Detective Wasabi

Detective Wasabi
Asal Kekuatan Fantastis



"Ini foto pernikahan Ku dengan Ibu mu Alma," ucap Setya seraya menunjukkan foto pernikahannya.


"Foto satu-satunya yang Aku punya. Dan selalu tersimpan di dompet ku," imbuhnya lagi


Amarah Wasabi mereda saat Setya menunjukkan foto pernikahannya.


"Jadi benar? Kamu adalah Ayah biologis Ku?" tanya Wasabi


"Apa Kamu tak menyadarinya betapa miripnya Aku dan Kamu," sahut Setya


"Huft...Aku tak pernah bercermin di depan kaca semenjak kematian kakek Hugo," aku Wasabi


"Kakek Hugo meninggal?! Kapan itu terjadi?" Setya bertanya dengan nada sedikit tinggi karena terkejut mendengar perkataan Wasabi


"Saat aku SMP kelas dua. Dia selalu mengajakku bercermin bersama dan dia memuji ketampananku. Aku sangat menyayanginya,"


Wasabi tidakkah kau menyayangiku? Bahkan dia tak memelukku saat tahu aku ayah kandungnya, batin Setya


"Ayah...," gumam Setya menyebut Ayahnya. Pria itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Kematian Ayahnya pun dia tidak tahu kabarnya. Pantas saja Setya tidak menerima balasan apapun entah itu SMS ataupun surat.


"Kakek Hugo. Ayahmu kah?"


"Ya... Aku telah lama berpisah dengannya. Aku meninggalkan dia, dan keluarga ku demi keselamatan mereka. Demi keselamatan mu,"


"Tolong jangan bicara setengah-setengah. Kamu berhutang cerita padaku. Ceritakan lah," Wasabi masih kesal. Dia belum menerima jika orang didepannya ini adalah Ayahnya.


"Oke Aku akan memulainya. Kamu pasti bertanya kenapa aku lebih cepat kemari,"


"Hemm," jawab Wasabi


"Aku juga memiliki kekuatan fantastis, aku dapat menciptakan black hole dari tanganku," jelas Setya


"Hah?? Dari mana asal kekuatan itu?"


"Semua terjadi saat Aku mengawali karir menjadi TNI. Saat itu aku dan tiga orang temanku dikirim untuk melindungi masyarakat dari wilayah yang sedang perang. Wilayah yang sedang berseteru itu masih bermayoritas Jepang. Tetapi kami tertangkap. Kami di bawa ke ruang bawah tanah dan dijadikan kelinci percobaan oleh seseorang yang sampai sekarang aku tidak tahu siapa," ucap Setya


"Hanya kalian berempat? kemana yang lain?"


"Ya, temanku yang lain berhasil membawa masyarakat pribumi ke tempat aman. Sedangkan kami masih berada disana untuk mengecohkan perhatian musuh, tetapi kami tertangkap oleh pihak lain," Setya berhenti dan bersandar pada kursi


"Dua temanku gagal setelah menjadi bahan percobaan musuh. Mereka sedang menciptakan sebuah formula yang aku sendiri tidak tahu. Temanku yang satunya dia menjadi percobaan selanjutnya. Awalnya percobaan itu berhasil. Disebuah tempat khusus, temanku diuji. Dia dapat berteleportasi sepertimu. Tetapi dia tidak dapat pergi jauh. Hanya sebatas tempat yang disediakan," Setya menelan salivanya dan mengambil napas.


"Suatu saat temanku itu sengaja dilepaskan di tempat terbuka. Mereka menempelkan pelacak di tubuh temanku itu. Dan saat temanku dilepas dia langsung berteleportasi dengan emosi dan ingin melarikan diri. Tetapi akibatnya tubuhnya tiba-tiba kaku seperti tersengat sesuatu. Dan percobaan gagal,"


"Lalu percobaan Selanjutnya adalah kamu?" terka Wasabi


"Benar," Setya memajukan duduknya menyatukan kedua tangannya yang menopang di pahanya.


"Aku tak mau mati seperti mereka. Aku pun menurutinya tanpa emosi. Aku mempelajari dari sekian percobaan yang mereka lakukan bahwa kekuatan yang diciptakan itu. Tidak dapat dilakukan dengan emosi," ungkap Setya, Wasabi masih mendengarkan


"Mereka menyuntikkan beberapa suntikan ke tubuh ku. Kemudian menyuruh ku untuk meminum formula yang warnanya berbeda dari yang teman-temanku minum. Mereka terus menerus menyuntikkan hingga tiga hari berturut-turut. Setiap dua jam sekali," Setya menyandarkan tubuhnya lagi


"Mereka menyuruh ku berteleportasi. Tapi aku tak bisa dan tidak tahu caranya. Mereka memukulku dan menindas ku," ujar Setya


"Lalu?" sela Wasabi ikut masuk dalam keseruan cerita Ayahnya


"Lalu mereka menyuruhku untuk berkonsentrasi. Aku berfikir keras sangat lama entah berapa jam aku disiksa dan dipaksa. Kemudian muncul Kekuatan dari tanganku,"


"Bukan teleportasi?"


"Ya, ini semacam angin yang membentuk lingkaran tetapi ia berwarna hitam. Dua bundaran kecil diantara dua tanganku yang berhadapan. Semakin aku melebarkan tanganku. Semakin aku membentuk bundaran itu menjadi besar dan terbentuk sebuah lubang yang menarik sesuatu," Setya mempraktekkan tangannya dengan merentangkannya tetapi tidak mengeluarkan kekuatannya


"Ketika aku melepaskan kedua tanganku. Lubang itu melayang ke udara. Dan ketika ku sentuh aku seperti terhisap didalam nya. Semakin dalam ku masukkan diriku, aku seperti ditarik paksa sangat keras. Kemudian aku terjatuh ke tempat lain yang aku inginkan saat itu. Pantai. Ketika aku terjatuh, lubang itu pun tertutup sendiri," ungkap Setya


"Aku berhasil kabur dari mereka. Untung saja mereka tidak menempelkan alat pelacak. Aku kembali lagi ketempat itu dan meledakkan semuanya, tanpa tersisa. Tempat itu hancur bersama orang-orangnya,"


"Iya. Aku akan membuat lubang disini dan di luar rumah mu. Bersiaplah," Setya lalu menciptakan dua lubang hitam.


Wasabi berdiri dan mencobanya masuk kedalam. Tak berapa lama Wasabi telah berada di luar rumah nya


"Tak berasa guncangan, tetapi seperti terhisap tertarik sesuatu, namun rasanya sangat lembut. Tak seperti teleportasi yang ketika aku berteleportasi, aku merasakan guncangan hebat seperti gempa bumi," sahut Wasabi untung saja tak ada tetangga yang melihatnya


Jalur black hole ditutup saat Wasabi sudah mendarat di halaman rumahnya. Setya berjalan ke depan menghampiri Wasabi.


"Lalu dari mana asal kekuatan ku?"


"Aku rasa dari gen yang ada padaku Wasabi. Aku juga tidak menyangka jika kau menuruni kekuatan itu,"


"Ck jujur saja Aku masih tak percaya kalau dirimu ini adalah Ayahku. Mama tidak pernah bercerita soalmu. Apa alasannya kamu meninggalkan ku dan Mama?"


"Pernikahanku dan Alma tak pernah mendapat persetujuan dari orang tua Alma. Karena saat itu aku hanya seorang TNI yang berpangkat rendah dan sering terlibat perang militer. Ditambah setelah pelarian diriku dari orang Jepang itu, Aku menjadi incaran, rumahku dan keluarga ku sering diteror. Sampai sekarang aku tidak tahu siapa orang dibalik ini semua," ucap Setya


Wasabi kembali masuk kerumah dan bersandar pada bufet, sementara Setya bersandar pada dinding


"Pangkatku naik dari prajurit menjadi kopral, setelah membongkar penelitian yang ilegal itu. Hanya tertangkap beberapa anak buah dan para ilmuwan yang saat itu tidak terkena ledakan. Tetapi otak dari semua itu belum terungkap sampai sekarang,"


"Sebulan setelah menikah, Alma mengandung Mu. Kemudian ada peneror yang mengancam keselamatan keluargaku jika aku. Terus menerus mengirimkan pesan berkaleng dan mengatakan surat ancaman kalau aku akan mati. Lalu saat perjalanan kedokter kandungan. Ada yang membuntuti mobil kami dan menabraknya. Aku tak ingin Alma menjadi incaran juga. Dengan sangat terpaksa aku melepaskan Alma. Aku menyuruhnya pergi. Aku menjatuhkan mobil ke jurang dan aku keluar lewat black hole. Lalu memalsukan kematian Alma dan kami berpisah dengan baik-baik,"


"Hah semudah itu kamu melepaskan Mama?"


"Aku terpaksa, karena aku menginginkan keselamatannya dan memikirkan perkembangan janinnya.Kau tahu kan kalau ibu hamil itu tidak boleh stress, apalagi mendapatkan teror yang entah dari mana asalnya,"


"Kenapa tak lapor polisi?"


"Sudah, dan mereka tidak menemukan pelakunya,"


"Percuma saja kau meninggalkannya pada kenyataannya Mama dan Papaku mati tergantung," ucapan Wasabi mencebik hatinya


Setya terdiam cukup lama. Lalu melanjutkan lagi


"Ya, itu kesalahan ku. Alma menikah lagi dengan Ayah sambung mu, detektif Ken. Mereka menjadi partner yang serasi dalam hal penyelidikan sebuah kasus. Jujur saja aku cemburu, karena aku sangat dan masih mencintainya,"


" Ya Papa dan Mama selalu romantis, mereka bercinta sepanjang malam dan setiap hari," Wasabi menambah kecemburuan Ayahnya


"Ck, jangan sengaja menambah kecemburuan ku. Aku tahu Alma tidak seperti itu dengan Ken,"


"Kamu tidak melihatnya kan, jadi tidak tahu betapa mesranya mereka,"


Sial dia tidak bisa dibohongi, Dia benar Mama dan Papa tidak begitu romantis. Apa Mama tidak mencintai Papa? Apa dia hanya mencintai pria didepanku ini? batin Wasabi


"Saat kamu lahir. Alma mengabariku dan memintaku memberikan nama untukmu," ucapan Setya terputus karena Wasabi menyelanya


"Jadi Kamu yang memberiku nama ini? Kamu memberiku sebuah nama yang membuatku jadi bahan Bully-an,"


"Maafkan Aku. Aku tak bermaksud seperti itu. Aku sempat melihat tulisan WASABI disalah satu botol formula yang aku minum saat aku dijadikan manusia percobaan. Aku sendiri tidak tahu artinya. Aku selalu mengikuti perkembanganmu dengan bertanya pada Alma. Aku ingin tahu, Apakah kamu memiliki kekuatan seperti ku?"


"Tapi sekarang kekuatan ku hilang," sahut Wasabi


"Tidak...Kekuatanmu melekat didalam darah. Kamu hanya perlu masa hibernasi yang panjang," jelas Setya


"Kekuatanku juga pernah menghilang. Lalu aku mencoba tenang dan beristirahat total. Dan kekuatan itu pun muncul kembali,"


"Benarkah...Aku akan melakukannya. Aku masih tak menyangka kamu adalah Ayah biologisku,"


"Aku paham,"


"Aku membencimu. Dan jangan harap aku memanggilmu dengan sebutan Ayah,"


"Aku akan menunggunya hingga maut menjemput ku,"