Detective Wasabi

Detective Wasabi
Gap point 3



Di Kediaman Nona Cindy.


Wasabi bertemu dengan Davhiena, adik sari korban pembunuhan yang bernama Cindy. Davhiena pun menerima kehadiran Wasabi dengan baik, ia mempersilahkan Wasabi untuk bertanya mengenai apapun, dia akan memberitahu yang ia tahu


"Baiklah Saya langsung bertanya. Pukul berapa Nona Cindy meninggalkan rumah, di hari sebelum ditemukannya jasad Nona Cindy?"


"Saya lupa mungkin sekitar pukul 7 pagi. Biasanya Dia berangkat dari rumah ke toko perhiasannya sekitar pukul itu," ucap Cindy


"Apakah Anda tahu siapa saja orang yang berhubungan kontak dengannya terakhir kali?" tanya Wasabi


"Saya tidak tahu siapa yang Dia temui saat itu, hari sebelum Kak Cindy tewas. Lebih tepatnya pagi hari sekitar pukul 9, Dia meminta Saya menjaga dan mengawasi tokonya. Dia pamit untuk menemui seorang penjual barang antik kemudian pergi dengan tergesa-gesa. Lalu Siang harinya Dia kembali ke toko dengan wajah yang pucat," ucap Davhiena berhenti sejenak mengatur napas.


"Kemudian, Saya bertanya padanya, mana barang antik itu? Karena Saya pun penasaran barang apa yang dia beli. Tapi Dia bilang belum bertemu si penjual. Kemudian Dia meminum sebuah obat penenang. Saya tidak terpikir kenapa Dia minum obat penenang. Keesokannya Kami mendapat kabar bahwa Dia ditemukan tewas," ucap Davhiena


"Apakah Dia mengatakan pernah pergi ke lokasi atau di alamat mana terakhir kali dia pergi?"


"Dia tidak mengatakannya dengan jelas dimana hanya saja dia pernah mengatakan seperti ini 'Untung lokasinya tak jauh dari sini, jika tidak maka aku akan di cap sebagai nona jam karet " jawab Davhiena kemudian terdiam mengingat kenangannya dan kakaknya


"Hiks. Saya sedih jika mengingat candaanya,"


"Hari yang Anda ceritakan itu adalah hari dimana Nyonya Cen juga ditemukan tewas. Dan rumah Nyonya Cen dekat dengan lokasi toko Nona Cindy.


Nyonya Cen adalah penjual barang Antik lebih tepatnya dia hanya seorang reseller. Jika dilihat dari cerita Nona Davhiena. Kemungkinan Nona Cindy, melihat terjadinya pembunuhan pada Nyonya Cen. Sehingga Dia pulang dengan terburu-buru dengan wajah pucat dan langsung meminum obat penenang, ini hanya dugaan," ujar Wasabi


"Astaga jika benar dugaanmu seperti itu berarti benar Kakak Cindy dibunuh. Tapi dengan apa dia membunuh kakak?" sahut Davhiena


"Nona Cindy terbunuh dengan cara di cekik dan sedikit setruman kecil dan berkali kali di bagian tengkuk leher. Maka dari itu lehernya dan wajahnya membiru. Ini hasil autopsinya sudah keluar, Saya kesini sekaligus ingin memberitahukan hasil Autopsinya. Juga laporan sertasurat dari rumah sakit," ucap Wasabi seraya memberikan surat hasil autopsi


"Astaga tega sekali pembunuh itu. Dia berani mengubur bukti dengan menghilangkan nyawa seseorang. Saya mohon tolong segera tangkap pembunuhnya!" sahut Davhiena


"Kami akan segera usahakan. Terimakasih atas informasinya. Jika berkenan datanglah ke kantor polisi jika kami membutuhkan keterangan lagi," sahut Wasabi yang dibalas anggukan kepala oleh Davhiena


Wasabi pergi dan menuju kantor polisi.


Di kantor polisi, ia terkejut karena Inspektur Hendra sudah langsung masuk kerja.


"Inspektur, ku kira kau tidak masuk kerja hari ini, Bagaimana keadaan Sill?" tanya Wasabi


"Ya, Sill sudah membaik. Luka tembaknya sudah tidak bengkak lagi. Aku meminta Dokter penggantinya untuk pulang tadi. Dokternya langsung mengabulkan permintaanku,"


"Itu bagus. Sill anak yang mandiri, Dia pasti baik-baik saja," sahut Wasabi


"Tapi hatinya rapuh kalau soal cinta, Huff..sepertinya Dia butuh seorang Ibu,"


"Bukan Dia saja yang butuh. Kau juga kan haha.."


Mereka pun tertawa sejenak. Setelah itu Inspektur Hendra menanyakan hasil penyelidikan Wasabi.


"Menurut analisisku Nona Cindy adalah saksi mata yang terbunuh," Dia keluar di jam Nyonya Cen terbunuh dan pulang dengan keadaaan panik. Lalu besoknya dia ditemukan tewas," ujar Wasabi


"Wow. Aku jadi teringat tentang Emi. Dimana Dia? Apakah Dia ditempat aman?"


"Dia dirumah Joy,"


"Itu bagus setidaknya dia tidak sendirian. Sebentar lagi Tuan Fernandus dan Valent akan kemari,"


"Huff Valent, Aku tak suka padanya. Dia mengganggu privasiku," ucap Wasabi


"Kenapa Dia? mengganggu seperti apa?"


"Sudahlah Aku tak ingin membahasnya,"


Tak berapa lama ponsel Wasabi berdering. Andi menelponnya untuk mengingatkan Wasabi agar datang ke rumahnya siang nanti. Ada yang ingin ia tunjukan terkait pemeriksaan CCTV. Namun sebelum kerumah Andi dia akan menunggu kedatangan Tuan Fernandus


Beberapa menit kemudian Bai memberitahukan lewat interpol bahwa Tuan Fernandus sudah datang. Mereka lalu menemuianya di ruangan introgasi khusus para saksi.


"Selamat pagi Tuan Fernandus. Saya Inspektur Hendra dan ini Detektif Wasabi. Dimana Valent?" ucap Inspektur Hendra memperkenalkan diri


"Pagi Inspektur Hendra dan Detektif Wasabi. Valent menyusul nanti,"


"Saya turut berduka atas kepergian Nyonya Elis dan Nyonya Fernandus,"


"Terimakasih Inspektur, Saya mengharapkan bantuan kepolisian untuk menangkap pelaku itu secepatnya. Lalu Bagaimana hasil pemeriksaan autopsi Istri Saya,"


"Kami telah memeriksa dan ternyata kematian korban bukanlah karena sakit atau racun. Ada beberapa bekas pukulan benda tumpul sedikit memar di bagian kepala tapi tidak terluka. Juga tidak ada tanda korban tercekik," jelas Inspektur Hendra


"Tidak terluka dan tercekik. Lalu apa yang menyebabkan Istri saya meninggal?" tanya Fernandus


"Beliau tewas karena kekurangan oksigen. Saya rasa pelaku pembunuh telah menutupinya dengan sesuatu yang menyebabkan Dia kehabisan oksigen dan tewas seketika. Bisa jadi bantal atau guling atau kain tebal," sahut Wasabi


"Hah Siapa yang tega melakukan perbuatan itu!" tanya Fernandus namun Wasabi dan Inspektur Hendra tidak menjawabnya


Kalau kami tahu, sudah pasti kami akan menangkapnya langsung, batin Hendra


"Kapan terakhir kali Anda menghubungi Istri Anda?" tanya Wasabi


"Terakhir kali Saya menghubunginya tepat pukul 10 malam. Kami melakukan Video Call, dan mengucapkan salam perpisahan. Ternyata itu adalah salam perpisahan terakhir kalinya," Fernandus sedikit menangis, "Maaf Saya terbawa perasaan,"


"Dan apakah Anda tahu waktu itu, siapa yang berada dirumah Anda?"


"Tidak, saya tidak tahu ada siapa karena saya tidak bertanya. Tetapi Ibu saya dan dia bergantian menjaga Diego, kami memanggilnya dengan nama Bav, cucu saya yang sedang sakit. Sedangkan Valent sore harinya ke luar kota, Dia ada pertandingan," sahut Fernandus


"Dimana Orang Tua Diego? apakah mereka tidak tahu jika Diego di culik?" tanya Inspektur Hendra


"Bagaimana Saya menceritakannya karena ini sedikit aib bagi kami. Sebenarnya Valent mempunyai Adik yang hamil diluar nikah. Namanya Vera, Dia single parent. Tapi belum lama ini Adiknya meninggal dua minggu yang lalu," sahut Fernandus


"Dia sangat mirip dengan Valent tetapi tidak kembar," timpalnya lagi


"Ya ada di ponsel Saya, sebentar," ucap Fernandus


"Maaf Saya tidak bermaksud membuka aib Anda. Saya turut prihatin atas apa yang menimpa keluarga Anda, " ujar Inspektur Hendra


"Tidak apa Inspektur," jawab Fernandus seraya ambil membuka galeri foto di ponsel.


"Oh Maaf, fotonya ada di ponsel Saya yang lama. Saya meninggalkan ponsel itu di rumah,"


"Apakah Anda mempunyai musuh didalam pekerjaan Anda?" tanya Wasabi


"Saya tidak suka bermusuhan. Saya rasa juga tidak ada orang yang tidak menyukai Saya. Mereka semua terlihat tulus bekerja sama dengan Saya. Keluarga Kami memang jarang bergaul. Sehingga tidak banyak berinteraksi dengan orang lain. Itulah yang Saya sulit pahami. Kenapa kasus. pembunuhan ini menimpa di keluarga Kami, " ungkap Fernandus


"Bagaimana dengan Valent? Dia pembalap dan pastinya sering berinteraksi dengan orang lain, " ucap Wasabi


"Saya mengenal Valent, meskipun jauh tetapi Saya selalu memantau keberadaannya dimana dan bersama siapa. Juga semasa hidupnya Vera. Tidak bergaul dengan banyak pria. Teman wanitanya pun bisa dihitung dengan jari," ucap Fernandus


"Nona Vera hamil diluar nikah, tetapi Anda mengatakan dia tidak bergaul dengan banyak pria. Itu artinya dia dekat dengan pria itu. Lalu kenapa dia single parent, kenapa tidak menikahkannya dengan pria yang menghamilinya," tanya Inspektur Hendra


"Saya tidak merestuinya. Lelaki itu suka mabuk-mabukan dan main perempuan. Maaf sebelumnya ini pembahasan tentang pembunuhan istri saya kenapa jadi menyangkut nama Vera? " tanya Fernandus


"Bukan maksud saya mengulik masa lalu. Tapi dengan tidak merestui hubungan mereka, bisa menimbulkan dendam yang mengakibatkan terbunuhnya seseorang," ujar Inspektur Hendra


"Apakah Anda mengenal lelaki itu? Atau sudahkah Anda pernah bertatap muka dengannya?" tanya Wasabi


"Saya tidak pernah bertemu dengan lelaki bejat itu. Tetapi Valent yang memberitahukan Saya bahwa Dia pernah melihat lelaki itu mabuk dan bersama wanita lain. Dan perkataan Valent dibenarkan oleh Vera. Vera dibutakan dengan cinta. Saya heran kenapa Dia mau saja diperdaya seperti itu,"


Tak berapa lama Valent datang. Inspektur Hendra langsung menyuruhnya masuk dan duduk di smping Fernandus.


"Papamu mengatakan kalau Kau bilang pernah melihat Lelaki yang menghamili Vera. Apakah Kau mengenalnya? Dimana Dia sekarang?" tanya Wasabi


"Dia sudah meninggal, temannya bilang karena kecelakaan. Aku sendiri tidak tahu kapan lelaki itu. meninggal. Kami sudah lama tidak berkomunikasi. Aku pun tahu informasi itu saat tidak sengaja bertemu temannya di Cafe," jawab Valent


Informasi yang tidak jelas batin Wasabi


Wasabi mengambil ponselnya dan mengetikkan pencarian nama Billy anak Walikota. Kemudian muncul sebuah foto dan Dia perlihatkan kepada Valent.


"Apakah lelaki itu orang yang ada di foto ini?" tanya Wasabi


"Bukan. Dia bertubuh kurus," ucap Valent


Wasabi lalu mengambil dua foto Tom dan Tuan Gio.


"Apakah salah satu dari mereka?" tanya Wasabi lagi


"Tidak juga. Bukan mereka berdua," ucap Valent seraya melihat jam di tangan


"Kenapa Nona Valent. Apakah kau punya acara lain?"


"Ya Aku mengikuti pameran lukisan malam ini. Dan Aku belum menyelesaikan lukisan itu. Sementara batas pengumpulan lukisan itu hanya sampai sore nanti,"


"Aku baru tahu kalau kau bisa melukis." tanya Fernandus


"Ya Aku hanya ingin mengabulkan keinginan Vera. Dia ingin menjadi pelukis. Kemudian Aku diam-diam mulai melukis," jawab Valent


" Ada sebuah Galery lukisan yang sedang open house, disitu para pelukis bisa ikut berpartisipasi memperlihatkan lukisan mereka," ucap Valent


"Saya takjub dengan prestasi Anda Nona Valent. Cantik masih muda, seorang pembalap motor dan pelukis juga, hebat," puji Inspektur Hendra


"Apakah Kau berpartisipasi di galery lukisan xx," tanya Wasabi


"lya, bagaimana kau tahu?" tanya Valent


"Katamu galery yang baru dibuka, ya cuma galery itu,"


"Oke bisa kita lanjutkan dengan cepat? Jadi jika menurut Anda, tidak adanya musuh, keluarga juga tidak banyak berinteraksi dengan orang lain, Valent sibuk dengan dunia balapnya. Ayah biologis Diego yang telah meninggal. Jadi kemungkinannya adalah bisa jadi pelaku ini menculik dan bahkan berani membunuh karena mengincar kekayaan yang Anda miliki. Apakah Anda menerima telepon dari seseorang yang meminta uang kepada Anda? Tidak ada yang menelepon ku selain urusan pekerjaan," ucap Inspektur Hendra


"Apakah Anda tahu? Pada jari tengah, ada bekas cincin yang lama terpakai oleh Ibu Anda, dan cincin itu hilang saat Ibu Anda tewas dikamar pasien. Dari hal ini lah saya menarik kesimpulan bahwa si penculik juga mengincar harta," imbuh Inspektur Hendra lagi


"Aku rasa tidak begitu Inspektur Hendra. Karena tidak ada yang hilang di rumah Nyonya Fernandus, " ucap Wasabi yang berbeda pendapat dengan Inspektur Hendra


"Saya belum memeriksa sepenuhnya. Dan jikapun hilang saya tidak pernah tahu," ucap Fernandus


"Ada satu yang ingin saya tanyakan, maaf jika pertanyaan ini menyinggung,"


"Silahkan Wasabi,"


"Karena apakah Nona Vera meninggal? Apakah Dia kecelakaan?" tanya Wasabi


"Dia terpeleset dari lantai tiga saat hendak mengambil mainan milik Diego yang terjatuh di atap balkon," ungkap Fernandus


"Apakah ada saksi mata yang melihat dia terjatuh?"


"Aku dan nenek melihatnya tetapi Aku tak dapat menangkapnya karena, ketika Aku datang dia sudah berada di luar balkon dan hanya berpegangan dengan pagar dinding balkon," ucap Valent


"Huft menegangkan sekali. Maaf jika pertanyaanku membuat kalian teringat dengan mendiang adikmu," ucao Wasabi


Kemudian ia mempersilahkan Inspektur untuk melanjutkan karena Wasabi harus menyelidiki lagi soal Billy


"Sekarang tinggal menemukan jasad Billy. Dan pelaku penculikan. Kasus ini sungguh menarik," ucap Wasabi dalam hatinya


Wasabi pergi berjalan meninggalkan ruangan. Dan menghilang dengan kekuatan teleportasinya


Whuuuss