
Wasabi kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki karena sedari tadi ia menghabiskan energinya. Pria itu takut jika kekuatannya menghilang lagi. Walau keadaan rumahnya tidak begitu aman, namun dimana lagi dia akan tinggal. Atap rumahnya sendiri, begitu pikirnya.
Tetapi ditengah perjalanan.
"Bodoh, motor ku kan ada di kantor astaga. Mana dingin banget ni udah hampir subuh," gumam Wasabi tidak terpikir jika motornya ada di kantor Mamanya.
Kemudian ada panggilan telepon dari Joy. Wasabi mengangkatnya segera.
"Ya, ada apa?" jawab Wasabi malas
"Wasabi tolong aku. Ada seseorang yang masuk kedalam rumah," pekik Joy dengan suara ketakutan
"Hah?" Wasabi terkejut, "Kamu dimana?"
"Aku dihatimu, Haha...kena prank," sahut Joy
"Hah jangan lagi seperti itu. Jika benar terjadi maka aku akan sulit percaya. Mengerti!" ujar Wasabi
"Oke, Maaf Wasabi. Tapi aku punya sesuatu yang menarik. Pagi nanti temui aku dikelas. Ini berkaitan dengan kekuatan mu," ucap Joy
"Kekuatan? Kekuatan apa?" tanya Wasabi berpura-pura tidak tahu.
"Jangan mengelak Wasabi. Temui aku di belakang kampus, pukul 9 pagi,"
Tut.. Tut... Tut..
Joy mematikan panggilannya
"Apa dia benar-benar tahu kalau aku memiliki kekuatan? Awas saja, kalau sampai membocorkan rahasiaku," pikir Wasabi dalam hati
Wasabi melanjutkan jalannya, namua ditengah perjalanan. Tangan kirinya terasa keram dan kaku.
"Kenapa dengan tanganku? Kenapa terasa keram dan seperti ada aliran listrik," seketika Wasabi pun ketakutan sendiri.
Semakin lama keram itu semakin menjadi hingga otot tangannya terasa seperti tertarik. Disamping itu tangannya mulai memancarkan cahaya biru. Semakin lama cahaya itu menjalar hingga ke lengan Wasabi.
"Ahh ada apa dengan tanganku. Ini bisa mengundang perhatian orang.," Wasabi melihat jam di tangannya,"Sudah pukul empat lebih, sebentar lagi subuh. Pasti jam segini sudah banyak orang yang bangun. Aku harus cepat pulang," pikirnya
Akhirnya Wasabi mencari gang kecil lalu terpaksa menghilang dengan kekuatan teleportasinya.
Whuss
Sesampainya dirumah, ia berusaha tenang. Kemudian cahaya biru yang berasal dari tangan itu pun perlahan mulai menghilang.
Untunglah...batin Wasabi
Wasabi lalu menyimpan semua berkas informasi penting di dalam rumahnya. Di kamarnya lebih tepatnya, di atas loteng yang sudah tertutup oleh asbes.
Tak ada waktu untuk tidur kembali. Waktu begitu cepat berlalu. Berniat kembali untuk beristirahat di atap rumah namun diurungkan karena waktu sudah memasuki waktu subuh. Terkadang apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan realita.
Sebelum mandi, Wasabi merebus air panas untuk mandinya. Maklum dia tidak memilik water heater pengatur suhu air panas yang langsung keluar keran. Jadi jika ingin mandi air hangat, Wasabi perlu merebus air terlebih dahulu.
Wasabi juga tidak memiliki bath up, lalu dimanakah ia akan berendam? Tentu saja bak mandi.
Berendam air hangat dapat menjernihkan pikirannya yang seharian terkuras oleh teka teki kasus
Wasabi membenamkan kepalanya kedalam air beberapa detik hingga dia tak kuat menahan nafas. Kemudian ia mengangkat kepalanya
Otaknya kembali berfikir. Terdapat keganjalan.
Pertama, Ayah merasa Mama masih perawan saat dia menikahi Mama. Tetapi kenapa Tuan Paldo mengatakan Mama telah menikah dengan Tuan Paldo sebelum Ayah menikahi Mama?
Kedua dari mana Pak Kiyoshi tahu jika Ayah berada dirumah sakit.
Ketiga, Joy tidak pernah menelpon ku. Kenapa dia tiba-tiba menelpon dan menyinggung soal kekuatan. Ataukah Ini jebakan, terlebih Chaky mengatakan Tuan Paldo berubah. Aku mencurigai dua orang ini, Kiyoshi dan Paldo
Dan seseorang bernama Shi. Benarkah dia Kiyoshi
.
.
.
Di tempat lain, di kediaman Joy.
"Aku telah melakukan apa yang kamu minta. Sekarang lepaskan aku!," pinta Joy
"Haha bagus. Melepaskan mu. Tidak-tidak, aku tidak akan melakukannya sebelum rencanaku berhasil," ucap pria yang menjadi buronan, dia adalah Wonk
"Duduk sajalah dengan manis sayangku," timpal pria itu sambil membelai lembut pipi Joy yang mulus.
Gadis itu melengoskan wajahnya. Tangan dan kakinya terikat di kursi.
"Sayang, bagaimana aku bisa duduk dengan manis, kalau tanganku terikat ke belakang seperti ini," ucap Joy yang ikut mengatakan Sayang pada pria di depannya
"Ayolah sayang buka ikatanku, Aku akan memanjakan mu dengan sentuhan sentuhan manisku," goda Joy berpura-pura, agar pria itu melepaskannya
"Haha... perkataan mu seperti wanita ******. Pantas saja Wasabi tidak tertarik padamu,"
"Jadi, siapa yang bodoh? Sudah tau dia tidak tertarik pada ku kenapa kamu malah menjadikanku umpan hah? Kamu salah jika menyandera orang," desis Joy
"Jika Wasabi tidak tertarik denganku, maka dia juga tidak akan masuk ke perangkap mu. Dia tidak akan memperdulikan ku," ucap Joy dengan memicingkan mata
"Mulutmu cerewet sekali," Wong lalu mengambil lakban dan menempelkan ke mulut Joy
"Hemdmzmksksnskks," ucap Joy dengan meronta dan tidak bisa bicara karena mulutnya tertutup lakban berikut translatenya 'sialan kau'.