mengambil hasil sidik jari dan DNA.


Tak berapa lama hasil pun keluar.


"Jadi,Dia warga Indonesia asli. Bukan Jepang maupun Inggris. Sudah hampir petang. Aku harus cepat kembali kerumah Sill," ucap Wasabi


Sill dan Revi sibuk didepan komputer membuat program. Seringkali mereka bertengkar karena sebuah bahasa pemrograman yang salah ketik.


"Aku sudah mendapatkan apa yang kita butuhkan," ucap Wasabi tiba-tiba datang mengejutkan dari arah belakang.


"Cepat sekali, apakah sudah beres semua?"


"Sudah dan kita terkecoh dengan wajah palsu yang dia buat seperti asli. Aku jadi teringat akan perkataan Destroyer jika pria itu pandai menyamar,"


"Hey Wasabi, mana hasilnya. Aku akan memasukkannya ke programku,"


"Ini," Wasabi menyerahkan hasil yang didapatkan


Revi membacanya dan dia tertawa karena semuanya warga negara Indonesia Asli. Tidak ada keturunan Jepang atau Inggris sekalipun


"Wasabi, siapa Destroyer?" tanya Sill



"Itu kucing milik Boss Vin. Tapi aneh, dia selalu bersin. Kalau dia alergi bulu kucing kenapa dia memeliharanya,"


"Karena itu bukan miliknya. Sudah kerjakan saja tugasmu. Aku butuh lokasinya sekarang,"


"Ok. Baiklah tapi Aku minta tolong, bikinkan aku mie rebus. Aku tidak bisa bekerja jika perutku kosong," pinta Revi


"Akan ku buatkan," sahut Wasabi


"Biar aku saja, Aku ragu jika Wasabi yang membuatnya, bisa-bisa selera makan ku hilang," ucap Sill


"No no no. Kamu fokuslah pada pekerjaanmu. Biarkan tangan ajaib ku ini yang membuat nya," ucap Wasabi penuh kesombongan


Sill kembali bekerja dengan perasaan dongkol. Tak berapa lama, Wasabi membawakan Ramen buatannya ke ruang tengah.


"Maaf tidak ada mie rebus, tapi ada mie Ramen," ucap Wasabi


Revi tergoda akan aromanya, "Terimakasih. Wow kelihatan nya enak," Ia pun meninggalkan pekerjaannya dan mengambil Mie Ramen lalu memakannya lahap


"Wow beneran enak banget," puji Revi


Sill yang melihat Revi makan dengan lahapnya pun ikut meneteskan air liurnya. Dia segera mengambil ramennya dan mulai memakannya.


"Hmm iya enak, maaf Wasabi aku telah berprasangka buruk tadinya. Haha,"


"Haha..santai saja,"


Mereka semua makan dengan lahap.


Beberapa menit setelah istirahat, Revi dan Sill.melanjutkan lagi pekerjaannya. Tak berapa lama program rancangan Revi dan Sill kelar sudah.


"Akhirnya," ungkap Sill


"Oke kita tinggal hubungkan ke kamera satelit, selesai. 10persen...50persen...70persen ....Ayo sebentar lagi..," ucap Revi


"100 persen berhasil," seru Sill kegirangan


"Saatnya uji coba pencarian," ucap revi


Program itu sedang membaca sensor. Terdapat sensor merah di sebuah lokasi masih dalam satu negara. Revi pun memperjelasnya dengan menggunakan superzoom 4D


"Batam!" seru Wasabi


"Kepulauan Riau. Mana lebih tepatnya," tanya Silk


"Sky One Lounge, itu tempatnya," ucap Revi


"Aku akan kesana sekarang," sahut Wasabi terburu-buru


"Wasabi kamu tidak mandi dulu?"


"Sill kita harus bergerak cepat,"


"Kamu harus masuk kesana dengan penampilan yang fresh, Wasabi. Masak bau kecut kumal gitu," gerutu Sill


"Hahaha Sill benar Wasabi. Kalau perlu pakailah jas," sahut Revi


"Ok ok. Aku akan pulang sekarang. Oh ya kembalikan Revi ke sell tahanannya,"


"Ok,"


"Hmmm aku pikir malam ini bisa tidur disini," desis Revi


"Jangan mimpi kamu," Sill mendelikkan matanya


Wasabi pulang. Dia lalu bergegas mandi. Dinyalakan shower deras hingga membuat pijitan yang relaks di kepalanya.


Klontang...


"Siapa itu.


Wasabi membilas sabun dan segera memakai handuknya. Dia pun bergegas lari keluar, karena dirumahnya hanya ada dia. Sedangkan Ayahnya ada di Bali.


Ketika Wasabi keluar membuka pintu kamar mandinya. Persis di hadapannya ada seorang pria bertubuh lebih tinggi darinya. Dengan hewan kecil di pundaknya seperti naga kecil. Pria itu mengucapkan salam pada Wasabi.


"Hallo Wasabi," sapa pria tersebut


Orang itu lalu membekap mulut Wasabi dengan tangan besarnya.


Sial tangannya kuat sekali. batin Wasabi.


Wasabi terus didorong hingga tubuhnya berhenti sampai di sebuah bak yang berisi air penuh.


Orang itu memasukkan kepala Wasabi ke dalam bak air. Wasabi melawan tapi dia kalah. Tubuh orang itu lebih besar dan tenaganya lebih kuat dari Wasabi. Wasabi yang setinggi 180cm pun kalah dibuatnya.