
Keesokan harinya.
Wasabi dan Joy lari pagi di sekitar komplek perumahan Joy yang jalanannya besar dan luas.
"Wasabi, Aku boleh menanyakan sesuatu?"
"Tanyakan saja,"
"Naomi cantik. Apa kau pernah menyukainya," tembak Joy membuat Wasabi salah tingkah harus menjawabnya jujur atau bohong.
Wasabi tertawa kecil dan malah berganti bertanya
"Menurut mu?" tanya Wasabi
"Menurut ku iya, Aku sempat mendengar kedekatanmu dengan Naomi," jawab Joy lesu
"Hemm Dia cantik dan Aku sempat berfikir kalau Aku menyukainya. Tapi itu hanya rasa kagum yang terlintas sebentar. Wanita yang kini mengisi hatiku hanya Kau, hanya Joy!" ucap Wasabi mencolek ujung hidung Joy. Wanita itu pun tertawa senang
Setelah beristirahat sebentar, Wasabi mengantar Joy pulang ke rumah. Sesampai di sana.
"Mommy, Daddy kalian sedang apa?" tanya Joy yang melihat Mommy dan Daddynya mencark-cari sesuatu di rumahnya
"Kami sedang mencari bukti yang Jesslyn rahasiakan" jawab Noura
"Bukti?" tanya Joy memastikan lagi
"Ya mungkin saja sebuah racun atau catatan kecil yang menunjukkan jika Jesslyn bersalah," sahut Samy
"Bukankah Dia telah menyerahkan racun itu?" tanya Joy
"Ya benar. Tapi Daddy ingin tahu apakah Dia juga yang meracuni Tuan Barchie,"
"Kenapa Tuan Samy yakin sekali jika kali ini Jesslyn juga meracuni Tuan Barchie. Apa motifnya?" tanya Wasabi
"Bagaimana tidak yakin, Wasabi. Dia tega mencelakai Joy. Pasti Dia juga mudah mencelakai Tuan Barchie. Bisa saja Dia dendam pada Tuan Barchie karena Tuan Barchie pernah menyandera Ibunya," seru Samy
"Apakah kalian sudah mencarinya di kamar Jesslyn?" ucap Wasabi
"Kamarnya dikunci dan Kami lupa meminta kuncinya," ucap Noura
"Kita congkel saja kuncinya," sahut Wasabi
"Kenapa tidak teringat kesana," ujar Samy yang langsung mengambil linggis untuk membuka paksa pintunya.
Setelah Sang kembali Wasabi meminta linggis tersebut dan menaruhnya di sisi pintu dan kusein dekat kunci
Wasabi lalu membuka paksa pintu kamar Jesslyn. Dengan dua kali congkelan. Setelah terbuka Tuan Samy melihat sekeliling kamar dan mencari-cari dimana letak Dia menyembunyikannya. Kemudian ia menuju tempat tidur dan mengangkat sendiri kasurnya.
Sedangkan yang lain mencari di dalam lemari dan laci
"Ketemu! Ini racunnya. Aku harus segera menelepon Inspektur Hendra," ucap Samy
"Wah berita bagus," puji Noura
***
Rumah Sakit
Jesslyn yang sudah membaik, berangsur-angsur di lepaskan semua alat medis yang melekat ditubuhnya. Mulai dari kateter dan selang infus.
"Jesslyn, kata Dokter kamu sudah membaik,"
"Ya dan untuk itu kamu bisa segera pulang. Oh tidak maksud Saya, kamu harus menjalani proses pemeriksaan di kantor polisi. Saya akan mengantarkan kamu ke kantor polisi" ucap Samy
"Tidak perlu Tuan Samy, Saya sengaja datang kemari juga dengan anak buah saya sekaligus untuk proses pengintrogasian," ucap Inspektur Hendra yang tiba-tiba datang
"Silahkan Inspektur Hendra," ujar Samy memberikan ruang
"Jesslyn, Saya Inspektur Hendra yang akan menangani kasus Nona Joy dan Tuan Barchie yang telah Anda racuni. Ditemukan botol racun di kamar anda. Dan untuk mempermudah penyelidikan, mohon Nona Jesslyn untuk kerjasamanya. Ada baiknya Anda berkata terus terang dan mengakui kejahatan Anda," ujar Inspektur Hendra
"Apa? Kejahatan kepada Tuan Barchie? Iya Saya mengaku Saya pernah meracuni Nona Joy dan itu atas suruhan Tuan Wilie. Tapi tidak benar jika saya juga meracuni Tuan Barchie. Saya juga tidak tahu apakah yang menyuruh saya itu benar bernama Barchie Wilie atau tidak. Karena setahu saya dia hanya menyebutkan nama Wilie," ucap Jesslyn dengan jujur
"Bisakah Anda ceritakan tentang Tuan Barchie yang menyuruh Anda untuk meracuni Nona Joy. Dan apakah Anda bisa membuktikan jika itu memang Tuan Barchie," sahut Bai salah satu anak buah Inspektur Hendra
"Saat itu Saya ke depan untuk buang sampah. Lalu ada seseorang yang menjajakan obat-obatan. Saya pikir saya butuh obat tradisional karena nona Joy saat itu sedang sakit. Lalu penjual itu malah menodongkan pistol ke arah Saya dan menyuruh Saya memberikan obat itu. ke Nona Joy. Saya tidak langsung memberikannya. Tapi saya mencari tahu dahulu apa yang dia berikan. Ternyata itu racun yang dapat langsung mematikan. Kemudian ia menelepon saya. Saya tidak tahu dia dapat nomer saya dari mana, ketika itu saya menolak untuk memberikan obat pemberiannya pada Nona Joy. Tapi nyawa ibu saya terancam. Saya mengganti racun itu dengan obat racikan saya. Yang fungsinya hanya menghambat sementara kerja jaringan organ pada tubuh. Saya tidak bisa membuktikannya dengan bukti yang akurat tetapi. Saya hanya bisa bersaksi dan dia menyebut dirinya di telephone adalah Tuan Wilie," ungkap Jesslyn secara singkat
"Apa Nona Jesslyn pernah bertemu Tuan Barchie sebelumnya?" tanya Bai
"Tidak, sebelumnya Saya tidak pernah bertemu. Saya juga tidak tahu wajahnya. Dia memakai topeng saat bertemu dengannya ," ucap Jesslyn
"Lalu kenapa Kau gemetar saat Tuan Barchie datang?" tanya Samy
"Karena Tuan Wasabi menyebut nama orang yang bertamu itu adalah Tuan Barchie Wilie," ucap Jesslyn
"Kenapa Nona Jesslyn malah menciptakan obat yang fungsinya juga membahayakan? Apa maksudnya? Jika obat racikan anda salah takaran bisa-bisa Nona Joy tidak terselamatkan. Tidak bisakah Anda melaporkannya pada pihak kepolisian?"
"Saya tidak bisa melaporkan kepada polisi. Ibu Saya di sandera olehnya. Dan Saya saat itu ketakutan dan bingung. Juga pernah ada rasa trauma terhadap aparat hukum," ungkap Jesslyn
" Lalu kenapa Nona Jesslyn juga meracuni Tuan Barchie. Apakah itu juga atas suruhan Tuan Barchie? Apakah mungkin seorang pebisnis meracuni dirinya sendiri yang bahkan jika terlambat penanganannya Dia bisa saja meninggal? Jawab Nona Jesslyn," ucap Inspektur Hendra
"Saya berani bersumpah kalau Saya tidak meracuni Tuan Barchie. Apa untungnya Saya meracuni dia. Tetapi Saya mengaku, Saya ikut terlibat kejahatan yaitu meracuni Nona Joy tetapi Saya melakukan itu karena diancam," ucap Jesslyn.
"Oke, disini Anda terancam tetapi juga sekaligus Anda terlibat aksi kriminal. Dan selain itu Tuan Samy menemukan bukti kongkrit, sebuah botol. racun telah ditemukan di bawah tempat tidur Anda. Untuk sementara Kami akan menahan Anda hingga sidang pengadilan diputuskan," sahut Inspektur Hendra.
"Saya juga butuh kesaksian Ibu Anda tentang hal ini," timpalnya lagi
"Pak tolong jangan beri tahu Ibu Saya jika Saya ditahan," ucak Jesslyn
Belum sempat Inspektur Hendra menjawab , Wasabi dan Joy datang keruang perawatan Jesslyn
"Wah rame betul ini," sahut Joy
"Ya, Kami kemari sedang melakukan pengintrogasian Nona Jesslyn," ucap Inspektur Hendra
"Jika sudah selesai segera saja bawa dia ke sel tahan," seru Samy
"Kenapa terburu-buru Tuan Samy. Jesslyn masih membutuhkan istirahat sebentar," ucap Wasabi
"Tidak bisa Wasabi, Saya tidak ingin Dia kabur," ucap Samy
"Daddy, Jesslyn baru saja membaik. Sebaiknya kita tunggu sampai siang nanti. Sementara itu Daddy sama Mommy sarapan dulu. Ini Joy bawakan Chiken katsu kesukaan Daddy,"
"Omongan Joy ada benarnya. Kita tunggu hingga siang nanti agar keadaan Jesslyn benar-benar membaik," ucap Inspektur Hendra
"Terimakasih Joy, tapi Daddy sudah kenyang," tolak Samy
"Baiklah kalau begitu Inspektur, siang juga tidak apa. Oh ya Lebih baik Inspektur Hendra saja yang
sarapan," imbuh Samy
"Kenyang bagaimana, Kita belum sarapan Sayang, " ucap Noura
"Terimakasih. Tuan Samy, Kami pun telah sarapan tadi diluar" tolak Inspektur Hendra
"Daddy tak seperti biasanya menolak. Ini dari restoran kesukaan Daddy loh, dagingnya lembut dan crispy," ucap Joy
"Ya, biasanya Daddy nomer satu yang kegirangan jika mendengar Chicken Katsu buatan Joy,"
"Tidak Sayang, Aku sedang tidak selera. Aku minum kopi ini saja," ucap Samy sambil mengambil kopi dan meminumnya
Tuan Samy yang terbatuk-batuk karena mendengar perkataan Wasabi.
"Uhuk-uhuk," Samy terbatuk kemudian mengelap nya dengan tisu
"Aku tidak vegetarian Wasabi. Oke oke Aku akan memakannya," ucap Samy
Tuan Samy lalu memakan makanan sarapan Chicken Katsu yang dibawakan Joy. Dia menggigit sangat berhati-hati dan Dia mengunyah makanan itu dengan ekspresi menunduk dan sangat dipaksakan
Wasabi hanya tersenyum dan menganggap kecurigaannya semalam benar adanya.
"Wasabi kenapa Kau tersenyum," tanya Joy mengamati
"Bukan apa-apa, hanya senang saja," sahut Wasabi yang membingungkan Joy
Tak berapa lama Tuan Samy merasa mual, Dia berlari ke kamar kecil dan memuntahkan semua makanannya. Tuan Samy keluar setelah memuntahkan semua makannya.
"Apa Kau sedang sakit Sayang?" tanya Noura
"Tidak, Aku..., "
"Sudahlah hentikan saja drama mu," ucap Wasabi
"Apa maksudmu Wasabi?" Joy menoleh kearah Wasabi
"Dia bukan Tuan Samy. Daddymu yang asli penyuka Chicken Katsu. Sedangkan Dia seorang vegetarian. Dia Paman mu, Teddy Thompson," ujar Wasabi
"Apa?! Bagaimana bisa terjadi?" ucap Noura kebingungan
"Teddy Thompson. Kedok mu sudah terbongkar. Katakan dimana Tuan Samy sekarang!" seru Wasabi
"Huh rupanya ada penyamar disini. Bai tutup pintunya," ucap Inspektur Hendra menginsyaratkan juga untuk berjaga di depan pintu.
"Paman? Sejak kapan Dia menjadi Daddy? Dan wajahnya?" tanya Joy
"Aku rasa Dia telah menyamar baru dari sore kemarin. Sepulangnya dari rumah Dokter Lee," terka Wasabi
"Apa Kau tak perhatikan Mobil miliknya dan milik Daddymu. Mobilnya banyak goresan di bagian body belakang dan samping kanan. Sementara Daddy mu mobilnya mulus. Mobil dengan tipe yang sama dan dia mengganti plat nomernya,"
"Apakah itu benar? Lalu dimana suamiku? Pantas saja Dia berlaku aneh semalam. Dia tak ingin tidur seranjang denganku," ujar Noura
"Pfft untung saja Dia tidak menyentuhmu Nyonya," ledek Inspektur Hendra
"Wasabi bisakah Kau ceritakan bagaimana penyelidikan mu dan juga analisis dugaan mu," ucap Inspektur Hendra
"Saya menduga Dia sengaja memasukkan Jesslyn kerumah untuk melancarkan aksinya. Pertama, Dia bertamu kerumah mengantarkan Jesslyn lalu dia pamit ke kamar kecil. Dia sengaja ke kamar kecil saat tahu di kamar kecil bawah sedang dipakai. Dia pun ke kamar kecil di lantai atas. Di CCTV hanya terekam Teddy sedang naik tangga. Tapi Saya menduga dia telah masuk ke kamar Joy dan memberikan sesuatu di minuman Joy, agar Joy demam tinggi. Dia tahu ritual pagi hari Joy, yang harus tersedia di kamarnya segelas air putih di pagi hari," ujar Wasabi dan semua memperhatikan secara seksama
"Setelah Joy Demam tinggi. Dia memberikan obat herbal kepada Jesslyn yang ternyata adalah racun," ucap Wasabi
"Kenapa Dia tidak langsung memberikan racun itu saat dia menyelinap masuk ke kar Joy? tanya Noura
"Karena resikonya jauh lebih besar. Dia tidak mau langsung menjadi tertuduh jika Dia memberikannya saat itu juga," ucap Wasabi
"Kedua, Dia menyamar menjadi Daddy agar lebih leluasa memberikan pelajaran kepada keluargamu. Tetapi begitu Dia mendengar Barchie Willie ke rumah. Dia merubah rencananya. Dia mengkambing hitamkan Jesslyn dengan memberikan racun pula kepada Barchie Willie. Dan menaruh racun itu didalam kamar Jesslyn. Tidak ada kamera yang mengarah ke kamar Jesslyn jadi dia merasa aman. Tapi dia melupakan beberapa hal," ungkap Wasabi
"Kejanggalan Pertama, saat pencarian barang bukti, Tuan Samy langsung menuju tempat tidur," ucap Wasabi
"Kedua, ini yang lebih fatalnya lagi Dia mengangkat tempat tidur itu yang lumayan berat dengan tanpa beban. Mengingat Dadanya tertusuk pisau, Dia sama sekali tidak mengeluh kesakitan," sahut Wasabi seraya memegang dadanya sendiri
"Tak hanya itu, Saya juga melihat rekaman cctv beberapa saat sebelum Tuan Barchie pingsan. Disitu saya melihat Tuan Samy menaruh sesuatu di minuman Tuan Barchie. Pertama minuman itu dipindah ke meja depan Tuan Samy, karena Tuan Barchie harus melakukan penandatanganan. Setelah itu Tuan Samy memberikan kembali gelas minumannya kehadapan Tuan Barchie dengan posisi tangannya di atas gelas dan disitulah Saya melihat Tuan Samy menaruh sesuatu diminuman Tuan Barchie, " sahut Wasabi sementara yang lain masih mendengarkan secara seksama disertai anggukan kecil.
"Dan Saya mengamati setiap pergerakan Tuan Samy, saat Joy dinyatakan meninggal Tuan Samy selalu mengeluh sakit setiap bergerak atau mengangkat sesuatu. Dibandingkan dengan pagi hari ini Tuan Samy begitu kuat seperti tidak ada luka yang membebani. Siapa Kau sebenarnya?Setelah penyelidikan di rumah Tuan Barchie, Saya menemukan rekaman cctv. Disana beberapa hari sebelum acara pertunangan Joy. Tuan Teddy marah besar karena Tuan Barchie membatalkan proyek kerjasamanya yang telah berjalan 30 persen. Dari rekaman itu memang Tuan Barchie bersedia membayar kerugian Tuan Teddy dan lebih memilih bekerja sama dengan Tuan Samy karena keuntungannya jauh lebih besar. Dari situlah menurut Saya alasan kenapa Tuan Teddy dendam kepada keluarga Tuan Barchie dan keluarga Tuan Samy. Dia ingin memecah belah. kerjasama yang terjalin," ungkap Wasabi panjang lebar
"Apakah analisis dugaan saya benar Tuan Teddy?Teddy Thompson," tanya Wasabi
"Haha Sial Kau Wasabi. Sedikit lagi rencanakan berhasil dan Kau menggagalkan semuanya. Arggh!" protes Samy palsu seraya memukul meja
"Jadi benar kau Pamanku? Aku tak menyangka paman tega berbuat serendah ini. Dimana Daddy ku paman!" pekik Joy
"Teddy dasar kau brengsek dimana Kau sembunyikan Suamiku!" teriak Noura
Teddy menarik lengan Joy dan bersembunyi dibelakang Joy sambil menodongkan pisau di leher gadis itu
"Hahaha Aku tak akan mengatakan dimana Samy berada hahaha," ucap Samy
Wasabi segera mengambil pistol dari saku celananya kemudian membidikkan kearah Tuan Teddy dan langsung menarik pelatuknya.
DOOOOR
Peluru itu menghantam lengan Teddy hingga menusuk tulangnya. Teddy kesakitan, Joy menginjak kaki Pamannya itu dengan high heels nya dan menyikut dada pamannya dengan keras. Setelah itu Joy menjauh dari pamannya.
Inspektur Hendra dan Bai mengambil alih, "Katakan Teddy dimana Tuan Samy Kau sembunyikan?" tanya Inspektur Hendra seraya menodongkan pistol
"Aku tak akan mengatakannya,"
"Kau ingin menambah luka tembak dimana lagi? Katakan!" pekik Inspektur Hendra
Dor
Inspektur Hendra menembak tepat disamping kakinya berpijak. Teddy mengeluh kesakitan.
"Oke Oke Aku akan mengatakannya. Samy Aku sekap di rumah lamaku dan Aku ikat dia dengan rantai besi," ucap Teddy meringis kesakitan
"Apa!" ucap Noura
Joy mendekat dan meninju muka pamannya dua kali tinjuan hingga hidungnya berdarah. Dan di akhiri dengan tendangan berputarnya hingga merobohkan badan Pamannya. Pamannya terjatuh lalu mengelap darah yang menetes dari bibirnya. Sepertinya tinjuan Joy merontokan beberapa giginya.
"Wow tinjuan dan tendangannya keren," batin Wasabi terkesima
"Jika Kau tunjukkan batang hidungmu lagi. Aku akan merontokkan semua gigimu," ucap Joy.
Inspektur Hendra membawa Teddy ke kantor polisi sekakigus membawa serta Jesslyn.
Setelah menyelesaikan administrasi perawatan. Nyonya Noura, Joy dan Wasabi ke rumah lama Tuan Teddy. Dan benar saja Tuan Samy ditemukan disana dengan tubuh lemas dan luka jahitan yang terbuka. Ada beberapa darah disana. Tetapi Tuan kemana-mana Samy tak bisa kemana-mana. Kaki dan tangannya di rantai di jeruji teralis jendela
"Daddy...Kau mendengarkan suara ku?" tanya Joy
Samy terbangun lemas dan berucap lirih, "Sayang, Noura, Joy. Aku senang melihat kalian, Aku mengira Aku telah mati,"
"Iya sayang. Bertahanlah." ucap Noura sedikit meneteskan air mata.
Setelah itu Wasabi lalu membawa Tuan Samy dengan teleportasi. Joy dan Nyonya Noura menyusul dengan mobilnya.
Whuss
.
.
.
.
NEXT CHAPTER PEMBUNUHAN BERANTAI. BANYAK KASUS KEMATIAN YANG BERUNTUN. HARAP PEMBACA TIDAK MENGELUH DULU YA. YUK SAMA2 KITA BERPIKIR MENCARI PELAKUNYA.