
"Siapa dia?" tanya pak Walikota
Wasabi berdiri di depan memandang semua mata yang tertuju pada nya.
"Awalnya semua tuduhan hampir mengarah ke Valent, ia mencurigakan. Pertama saat saya bertemu dengannya sore hari. Kemudian terjadilah penculikan serta pembunuhan massal. Keluarga Valent tak dapat di hubungi. Dan ketika saya ke rumahnya. Valent baru pulang. Dan itu pukul 4 pagi. Dia bilang ada, pertandingan malam," ucap Wasabi berjalan kecil ke kiri
"Pertandingan yang seperti apa dimalam hari? Kecuali balap liar atau pertandingan khusus. Dan jikapun itu balapan resmi. Akan memakan waktu, karena apa. Balapan yang dilakukan malam hari harus di cek kesehatannya, matanya apakah dia bisa mengemudi dimalam hari. Dan itu dilakukan sebelum pertandingan. Sedangkan jarak tempuh yang dilalui Valent adalah 5jam. Hemmm sangat tidak mungkin kan melakukan balapan pada pukul 10 malam?" Ungkap Wasabi
"Kedua dia berkata tidak mengenali Tom dan Gio, saat saya menunjukkan fotonya. Tapi lewat ponsel Tom dan Gio, terlihat Valent sangat dekat dengan mereka. Terlebih Valent tertangkap basah di rekaman CCTV sedang bercumbu dengan Tom," sahut Wasabi membuat semua orang mengatakan 'wow'
"Anggap saja Valent bohong. Tapi jika di tarik benang merahnya. Dia sama sekali tidak punya alasan untuk apa membunuh. Nyonya Cen atau bahkan Tuan Billy terlebih untuk apa dia menculik Bav, jika dari penuturan Bav sendiri, Valent sangat menyayanginya, saya pun memutar otak dan melihat dari sudut yang berbeda." ucap Wasabi
"Astaga. Kau menuduhku Wasabi? Aku bukan pembunuh. Dan kalian harus tahu. Aku sangat menyayangi Bav seperti anakku sendiri," ucap Valent
"Hey diamlah. Jika tidak borgol dia. Berhenti lah bicara, lanjutkan Wasabi," ucap pak Walikota
"Jika dilihat dari urutan Waktu terbunuhnya yang pertama adalah Pembunuhan Nyonya Cen,lalu Nona Cindy, Tom, Gio, Billy, Nyonya Tua Fernandus, dan Nyonya muda Fernandus serta para dokter dan suster,"
"Pembunuhan Nyonya Cen dilakukan pagi sekitar jam 9. Setelah Naomi berangkat ke kampus. Dia memanjat lewat bangunan belakang rumah. Dan membunuh Nyonya Cen saat semua orang pergi.
Setelah di usut. Nona Cindy adalah pelanggan yang akan membeli barang antik. Hari itu Nona Cindy sudah membuat janji dengan Nyonya Cen, untuk bertemu pagi itu dirumah Nyonya Cen. Tapi Dia malah melihat aksi pembunuhan itu. Pembunuh itu mengejar Nona Cindy dan Dia tewas keesokan paginya.
Lalu Pembunuh ini pergi ke appartemen Tom, lewat jendela lantai dua, bagian belakang. Saya mengamatinya dari area parkir di belakang appartemen itu. Dan jika dilihat dari dekat. Ada bekas congkelan pada lis jendela tersebut.
Pembunuh masuk dengan mudah dan keluar dengan mudah karena appartemen itu kedap suara.
Setelah itu pembunuh pergi ke hotel, Dia memesan kamar dengan menggunakan identitas palsu. Dia memilih kamar di samping Tuan Gio dan masuk ke kamar Gio lewat balkon.
Dia dibunuh dengan pisau dan pelaku sengaja memecahkan kaca botol agar kami tidak berfokus pada pencarian pisau. Pisau itu akhirnya di temukan di lapangan berumput dekat hotel. Dan pisau tersebut benar darah dari Tuan Gio.
Kemudian, korban selanjutnya adalah Tuan Billy. Hal yang tidak terduga adalah kenapa hanya Tuan Muda Billy yang ditemukan termutilasi. Adakah dendam?
Sebelum menjawab itu. Saya akan membahas penculikan yang terjadi. Insiden penculikan itu sebenarnya hanya pengalihan.
Dia sengaja menculik agar kita berpikir ada dua pembunuh yang berbeda. Dan itu pikiran awal saya.
Pembunuh ini menyuruh seorang yang diketahui adalah Martin. Awalnya Dia hanya menculik saja. Tapi saat dia menculik, aksinya diketahui nenek buyut Bav, dokter dan suster. Martin terpaksa menembak mereka semua. Kemudian Dia keluar dengan menyamar sebagai tukang bersih-bersih.
Martin bisa masuk kapan saja. Karena satpam Izuna ternyata bersekongkol dengan Martin.
Dia sengaja mencopot cctv di lorong itu. Tapi kebohongannya terungkap dari laporan yang di perlihatkan Artisya yaitu telah terpasang CCTV disana. Tapi yang ada cctv itu hilang begitu saja.
Dan untuk membungkam Martin. Pembunuh ini membunuh Martin dengan masuk ke lubang ventilasi di kantor polisi
Dan mencoba membunuh Satpam Izuna yang saat ini kritis. Tak hanya itu pembunuh juga sengaja mencelakai Andi yang dia tahu bahwa Andi sangat pandai dalam pengintaian dan pandai meretas lewat ponsel maupun komputer.
Emi pun ingin dibunuh juga, karena emi juga merupakan saksi mata yang melihat pembunuhan secara keji hingga Emi menjadi paranoid." Wasabi bercerita panjang kali lebar
"Wasabi bisakah Kau langsung kebagian apa alasan dia membunuh anakku Billy," ucap Pak Walikota
"Baiklah, Pak Walikota. Saya mendapatkan informasi dari seorang pembantu Nyonya Cen yang berkata. Bahwa Nyonya Cen hamil.
"Hamil? Menurut laporan visum dia tidak sedang mengandung," sahut Inspektur Hendra
"Maka dari itu Saya merujuk pada Naomi lah yang hamil. Siapa lagi anak perempuan di rumah itu. Tespack di temukan di bawah tempat tidur Nyonya Cen. Yang itu artinya. Mereka bertengkar saat sebelum Nyonya Cen dibunuh. Dan orang yang menghamili Naomi adalah Billy. Mereka melakukannya saat Naomi masih di Jepang.
Kenapa saya berfikir Billy lah yang menghamilinya. Saat membaca data riwayat hidup Tuan muda Billy yang pernah bersekolah di Jepang. Saya teringat akan Naomi yang juga bersekolah disana karena prestasinya. Nama sekolah dan umurnya sama. Dan itu membuat Saya mengambil kesimpulan jika mereka bertemu di Jepang dan dugaan itu semakin kuat dengan adanya foto yang di posting Tuan Billy tiga bulan yang lalu, tangan pria dan wanita memegang pucuk tangkai eskrim. Dan ternyata Naomi juga pernah memposting foto itu. Waktu dan fotonya sama persis," ungkap Wasabi
"Pertengkaran Nyonya Cen dan Naomi bukan soal kehamilan saja. Tapi menurut pembantunya mereka sering bertengkar masalah biaya. Saya langsung teringat soal Naomi yang senang ketika mendapat asuransi Kematian. Menurutku. Naomi si gadis lugu polos ternyata menyimpan dendam pada Mama tirinya yang selalu perhitungan jika itu masalah uang. Terlebih Tuan Billy. Dia termutilasi karena Billy tidak ingin bertanggung jawab. Bukan begitu. NAOMI....Pembunuh yang berwajah dan bertingkah lugu, " ucap Wasabi
"Astaga!" sahut Emi
"Apa yang Kau katakan itu Wasabi. Mana mungkin aku membunuh? Kau keterlaluan...Hiks.." ucap Naomi kemudian menangis
"Lalu kenapa dia bersuara laki-laki dan terlihat tinggi," tanya Emi
Wasabi mengambil jumper dan sepatu yang sangat di kenali Emi. Kemudian meminta pekerja galery mengambilkan sebuah meja. Setelah itu Wasabi menaruhnya di atas meja.
"Sepatu itu berhak tinggi dan ditambah dia memakai penyangga hak didalam sepatu, agar lebih terlihat tinggi. Dan agar kita mengira pembunuhnya adalah laki-laki dan ia juga memakai filter suara laki-laki yang dipasang di dalam maskernya. Ini dia," ucap Wasabi sambil melempar alat pengubah suara ke atas meja
"Saya tidak menuduh dengan gamblang. Maaf Naomi, Aku mengambilnya dari rumahmu. Dan Emi apa Kau ingat aroma jaket yang ku pakai tadi sore, aroma yang pernah Kau kenali itu. Kau pernah mencium aroma itu dari Naomi yang berdiri di samping Billy," ucap Wasabi
"Iya Aku ingat sekarang," ucap Emi sambil mendekati barang yang diletakkan Wasabi di meja.
"Dan ini Jumper yang sama, juga sepatu itu. Ada bekas jahitan di bahu juga sepatu ini persis seperti yang aku lihat. Aroma wangi ini pun sama.. Jadi Kau Naomi. Pembunuh yang membunuh semua orang. Termasuk Andi yang juga ingin Kau celakai. Hah tak kusangka," ucap Emi
"Dan bukti terkuatnya adalah Nyonya Fernandus. Yang ternyata adalah bidan Naomi. Ini surat dan keterangan positif hamilnya Naomi. Surat kehamilan yang dikeluarkan bidan itu akan di berikan bidan ke Sahabatnya yang ternyata adalah Nyonya Cen. Bidan itu juga menyimpan surat ancaman terror jika dia memberi tahu pada Mama tirinya, bidan itu akan dibunuh," ucap Wasabi kemudian mengambil bukti yang ia dapatkan dari Bav dan menaruhnya di meja, di samping sepatu.
"Naomi kerumah Nyonya Fernandus dan Nyonya Fernandus ketakutan, dia berlari masuk ke kamar. Penyerangan terjadi dn nyonya Fernandus berusaha keluar, tapi Naomi menarik baju belakangnya hingga sobek. Penyerangan dan perlawanan kembali terjadi dan Naomi menang. Ia membungkam nyonya Fernandus hingga tewas kehabisan oksigen," ucap Wasabi
"Aku juga akan membunuhmu Naomi," ancam Valent kemudian mendekati Naomi dan ingin mencekiknya
Bai menarik Valent agar tidak berada di luar batas. Sementara tuan Fernandus terus mengutuk Naomi dengan sumpahnya dan mengeluarkan kalimat binatang
"Tenanglah Tuan Fernandus. Kau juga telah menipu kami dengan mengatakan masih diluar pulau, nyatanya kau ada disini dan sedang asik dengan selingkuhanmu," ungkap Wasabi
"Papa tidak selingkuh, dia klien papa," ucap Fernandus
"Huh klien diatas ranjang," cibir miss Wyy
"Oh ya soal Tom kenapa juga di bunuh, karena Tom yang menjebak Naomi hingga melakukan hubungan dengan Billy di pesta perpisahan. Tom dan Billy teman SMA saat di Jepang. Saya melihat pajangan dinding di rumah Naomi, ada gelar penembak Jitu, pemanah terbaik, pembuat program komputer terbaik. Naomi mahir menipu dengan tampang polosnya, semua orang telah tertipu tapi kau tak bisa menipuku Naomi," ungkap Wasabi
"Lalu apa hubungan Gio dengan Naomi?" tanya Inspektur Hendra
"Gio adalah kekasih Naomi. Informasi yang saya dapat dari artis tatto. Dan saya mengenali model tato yang dimiliki Naomi. Saat itu malam hari, Saya tak sengaja bertemu dengan Naomi dan menawarkan tumpangan. Saat itu Ia memakai rok dan ketika dan angin yang tak sengaja meniupkan roknya dan sedikit memperlihatkan tatto yang ada di pahanya. Dan hal itu terpikirkan baru saja. Gio memutuskan Naomi setelah tahu bahwa Naomi hamil dengan orang lain," ucap Wasabi
"Benarkan apa yang ku katakan ini Naomi. Untuk itu mengapa Kau gencar sekali ingin mendekatiku. Ternyata Kau takut perutmu makin membesar dan tak ada pria yang menjadi ayah anak itu," ungkap Wasabi
"Dasar wanita ular, Berani-beraninya merayu Wasabi dengan tingkah lugunya," gumam Joy pelan
"Kenapa kenapa kalian menyudut kan ku seperti ini, hiks," Naomi masih saja bertingkah lemah lembut dan mengeluarkan air mata buayanya
"Berpura-pura polos, Kau pantas diberi hukuman mati!" geram pak Walikota
"Ini bukan soal menyudut kan tapi ini adalah waktunya kau mengakui kesalahanmu,"
"Oh ya apa kalian sudah melihat lukisan yang terpajang didepan lobby?" tanya Wasabi
"Lukisan itu menyeramkan, apakah itu lukisan Naomi?" tanya Davhiena
"Naomi bilang itu Lukisan almarhumah ibunya, sehingga saya memajang nya di depan untuk menghormati beliau,"
"Itu adalah Lukisan Naomi, di Lukisan itu berasal dari campuran darah Nyonya Cen dan Tuan muda Billy. Dan sedikit campuran akrilik agar lukisan itu tidak berbau darah. Aku menemukan sehelai rambut kecil di lokasi terbunuhnya mereka. Dan setelah di lakukan penelitian, itu bukanlah sehelai rambut manusia. Tetapi, sebuah kuas,"
"Astaga seketika itu membuatku mual. Dan terkesan mainstream sekali," pekik Joy
"Hah Joy. Kau menghinaku! Dan kau Wasabi. Ternyata aku salah menilaimu. Kau terlalu pintar. Memangnya kenapa kalau aku membunuh mereka! hah," keluarlah sifat terpendam Naomi
"Mereka orang jahat! Mama Cen hanya baik didepan Ayahku. Tapi saat Ayahku di penjara. Dia selalu memarahiku, menyalahkanku ini itu dan tak memberi hakku. Dia menyuruh ku untuk membiayai kuliah ku sendiri. Lalu aku teringat akan asuransi kematiannya. Huh, ku bunuh saja dia. Dan aku bisa mendapatkan apa yang ku ingin kan.Dan pak walikota yang terhormat, seharusnya Anda mendidik anakmu dengan benar. Aku tak akan membunuh nya jika dia mau bertanggungjawab. Dan ini semua, karena Tom. Dia menaruh obat tidur pada minumanku saat pesta kelulusan itu. Dan Billy lah yang mengambil kesempatan," ucap Naomi kembali menangis
"Saat aku terbangun, aku baru sadar dia telah mengambil keuntungan dariku aku marah, dan dia berjanji akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padaku. Tapi mana! Setelah Aku memberikannya bukti kalau aku hamil. Dia menolakku dan mengatakan itu bukan anaknya! Sekarang siapa yang jahat! Aku lemah saat itu dan Aku muak!" ucapnya dan diakhiri dengan nada sarkas
Ia menangis lalu tertawa. Kemudian Naomi melihat celah untuk kabur. Di samping galery. Jendela itu terbuka lebar. Naomi mengeluarkan pistol dari pahanya dan mulai menembaki polisi yang mengejarnya
Visual Naomi kira-kira seperti ini
"Dasar bodoh!" sarkas Naomi
Polisi yang mengejarnya terkena bidikan Naomi. Termasuk Inspektur Hendra yang kakinya terkena tembakan. Wasabi ikut menghentikannya. Wasabi mengejar Naomi hingga keluar. Pergelutan terjadi di luar halaman galeri. Pistol Naomi terjatuh dan Dia pun mengeluarkan keahlian bela dirinya.
Cuaca yang saat itu Hujan membuat Wasabi susah untuk menangkap Naomi. Pukulan tendangan dari Naomi mampu di tepis. Naomi tersungkur dengan sekali tendangan dari Wasabi. Tapi saat dia beranjak bangun. Naomi melemparkan tanah dan mengenai mata Wasabi
"Wasabi!" teriak Joy, "Dia tak biasa menyerang wanita. Aku harus turun tangan,"
"Ayo Joy kita tangkap dia," pekik Emi
"Berhati-hatilah sayang," ucap Andi
Andi tak bisa membantu, kakinya baru saja di gips dan belum bisa berjalan
Joy mendekati Wasabi dan mulai membantunya.
"Joh masuklah, aku tak ingin kau terluka," ujar Wasabi
"Mana mungkin aku membiarkan mu sendiri," sahut Joy
Emi mulai menyerang Naomi disusul Joy yang ikut menyerangnya. Tapi yang terjadi Naomi berhasil mengambil kembali pistolnya yang terjatuh lalu membidikkannya. Ke arah Emi dan Joy.
"Kau Joy, Kau jangan merasa senang karena Wasabi memilih mu. Jika Aku tak bisa memiliki ya. Maka Kau jangan harap! Peluruku tinggal satu. Yang mana harus ku bunuh?"
Wasabi melihat lirikan mata Naomi yang tertuju pada Joy.
Dor.
Wasabi membentengi Joy dengan tubuhnya dan peluru mengenai tepat di jantung Wasabi. Wasabi panik saat itu seharusnya dia bisa menggunakan kekuatan hitamnya. Nasi sudah menjadi bubur
Wasabi tertembak
"Wasabi!" teriak Joy
"Tidak! Wasabi" pekik Emi
"Hah.. Wasabi... Aku tak bermaksud menembakmu," ungkap Naomi
Joy memeluk Wasabi yang jatuh tertembak. Sedangkan Naomi terpaku melihat Wasabi tertembak, ia juga menyayangi Wasabi hingga menangis dan berlutut menyesali perbuatannya.
Melihat Naomi lemah, semua aparat polisi menangkapnya. Akhirnya Naomi tertangkap dan segera dibawa oleh polisi lain.