Detective Wasabi

Detective Wasabi
Who Is Shi



Siang itu, Chaky diam tak berani bertanya bahkan berkata saja ia takut kalau bukan Tuan Paldo yang memulai bertanya lebih dulu.


"Kenapa lama sekali?" gerutu Paldo


"Permisi Tuan, saya akan menanyakan pilot tentang lokasi kita saat ini," ucap Chaky yang langsung berdiri menanyakan lokasi pada pilot.


Tak berapa lama Chaky datang dan duduk kembali ke kursinya.


"Sebentar lagi kita sampai Tuan, mereka sedang mencari lapangan terdekat dari rumah Prof. Han," jelas Chaky


"Kenapa tidak mendarat di atapnya. Saya tidak mau mengotori sepatu Saya di tanah merah itu,"


Tidak semua rumah memiliki atap besar seperti anda Tuan Paldo batin Chaky


"Maaf Tuan. Rumah itu telah berubah atapnya," sahut Chaky beralibi agar pilotnya tidak kena marah


Tuan Paldo lalu turun di lapangan yang full tanah merah, dekat rumah Prof. Han. Kemudian sesampainya di rumah Prof. Han, Tuan Paldo mengetuk pintu rumahnya dengan sangat keras.


Pintu terbuka, ada yang membukanya dari dalam. Dia terkejut melihat kedatangan Tuan Paldo kerumahnya.


"Katakan pada ku! dimana Shi!?" pekik Paldo sambil menarik kerah Prof.Han


Prof Han nampak ketakutan, dia mundur, dan tangannya memegang pergelangan kedua tangan Paldo berusaha untuk melepaskan


"Sudah kubilang aku tidak. tahu, Aku baru saja keluar dari penjara," sahut Prof. Han


"Sia-sia sudah aku kemari," Tuan Paldo lalu mengambil senjata dan menodong kan ke arah Prof. Han


Tuan Paldo menarik pelatuknya.


"Jangan Paldo!" ucap Prof. Han dengan cepat


"Oke-oke aku akan mengatakannya," serunya kemudian ia mengatur napasnya yang terengah-engah karena ketakutan


"Aku hanya tau dia di Jakarta. Dan masih hidup," sahut Han


"Aku juga sudah mengirimkan kotak yang kamu inginkan. Lalu apalagi?" timpalnya


"Kamu hanya mengirimkan isinya sebagian. Mana sebagian. lagi?" tanya Paldo


"Ada pada Shi," jawab Han


Tuan PaOk kamu tidak ku butuhkan


lagi


DORR



Peluru mengenai tepat di dahi Professor Han. Menembus hingga peluru keluar dari belakang kepala. Proffesor Han mati seketika. Dahinya berlubang di tengah, ada asap yang keluar dari lubang bidikan tersebut


Tuan Paldo dengan santai nya memasuki rumah Proffesor Han. Dia mengambil kotak cerutu dari dalam sakunya dan membakar ujung cerutu dengan korek elektrik nya.


Chaky terkejut dengan perubahan Tuan Paldo yang menjadi beringas. Chaky baru 2 tahun menjadi Asistennya dan ini kali pertama nya dia melihat Tuan Paldo membunuh seseorang dengan santai dan tanpa ketakutan.


Apakah karena ia memiliki harta dan tahta sehingga nyawa manusia tidak ada arti baginya.


"Chaky periksa rumah ini. Apakah dia menyimpan suatu yang berkaitan dengan laboratorium atau formula ExO," perintah Paldo


"Maaf Tuan, Exo boyband?" tanya Chaky


"Bodoh! Formula, zat berupa cairan atau berkas penting apalah Aku tidak tahu yang penting sesuatu yang bernilai tinggi hasil uji coba miliknya," ujar Paldo


"Berikan padaku jika kau menemukannya," timpalnya lagi


Chaky memeriksa sesuatu yang diinginkan Tuan Paldo. Tetapi dia sendiri bingung seperti apa bentuknya zat formula tersebut dan berkas apa yang dimaksud. Ia sudah mencari diseluruh ruangan. Tetapi tak ada berkas dirumah itu yang berhubungan dengan uji coba atau laboratorium. Semua laci dan lemarinya kosong. Bahkan buku pun tak nampak dirumah itu.


Tuan Paldo geram. Dia lalu mengepalkan kedua tangannya dan meninju dinding yang lapuk, hingga terlihat keretakannya.


Tinjauannya itu membuat tangan Tuan Paldo terluka dan berdarah karena lecet


"Hubungi Wasabi,"


"Baik, Segera Tuan,"


"Han sialan dia mengerjaiku," gerutu Paldo


Wasabi yang sedang duduk dengan Setya di ruang tamu. Lalu menjawab teleponnya.


"Wasabi,"


"Ya Chaky ada apa,"


"Tuan Paldo membutuhkan jasa mu lagi,"


"Maafkan aku. Aku tidak bisa. Aku sedang meneliti sebuah kasus," jawab Wasabi


"Tolong Wasabi. Aku tak mau mati terbunuh," kata Chaky ketakutan dan sambil berbisik seraya menjauhi Tuan Paldo


"Apa maksudmu?" tanya Wasabi tak mengerti


"Aku takut sekali, Tuan Paldo berubah beringas..."


Ceklek. TUT...TUT...TUT..


Tuan Paldo merampas ponsel Chaky dan mematikan percakapannya dengan Wasabi.


"Kau mau bergosip tentangku!?"


"Maaf Tuan.. saya hanya merasa takut. Sa-saya sudah menghubungi Wasabi, dia ada dirumahnya,"


Tuan Paldo tersenyum miring melihat ketakutan Chaky


"Apakah wajahku seram?!"


"Tidak tuan, hanya saja saat ini Anda diliputi oleh kemarahan. Sehingga saya takut,"


"Bukankah kau selalu bilang, kalau wajahku tampan.


"lya... sangat tampan Tuan,"


"Tak kusangka mulutmu pandai memuji tapi aku tahu itu tidak dari hatimu. Urus mayat itu. Hilangkan jejak ku


Sementara itu aku akan kerumah Wasabi. Aku harus membayarkan dendam kepada Shi,"


"Baik Tuan Paldo," ucap Chaky sambil membungkukkan badan sedikit


Siapa sih :Shi'.. Menyusahkan saja mencarinya, batin Chaky berbicara dalam hati


Tuan Paldo meninggalkan Chaky


Saat Chaky membersihkan mayat profesor Han. Dia merogoh sesuatu di saku jas Profesor itu. Chaky menemukan sebuah foto yang tidak ia kenali.


"Siapa Foto ini," gumamnya


"Foto anak perempuan dan laki-laki ini seperti sedang menolongnya. Apakah ini anaknya?"


Chaky lalu melihat belakang foto dengan tulisan Jepang yang tidak tahu bacaannya dan latin "My Shi"


Tuan Paldo keturunan Jepang, Dan Prof. Han juga sepertinya dari etnis Jepang. Chaky sendiri tidak yakin apakah asli Jepang atau keturunan blasteran karena mereka semua fasih berbahasa Indonesia.