Detective Wasabi

Detective Wasabi
Kartu Undangan



Di Kampus.


Seperti biasa setiap kedatangan Wasabi, seketika kampus menjadi heboh. Padahal sudah tahu jika Wasabi tidak akan menanggapi mereka tetap saja yang namanya fans ya tetap tidak akan peduli.


Pria itu masuk ke kelas lebih cepat dari jamnya, ia duduk memainkan bolpoin sembari menunggu dosen yang seringkali terlambat ke kelas


Tiba-tiba, Dhifa yang duduk di belakangnya menepuk pelan bahu Wasabi. Wasabi menoleh lalu memutar tubuhnya kesamping agar bisa melihat Dhifa dengan jelas.


"Ya, ada apa," ucap Wasabi


"Wasabi, ini untukmu dari Joy,"


Diva memberikan sebuah kartu undangan. Tertulis Undangan Acara Pertunangan Joy dengan Ray. Hari Wasabi bergemuruh hebat setelah membaca judul undangan tersebut. Ia pun mengambilnya dengan hati kecewa.


"Kartu undangan?" gumam Wasabi sambil mengerutkan dahi.


Walaupun hatinya sedikit tercabik tetapi ia juga penasaran kapan acara itu dilaksanakan. Perlahan Wasabi membuka kartu undangan tersebut


"Joy akan bertunangan dengan Ray bukan Riyan? Ray? apakah dia orang yang sama dengan orang yang mendekati Qisty?" pikir Wasabi dalam hati


"Apakah Joy juga mengundang mu?" tanya Wasabi


"Tidak, dia tidak mengundangku. Setahuku dia hanya mengundang teman dekatnya saja yaitu Kau, Rendy, Andi dan Emi," jawab Dhifa


Huft perasaanku semakin tidak enak. Selain perasaan patah hati, tapi aku juga takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan jika Ray adalah orang yang sama, batin Wasabi


Saat dosen sudah datang. Andi datang ke kelas Wasabi dengan nafas terengah-engah. Ia pun meminta ijin pada dosen disana untuk bertemu dengan Wasabi. Dosen pun mengijinkan, Wasabi kemudian keluar ruangan kelas menemui Andi.


"Siang Malam aku terus menerus memperbaiki kemampuan hack ku, Dan....Aku dapat siapa orang yang membawa kucing saat Mr.Vin bertransaksi di Kafe, kucing yang dikatakan Andri pelayan kafe," ucap Andi sembari mengatur napasnya karena habis berlari


"Kamu serius!" ucap Wasabi


"Ya...Aku mencoba menambahkan program baru dengan mengambil rekaman kamera cctv mobil. Dari dashboard di mobil ataupun kamera mini yang sering dipakai anak-anak motor. Meskipun dia memakai masker, setidaknya kita bisa melihat sosoknya," ucap Andi


"Bagaimana bisa kamu meretas rekaman mereka?" tanya Wasabi terkagum dengan kemampuan Andi


"Bisa, aku bahkan bisa melihatmu tanpa pakaian dengan kacamata canggih buatanku," ujar Andi kesal


"Hahaha aku mau beli kacamatanya," sahut Wasabi


"Untuk apa? Siapa yang mau kamu lihat hah? Joy atau Emi," selidik Andi


"Hemmmh kamu sendiri untuk apa menciptakan alat itu, siapa yang mau kamu intip," balas Wasabi


"Suka-suka dong, udah ahh malah becanda lagi,"


"Lihat ini.... Aku akan memperlihatkan padamu," ucap Andi menunjukkan program buatan barunya sambil membuka tabnya dan melihat kiri dan kanan untuk waspada


"Terlihat seperti Riyan, sedangkan orang yang satunya sedikit lebih tinggi dari Riyan. Tapi kalau Riyan terlibat kenapa dia menculik Qisty dan Adel? Apa hubungan mereka," batin Wasabi


"Tadi Aku melihat tunangan Joy, bentuk-bentuknya sih mirip Riyan. Tapi itu bukan Riyan," ucap Andi


"Kamu bertemu dimana?" tanya Wasabi


"Depan kampus," jawab Andi


"Apakah itu calon tunangannya yang bernama Ray?" tanya Wasabi


"Ya bisa jadi, itu Ray. Dia tidak jadi bertunangan dengan Riyan tetapi dengan Ray. Kau yang pintar dalam hal ini. Selidikilah!" sahut Andi.


"Aku akan menemui Ray si pemilik salon. Aku juga tidak tahu apakah dia orang yang sama dengan Ray pacarnya Joy. Ada hal yang ingin kutanyakan tentang Qisty dan Adel. Mereka bilang mengenal Ray,"


"Wasabi, Apa Kau cemburu?' tanya Andi dengan wajah penuh selidik


"Apa Kau ingin menjadi pelampiasanku?"


"No no no... Haha..."


"Sepertinya aku harus mengambil ijin kali ini,"


"Wow demi seorang Joy?"


"Terus saja menggodaku,"


"Cih, untuk apa aku menggodamu. Aku gak nafsu,, haha," ujar Andi smabil terkekeh, "Tunggu tadi kamu bilang, ingin menjadikanku pelampiasan? Jadi benar kamu sedang cemburu, Kamu sudah mulai menyukai Joy?" terka Andi


"Hmmm,"


"Haha kamu kena karma karena terlalu mengacuhkan Joy,"


Andi terus saja menggoda Wasabi, saking jengkelnya Wasabi pun memiting leher Andi dengan ketiaknya.


"Ampun...ampun ya ya gak godain lagi deh," ucap Andi, kemudian Wasabi melepas kepitannya


Huftt gila wangi banget sih keteknya Wasabi...pantes aja Emi pernah sampai menciumnya, batin Andi


"Oh ya tadi pagi Adel dan Qisty sudah pulang mereka di jemput orang tuanya mereka masing-masing. Aku sempat curiga pada Qisty, tetapi ternyata tidak ada kejadian yang buruk lagi setelah itu," ucap Andi


"Haha. Nanti kau akan tahu, aku akan membuat suatu permainan,"