
Visual Pesawat Jet milik Paldo
Tuan Paldo sampai di depan rumah wasabi. Dia memakai jet pribadinya padahal masih dalam lingkup Jakarta. Dasar horang kaya. Ia turun dari di lapangan bola yang sedikit jauh dari lokasi rumah Wasabi.
Visual rumah Wasabi
Tepat didepan rumah Wasabi. Tuan Paldo memanggilnya dengan berteriak.
"Wasabi..! Keluar kau,"
Wasabi merasa tak asing dengan suara yang memanggilnya dengan nada keras. Ia pun keluar dan menemui Tuan Paldo
"Tuan Paldo? Ada masalah apa sampai berteriak memanggil ku?"
"Kaya tapi tak punya kesopanan," cibir Setya yang ikut keluar menuju teras rumah
"Hey...Jaga bicaramu!" seru Paldo
"Kita bicarakan didalam. Ayo masuk!" Ajak Wasabi
Mereka bertiga lalu memasuki rumah Wasabi. Tak lupa ia membuat minuman untuk tamunya Tuan Paldo dan Ayahnya, Setya. Setelah itu dia menyuguhkan juga kue kering rasa cengkeh.
Tuan Paldo yang tadinya bertingkah beringas, berubah menjadi lembut setelah mencicipi kue kering rasa cengkeh itu.
"Hemm Wasabi kamu beli dimana kue ini. Mengingatkanku akan buatan Istri pertamaku," ucap Paldo
"Aku membuatnya sendiri. Dari resep Mama ku. Dulu Aku sering membantunya membuat kue itu dan menjualkannya ke sekolah," ujar Wasabi
"Tidak mungkin kue ini memiliki rasa yang sama kalau bukan..." Tuan Paldo berbicara dalam hati
"Kue ini juga mengingatkan ku pada dirinya, saat kita masih pacaran dulu. Kita pernah membuat kue ini bersama," yang dimaksud Setya adalah Alma
"Apa maksudmu Pak Setya," tanya Paldo
"Sebenarnya Aku adalah Ayah kandung Wasabi," ungkap Setya
"Hah syukurlah. Aku kira Mama Wasabi adalah Alma," Paldo berbicara dalam hati. Ia lalu menyeruput secangkir teh buatan Wasabi. Tehnya pun khas ada rasa cengkeh didalamnya.
"Teh itu juga buatan sendiri Tuan Paldo. Resep khusus dari Mama Alma," ucap Wasabi membuat Paldo terbatuk-batuk mendengarnya.
"Apa....Kamu Anak Alma? bukannya dia adalah istri sah Tuan Ken?" Paldo ternyata mengenal Alma. Dan misteri pun semakin dipermainkan disini.
"Aku suami pertamanya. Karena alasan tertentu kami pun berpisah. Kenapa ada apa kamu bertanya seperti itu," tanya Setya
"Hmm! Alma juga tidak pernah cerita padaku," ucap Paldo
"Memangnya ada hubungan apa Tuan Paldo dan Mama saya, kenapa Anda bisa mengenalnya," tanya Wasabi
"Aku suaminya, sebelum Alma menikah dengan Ken,"
Apa-apaan ini kenapa banyak yang mengaku sebagai suami Mama , batin Wasabi
"Apa? Alma juga tidak pernah cerita padaku soal pernikahannya dengan mu," ucap Setya
"Apa.. jadi Desiani adalah adikku?" tanya Wasabi
Semuanya semakin membingungkan.
"Tidak pernikahan kami hanya berlangsung dua bulan. Aku menikah diam-diam tanpa sepengetahuan orang tuaku. Lalu saat kami telah menikah. Orang tuaku malah menentang hubungan kami. Kami pun pisah. Dan saat itu Alma tak pernah mengatakan bahwa dia hamil" ungkap Paldo
"Berati Anda adalah suami pertamanya, tuan Paldo?" Wasabi merasa aneh, ia pun bertanya kepada keduanya
"Kapan kalian menikah Pak Setya?"
"Hah? Aku menikahinya ditahun itu juga, lebih tepatnya bulan Januari," sahut Paldo
"Berarti Mama sudah pernah menikah sebelumnya?" tanya Wasabi
"Ini aneh. Dia masih virgin saat itu,"
"Dia masih gadis saat bersamaku. Dia pun tidak memiliki tahi lalat atau tanda apapun," jelas Paldo
"Apakah Mama melakukan operasi ataukah dia Kembar," tanya Wasabi
"Dia tidak kembar, Aku tidak pernah melihat kembarannya," ucap Setya
"Aku juga tidak," lalu Paldo sedikit berpikir tentang hal yang membuat Wasabi menolak kasusnya adalah karena Wasabi ingin mencari tahu kebenaran siapa dibalik pembunuhan Orang tuanya.
Akhirnya mereka pun berbicara satu sama lain soal tujuan mereka. Paldo mengajak Wasabi dan Setya untuk tidak usah memikirkan persoalan siapa suami Alma yang pertama, kedua dan ketiga. Paldo juga bersedia membantu mencari tahu siapa pelaku pembunuhan itu
"Tuan Paldo kita harus bekerja sama mengumpulkan bukti dari apa yang kau tahu saat itu," tanya Setya
"Baiklah. Jika aku mengingatnya kembali membuatku geram," ujar Paldo
"Benar Aku tak menyangka dia akan meninggal dengan cara seperti itu. Aku juga tidak setuju atas keputusan hakim yang mengatakan mereka bunuh diri," timpal Setya
"Tidak banyak yang ku tahu saat itu. Yang kuingat adalah mobil mu saat itu meninggalkan jejak ban di tanah," sahut Wasabi
"Aku mendapat kiriman kotak ini," ucap Paldo
"Apa itu?" tanya Wasabi dan Setya bersamaan
"Didalamnya ada cincin yang pernah dipakai Alma. Dan itu hilang saat Alma ditemukan tewas. Yang ku ketahui adalah itu cincin yang dibuat khusus dalam artian ada dua pemakai. Alma dan Shi," ucap Paldo
"Siapa Shi?" ucap Setya
"Partner Alma dan Ken, saat mereka bekerja menjadi detective. Saat mereka ditemukan tewas, Shi pun menghilang,"
"Maaf Tuan Paldo dari mana Anda mengetahui atau mengenal Shi? Apakah Anda pernah bertemu Mama kembali?" tanya Wasabi menaruh curiga
Paldo tiba-tiba datang seolah-olah ia adalah orang ketiga yang mengetahui semua rangkaian cerita. Siapakah Paldo sebenarnya. Apakah ia memiliki maksud lain. Biasanya musuh akan menyamar berpura-pura membantu, batin Setya
"Ya aku tahu karena Aku pernah bertemu Mama mu, tiga bulan sebelum kematiannya," ungkap Paldo
"Ibumu yang juga detective saat itu memiliki tambahan partner yaitu Shi," jelasnya lagi
"Dia seorang perempuan?" tanya Wasabi
"Bukan, dia seorang laki-laki. Tuan Ken kerap kali cemburu karena kedekatannya,"
"Hemmm. Kita harus mencari Shi dengan menemukan. kerabat terdekatnya. Atau kapan terakhir kali dia bertemu. Hal yang sulit karena dia pasti berganti identitas atau bahkan wajah. Disamping itu umur kasus ini sudah bertahun-tahun lamanya," Desis Wasabi
"Kalian sendiri apa yang kalian temui atau apakah kalian melihat kejanggalan saat pertama kali menemukannya tewas," selidik Paldo dengan mengangkat alisnya mengundang kecurigaan Setya
"Ya sangat janggal, bila Mama dan Papa mati gantung diri, mustahil bila terdapat darah yang mengalir dari mulutnya kecuali ada luka tertentu," ungkap Wasabi, "Aku melihat darah mengalir dari mulutnya," lanjutnya lagi
"Aku menemukan satu lensa kontak di meja makan, dan satunya masih menempel di mata Alma," ujar Setya
"Faktanya, hantaman sangat keras di kepala dapat menjatuhkan lensa kontak yang sedang dipakai di mata," Wasabi berpikir dengan logikanya
"Apakah itu artinya mereka dipukuli dahulu? terutama bagian kepala. Sehingga ada darah yang mengalir dari mulutnya," Paldo menganalisis berdasarkan cerita yang ia tangkap
"Ini aneh. Jika terdapat pukulan maka hasil visum akan menyatakan dia telah dipukul. Tetapi laporan yang diberikan tertulis, tidak ada terjadinya pemukulan. Korban meninggal karena murni gantung diri," jelas Wasabi
"Ada seseorang yang berkuasa dibalik ini semua," sahut Setya
Entah kenapa Setya memandangi Paldo dengan sangat sinis. Argumen lain pun keluar dari dalam pikirannya.