
"Sial aku kehabisan waktu. Sudah jam 4 sore dan Aku belum apa-apa" Gerutu Wasabi
Wasabj duduk sejenak merancang langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Setelah ini ia akan berencana ke Galery lukisan tersebut. Memastikan apa yang dicurigai nya benar. Ia harus segera ke gallery sebelum pukul 7 malam
Sesampainya di gallery xx.
Cling.
Seperti biasa dengan kekuatan teleportasinya Wasabi muncul dalam hitungan detik.
Dia menyamarkan dirinya agar tak terlihat dan leluasa untuk bergerak.
Lukisannya sudah dipajang dan beberapa di antaranya masih di selidiki oleh kurator tentang keaslian. Wasabi dengar hanya satu lukisan yang tidak diselidiki dan itu adalah dari donatur terbesar, lukisan dari nyonya Cen. Wasabi menerka jika lukisan itu dibuat oleh Naomi
Dimana lukisan Valent dan Joy. tanya Wasabi dalam hatinya sendiri karena penasaran
Tak berapa lama, datang kurir pengirim lukisan Seorang kurator ke depan untuk mengambil nya dan membawa lukisan besar itu masuk ke dalam kemudian dia langsung menempelkan di dinding dan sayangnya lukisan itu belum di belum diberi nama. Wasabi tak tahu siapa pelukis misterius ini
Lukisan ini baru sampai dan masih terbungkus kertas. Kenapa tidak melewati tahap penelitian, setahu ku semua harus melewati tahap pengecekan dengan kurator, apakah ada kerusakan kanvas atau kelunturan cat, sebelum lukisan itu dipamerkan. Tapi ini... Apakah dia orang yang dimaksud, donatur terbesar?
Lukisan yang menyeramkan hingga Wasabi merinding di buatnya
Wasabi mendekat dan sedikit meraba sedikit. Dia mengeluarkan kaca pembesarnya. Dan saat dia menggunakan kaca pembesar. la mencium sedikit berbeda dari cat kebanyakan.
"Ada berbau darah. Juga ada bau cat namun sedikit. Mungkin karena telah tercampur dengan bahan kimia lainnya. Jika itu benar....Aku akan membuatmu mengakuinya sendiri," gumam Wasabi pelan
Whuuus
Wasabi kembali ke kediaman Andi.
Cling.
"Wasabi Kau sangat tidak sopan! Kau bisa mengetuk pintu rumah kan. Tidak harus mengagetkanku seperti ini," protes Andi
"Maaf Andi. Aku terburu-buru. Ada yang ingin ku tanyakan," ucap Wasabi
"Hemm tanyakan saja," ucap Andi seraya menikmati kopi hangatnya.
"Apakah saat kecelakaan. Kau bertemu dengan seseorang atau dimana Kau saat itu. Dan apakah ada cctv yang terpasang di jalanan itu?
"Tenang lah Wasabi. Kau bertanya seperti kereta api," celetuk Emi
Emi mengendus aroma Wasabi yang berbeda.
"Sebentar, Aku juga tidak tahu ada atau tidak ya kamera disana. Tapi aku tidak dari mana-mana. Aku dari kampus dan arah mau pulang kerumah ku. Tak jauh beberapa meter aku kecelakaan," cerita Andi
"Aroma mu berbeda Wasabi. Seperti aroma wanita. Joy juga tidak beraroma seperti ini. Tapi aku seperti mengenal aroma ini, tapi dimana ya?" ucap Emi
"Aroma Jaketku? Tadi pagi sewaktu hujan Naomi kehujanan dan Aku meminjamkannya. Lalu sore tadi dia memberikannya padaku. Kurasa ini aroma pewangi, "
"Sebaiknya jangan pakai itu, kalau tidak Joy akan cemburu lagi," sahut Emi
"Ketemu! aku baru saja mengecek CCTV tempat lokasi ku tertabrak. Lihat, pengendara motor ini dia tiba-tiba berhenti seperti mogok. Lalu mobil di belakangnya mendadak membanting setir ke kanan tanpa rating. Dan tepat, aku yang berada di belakangnya lebih tepatnya agak samping tertabrak begitu saja. Untung saja pengendara mobil itu bertanggung jawab. Tapi seharusnya bukan dia yang bertanggung jawab. Seharusnya pengendara motor lah yang bertanggung jawab," ujar Andi
"Kalau ku lihat pengendara motor ini sengaja. Begitu tabrakan terjadi. Dia pergi tanpa menoleh apa yang terjadi dibelakangnya, beruntung pemgendara mobil itu mau bertanggung jawab," ucap Wasabi
"Ya Wasabi betul. Hemm coba Kau perbesar. Andi, Aku seperti pernah melihat jumper ini,"
"Apakah itu jumper yang Kau lihat saat Dia menyerangmu!?" tanya Wasabi, "Coba ikuti dia. Kemana dia pergi,"
"Cctv ini hanya sampai disini. Tak ada lagi. Adapun jauh dan itu banyak belokan sebelumnya. Jadi kita tidak tahu kemana dia pergi,"
"Cari saja di semua belokan. Tak ada salahnya kan?" tanya Emi
"Itu akan memakan waktu,"
"Sementara Kau mencari. Aku pulang dulu. Aku belum mandi. Dan nanti aku harus ke gallery dengan Joy," ucap Wasabi
"Mandi saja disini. Aku juga punya pakaian yang bisa Kau pakai untuk pergi. Untuk ********** aku punya yang baru dan belum dipakai. Saat dirumah sakit aku beli banyak haha,"
"Ok baiklah," Wasabi pun bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Sementara Andi masih mencari tahu kemana jejak pengendara yang sengaja menabrak.
Tak lama kemudian. Saat Wasabi menghampiri keduanya, mereka bersandar pada kursi dan menopang kepalanya pada bahu kursi seraya memijat pelipis
"Nihil. Emi juga sudah mencarinya sampai pusing," ucap Andi
"Oh ya, tadi siang aku menemukan kejanggalan Wasabi. Di hotel NCT tempat Tuan Gio menginap. Ada seorang wanita berambut pirang. Dia datang tepat setelah 5 menit Tuan Gio masuk. Dia memesan kamar disebelah Tuan Gio. Tapi hingga dua hari si rambut pirang ini tidak keluar-keluar juga.Itu artinya si rambut pirang bisa jadi pembunuhnya," ucap Emi
"Ku telusuri di pintu keluar atau di kamera pintu keluar parkiran tiket. Tidak ada orang yang berambut pirang," timpalnya lagi
"Jejaknya menghilang. Aku rasa dia pintar seperti kalian. Bisa jadi dia memakai rambut palsu dan memiliki dua nomer plat polisi. Dan memalsukan karcis. Atau dia beralibi karcisnya hilang dan keluar hanya dengan surat kendaraannya.
"Oke katakan lah dia ganti nomer polisi kendaraan. Lalu karcis hilang dan Dia menyertakan surat kendaraan lalu saat tukang parkir itu mengecek Plat nomer tersebut di komputer. Komputer itu tidak dapat membacanya kan Wasabi," ujar Emi
"Bisa saja Dia pernah kemari di hari sebelumnya," ucap Wasabi
"Apa kalian telah melacak nomer tersebut?"
"Nomer itu mati semua dan semua nomer memiliki data yang berbeda," ucap Andi
"Kalau kemungkinan dia punya kenalan atau ahh waktunya sudah mepet lagi. Intinya dia telah merencanakan ini dari awal. Tapi tak apa, aku sudah mengantongi namanya. Kalian bersiap lah. Ku tunggu kalian di gallery. Oh ya Andi tolong kabari Inspektur Hendra untuk ke gallery juga," ucap Wasabi
"Gallery xx yang akan dibuka nanti pukul 7 malam?"
"Ya Kau benar. Aku sudah menemukan jawabannya dan Aku akan membuat dia mengakui perbuatannya,"
"Siapa dia? Apakah Valent?" terka Andi, " Hemm aku akan hubungi Inspektur,"
"Siapa dia, Nanti Kau juga tahu" ucap Wasabi
Sebelum Wasabi pergi, ia melihat akun Instagram yang terbuka di komputer Emi
"Emi, foto siapa itu? Foto kedua tangan pria dan wanita memegang eskrim. Fotonya seperti pernah ku lihat," tanya Wasabi
"Itu akun Instagram Billy, Dia mempostingnya tiga bulan yang lalu," jawab Emi
"Foto seperti itu banyak di Google Wasabi," ucap Andi
"Tidak lihat lah dibawah ya ada watermark waktu dan tanggal serta nama ponsel saat memotretnya. Aku lupa melihat ya dimana,"
"Hemm ya sudah aku pergi ya,"
Whuuus
Wasabi pergi kerumah joy dengan berteleportasi. Joy mengajak Wasabi untuk menemaninya ke gallery lukisan. Karena ini pertama kalinya Joy memamerkan lukisannya untuk dijual.
Sesampainya di kediaman Joy. Wanita itu keluar menemuk Wasabi yang sudah berada di depan dengan pakaian anggunnya yang tertutup dan membuat Wasabi melting seketika.
Deg Deg Deg
"Aku baru tahu Joy cantik sekali," gumam Wasabi tanpa mengedipkan mata
"Aku sudah siap. Ayo sayang," ucap Joy
"Hemm hemm ah iya,"
"Kenapa kau? Terpesona ya dengan kecantikan ku?"
"Haha mukamu memerah. Ayo jalan! Kita naik mobil ku ya," ucap Joy
Sesampainya ditempat gallery
Lukisan yang tadi ku lihat dipajang di tengah dekat pintu masuk lobby. Kenapa lukisan menyeramkan itu terpasang didepan, batin Wasabi
Karena masih sepi, Joy mengajak Wasabi berkeliling lalu mengenalkannya pada pemilik galeri.
Joy menerima ucapan selamat dari pemilik tersebut, setelah menyapa dan saling memuji, pemilik galeri itu bertanya siapa orang yang ada di samping Joy
"Saya Wasabi, Saya keka..,"
"Dia suami saya," jawab Joy dengan cepat
Wasabi melirik bingung ke Joy dan Joy hanya tersenyum. Kenapa Joy harus berbohong dengan statusnya. Tetapi Wasabi senang jika dia diakui sebagai suaminya
"Wah Saya kira, Anda masih single. Padahal Saya ingin menjodohkan Nona Joy dengan anak saya, Khun," ucap Misa Wyy
"Nah itu orangnya," Miss Eyy pemilik galeri itu pun melambaikan tangannya pada Khun. Lalu Khun datang mendekatinya
"Khun ini Joy, pelukis pemula tetapi karya nya sangat briliant," sahut Miss Wyy
"Joy, Wasabi. Ini khun, Putra saya yang juga akan mengelola gallery ini nantinya," ucap Wyy
"Hallo Tuan Khun, senang berkenalan dengan Anda," sahut Joy dan juga Wasabi seraya berjabat tangan
"Senang berkenalan dengan Anda juga," sahut Khun
"Hemm sepertinya saya pernah melihat Anda Tapi dimana ya... Atau mungkin wajahnya saja yang sama," ucap Khun (Yang dimaksud adalah Setya tapi Khun lupa)
"Mungkin saja orang yang wajahnya sama. Karena Saya belum pernah bertemu Anda," jawab Wasabi
Hemm kayak gini mau dijodohin sama aku.. Ogah! Tajir sih iya, tapi Dia gak bisa ngalahin pesonanya Wasabi ku, batin Joy tersenyum sendiri.
"Kenapa Joy?" tanya miss wyy yang menangkap Joy tersenyum-senyum sendirian
"Ahh tidak apa-apa Miss Wyy. Saya hanya senang saja, karena ini pertama kali buat saya," ungkap Joy
Sebelum acara di mulai Miss Wyy mengatakan jika lukisan yang ada didepan lobby itu adalah Lukisan dari salah satu donatur terbesarnya. Makannya untuk menghargai pelukis tersebut, mereka memberikan tempat special.
Donatur.. Ada yang kulewatkan disini. Batin Wasabi
Para donatur, seniman dan pengunjung lainnya mulai berdatangan dan pembicaraan mereka berakhir.
"Aku sengaja berbohong kepada Miss Wyy agar dia tak terus-terusan menjodohkanku hehe," bisik Joy saat pemilik galeri itu pergi
"Aku malah mengira, Kau sudah tak sabar ingin kunikahi," Wasabi balas berbisik
"Joy. Lukisan mu sangat hidup. Benar kata Miss itu, sangat brilian," puji Wasabi.
"Haha. Jika lukisan ini laku. Kau harus menghadiahiku sebuah kecupan,"
"Tak usah menunggu sampai terjual, Joy. Mau sekarang pun bisa," ucap Wasabi kemudian membawa Joy ketempat sedikit sepi dan mengecupnya.
"Aku pusing beberapa hari ini, aku butuh amunisi," ucap Wasabi setelah melepaskan kecupan nya.
Kemudian ia kembali mengecup Joy dengan sangat bergairah.
"Wasabi, sudah nanti ketahuan orang-orang," bisik Joy
"Hemm andai kau istriku, sudah ku bawa ke kamar," bisik Wasabi
Joy terkekeh geli. Mereka lalu membenahi penampilan mereka yang sedikit berantakan.
Valent datang bersama dengan Bav. Dibelakangnya ada Ayahnya.
"Aku seperti kenal," ucap Joy seraya melihat ke arah Valent.
"Dia Valent, orang yang membuat bekas lisptik di Jaketku," ucap Wasabi
"Hemm jadi dia," Joy berpangku tangan
"Memangnya Kau kenal," tanya Wasabi
"Dia mantan tetanggaku yang menyebalkan,"
Khun datang dan memanggil Joy serta seniman dan para donatur untuk berkumpul dan di berikan pengarahan. Apa yang harus mereka lakukan pada pameran itu.
Beberapa menit kemudian Joy dan semua orang keluar dari ruangan itu. Sepertinya pengarahan telah selesai. Rupanya semua pelukis dipersilahkan mempromosikan lukisannya masing-masing. Dan sekaligus menampakkan wajah pelukis baru.
Sambil menunggu pameran selesai. Wasabi melihat-lihat lukisan yang dipajang. Kemudian Naomi muncul tiba-tiba dari belakang.
"Wasabi, Kau datang kesini juga?" tanya Naomi
"lya, Kau sendiri kemari hanya berkunjung atau salah satu pelukis disini?" tanya Wasabi
"Apa Kau lupa, Mama Cen berdonasi disini. Dan aku diundang kemari. Ku kira akan membosankan disini. Kalau tahu kau juga akan datang. Mungkin kau akan datang lebih awal.
"Seharusnya Kau datang lebih awal untuk membawa nama baik Mama Cen," ucap Wasabi
"Ya sih, tapi ini membosankan. Wasabi aku harus menemui pemilik gallery ini. Nikmatilah lukisan yang ada disini," Naomi berbalik dan memunggungi Wasabi.
Wasabi terkejut melihat dress hitam Naomi yang terbuka bagian belakang dan memperlihatkan hampir seluruh punggungnya.
"Astaga, tak kusangka. Yang ku kira pemalu dan anggun malah berpakaian terbuka seperti itu," gumam Wasabi
Satu jam berlalu. Pameran telah selesai dan ditutup. Rombongan Walikota datang bersama dengan Inspektur Hendra serta beberapa keluarga korban yang terbunuh
Kemudian seluruh pengunjung dipersilahkan keluar. Emi juga datang dengan Andi yang memakai kursi roda karena kakinya belum begitu pulih.
Polisi menutup semua pintu dan beberapa mengatur kursi untuk diduduki oleh Pak Walikota.
"Ada apa ini?" tanya Valent
"Papa juga tidak tahu," ucap Fernandus
Beberapa orang yang di minta keluar pun saling berbisik
"Silahkan duduk Bapak Walikota dan Inspektur, Saya terkejut saat mendapat kabar dari telephone tadi. Mohon maaf tidak menyiapkan segala sesuatunya karena kami pikir Bapak Walikota tidak jadi datang," ucap Miss Wyy
"Terimakasih Miss Wyy. Ya karena ada sesuatu yang penting. Kami pinjam tempat ini dulu ya," ucap Pak Walikota yang di belakangnya banyak bodyguard yang mengawal
"Terimakasih Miss Wyy, " sahut Inspektur Hendra
Setelah rombongan Walikota menempati kursinya,
Polisi mengamankan lokasi.
Inspektur Hendra memanggilnya Wasabi untuk mendekati Pak Walikota.
"Inspektur Hendra bilang sudah menemukan pelaku itu? Siapa Dia?" tanya Pak Walikota
"Hemm Bapak Walikota yang terhormat, Ya, pelakunya. Ada disini di tengah-tengah kita," ucap Wasabi
Joy, Andi dan semua orang terkejut terlebih lagi Emi yang sudah menjadi saksi mata pembunuhan secara langsung
"Tidak!" gumam Emi yang kembali parno. Andi menggenggam tangan Emi agar tidak takut