
Di kantor kepolisian.
Naw, Alice dan Raisya telah dimasukkan ke dalam sel tahanan. Mereka akan dijatuhi hukuman penjara setelah keputusan pengadilan. Sementara Joko juga diperiksa lebih lanjut namun statusnya hanyalah saksi bukan tersangka karena tidak mengetahui hal sebenarnya, dia hanya tahu kalau ada orang yang mau mengiklankan rumahnya dan menyuruh Joko sebagai perantara penunjuk jalan ke rumah yang ingin disewakan
Setelah ditangkapnya Bos Mafia, kini Blue dan anak buahnya yang lain juga ikut ditangkap. Wasabi berada di kantor polisi, di ruangan Inspektur Hendra
"Inspektur, aku terus memikirkan perkataan mu saat di kafe itu. Aku berkali-kali melihat video mu sebelum kebakaran itu. Aku hampir saja menganggap mu berkomplotan dengannya," ucap Wasabi
Kemudian Inspektur Hendra mulai bercerita jika dirinya terpaksa. Bukti yang baru saja dimiliki, telah dilenyapkan anak buah mafia itu. Naw pejabat kaya dan memiliki status tinggi namun memiliki pekerjaan sampingan yang sangat kotor.
Naw membentuk sebuah perkumpulan dan memperbesar jaringan komplotan untuk bisnis pasar gelapnya. Mereka menyebar di segala aspek pekerjaan. Kejahatannya adalah menyelundupkan minyak tanah, senjata api dan menjual anak anak dibawah umur lalu menjualnya ke beberapa negara. Mereka mendapatkan anak tersebut dengan cara menculiknya. Jikapun menculik anak remaja atau dewasa, itu berdasarkan permintaan seseorang.
Setelah menculik, anak -anak tersebut di kirim dalam keadaan hidup, dengan kapal pribadi. Kebanyakan permintaan itu berasal dari kota Jepang, Korea dan China.
Selama ini aksinya tidak pernah dicurigai. Namun saat ada permintaan dalam jumlah banyak, membuat aksi kejahatan Naw tercium. Terlebih ketika Wasabi yang menyelidiki kasusnya.
"Dia menyuruhku membakar kantor polisi, aku segera mencari akal bagaimana cara ku berkata padamu. Karena setiap gerakan ku di awasi. Lalu aku teringat akan program buatan Andi yang canggih. Aku pun merokok dan mengeluarkan asap sandi," ucap Inspektur Hendra kemudian berhenti karena ingin menyalakan putung rokoknya
"Inspektur sangat pintar, untung saja aku mengerti sandi yang kamu kirimkan. 'Sorry terpaksa'. Apakah tidak ada pesan lain yang lebih mendetail," protes Wasabi
"Maaf saat itu rokok yang ku miliki tinggal sebatang aku takut jika kurang haha..., " ucap Inspektur Hendra
"Ngomong-ngomong Aku baru tahu jika Samy memiliki usaha di perhiasan. Dia bilang dia membuat empat cincin yang sama, siapa satunya?" tanya Inspektur Hendra seraya menghembuskan asap rokoknya
"Aku rasa Hogeland, dia orang yang menyamar menjadi Kakek Hugo. Dan dokter mia telah mengecek DNA dengan sampel yang ku berikan. Dan hasilnya bikin aku terkejut, karena hasilnya cocok," sahut Wasabi
"Anehnya hasil DNA dan sidik jari yang pada awal pemeriksaan, hasilnya dimiliki orang yang sama. Tetapi setelah diperiksa Dokter Mia hasilnya berubah menjadi Kevin dan Irgi. Dan kedua orang ini telah meninggal," timpalnya
"Aku belum cerita padamu, Aku curiga dengan Dr. Mia karena aku pernah melihatnya berjalan dengan Naw. Makannya pagi tadi Aku, Bai dan Yani merencanakan sesuatu. Kita membuntutinya dan mengambil sample yang kau berikan padanya. Ini hasilnya Wasabi, Aku mengujinya dengan Dokter lain, temanku. Kakek Hugo itu sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan Ayahmu. Dan hasil test satunya mengatakan itu DNA Kevin dan Qisty. Oh ya, Aku butuh hasil test yang dia berikan padamu. Dengan begitu aku bisa menangkapnya dengan alasan pemalsuan test DNA," ucap Inspektur Hendra
"Hah....Kenapa Inspektur tidak mengatakannya padaku tentang hal ini sebelumnya," ucap Wasabi
"Ada banyak mata yang mengawasi ku saat itu," ujar Inspektur Hendra
Wasabi mengeluarkan kertas hasil test yang dia simpan dari balik jaket. Lalu menyerahkannya kepada Inspektur Hendra. Inspektur Hendra kemudian menyuruh Bai untuk melakukan proses penangkapan Dr. Mia.
"Aku sudah meminta petugas keamanan di bandara Jepang untuk memblokir kedatangan. Hogeland dan Takashi ketika mereka sampai di Bandara Jepang,"
"Terimakasih Inspektur Hendra,"
Sebenarnya jika Wasabi mau, dia bisa menangkapnya di dalam pesawat. Tetapi pria itu masih memikirkan persoalan legal
Rencananya setelah ini Wasabi akan mengurus surat kematian kakeknya. Karena saat itu Wasabi masih kecil sehingga dia tidak tahu harus bagaimana mengurusnya. Dan ketika besar hal itu terlupakan. Dengan alasan inilah Inspektur Hendra akan menangkap Hogeland yang telah memakai identitas orang yang sudah meninggal.
"Aku akan membuat surat penangkapan dengan alasan pemalsuan identitas. Bawa serta hasil test DNA ini jika sewaktu-waktu dibutuhkan," ujar Inspektur Hendra
"Aku juga ingin menyelidiki hubungan dia dengan Kakek Hugo. Dan juga, apakah kematian Kakek Hugo murni karena penyakit jantungnya atau karena sengaja dibunuh," sahut Wasabi
"Kau bisa menyelidikinya besok kan? Beristirahatlah,"
"Tidak bisa, Inspektur tahu sendiri kan aku tak suka menunda pekerjaan,"
"Haha Karepmu Was," kekeh Inspektur Hendra, "Hmmm ya sudah, Aku keluar sebentar ada yang ingin ku urus," ucap Inspektur Hendra
Inspektur Hendra keluar untuk menyuruh anak buahnya membuat surat penangkapan. Sementara itu Sill datang.
"Wasabi. Kamu pasti lapar. Makanlah dulu, ini aku buatkan mie ramen hehe," ucap Sill
"Wow. Kamu tahu sekali kalau aku lapar," ucap Wasabi yang langsung menyantap makanannya
"Uhuk.. Uhuk.. Uhuk..." Wasabi terbatuk karena tak biasanya Sill bertingkah genit
"Kamu tidak suka padaku ya? Atau kamu sudah punya pacar?" tanya Sill to the point
"Ehemmm" Inspektur Hendra datang memergoki anaknya yang sedang menggoda Wasabi.
"Wasabi sudah mempunyai kekasih, jangan ganggu dia Sill," seru Inspektur Hendra
Untunglah Inspektur Hendra datang, batin Wasabi
"Aku akan menjodohkan mu dengan Ayahnya Wasabi," sahut Inspektur Hendra dengan wajah serius
"Apa!?" pekik Sill
"Hah?! Inspektur!?" sahut Wasabi
"Yaaa," ucap Inspektur Hendra, "Haha kenapa memangnya. Ayahmu itu kan belum tua. Kasihan dia menduda lama, pasti membutuhkan seorang wanita. Dan Sill begitu senang dengan mu, jadi aku pikir kenapa tidak menjodohkannya dengan Setya,"
"Ayah, perlukah aku mengambilkan kaca untukmu. Huft aku tak ingin dijodohkan dengan pria tua!"
"Dia belum tua Sill, wajahnya mirip dengan Wasabi. Kalau kau tidak mau maka carilah lelaki yang baik, selain Wasabi. Mengerti!" sahut Inspektur Hendra
"Mengerti! Siap Komandan!" ucap Sill kemudian pergi meninggalkan ruangan Ayahnya
Kemudian Wasabi pamit pulang setelah menghabiskan satu mangkok mie nya. Tak berapa lama, belum saja ia melangkah keluar ruangan Inspektur Hendra, ponsel Wasabi berdering.
"Ya Hallo," jawab Wasabi
"Wasabi! Gawat!" pekik Andi
"Ada apa!?" Wasabi ikutan panik
"Orang yang menyamar menjadi kakek mu baru saja kembali. Kali ini dia memakai wajah lain. Aku sudah mengunci sensor DNA nya jadi mau ratusan kali memakai topeng pun masih bisa terdeteksi oleh sensorku kalau itu dia. Tapi hanya dia sendirian. Tidak ada Takashi,"
"Hufft aku kira ada hal yang lebih gawat. Awasi dia terus, aku akan kesana. Dia memakai baju apa dan dimana lokasi tepatnya?" tanya Wasabi
"Menurutku itu gawat, Dia masih duduk di depan toilet pria sambil membaca majalah. Sepertinya dia menunggu waktu untuk beraksi. Aku akan mengirimkan fotonya ke ponselmu, "
"Hal yang gawat itu jika menyangkut hidup dan mati seseorang. Ok. Terimakasih Andi, " sahut Wasabi
Setelah itu Wasabi mengatakan pada Inspektur Hendra tentang Hogeland yang menyamar lagi memakai wajah lain. Dan Hogeland masih di Bandara Indonesia.
Setelah itu Inspektur Hendra menelepon pihak Bandara untuk penjagaan ketat dan mengirimkan beberapa anak buahnya
Wasabi berteleportasi dan langsung ke Bandara
"Kemungkinan yang ke Jepang hanyalah Takashi. Hemm dia ingin membuat ulah disini, jika dia tertangkap dia bisa memakai alibinya kalau dia ke Jepang dengan Takashi. Dia ingin mengecoh, untung saja program buatan Andi lebih canggih darinya," gumam Wasabi tapi kemudian dia berpikir kembali
"Kalau Hogeland adalah orang ke empat yang memiliki kedudukan tinggi di komplotannya maka Dia pasti kembali untuk Tuan Naw. Tidak tidak... ini pasti jebakan. Kenapa Hogeland hanya berdiam saja di depan Toilet. Dia sudah pasti tahu kalau dia tidak bisa kembali karena identitasnya"
"Tunggu! Bukankah Takashi bisa berteleportasi dengan alat buatan Dr. Lee. Jika dia tahu tentang Andi. Maka Andi dalam bahaya...., "
"Dia pasti sudah mencium keberadaan Andi, karena alat canggih buatannya, aksi mereka bisa ketahuan. Atau yang kedua, Hogeland kembali untuk melepaskan Naw," gumam Wasabi sendirian kemudian ia lantas menghubungi Inspektur Hendra untuk perketat penjagaan di kantor polisi.
Wasabi yang saat itu sudah berada di Bandara akhirnya berputar arah menuju rumah Andi.